
“siapa wanita itu? Apa yang diberikan bang rama sama wanita itu ya..”
Ayu langsung kembali ke kelas dengan keadaan kesal.
“Nyebelin! Selalu saja begini bang rama kalau ga suka sama aku setidaknya jangan kasih harapan lah! Jangan bersikap seolah olah suka sama aku”
Sesampainya Rama dikelas Ayu..
“Ayu, bang Rama nyariin kamu” Panggil tiohan teman sekelas Ayu.
“bilang aja Ayu ga mood”
“oke”
Tiohan pun keluar kelas dan bilang ke Rama apa yang disampaikan Ayu tadi.
“Hm aku boleh masuk kan?” Tanya Rsma
“masuk aja bang” Jawab Tiohan
Ayu yang sedang membaringkan kepalanya ke bawah tak sadar ada Rama yang sudah duduk di depannya.
Rama mengelus kepala Ayu
“kenapa,hm?” Tanya Rama dengan lembut kepada Ayu
Ayu langsung membangkitkan kepalanya
“BANG RAMA?” Ucap Ayu kaget
“Kenapa ga mood?” Tanya Rama dengan lembut
“Gapapa”
“Bilang aja nanti aku marahin orang itu”
“Kamu kasih apa sama perempuan tadi?”
“Oh itu dia adikkelas aku ga tau namanya siapa, dia memberikan bekal padaku dan aku mengembalikannya aku bilang aku sudah punya kekasih”
“benarkah?”
“Tentu saja, apakah kau cemburu?”
“ENGGA! BUAT APA CEMBURU?!”
“Bilang aja kalau cemburu gapapa kok aku senang artinya kau mulai sedikit menyukaiku”
“ENGGA TUH!”
“Tapi percayalah padaku, hatiku ini selalu untukmu dan di pikiranku selalu ada kamu kau tak perlu mengkhawatirkan itu”
“Iya iya lagian aku ga khwatir kok”
“Sekarang udah ga mood lagi?”
“Udah agak mendingan “
“Bagus deh, kalau kamu badmood ntar cantiknya hilang loh”
“apaansih bang “
“Cieee Ayuu pacaran sama bang Ramaa kiw kiw” Ejek temen teman Ayu
“enak aja kita ga pacaran kok!”
“Doain aja ya” Ucap Rama sembari tersenyum dan menaikkan satu alis
“Kiwww” ejek temen Ayu lagi.
“Yaudah deh aku ke kelas ya udah mau masuk, kalian jagain Ayu ya jangan buat di sedih” pesan Rama
“siapp bangg, kita jagain Ayu 24 jam buat abang sih” ucap mira.
“Ih kalian apa apaansih” ucap Ayu cemberut
“Bagus deh makasih ya assalamualaikum “
“wa’alaikumsalam” jawab mereka semua
“Ciee ada yang lagi falling in love nih” Ejek adel
“Ih apaan falling in love aku ga jatuh cinta kok sama bang rama kita hanya sekedar abangkelas dan adik kelas”
“iya awalnya abang kelas dan adik kelas tapi nanti jadi suami dan istri” ejek Mira
“Astaga apaansih aku ga mikir ke sana loh”
“Tapi kayanya dia suka sama kamu deh yu” Tambah Naya.
“ah udah deh jangan ngejek ga mungkin bang Rama suka sama aku!”
“Tadi dia bilang suruh jagain kamu loh kalau ga gitu apa namanya kalo ga suka?”
“Ga tau”
(sepulang sekolah)
Ayu langsung keluar kelas dan di susul Rama
“cepet amat neng” Ucap Rama yang berjalan disebelah Ayu
“Nanti diliat temen kaya tadi”
__ADS_1
“Kenapa? Kamu malu?”
“ga sih tapi ya aku malu diejek mereka”
“kenapa malu?”
“soalnya kita aja ga ada kepastian apa apa loh bang”
“Nanti aku kasih kok”
“Iya iya”
“Kita pulang bareng lagi ya”
“Rumah kita aja ga searah”
“yah gapapa kan kita satu tujuan”
“ga nyambung ih-_-“
“Haha, ya gapapa kan aku mau mampir kerumah kamu”
“yaudah bayarannya?”
“kok pake bayaran kan aku ga nebeng?”
“bercanda”
“ohh iya deh gapapa, yang penting aku sama kamu”
“Emang penting?”
“Penting banget lah! Karna kalau sama kamu aku udah bahagia, mudah kan buat aku senang”
“Yaudah”
Ayu dan Rama pergi keluar MTS bersama sama, ke toko dimana mereka memparkirkan kendaraan mereka.
Ayu langsung menggoyahkan sepeda nya sedangkan Rama mengikut dari belakang menggunakan motor.
Di perjalanan, Ayu melihat toko mainan Ayu teringat kalau tak lama adiknya akan ulang tahun 5 hari lagi. Ayu berhenti dan memparkirkan sepedanya didepan toko tersebut.
“Loh kenapa disini yu?” Tanya Rama
“Adik aku mau ulang tahun jadi aku mau kasih hadiah”
“Oh gitu aku bantu pilih ya”
“Iya kalau ga ngerepotin”
“Enggalah kan untuk calon adik ipar”
Ayu dan Rama masuk ke dalam toko tersebut yang nampaknya toko tersebut toko baru dibuka.
Ayu dan Rama melanjutkan perjalanan mencari cari hadiah yang cocok untuk Alif.
“Kamu mau kasih apa yu?” Tanya Rama
“hm apa ya, kayanya aku mau kasih dia mainan deh tapi dia banyak mainan ntar rumah jadi berserakan karna mainannya doang. Hm mungkin aku akan membelikannya-“
Tak sampai melanjutkan pembicaraan Rama sudah menunjukkan buku
“ini gimana?” Ucap Rama menunjuk ke salah satu buku yang kalau dibuka langsung ada gambarnya mengambang 3D
“Hm jangan adek aku juga punya bekas punyaku”
“Kalau tas sekolah ini bagus juga deh? Adikmu kelas berapa?”
“Kelas 4 SD, iya juga ya adikku juga tasnya udah robek”
“Iya, ini bmengambang
Saat Ayu melihat harganya dia kaget karna harganya agak mahal yaitu 58 ribu.
“ga usa dulu deh bang”
“loh kenapa?” Tanya Rama
“Gapapa yang lain aja”
“bukannya kata kamu adik kamu tasnya udah robek?”
“iya sih tapi masalahnya...”
“Sini aku tambahin uangnya, kurang kan?”
“Aku pulang dulu deh ambil tabungan”
“Gapapa aku talangin dulu, nanti bisa kamu ganti”
“Tapi abang ada uangnya?”
“yah ga ada hehe, kan abang ga mungkin bawa uang lebih dari 50 ribu ke sekolah”
“itu mah sama aja-_-, udah bang aku pulang dulu nanti baru kesini lagi”
“Maaf ya ayu, yaudah nanti abang temenin ya”
“Hm iya”
“kalau ayu mau cari mainan ada ditoko yang abang kenal disana murah murah”
“benarkah? Lebih baik kesana aja deh”
__ADS_1
“Yaudah deh ayo kita kesana tapi tetap pulang dulu kerumahku”
“Siap deh”
Ayu dan Rama keluar dari toko, dan langsung pulang.
(sesampainya dirumah Ayu)
Ayu melihat ada mobil hitam di depan rumahnya. Ayu yang tau itu mobil siapa langsung turun dari sepeda dan menjatuhkan sepedanya begitu saja dengan cepat yang membuat Rama keheranan. Ayu langsung berlari masuk kerumah.
Terlihat Alif sedang menangis
“SINI IKUT AKU!”
“GA MAU MAU SAMA KAK AYU!”
“LEPASIN YAH LEPASIN!” Teriak Ayu menarik Alif dari genggaman Ayahnya.
Ayah ayu mendorong ayu
“MAU JADI APA ALIF KALAU TINGGAL BERSAMA IBU DAN KAKAKNYA YANG KURANG AJAR INI!”
Saat Ayah ayu ingin menampar Ayu datanglah Rama mencegatnya.
“maaf anda siapa? Jika berani menyentuhnya saya tak segan akan memukul anda” Tanya Rama dengan wajah datar
“Wah lihat lah anak kurang ajar ini, pantesan aja Ayu jadi kurang ajar sama orangtuanya orang temannya begini” ucap Ayah Ayu.
“Maaf om saya masih berbicara dengan lembut, tapi perilaku om yang kasar pada perempuan apalagi dia adalah orang yang saya sayangi tak bisa saya biarkan”
“Oh pacarnya ya? BERANI SEKALI KAU! AYU EMANG KETURUNAN IBUNYA GATAL!”
“CUKUP! AYAH BOLEH MENGHINA AYU APA SAJA TAPI KALAU SAMPAI MENGHINA IBU AYU TAK AKAN BIARKAN ITU DAN BERHENTILAH
MENGANGGU KAMI! KAMI BENCI AYAH!” Ucap Ayu sembari menangis memeluk Alif.
“ADA APA INI?!” Ucap ibu Ayu yang tiba tiba datang
“Oh kamu lagi apa urusan kamu datang kesini?!” Tanya ibu Ayu
“Hak asuh alif jatuh ke tanganku dan aku ingin mengambilnya” ucap Ayah Ayu
“APA?! AYU DAN ALIF ITU TIDAK BISA DIPISAHKAN JADI TOLONG KAU MENGERTI”
“TERSERAH! AKU AKAN MEMBAWA ALIF PERGI BERSAMAKU DAN TAK AKAN DATANG KESINI”
“ayah, tolong jangan bawa Alif “ mohon ayu sembari menangis
“jangan pisahkan aku dengan kak Ayu “
Ayah Ayu langsung menarik paksa Alif dari pelukan ayu menggendongnya dan pergi, Ayu mengejar tapi tak kesampaian.
“Ayo cepat naik!” Ucap Rama sembari mengendarai motornya
Ayu langsung naik motor Rama mengejar mobil ayahnya.
Mereka saling kebut kebutan di jalan raya
“Cepat bang”
“sabar ya ini udah cepet kok”
“Cepet bang! Nanti ketinggalan”
Ayu dan Rama terus mengejar mobil ayahnya sampai ayahnya ngerem mendadak yang membuat Ayu dan Rama jatuh dari motor dan ayah ayu langsung mengendarai mobil tersebut dengan cepat sampai tak terlihat lagi dari Ayu dan Rama.
“astaghfirullah bang rama gapapa bang?”
Untunglah Rama memakai helm jadi kepalanya baik baik saja hanya kaki Rama bengkak karna tertimpa motor.
“Bang rama maafkan ayu ini salah Ayu seharusnya abang ga usa mengajak Abang”
“Gapapa Ayu, berhentilah menangis ku mohon” ucap Rama sembari mengusap air mata Ayu.
Ayu yang tak bisa berbuat apa apa lagi hanya bisa menangis. Rama langsung memeluk Ayu menenangangkan nya.
“Aku disini, nanti kita akan kejar lagi”
“tapi alif akan dibawa ke kota lain bang”
“Yasudah ayo kita kejar lagi”
“kaki abang terluka lebih baik jangan”
“Tak apa, untuk dirimu aku rela melakukan apa saja”
“Jangan bang ini membahayakan diriku juga, aku hanya bisa pasrah saja..”
“maafkan aku ayu.. aku laki laki yang payah!”
“abang ga perlu minta maaf ayu yang minta maaf karna ayu sudah melibatkan abang ke dalam permasalahan Ayu”
Karna tempat itu sepi tak ada orang yang lewat satupun, Kaki Rama yang sakit membuat Ayu kebingungan apa yang harus mereka lakukan dimana ga ada yang bawa hp.
“Bang Rama,bang Rama bisa berdiri ga? Biar Ayu pegangin. Atau bang Rama tunggu disini Ayu akan jalan sampe kesana meminta bantuan”
“Baiklah abang tunggu disini dulu yu nanti baru”
“baiklah, ayu tinggalin bentar ya bang gapapa ya”
Ayu langsung berlari agak jauh dari tempat Rama. Kejadian ini mengingatkan dia waktu dengan Zaurah saat SD dimana saat hujan hujan Zaurah menipu Rama yang membuat Rama harus menunggu Zaurah dalam keadaan hujan hujanan.
“Apakah dia akan kembali? Apakah ceritaku akan sama seperti dahulu?...”
__ADS_1