
“Jadilah temanku!”
“baiklah”
“eh? Kamu ga memberontak seperti biasa?”
“yah cuman teman kan?”
“Cuman gitu?”
“sudah ya aku sibuk”
“Eitss tunggu dulu, aku belum selesai”
“apalagi sih?”
“Pulang bersamaku ya”
“aku dijemput”
“Yah aku akan minta izin kepada orangtuamu”
“lebih baik jangan lakukan itu”
“Kalau begitu besok aku kerumahmu ya”
“buat apaan dah?”
“Buat daftar”
“daftar apaan coba?”
“jadi calon mantu mamamu”
“Dih, lebih baik kau menggombal orang lain kau salah orang”
“Menurutku tidak, nanti kalau aku gombalin orang lain kamunya cemburu”
“Kurasa tidak”
“Ah ayolah, aku ingin menjadi teman yang baik untukmu”
“mudah kok”
“gimana?”
“caranya pergi dari hidupku dan jangan ganggu aku lagi”
“ah kau sangat menyebalkan ya”
“jika tak penting aku mau masuk.”
“Ayu, nama panjangmu apa?”
“kepo “
Rama tersenyum
“Dih ngapa senyum dah?” Tanya Ayu jutek
“kalau kau tak mau berlama denganku harusnya kau jawab, tapi kau bilang begitu pasti kau ingin berlama denganku”
“Dih ga jelas!”
Ayu yang kesal langsung masuk kekelas sedangkan Rama sedang salting dengan tingkah laku Ayu.
“ahh sial dia sangat menarik!” ucap rama.
“Rama, kau dicari buk utami” ucap salah satu teman rama
“Kemana?”
“Kantor”
“Baiklah”
Di sisi ayu..
Ayu kembali mengobrol dengan temannya
“Bang rama kayanya suka kamu deh”
“serius deh jangan gitu”
“Soalnya bang rama tak pernah menemui adik kelas nya, palingan cuman anak laki laki” ucap serrly
“Iya, bang rama tuh ga pernah loh mendekati perempuan lebih dulu kalau perempuannya tak mendekat lebih dulu” Tambah Naya
“Aku tak peduli sih, lagian aku ga suka sama dia”
“masa sih?” ucap serrly sembari dengan ekspresi tak percaya
“ga percaya gapapa”
Singkat waktu, kini saatnya pulang sekolah tapi kali ini Yoga menemui Ayu ingin ngobrol dua mata dengannya.
“Ada apa yog?” tanya Ayu
“Kau ..”
Sebelum yoga melanjutkan omongannya tiba tiba Rama datang.
“hai, tau kalau berduaan nanti ketiganya setan kalau begitu aku ikut ya biar ga ada setannya”
“Iya karna kamu setannya-_-“
Ayu kesal langsung pergi meninggalkan Yoga dan bang Rama.
“Jika berani mendekatinya maka sainganmu adalah aku camkan itu” ucap Rama dengan wajah menakutkan kepada yoga.
Rama langsung pergi mengejar Ayu.
“Ayu,pulang bersamaku ya”
“Engga”
“Belum dijemput kan?”
“Memang belum tapi nanti pasti dijemput kok”
__ADS_1
“Tapi belum ada tuh”
“Yah ga tau mungkin lagi sibuk”
“Yasudah bilang aja sama mama kamu biar aku yang antar”
“Kau bisa tidak jangan memaksaku?”
“iya deh iyaa”
Ayu duduk ditempat biasa dibawah pohon dan disebelahnya Rama tapi ayu tak memperdulikannya. Tapi Rama selalu membuat suara yang menganggu Ayu
“Bisa diam ga sih?!”
“Aku ga ngomong apa apa tuh”
“Iya tapi kamu bersiual siul menganggu tau ga sih?!”
“Masa sih, aku ada taruhan besok dengan temanku bersiul”
“ah sudah aku sudah dijemput bye”
“iya hati hati ya nanti aku minta restunya”
“Bodoamat!”
Ayu langsung naik ke motor dan pergi tanpa menatap ke arah Rama sedikitpun.
“Ahh dia sangat menarikk aku suka” Ucap Rama
Tanpa disadari ternyata Yoga mengintai mereka sedari dari tadi
“Lihat saja aku ga takut walau sainganku abang kelas!” Ucap Yoga
“Yoga “ panggil shera ke Yoga
“eh sher, kenapa?”
“liatin apa? serius amat”
“ngga, ga ada”
“Belum pulang?”
“Belum, ini baru mau pulang “
“Aku boleh nebeng ga?”
“Ah maaf ya sher, aku ga berani gandeng orang apalagi cewe”
“Oh gitu yaudah gapapa deh”
“hm yasudah ya aku duluan dah assalamualaikum “
“iya wa’alaikumsalam”
(KEESOKANNYA DISEKOLAH)
“hoamm ngantuk banget, semalam gadang ngerjain tugas gila banget dahh” Ucap Ayu
“Haii” sapa rama yang menunggu Ayu
“Kenapa lagi?”
“aku liat satpam pertama kali tadi”
“yah itu kan udah tua mana udah punya istri lagi, mendingan aku yang masih jomblo”
“oh ya? Ga nanya tapi sorry ya”
“gapapa kalo buat kamu mah”
“Ada apa?”
“semalam begadang?”
“iya, ngerajain tugas”
“tugas apaansih sampai kamu begadang gini?”
“akidah akhlak, udah deh bang aku ga ada utang sama abang mendingan abang pergi deh”
“Hmm iya deh iyaa, oh ya ini aku ada sesuatu buat kamu”
“apaan?”
Rama memberi gantungan kunci bergambar bunga matahari ke Ayu
“apa ini?” Tanya Ayu
“Kemarin aku ke toko sama mama, dan liat ada gantungan kunci dan aku teringat sama kamu jadi aku beliin deh”
“Bunga matahari?”
“iya, karna aku setelah melihatmu hatiku secerah matahari dan berbunga bunga”
“gombal-_-, sudah ku bilang jika ingin gombal kau salah orang”
“Hmm tapi gapapa kan?”
“yaudah deh aku terima makasih ya tapi aku ga ada utang budi sama kamu ya”
“iyaa dehh. Hm ayu aku boleh ga minta sesuatu “
“tuh aku ga ada utang budi loh sama kamu”
“Tolong jangan dekat dengan Yoga”
“ah kenapa? Dia orangnya baik kok”
“kau lihat ini” ucap rama menujukk hatinya
“Dia bisa sakit loh kasian kan” lanjut rama
“ya hubungan sama aku apa?”
“tau ga harga hati itu bisa mahal, sedangkan untuk kamu gratis loh yu gratis”
“tapi aku ga minta”
__ADS_1
“ya apapun itu alasannya, jangan dekati Yoga aku juga tak mau kau tersakiti”
“aku tak menyukainya jadi kau tak usa khawatir”
“Baiklah, aku percaya itu aku hanya ingin menjadi temanmu yang baik”1
“iya iya aku hargai, yasudah aku masuk ya”
“iya, sampai jumpa nanti”
Ayu masuk ke kelas dan Rama kembali ke kelasnya juga.
Ayu langsung memasang gantungan kunci tersebut di tasnya sebgai tanda menghargai Rama.
Setelah beberapa menit menunggu sendiri akhirnya datang serrly.
“Haiii ayuu” Panggil Serrly
“haiii”
“Wis anak rajin ya kamu, eh apa ini bagus bangett kamu beli dimana?”
“hmm dikasih”
“dikasih? Sama siapa? Bang Rama?”
“Iya”
“wah dia kayanya suka sama kamu deh, liat aja cantik bangett “
“ih kamu, tapi emang bagus sih”
“kamu ga ada niatan suka balik sama dia?”
“suka balik gimana dia aja ga suka aku”
“tapi kayanya dia suka sama kamu deh “
“ah ngarang kamu udah ah”
“Haha iya deh iya. Ga lama lagi kita ujian huhu T_T”
“Benarkah? Kata siapa?”
“aku kan osis jadi aku tau “
“Benarkah? Yah kita belajar aja persiapan”
“kamu mah enak pinter “
“kamu jug pinter kok”
“hm iya deh iyaa.”
Mereka pun lanjut mengobrol hingga tak sadar bel masuk berbunyi.
Mereka melakukan kegiatan seperti hari hari biasanya, hingga mereka mendapat kabar kalau 2 minggu lagi mereka akan ujian kenaikan. Tapi sebelum ujian guru menawarkan para siswa siswi untuk mengikuti cerdas cermat dan siapa sangka ternyata Ayu dipilih untuk ikut lomba tersebut.
(dikantor guru)
“Ayu, nanti kamu cari sih Rafi anak kelas 8 ya. Tadi ibu kasih kisi kisinya sama dia” Ucap wali kelas Ayu
“kelas 8 apa buk?”
“kelas 8A, cari aja deh pasti ada”
“okedeh makasih bu”
“iya nak sama sama”
Ayu segera ke kelas nya untuk minta temani Nisrina karna serrly tak ada mungkin ada OSIS. Nisrina dan Ayu datang ke kelas 8A siapa sangka ia bertemu dengan rama yang sedang mengobrol didepan kelas bersama teman temannya.
“hai, kenapa? kangen sama aku?” tanya Rama
“Hm aku mencari bang Rafi ada?”
“kenapa ga nyari aku aja?”
“kan disuruh sama guru lah -_-“
“bentar aku panggil ya”
Rama beranjak dari bangkunya dan memanggil Rafi di kelas
“ini cewe yang gue suka, pelan pelan sama dia” bisik Rama
“iya iya”
Rafi dan Rama segera keluar kelas
“Bang, tadi disuruh bu Anes untuk ambil kisi kisi untuk lomba cerdas cermat boleh?”
“Boleh, bentar ya aku ambil”
“iya bang”
“kamu ikut?” tanya Rama
“di pilih guru”
“tau gitu aku ikut juga” Ucap Rama dengan mengerutkan mulutnya
“Ini dek”
“Fi, masih bisa ikut ga?” Tanya Rama
“ga bisa ma, udah mepet waktunya kamu ditawarin ga mau”
“kan aku ga tau Ayu ikutan”
“yasudah yah bang kami balik dulu assalamualaikum “
“Ayu tunggu dulu”
“kenapa?”
“Hm ga ada aku pengen liat wajah kamu aja “ ucap rama sembari tersenyum ke arah Ayu
“najis-_-“ ucap Ayu tanpa berekspresi
__ADS_1
Ayu langsung pergi bersama Nisrina.
“itu cewe yang kamu suka?” Tanya Rafi