
Tak terasa,hampir satu bulan berlalu.Sejak perdebatan tempo hari,Yudhistira dan Risa masih bertahan dengan ego masing-masing.Tak saling sapa,malah pisah ranjang.
Hanya saja,Risa tetap profesional menyelesaikan semua pekerjaannya karena tak ingin mendengar Yudhistira mengungkit-ungkit semua hal yang sudah terjadi.
"Risa...apa kabar...sudah hampir sebulan kita nggak ketemu...emmm...sepertinya kamu sedang tidak baik-baik saja,lihat...wajahmu kusut begitu"ucap Angga to the point karena melihat ada gurat kegalauan diwajah Risa.
Para donatur,staff,para guru juga wali murid baru saja selesai rapat,membahas agenda kegiatan akhir semester genap bagi siswa yang lulus tahun ini.
"Eh...aku baik kok mas,yaa...mungkin karena akhir-akhir ini aku sibuk,jadi capek pun nggak aku rasain" jawab Risa dengan senyum terpaksa.
"Emmm...sebentar lagi jam makan siang,bagaimana kalau kita makan siang bareng di kantin yayasan ini saja"ajak Angga yang langsung diangguki tanda setuju oleh Risa,lalu mereka berjalan beriringan menuju kantin.
"Sebenarnya...aku mau menagih jawabanmu Ris...tapi...waktunya nggak pas deh kayaknya"lanjut Angga setelah mereka menemukan tempat duduk.Saat ini suasana kantin masih sepi.Hanya ada beberapa orang saja yang datang sekedar ngopi dan bersantai.
"Eee....silahkan pesan minuman sama cemilannya saja dulu buat temen ngobrol,terserah kamu mau pesan apa,samain aja" sahut Angga lagi untuk mengalihkan pembicaraan karena melihat ada kecanggungan di diri Risa.
Tak berselang lama,pesanan Risa sudah tertata manis di atas meja bundar.Dua gelas jus alpukat,french fries dan jamur crispy.
"Aku menerimanya mas,jujur saja...aku juga sudah lama menyimpan perasaan yang sama denganmu,tapi aku nggak mau menyakiti mbak Rita...terserah kamu,bagaimana menjalaninya" ucap Risa tiba-tiba.Pandangannya lurus kedepan dan terlihat hampa.
"Hahh...!!beneran...!!!...tapi...Yudhistira??" Angga terkejut.
__ADS_1
"Selama kita diam,mas Yudhis urusanku..."ucap Risa.
Ada keputus asaan dan emosi dalam diri Risa yang membaur dengan perasaan cintanya kepada Angga.Pertengkarannya dengan Yudhistira masih belum bisa dia lupakan,apalagi dengan tuduhan suaminya itu...yang seolah mengatakan,dia wanita murahan.
Ya,dia memang belum bisa benar-benar mencintai suaminya,tapi selama hampir enam tahun ini,dia tak pernah sekalipun berselingkuh dari Yudhistira.
"Apa yang kamu tuduhkan...akan kulakukan mas..."batin Risa.
Dua minggu berlalu...setelah saling mengakui perasaan cinta.Angga dan Risa mulai saling memberikan perhatian layaknya orang pacaran walau hanya lewat ponsel.Tapi jika bertemu,mereka saling menutupi dan menyembunyikan perasaan masing-masing.Sementara,hubungan Risa dan Yudhistira juga masih dingin.
Adapun Angga dan Risa... mereka tak saling tahu bahwa dibalik hubungan mereka,masing-masing memiliki tujuan tertentu...bisa dibilang,seperti simbiosis mutualisme.
Bagaimana tidak,Risa membutuhkan pelampiasan,sedangkan Angga...ingin memiliki keturunan atas permintaan Rita,walaupun rasa cinta diatas segalanya dan sudah lebih dulu mendominasi.
Anggara melajukan mobilnya bak racing profesional menuju rumah sakit.Setelah mengecek perkembangan bisnisnya,Angga mendapatkan kabar bahwa Rita dibawa ke rumah sakit.
"Bertahanlah sayang....sebentar lagi kita akan mendapatkan yang kamu mau...bukankah kamu ingin terus hidup untuk melihat anak kita?"ucap Angga menyemangati istrinya yang dijawab dengan anggukan lemah.
Selang infus juga alat bantu pernafasan sudah terpasang di tubuh Rita.
"Kita berobat ke Singapura saja ya...biar kamu kembali pulih dan bisa menggendong anak kita" ucap Angga lagi.Rita hanya menggeleng lemah dan tersenyum.
__ADS_1
"Sudahlah mas...jangan panik...bukankah sudah biasa begini?...ini cuma sebentar aja kok...kalau sudah stabil lagi,pasti peralatan ini dilepas dan aku bisa pulang" lirih Rita.
"Lagian..buat apa berobat ditempat yang jauh dan mahal kalau akhirnya aku juga akan mati...Bukankah dokter sudah mengatakan sisa umurku??"sambung Rita.
"Tapi dokter bukan Tuhan Rit...kamu boleh memasrahkan semuanya pada Tuhan,tapi juga berusahalah...aku juga sudah menemukan calon ibu untuk melahirkan anak kita" ucap Angga,mencoba membujuk istrinya.
"Sssttt...." Rita menempelkan jari telunjuk di bibirnya."Sudahlah,ikuti saja takdir Tuhan yang sudah digariskan untukku,dan terimakasih karena sudah memenuhi permintaanku...berikan cucu buat mama agar jadi penyemangat kesembuhannya"ucapnya sembari tersenyum.
Angga yang tak bisa membantah istrinya yang keras kepala itu pun hanya diam dan duduk disamping ranjang sembari menggenggam tangan Rita,hingga keduanya sama-sama tertidur dalam posisi yang berbeda.
-
-
-
-
-
Haahhh....cinta yang rumitπ
__ADS_1
Happy reading semuanyaaa... π€
Jangan lupa buat dukung aku terus yaaa.... Terimakasih πππ