
Nanda,adik Risa...pagi itu sedang bermain-main di tepi kolam ikan di depan rumah,sambil sesekali melemparkan makanan ikan.Dia sedang menunggu sang ayah yang akan mengantarkannya ke sekolah.
"Tin... tin..."suara klakson mobil mengagetkan gadis kecil yang baru duduk di kelas satu SD itu.Bibirnya melengkung ke atas ketika melihat mobil yang sangat dihafalnya,berhenti didepan pagar besi yang ukurannya tak lebih tinggi dari perut orang dewasa.
"Yeaaayy,Mas Yudhis datang....ayah..!! Ibu..!!,ada mas Yudhis...!!!"teriak Nanda.
Anak kecil itu sangat senang dengan kedatangan Yudhistira,apalagi melihat tas plastik besar yang berisi teddy bear besar yang ditenteng kakak iparnya.Netra sipitnya juga terlihat sedang berkeliling seperti mendeteksi sesuatu.
"Lhoo...Mbak Risa kok nggak ikut,padahal aku kangen juga sama mbak Risa"ucap Nanda dengan mimik wajah yang sedih.
"Mbak Risa kan sudah dua minggu ini kerja jadi bu guru,jadi harus berangkat pagi"jawab Yudhistira sambil berjongkok dan mengelus rambut adik iparnya itu.
"Mas Yudhis nya diajak masuk dong sayang"ucap ayah berdiri didepan pintu.Lalu Yudhistira segera meraih tangan mertuanya dan mencium punggung tangannya,lalu sama-sama masuk kedalam rumah.
Setelah ibu meletakkan teh hangat dan camilan dimeja ruang tamu,Yudhistira juga tak lupa untuk segera menyalami ibu mertuanya.
"Yud,sarapan dulu ya,tadi ibu bikin nasi goreng sama telur ceplok favoritnya Nanda"ucap Ibu sambil tersenyum.
"Iya bu,terimakasih,tadi Yudhis sudah sarapan dirumah...emm,Yudhis mau langsung pamit yah...bu,mau langsung ke tempat kerja juga,sekalian Nanda saya antar ya bu?"ucap Yudhistira setelah menyesap teh hangatnya.
"Eh,nggak usah Yud,ntar malah ngrepotin lagi,biar ayah saja yang antar"ucap ayah sungkan.
__ADS_1
"Asyiiikkk,mau dong dianterin mas Yudhis,emm...aku pengen ketemu mbak Risa,terus bobok dirumah mbak Risa,boleh kan mas?"ucap Nanda dengan mata puppy eyes.
"Wah,boleh dong,pasti mbak Risa seneng banget,lagian besok kan hari minggu,jadi nanti siang setelah pulang sekolah,Nanda mas Yud jemput ya,sekalian sama ayah dan ibu"ucap Yudhistira.Saking bahagianya,gadis kecil itu reflek memeluk kakak iparnya,membuat ayah dan ibu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.Kemudian,kakak beradik ipar itu berpamitan dan berangkat ke sekolah.
Sementara itu,Risa yang seharusnya pulang mengajar setelah jam makan siang,baru bisa sampai dirumah pukul empat sore.Tapi walaupun pulang terlambat,dia bisa sedikit tenang.Karena menu makanan hari ini sudah dia letakkan di microwave,jadi kalau suaminya ingin makan,dia tinggal menghangatkan.
Hari ini adalah jadwal Risa berbelanja bulanan,makanya setelah makan siang di sekolah,dia langsung menuju plaza yang terdekat dengan sekolahnya dan tak sengaja bertemu dengan Anggara karena plaza itu adalah salah satu bisnis miliknya tapi Risa belum mengetahuinya.
Risa tak enak hati menolak ajakan Angga untuk sekedar ngopi di foodcourt yang ada didalam plaza itu.Karena mereka sering bertemu,lama-lama kecanggungan,kegugupan dan sikap salah tingkah kedua insan itu terkikis dengan sendirinya.Dan dari beberapa kali pertemuan itu,mereka sama-sama sudah saling tahu dengan status pernikahan keduanya.
Anggara menceritakan tentang Rita istrinya,begitu juga Risa yang bercerita tentang Yudhistira yang kemudian membuat Angga teringat,bahwa suami Risa itu adalah teman semasa kuliahnya yang waktu itu sama-sama mengambil jurusan manajemen bisnis.
Setelah lulus dan wisuda,dua pria itu sudah tak saling terhubung karena Anggara langsung bertolak ke Singapura,sehari setelah wisuda...untuk langsung belajar bisnis kepada paman dan kakaknya.
"Iya,tadi kita dijemput mas Yudhis,tapi nggak kasih tahu mbak,biar kejutan.Nanda kangen pengen bobok disini" ucap Nanda.Dia membantu kakaknya membawakan kantong plastik belanjaan tadi,tapi hanya yang berisi cemilan.
"Sayang,sudah pulang...kok nggak panggil aku sih,biar aku yang bawain belanjaannya"ucap Yudhistira memulai sandiwara yang biasa mereka lakukan jika ada teman atau keluarga.
"Nggak apa-apa mas,sudah dibantuin sama Nanda"jawab Risa menampilkan senyum palsu termanisnya.Lalu menyalami kedua orangtuanya dengan takzim,menanyakan kabar,mengobrol sebentar kemudian berpamitan untuk mandi.
Saat berada di dalam kamar,Risa dikagetkan oleh Yudhistira yang tiba-tiba memeluknya dari belakang setelah dia keluar dari kamar mandi dan menggantung handuknya.
__ADS_1
"Untuk malam ini juga besok,kamu nggak usah ke cafe,temani keluargamu dan bawa Nanda jalan-jalan.Tapi...jangan aji mumpung ada kesempatan,kamu mengira bisa bebas...ada harga yang harus dibayar untuk dua malam ini,hanya aku...yang boleh menggunakan kesempatan ini"bisik Yudhistira ditelinga Risa,sembari tangannya bergerilya hingga ke titik sensitif istrinya,memastikan bahwa istrinya itu sedang tidak kedatangan tamu bulanannya.
Risa tahu,kalau sudah seperti itu...berarti suaminya sudah tak bisa menahan hasratnya lagi.Bisikannya yang mendesah penuh gairah,gerakan tangannya yang lembut,itulah yang Risa hafal.
Setelah berbisik mesra,kedua tangan Yudhistira merambat keatas lalu meremas titik sensitif Risa yang lain...dua benda kenyal yang padat berisi,lalu menggigit kecil daun telinga istrinya,setelah itu Yudhistira melepaskan pelukannya dan bergegas untuk mandi.
-
-
-
-
-
Happy reading teman-teman π€
Semoga nggak hareudang yaaa....kan nggak banyak N nggak bahaya bangetπ€π€π€
Ikuti terus ceritanya dan jangan lupa buat dukung aku dengan like,favorit,vote serta komentar nya yaaa....ku tunggu juga hadiahnya....Terima kasihhhhh... πππ
__ADS_1
Eh,maap...satu lagi...hampura nyaaa kalau ada typoππ