Ku Pinjam Rahim Istrimu

Ku Pinjam Rahim Istrimu
Berubah


__ADS_3

Terkejut dan tak percaya.Ingin protes langsung di ruang meeting saat itu juga,pastinya tidak memungkinkan.Hasil rapat di cafe hari itu terkesan memojokkan atau bahkan bisa dibilang menindasnya.


Jadwal menyanyi di cafe dengan waktu yang beruntun,sedangkan jarak untuk menuju cafe yang pertama dan kedua memiliki waktu tempuh sekitar satu jam lebih.Ibarat belum selesai bernafas dengan lega,Risa sudah harus bekerja lagi.


Belum lagi dengan jadwal tambahan pekerjaannya dirumah yang langsung diserahkan oleh Yudhistira terkait pengerjaan laporan keuangan cafe juga pekerjaan rumah tangga.


Risa merasa aneh.Tumben suaminya itu ikut mengatur jadwal pekerjaan rumahnya,termasuk memasak,bersih-bersih,mencuci mobil,bahkan daftar menu masakan untuk setiap harinya pun juga dibuatnya dengan menambahkan tulisan di kertas paling bawah"MENU BISA BERUBAH SEWAKTU-WAKTU".Haaahhh,jadwal konyol macam apa itu.Suaminya benar-benar ingin menyiksanya.


"Mas,apa kamu sengaja ingin menyiksaku?" tanya Risa langsung tanpa basa-basi.Malam itu,mereka sedang berada di dalam mobil untuk pulang.


"Ini masih di mobil,nggak bisa apa,nunggu sampai di rumah?" jawab Yudhistira dengan pandangan lurus kedepan mengamati jalanan.


"Tidak bisa,nanti sampai dirumah kamu pasti akan langsung masuk ke kamar dan pura-pura tidur untuk menghindariku"jawab Risa dengan muka masam yang tidak sedikitpun di gubris oleh suaminya.


"Kamu tahu kan mas,hari senin ini aku sudah mulai mengajar,tapi kenapa malah kamu buatkan aku jadwal yang sangat tidak mungkin bisa aku lakukan semuanya sendirian"


"Kamu sengaja menyiksaku??Tak mengijinkan aku istirahat begitu??Kita kan bisa membayar pembantu untuk melakukan pekerjaan rumah mas"cerocos Risa.


"Aku sudah menambah vokalis untuk menemanimu di cafe,masa iya masih nambah seorang pembantu,bisa-bisa duit habis buat gaji orang doang,lagian...bukannya kamu ingin membayar hutangmu yang banyak itu?Jadi kamu harus kerja ekstra keras"ungkit Yudhistira.


"Hahhh,serasa kerja rodi.Lagian kenapa sih mas,kamu jadi begini,berubah banget.Kalau kamu membenciku...jangan balas dendam seperti ini,setidaknya ajari aku dan beri aku kesempatan,atau tinggalkan saja aku,dan kalau kamu masih belum puas juga,bunuh saja aku" emosi Risa.


Mendengar ucapan Risa yang panjang lebar itu,spontan Yudhistira langsung menghentikan mobilnya.Beruntung jalanan tidak begitu ramai karena sudah malam.


"Mengajarimu??Kesempatan??Hey,sadar nona...selama ini aku yang bodoh karena tergila-gila pada orang yang sama sekali nggak ada rasa sama aku"


"Diamku...bukankah harusnya sudah jadi waktu belajar untukmu,bukankah itu juga sebuah kesempatan??Hampir empat tahun ini aku sudah bersabar dan itu bukanlah waktu yang sebentar.Kalaupun aku berubah,itu berarti kesabaranku sudah habis"


"Dan harus kamu tahu,aku nggak akan semudah itu meninggalkanmu,apalagi sampai membunuhmu...malah aku yang masuk penjara" jelas Yudhistira mengeluarkan uneg-unegnya.

__ADS_1


Lalu Yudhistira langsung kembali tancap gas.Tak memperdulikan netra istrinya yang mulai berembun.Hati Risa dongkol.Ingin rasanya menangis,tapi airmatanya tak mau jatuh.Dia tak bisa sepenuhnya menyalahkan Yudhistira,karena ucapan suaminya itu juga banyak benarnya.


Sesampainya dirumah,mereka masih saling diam.Membersihkan diri masing-masing dan langsung istirahat.Tidur dalam satu kamar,satu ranjang tapi saling membelakangi.


Dua insan yang berbeda gender itu pura-pura memejamkan mata dengan pikiran mereka sendiri-sendiri yang melanglang buana entah kemana.Hingga akhirnya rasa lelah dan kantuk mengantar mereka ke alam mimpi.


***********************


Hari pertama dalam pekerjaan yang baru,lingkungan dan pastinya orang-orang baru yang akan menjadi teman dan rekan kerja.Risa harus semangat,walaupun mood nya sedang redup.


Sepertinya,Yudhistira mulai melancarkan aksinya terhadap sang istri.Sangat rewel dan cerewet,intinya apa yang sudah dikerjakan oleh Risa pagi ini,tidak ada yang benar menurutnya.Suaminya itu menjadi uring-uringan alias pemarah.Mirip cewek-cewek yang lagi PMS.


Setelah pekerjaan rumah beres dan rapi,Risa bergegas menuju tempatnya mengajar.Hari ini,dia memilih berangkat dengan mengendarai motor agar lebih cepat sampai,dan mudah mencari jalan jika sampai terjebak kemacetan.


Hari pertama bekerja,Risa diminta untuk datang lebih pagi karena harus mengikuti briefing,mendengarkan bimbingan serta arahan dari pemilik yang sekaligus menjabat sebagai ketua yayasan.Dan kebetulan,pagi ini juga bersamaan dengan jadwal rutin pertemuan antar donatur.


Sesuai harapan,Risa datang tepat waktu dan semua staff juga para guru menyambutnya dengan baik.Suasana ini,setidaknya bisa sedikit menghibur hatinya dan mengembalikan mood nya.Jadi selama mengikuti briefing,Risa bisa fokus dan otaknya bisa mencerna dengan baik.


Yayasan tempat Risa mengajar adalah yayasan yang besar,melayani dan menaungi berbagai macam lapisan masyarakat.Dari SD hingga SMA,dari kaum elite hingga yang kurang beruntung.


Disana juga menampung dan menyediakan asrama bagi anak-anak yatim piatu serta anak jalanan secara gratis dan memberikan keringanan administrasi bagi anak-anak yang diasuh oleh orangtua tunggal.


Makanya,saat akan bergabung dengan yayasan ini,Risa sangat antusias dengan visi dan misi sekolah yang juga satu tujuan dengan niat awalnya memilih kuliah di bidang pendidikan,dan setelah diterima,Risa langsung mendaftarkan diri sebagai salah satu donatur disana.


Didalam ruang meeting,adalah sepasang mata yang terkejut dengan kehadiran Risa.Pepatah mengatakan,pucuk dicinta ulam tiba atau kalau jodoh tak akan kemana,ahhh...apalah itu,yang jelas pria pemilik mata indah itu sangat bahagia dengan apa yang ada dihadapannya sekarang.


Hingga setelah meeting selesai,pria tampan itu dengan tak sabarnya segera menyapa Risa saat keduanya sama-sama baru saja keluar dari aula.


"Risa...!!kamu Risa kan?Apa kabar...semoga kamu nggak lupa dengan aku.Kamu donatur juga?"sapanya langsung dan sangat antusias,tak peduli tempat.

__ADS_1


"Iya betul,saya Risa......bapak sudah kenal saya?Kalau saya boleh tahu,bapak siapa ya?eee...gini,soalnya saya seperti tidak asing dengan anda,dan sepertinya kita pernah bertemu,tapi saya tak begitu mengingatnya"tanya Risa sedikit berpura-pura sekedar untuk basa-basi.


Sebenarnya dia sangat ingat dengan wajah dan mata itu,karena saat ini juga....mata itu kembali membuat detak jantungnya berantakan.


"Kenapa ini...apa yang terjadi dengan diriku Tuhan...Kenapa setiap bertemu pria ini,hatiku jadi tak karuan...hahhh,perasaan apa ini,selama bersama mas Yudhis,aku belum pernah seperti ini" batin Risa.


"Hey,kok malah melamun sih,jangan panggil bapak dong...jadi berasa tua banget,hehehe...panggil Angga saja.Kamu pasti masih ingat aku walaupun sedikit" ucap Anggara penuh harap.


"Eh,iya... Mas Angga,tapi kalau sedang berada di lingkungan kerja yang formal,aku boleh panggil bapak kan?ucap Risa tersenyum.


"Terimakasih ya,waktu itu sudah menolongku,aku baru ingat...mungkin kalau tidak ditolong olehmu,aku pasti sudah jatuh" ucap Risa.


"Iya,sama-sama.Oke,kamu boleh panggil bapak di waktu-waktu tertentu.Senang bertemu denganmu"ucap Angga.


"Iya,aku juga...ee,maaf...kita sampai disini dulu ya ngobrolnya,nggak apa-apa kan?soalnya ini sudah hampir masuk jam mengajarku,lain kali kita sambung lagi"pamit Risa.


"Oh,oke bu guru,good luck ya...aku pulang dulu"pamit Angga yang diangguki oleh Risa dan mereka saling berjabat tangan.


-


-


-


-


-


Happy reading teman-teman... 🤗

__ADS_1


Bau-baunya,Angga-Risa sama² ada rasa ya🤭


Jangan bosan buat ikuti terus ceritanya dan jangan lupa dukungannya,terimakasih... 🙏😘


__ADS_2