
TRING! (BUNYI NOTFIKASI AYU)
*SAYANGGG, LAGI APAAA???*
“Baru selesai telponan loh-_-“
Ayu langsung membalas nya
(chattan)
Ayu: temen temen baru pulang
Rama: kok ga ada kabarnya sih
Ayu: maaf baru ngabarin
Rama: yaudah gapapa
(SELESAI)
SINGKAT WAKTU ..
Hari hari pun berlalu seperti biasa dan kini Rama sudah lulus sekolah, sedangkan Ayu baru selesai mengerjakan ujian kenaikan kelas.
Hari ini sudah hari ke 17 puasa, dimana hari ini juga sekolah Ayu akan mengadakan Bukber di sekolah.
(pukul 5 sore)
Ayu menyiapkan semua barang barang yang akan dibawa buat bukber dari bekal, minuman,snack Snack lainnya. Ayu akan pergi bersama Rama mereka juga akan shalat magrib berjamaah di sekolah Ayu.
“Alif, nanti buka sama mama ya. Lauknya udah kaka siapin, ga ada kaka gapapa kan?”
“gapapa kak”
“sipp deh”
Disekitar pukul 5:15
Rama datang menjemput Ayu.
“yuk bang”
“iya sayang, yuk. Bawa apa aja kamu?”
“bawa makanan”
“ya iya juga sih”
Ayu naik ke motor dan pergi.
“Aku beli gorengan dulu ya sayang”
“iya bang”
Setelah membeli gorengan, barulah mereka ke sekolah.
(sesampainya disekolah)
Kali ini motor dimasukkan ke dalam sekolah karna banyak yang membawa motor masuk ke sekolah. Semua orang melihat ke arah Ayu dan Rama.
“astaga ini kenapa pada heboh sih” ucap ayu yang malu
“heboh gimana?” Tanya Rama sembari memandang ke sekeliling
“mata abang boleh di operasi kayanya bang”
“mereka itu begitu karna melihat sepasang pangeran dan princess dari surga”
“haha surga ga tuh, bang aku mau ke kelas dulu nemuin temen ya”
“iya nanti aku nyusul”
“terserah abang aja deh, selagi ga ngerepotin”
“udah aku bilang, abang lebih suka direpotkan kamu”
Mereke pun kembali ke kelas masing masing.
“Ayuu” Teriak teman teman ayu
“kenapa?”
“kamu pacaran sama bang Rama???”
“Hah?”
“satu sekolah udah heboh lohh atas kalian berdua”
“lah napa heboh dah?”
“yah ga sampe ke guru seh palingan cuman siswa siswi”
“bukannya pacaran bukan suatu hal yang langka ya”
“Iya masalahnya kamu pacarannya sama bang Rama loh” Ucap Naya
“emangnya ada apa?”
“kamu tau ga kak Vira?” Tanya Mira
“engga, emang siapa dia?”
“orang tercantik di sekolah ini, udah cantik pinter perfect lah dia nembak bang Rama ditolak mentah mentah loh yu”
“Seriusan?”
“terus tau gengnya kak Ria?” Tanya Naya
“Engga juga”
“itu tolakan Bang Rama semua loh, terus kamu malahan dikejar sama bang Rama ditembak jadian pula” Ucap Naya
“Tapi aku ga minta sih”
“Terus takutnya kamu didatangin kakel loh, bisa jadi seleb sehari lu yu” Tambah Syarifah
“hm tapi darimana dapat infonya? Bukannya juga biasanya bang Rama sering dapet kabar angin gitu” Ucap Ayu
“iya juga si”
Tak lama bel ngumpul pun berbunyi, semua siswa siswi dikumpulkan dilapangan untuk beres beres dan menyiapkan makanan diatas tikar yang telah di siapkan para OSIS.
Ayu tak sengaja berhadapan dengan Rama, Saat mereka bertatapan Rama tersenyum kepada Ayu.
__ADS_1
Tak lama ..
“ini buat kamu yu” Ucap Yoga memberikan jajanan agar agar kepada Ayu
Pandangan Rama seketika berubah
“Yoga emang nyari mati ya sama gue!” Ucap Rama dalam hatinya
(Adzan magrib)
Semua murid berdoa yang dipimpin guru Al Qur’an hadist bernama Pak Farid Wajdi guru tampan walau sudah sedikit tua, berbadan bagus, berkacamata, dan tegas tapi baik hati.
Setelah makan, Para siswa siswi shalat magrib yang di imami pak Rahyal guru Fikih yang berwajah tampan walau tua, yang paling kocak dan asyik dalam mengajar, tapi beliau juga tegas dan menyeramkan saat sedang marah yang bisa membuat bungkam mulut para murid.
Setelah itu para murid disuruh pulang untuk tarawih masing masing karna ada sebagian yang sudah dijemput, dan sebagian ada yang halangan.
Rama tak berbicara sedikitpun kepada Ayu
“bang Rama,kan bukan Ayu tadi”
“ahh, abang ga marah sama ayu sama sekali ga. Padahal Yoga itu telah abang peringatkan loh”
“mungkin dia cuman mau kasih aja namanya juga berbagi, kak Rani juga begitu sama abang kan”
“hmm mungkin juga sih, yasudah lah. Nanti Aku akan tarawaih bersama Rafi, yudha, Repi, Reno, Atta, sama Aidil. Jadi misal aku ga kasih kabar artinya aku lagi di masjid oke?”
“oke”
Rama mengantar Ayu terlebih dahulu ke rumahnya.
*
*
*
*
*
*
*
Hari hari berlalu seperti biasanya bulan berganti dan waktu yang tak pernah berhenti..
kini Rama sudah tak lagi tinggal di MTS melainkan sudah di kelas 10 SMA MAN, sedangkan Ayu menduduki kelas 9A. Ayu bertemu dengan temannya yang kelas 7 dan 8 tapi tak semua diantaranya ada Mira, Nisrina, Puspita dan satu teman waktu kelas 8 berkenalan yaitu Laurent.
Mereka duduk berdekatan, dimana semua itu adalah kumpulan kpopers tapi kali ini Ayu sekelas dengan *YOGA*
Dan kini kesempatan besar untuk Yoga mendekati Ayu ditambah sudah tak ada lagi Rama mengganggu, walau beda sekolah Rama tetap antar jemput karna kemauan Rama sendiri karna jarak antara masuk dan pulang tak terlalu jauh karna kadang MTS juga ada jam tambahan apalagi sudah kelas 9.
Ayu dan Rama juga akan terus menjaga hati dan kesetiaan walau beda sekolah, karna mereka bepikir ini baru tahap permulaan sebelum mereka melangkah ke jalan yang lebih besar lagi.
Hari ini hari senin dimana hari pertama Rama menjadi anak SMA dan dimana Ayu menjadi kakak kelas Tingkat paling tinggi di sekolah.
Pagi hari pukul 6:20
Rama mengantar Ayu ke sekolah.
(di gerbang sekolah Ayu)
Mereka selalu membuat salam perpisahan yaitu dengan
Rama pergi ke sekolahnya, yang dimana berpisah karna Rama kembali ke kelas kini berpisah karna beda sekolah.
Ayu berjalan menuju kelasnya, kini tak ada yang ia tunggu tunggu kehadirannya begitu pula dengan Rama di sekolah barunya.
“dek, itu pulpennya jatuh” Tegur Ayu pada salah satu adkel kelas 7
“m-makasih kak..”
Ayu hanya tersenyum menganggukkan kepalanya
(sementara itu di tempat Rama...)
Rama parkirkan motornya di depan sekolah nya yang dimana depan sekolahnya itu juga ada toko kecil kecilan.
“ah sekolah ini tak menyenangkan jika tak ada Ayunya”
Rama masuk ke sekolah dengan pakaian yang lengkap,rapi, wangi, dan wajahnya yang selalu tampan, dan badannya yang tinggi serta postur badannya yang tak terlalu gendut atau kurus sudah menjadi sorotan mantep untuk para gadis gadis SMA.
Rama berjalan melangkah, dia di bimbing OSIS ke kelasnya.
(di kelas Rama)
Dia hanya melihat satu laki laki berwajah tampan, berkulit putih, berpeci NU, memakai baju lengan panjang, berjam hitam, dan Alis yang tebal.
Rama menyapa laki laki tersebut.
“hay, aku boleh duduk disini?” Ucap Rama
“silahkan.” Ucap laki laki tersebut tanpa menoleh sedikitpun ke arah Rama
“Namamu siapa?” tanya Rama
“Abi” Jawab laki laki itu singkat
“aaaa kangenn sama Ayuuu deh” Keluh Rama
Seketika Abi langsung menoleh ke arah Rama
“kenapa?” Tanya Rama
“itu nama pacarmu?”
“iya. dia orangnya cantik, baik, dan menggemaskan. Dia sekolah sama denganku tapi dia lebih mudah setahun dariku”
“Dia sekolah dimana?”
“MTS”
“MTS? Apakah dia pindahan?”
“Ntahlah, aku kurang tau sepertinya tidak deh”
“Oh ku kira pindahan”
“emang kenapa?” Tanya Rama
“Aku ada menyukai wanita bernama Ayu juga cantik,baik, dan dia pendek tapi lucu aku menyukainya”
“iyakah? Kapan kapan kenali ke aku ya”
__ADS_1
“Kau juga ya”
“jadi nanti kita punya cewe yang sama”
“sama?”
“namanya samaa maksudku” Ucap Rama
Bel masuk pun berbunyi. Para adkel yang baru masuk akan ikut ospek.
(sementara itu di tempat Ayu...)
Menatap langit melalui jendela, dengan wajah yang masam, karna kelas Ayu berhadapan dengan guru killer di sekolah. Memandang burung burung yang terbang dengan bebas, hembusan angin yang membuat sejuk, sembari mendengar omelan guru yang kunjung tak berhenti henti.
Beralih dari menatap langit, Ayu menatap papan tulis yang berisikan materi pelajaran matematika bekas waktu pelajaran pertama. Menatap papan tulisan dengan pandangan kosong, sembari mendengar omelan guru yang kunjung tak selesai.
Jam yang terus bergerak tak pernah berhenti, Ayu harus membuang waktu selama 10 menit untuk mendengarkan omelan guru tersebut.
Dan kini waktu yang ditunggu pun berbunyi para siswa siswi yaitu bel istirahat yang ngantuk langsung segar, yang lemas langsung bersemangat,dan yang lapar langsung kegirangan tapi kembali lesu setelah melihat kantong yang hanya berisikan uang berwarna kuning yaitu 5 ribu.
“Ayu kantin yukk” Ajak Mira
“Aku ga kekantin dulu deh” Ucap Ayu badmood
“kenapa? Kan ga ada bang Rama” Ucap Mira
“hm iya sih,tapi Aku lagi mau nabung”
“oh yaudah deh, kamu mau nitip apa?”
“ga usa mir, ga usa ngerepotin”
“serius kalo lu mau, gapapa kok bisa ganti” Ucap Mira
“jangan, gapapa serius deh..” ucap Ayu tak enak
“baiklah, aku ke kantin ya”
“hm iya”
Jauh di pikiran Ayu, Ayu memikirkan Rama apakah dia sedang wanita lain sekarang? Adakah yang menganggu Rama?
(sementara itu ditempat Rama)
Rama dan Abi sedang ribut belanja di kantin karna sangat ramai.
“Hahh capee” Ucap Rama ngos ngosan setelah mendapatkan 2 tahu 1 tempe.
“iya” Ucap Abi yang telah mendapatkan Es teajus.
Rama dan Abi duduk di kantin.
Rama menatap langit biru karna kantin mereka tak tertutup hanya ditutup atap saja,
“Apakah ada yang menganggu Ayu ya? Aku merasa gagal jika aku tak bisa melindunginya” Renung Rama
“nampaknya kau sangat menyayangi kekasihmu ini ya”
Rama tersenyum
“tentu saja aku sangat menyayanginya, sangat sekali”
“aku terus memikirkannya, apa yang sedang ia lakukan sekarang apakah dia memikirkanku juga seperti aku yang selalu memikirkannya” Tambah Rama.
Singkat waktu,,
Kini sudah saatnya jam pulang, sekitar jam 15:00 sore.
Rama pergi ke sekolah Ayu menjemput Ayu, dan pas pasan sekali saat Ayu keluar Yoga memanggil Ayu.
“Ayu, mau pulang bersamaku?” Tanya Yoga
“maaf ya yoga, aku ga bisa pulang bersamamu aku akan dijemput”
“Kalau begitu izinkan aku izin pada orangtuamu”
“hm masalahnya bukan orangtuaku yang menjemput”
“jadi?
TET! TET! (bunyi klakson motor Rama)
Rama turun dari motornya, dan berjalan ke arah Yoga dan Ayu.
“Wahh hebat sekali ya kamu, mentang mentang gua ga ada lu bisa bebas mendekati pacar gue” Ucap Rama
“udah bang, Ayo kita pergi. Yoga kita duluan ya assalamualaikum”
“iya wa’alaikumsalam”
Ayu menarik tangan Rama untuk mengajaknya pulang
“Kalian sekelas?”
“hm ya”
Rama memasangkan helm ke kepala Ayu
“aku percaya padamu kalau kau tak akan menyakiti hatiku, dan jangan mengecewakanmu ya”
“kamu juga ya bang” Ucap Ayu
“Tentu saja, jika aku menyakiti hatimu maka hukumlah aku. Tapi jika itu aku lakukan tanpa sadar maka tegurlah aku”
“mau jalan jalan?” tanya Rama
“MAUUU!!”
Rama dan Ayu pun memutuskan jalan jalan sebentar menikmati hari sore berdua, menikmati angin yang berhembus ke mereka, Rasa hangat yang tak bisa ditemukan dimana mana, dan dunia bagaikan milik berdua hanya ada kamu dan aku dan tawa antara kita yang mengisi detik detik waktu ini.
“bang Rama, jika abang menemukan seseorang yang menurut abang lebih baik dari ku. Pergilah dan jangan pernah abang paksakan perasaan abang jika abang tak menyukaiku jangan paksa hati abang untuk menyukaiku, jika abang tak tahan denganku atau bosan padaku maka pergilah jangan sampai itu menjadi hal yang menyusahkan abang. Aku t mau diduakan”
“Apakah kau percaya hal itu akan terjadi? Ku rasa yang bisa memisahkan kita hanyalah kematian dan aku harap aku lebih dulu darimu”
“Abang jangan berbicara seperti itu”
“Kamu mungkin bisa tanpaku, tapi aku? Mungkin sangat susah Ayu, aku membutuhkanmu didalam hidupku. Mungkin Aku bisa melupakanmu tapi tidak dengan kenangan yang kita alami bersama”
Mendengar itu Ayu hanya bisa terdiam, karna terlalu malu jika dia harus berkata sesuatu.
(sesampainya dirumah Ayu)
Terlihat ibu Ayu yang berada di teras melihat mereka berdua, Rama memutuskan menyalim ibu Ayu ..
__ADS_1
“Kalian berdua pacaran?” Tanya ibu Ayu