
“PERGILAH!”
“Ayu, ku mohon Ayu sadarlah. Nanti kita bisa cari lagi dia tapi sekarang kau makanlah jika kau sakit bagaimana caranya kau mendapatkannya kembali? Bersedih tak akan membawa masalah selesai”
(Pintu terbuka)
Nampak mata Ayu yang bengkak karna terus terusan menangis, serta Kamar yang berantakan. Ayu dan Rama duduk diruang tamu sedangkan ibu Ayu didalam kamarnya tak menganggu.
“Ini aku beliin kue kering buat kamu, terus ada buah. Biar kamu ga sakit, aku khawatir padamu lihatlah mata mu bengkak ayu aku tak suka melihatnya sungguh aku lebih baik melihat matamu panda karna
begadang daripada melihat matamu bengkak karna menangis”
“Ah.. makasih bang tapi sekarang Ayu ga mood”
Rama pindah duduk disebelah ayu
“Kenapa?” tanya Ayu heran
“Jika mau menangis setidaknya ayo kita menangis bersama! Tapi setelah itu berjanjilah padaku kau tak akan meneteskan air matamu dihadapanku”
Ayu pun segera menyenderkan kepalanya dibahu Rama.
“Aku tak tau apakah alif disana makan atau tidak, aku tak masalah jika dia tinggal disana asalkan dia bahagia tapi bila dia tersiksa hatiku akan sangat sakit.”
“Ayu, sejahat jahatnya orangtua tak akan sampai membunuh anaknya mungkin setelah melihat Alif ayahmu akan sedikit tersadar”
“Ku harap iya”
Rama mengelus kepala Ayu.
“Kau jangan pikirkan itu nanti dirimu yang terluka. Kau tak boleh melibatkan orang lain, kau tau jika sesuatu terjadi padamu aku yang akan sedih dan kau bisa melukai hatiku”
“hm iya aku mengerti”
“nanti kita cari lagi ya, aku akan membantumu Ayu. Gimana biar kamu ga sedih kita jalan jalan?”
“jalan jalan?”
“iya ayo kita jalan jalan, kamu pasti suntuk kan dirumah terus? Siapa tau kita ketemu sama Alif”
“BAIKLAH!”
Ayu izin ke ibunya untuk pergi jalan jalan, tak pakai waktu lama untuk bersiap Ayu memakai apa yang ada nya saja.
“Ayo bang!”
“ayo, kita pakai sepeda ondel ondel ku ya”
“iya”
Mereka berdua pun pergi berdua, tak sadar disini Ayu yang selalu menolak tebengan Rama kini dia setuju tanpa menolak sedikitpun.
Saat melihat jalan Ayu sedikit nampak senang dari sebelumnya.
“Gimana yu?”
“Lumayan lah bang. Aku yakin setelah kesini kau akan nampak lebih bahagia”
“kemana?”
__ADS_1
Rama membawa Ayu ke tempat gang yang tempatnya lumayan sepi
“kita mau kemana?” tanya Ayu penasaran
“Kau ikut saja”
Memasuki jalan yang sepi, kiri kanan hanya ada perpohonan saja. Dan ternyata Rama membawa Ayu ketempat sungai yang bersih dan tenang, dimana hanya ada bunyi sungai dan jangkrik di hutan tersebut. Pepohonan yang besar membuat suasana hati tenang
“masyaAllah indah banget tempatnya bang, darimana Abang tau tempat ini?” Kagum Ayu yang baru pertama kali melihat tempat sebagus ini
“Dulu abang iseng iseng aja eh ketemu tempat seperti ini, abang biasanya kesini kalau abang lagi sedih karna tempat ini bisa menenangkan diri bukan? Disini juga ada rumah orang juga jadi ga takut deh aku harap kamu senang ya Ayu”
“makasih banyak bang, nanti Aku akan mengajak Alif kesini juga”
“Tentu saja jangan lupa loh ajak aku”
“haha iya iya”
Melihat tawa Ayu yang sudah kembali membuat hati Rama sedikit tenang dan ikut senang melihatnya. Sedangkan Rama sibuk mengumpulkan bunga dan merangkainya menjadi sebuah mahkota.
“Tada~ cocok banget sama bidadari yang satu ini”
“Astaga, bagus banget bang ini buat Ayu?”
“bukan”
“jadi?”
“buat orang yang Rama sayangi”
“Oh yaudah”
“ya buat kamu lah Ayuu”
“iya kamu orangnya”
Ayu tersenyum
“abang udah bisa bohong ya”
“enggalah buat apa Abang bohong?”
“yah siapa tau kan”
“tapi abang ga bohong, ini untuk kamuu yang cantik”
“makasih ya bang, ah aku sedikit lebih tenang sekarang berkat abang”
“Sudah aku bilang aku akan selalu ada untukmu”
“hm baiklah, makasih ya”
“iya sama sama^-^”
Karna sudah adzan ashar Ayu dan rama memutuskan pulang.
“nanti kita imaman ya. Pertama aku yang akan jadi imam dan kau makmumnya, kedua Aku yang jadi imam dan kau dan satu lagi juga ikut makmumnya”
“satunya lagi siapa?”
__ADS_1
“Anak kita nanti.”
“haha ngaco ih”
“Yasudah abang pulang ya, ingat jangan sedih lagi! Ayu harus tetap tersenyum”
“Iyaa”
“yasudah abang pamit assalamualaikum”
“wa’alaikumsalam”
Ayu masuk kerumah dan terlihat wajah ibu Ayu yang nampak marah tak menyukai sosok Rama.
“Kau pacaran sama anak itu?”
“Engga ma”
“Kau tau dia hanyalah anak tukang bakso biasa! MASA DEPANNYA GA ADA! Apa yang kamu harapkan darinya?”
“Apa yang mama katakan? Ga semua orang begitu tak ada masa depan ma”
“Orang begitu hanya memalukan keluarga kita nak”
“Ga ma”
“mama ga mau lagi liat kamu temenan sama dia dia orang miskin ga sebanding dengan kita!”
“apa maksud mama tak sebanding? Mah plis jangan bedakan kaya dan miskin kita itu sama di mata Allah ma! Tak ada bedanya miskin dan kaya”
“Tapi dia hanya memalukan keluarga kita ditambah dia hanya tukang bakso biasa”
“Tapi setidaknya dia bisa membuat Ayu bahagia mah, bang rama itu orangnya baik”
“lihatlah dirimu bisa menjawab mama sekarang pasti ajaran darinya kan?”
“astaghfirullah aku ga nyangka banget loh ma, dia bisa memberikan kebahagiaan pada Ayu kenapa mama begitu padanya? Sudah cukup ma, ayu malas mendengarnya”
(sementara itu di Rama)
Rama mampir kerumah sepupunya Eki yang memperbaiki motornya ingin berniat terimakasih dengan memberi seadanya.
“assalamualaikum bang eki”
“yo ma, wa’alaikumsalam gimana motornya?”
“wah mantep lah bang Alhamdulillah makasih ya bang”
“Oh ya gimana lu sama zaurah?”
“ah udah lama udah ga ah udahlah bang, aku udah punya yang baru”
“wais gilak lu mah cepet amat siapa kenalin lah”
“Ntar yak aku kenalin”
Saat Rama melihat ke sekeliling,Rama melihat ada anak laki laki tetangganya Bang Eki sepupunya
“bang, itu tetangga baru?”
__ADS_1
“Yoi ma, napa?”
Rama mendekat ke rumah itu dan ternyata itu adalah