Ku Pinjam Rahim Istrimu

Ku Pinjam Rahim Istrimu
Sepenggal Cerita Anggara Dwitama


__ADS_3

Bingung dan heran,itulah yang Anggara rasakan belakangan ini.Dia juga tak mengerti,kenapa bisa dia jatuh cinta dengan seorang Risa,apakah karena benar cinta atau hanya kasihan saja,Angga sendiri juga tak tahu pasti,karena dalam pandangannya,Risa sedang tidak baik-baik saja dan dia ingin menolongnya dengan menjadikannya istri rahasia dengan jaminan kehidupan yang sangat layak untuk kedepannya.


Seandainya sang mama yang sedang sakit itu tidak menuntut soal keturunan,mungkin istrinya juga tidak akan memintanya untuk menjerumuskan diri kedalam masalah yang pelik seperti ini.


"Aaarrghhhh....tauk lah,pusing..!!!" gumam Angga mengusap kasar wajahnya agar macam-macam pikiran itu buyar.Lalu dia bergegas pulang dari kantornya.


"Mas,gimana kabar mama?"tanya Rita setelah suaminya itu sampai rumah dan mandi.Anggara sedang menemani istrinya di dalam kamar.Dia menyandarkan setengah tubuhnya pada head board ranjang.


"Kakak tadi telepon,katanya mama masih sama seperti sebelumnya,belum ada perkembangan dan belum sadarkan diri" jawab Angga sendu.


"Mama beneran nggak tahu kan mas,kalau aku sakit kanker rahim?" tanya Rita lagi.


"Enggak,aku dan kakak sudah sepakat untuk merahasiakan ini" jawab Angga.Rita menghela nafas lega.


"Mas,nanti kalau kamu sudah mendapatkan wanita yang mau melahirkan darah dagingmu,bawa dia kesini ya,kenalkan padaku" sambung Rita lagi yang hanya diangguki oleh Angga.


"Seandainya kamu tahu,kalau sekarang aku bahkan sudah merasakan adanya benih cinta pada wanita itu,apakah kamu masih mau menerimanya dan melanjutkan keinginan anehmu itu" batin Angga sembari memandangi istrinya.


Dia belum berani,atau lebih tepatnya tidak tega untuk menceritakan yang sejujurnya dan sedetail-detailnya.Karena tak dapat dipungkiri juga bahwa cintanya pada sang istri masih sama walaupun hatinya mungkin sudah terbelah.

__ADS_1


Setelah makan bersama dan memberikan Rita obat,Angga meminta istrinya itu untuk segera beristirahat.


Kalau boleh jujur,ingin Rasanya Angga berteriak sekencang-kencangnya.Dua wanita yang sama-sama disayanginya sedang sakit,belum lagi harus mengurus bisnisnya yang berada di Jakarta sepeninggal sang papa,ditambah dengan urusan anak.


Rama,kakak Angga yang tinggal di Singapura dan sudah 5 tahun menikah tak kunjung memiliki momongan,padahal Rama dan istrinya sangat sehat saat diperiksakan di banyak dokter.Sudah banyak cara pengobatan,terapi bahkan program bayi tabung juga mereka jalani,tapi belum membuahkan hasil,hingga mama Angga berpindah menaruh harapan pada putra bungsunya.


Dua tahun setelah Angga dan Rita menikah dan belum juga memiliki momongan,orangtua Angga pun mulai sakit-sakitan hingga sang papa menghembuskan nafas terakhirnya lebih dulu.


Kurang lebih dua bulan setelah kepergian papanya,sang mama meminta Angga untuk pulang ke Indonesia dan mengurus bisnis papanya.Mama tidak mungkin meminta Rama untuk mengurusnya,karena sang kakak sudah memiliki bisnis perhotelan di Singapura.


Waktu itu,sebelum Angga bertolak ke Indonesia,mama berpesan dan berdoa agar Angga dan Rita segera diberi momongan.Bahkan ketika sudah berada di Jakarta pun,sang mama selalu membahas tentang buah hati jika sedang berkirim kabar via telpon.


Tadinya,dia tidak begitu memperdulikan perubahan yang ada pada dirinya.Sakit perut yang berlebihan,menstruasi yang tidak teratur bahkan pernah terjadi pendarahan diluar jadwal menstruasi,juga merasakan nyeri saat berhubungan intim dengan sang suami,semua itu dia abaikan karena dia pikir itu biasa terjadi pada orang yang sedang stress atau kelelahan.


Tapi setelah menjalani segala pemeriksaan,Angga juga Rita pun langsung syok dengan hasil diagnosa dokter yang menyatakan bahwa Rita menderita kanker rahim yang sudah memasuki stadium akhir.


Rita yang tidak ingin mama mertuanya dan mamanya sendiri mengetahui hal ini pun memilih merahasiakannya karena tak mau membuat para orangtua mereka khawatir.Hanya Rama yang diberitahu oleh Angga dan meminta untuk merahasiakannya.


Pasutri ini pun tambah terpukul ketika mendengar kabar bahwa mama Angga terjatuh saat di kamar mandi yang menyebabkan stroke,dan di sisa kesadarannya mama berbicara tentang cucu mungil yang beliau rindukan yang diharapkannya bisa dikabulkan oleh Angga dan Rita.

__ADS_1


Itulah mengapa pasutri ini sangat memperjuangkan kehadiran seorang anak walau harus menempuh jalan apapun.


Dengan harapan...hadirnya bayi kecil bisa membuat sang mama sadar dan menemukan semangat hidupnya kembali,karena sang kakak sudah putus asa dan memasrahkan semuanya kepada Sang Maha Kuasa,dan Rita pun juga tak bisa mengabulkan keinginan mertuanya.


-


-


-


-


-


Happy reading teman-teman 🤗


Biar nggak monoton dan ngebosenin,disini aku sisipkan cerita tentang tokoh lain juga ya...semoga sukaaaaa....😍


Daaannn,mohon dukungannya ya...terimakasiiihhhh🙏😘

__ADS_1


__ADS_2