
“Apakah dia akan kembali? Apakah ceritaku akan sama seperti dahulu?...”
Lama Rama menunggu, sekitaran 20 menit kemudian barulah Ayu datang bersama bapak bapak di belakangnya yang menggunakan motor.
“BANGG RAMAA” Teriak Ayu
Ayu sampai disana ngos ngosan.
“huh, huh, bang rama maaf lama ya soalnya jauh banget tapi ini bapak ini mau membantu abang pergilah bersama bapak ini aku akan menuntun motor abang”
“Kamu tidak apa ayu? Kau perempuan aku tak kau membuatmu bekerja hal hal yang berat”
“Tidak apa bang aku ini kuat tak lemah! Daripada abang sakit sakitan lebih baik abang ikut bapak ini!” Tegas Ayu
“baiklah”
Rama dibantu bapak bapak ini naik ke motor dan pergi meninggalkan aku sedangkan Ayu harus menuntun motor Rama sampai ke toko itu kembali.
Sekitaran 20 menit kemudian, Ayu datang dalam keadaan lelah membawa motor tersebut.
“ahhh capee”
“Maafkan aku Ayu”
“Pak, ada salep ga? Biar kita beli”
“ini dek ada kok”
Ayu beli salep sekitaran 20 ribu memakai uang sakunya.
“Sini bang biar ayu obatin”
Rama menjulurkan kakinya, Ayu jongkok dan mengolesi salep tersebut ke kakinya Rama.
“Bang,ayu ada tempat urut yang bagus. Akan Ayu antar ke sana”
“gawat, jika Ayu bersikap begini aku akan semakin menyukainya” ucap Rama dalam hatinya.
“Selesai, hm pak boleh ga minjem hpnya sebentar buat nelpon?”
“Boleh kok dek, ini”
“makasih banyak ya pak maaf merepotkan.bang abang mau telpon ibu abang ga?”
“Hmm ibu abang sibuk yu ga bakalan bisa dek”
Sebenarnya Rama takut jika ibunya tau apa yang terjadi takut jika ibunya akan membenci Ayu.
“hmm baiklah, aku akan menelpon ibuku”
Dengan penuh harapan agar diangkat Ayu menelpon ibunya dan syukurlah diangkat.
“Hallo?”
“ibu ayu kecekakaan ayu tak bisa mendapatkan Alif ma”
“astaghfirullah nak kamu dimana?”
“Di jalan mawar berduri”
“baiklah mama kesana sekarang!”
(telpon dimatikan)
“ini pak makasih banyak ya pak”
“iya dek, lain kali hati hati dek jangan kebut kebutan”
“iya pak, maaf merepotkan pak”
“Ah gapapa dek”
Ayu duduk disampingnya Rama.
“aku kira kau akan meninggalkanku padahal jika kau ingin meninggalkanku kau bisa lakukan itu”
“haha abang lucu banget ga mungkin la ayu ninggalin abang orang ayu yang menyebabkan abang begini”
Melihat Ayu yang bisa tertawa padahal Rama tau kalau Ayu sebenarnya sedih membuatnya kagum pada Ayu yang tak lebay seperti wanita lainnya.
“Abang ikhlas kok abang ga masalah soal ini”
TET! TET! (bunyi klakson mobil)
“Pak ini orang tua kami, makasih banyak ya pak”
“Iya dek, ini motornya ga parah banget kok masih bisa diperbaiki”
“astaga iya bang motornya”
__ADS_1
“gapapa ayu, abang ada sepupu yang bisa langsung memperbaiki motornya nanti abang ajak kesini lagian ini ga seberapa parah”
“nanti ayu akan ganti semua kerugiannya”
“ga usa kau ingin membelikan hadiah untuk adikmu kan, bagikku cukup kau bahagia itu sudah lebih dari cukup bagiku”
“ayo bang, ayu bantu “
“pak kami duluan ya makasih pak” ucap Rama
“iya dek sini bapak bantu “
Rama naik ke mobil Ayu dan mereka pulang kerumah Ayu.
(diperjalanan)
“ma, alif..”
“Alif pasti bisa menolak ajakan ayahnya itu jadi kau jangan khawatir, syukurlah kau baik baik saja nak”
“Hm ya..”
(sesampainya dirumah Ayu)
Ayu membantu Rama masuk kerumahnya.
“Maaf ya bang sekali lagi kalau bukan karna Ayu abang ga bakalan begini”
“gapapa Ayu abang ga marah sama sekali sama Ayu abang ikhlas kok. Tapi abang minta agar Ayu ga sedih sedih terus kalau Ayu tuh apa apa Abang akan selalu ada untuk Ayu”
“ah.. Yang selalu menemani ku adalah adikku, ayahku sangat kasar aku takut dia melukai adikku kasian adikku masih kecil harus menghadapi hal buruk ini”
“Ayu..” Rama hanya bisa mengelus pundak Ayu
“Maaf bang, abang harus menjadi saksi keluarga ayu”
“Abang ga nyangka dibalik senyuman kamu ternyata menyimpan luka yang dalam. Abang harap Abang bisa menjadi obat untuk dirimu”
“makasih bang..”
“Ini ayu sembuhin temen kamu” Ucap ibu Ayu memberikan minyak urut
“iya ma”
Ayu mengobati kaki Rama menggunakan Minyak urut.
“Ayo ikut mama kita ke tempat tukang pijat “
“iya ma”
“gapapa bang”
“Gapapa dek ini semua karna kami semua jika tidak melibatkanmu mungkin ini ga akan terjadi” ucap ibu Ayu.
“baiklah..”
Ayu dan Rama akhirnya pergi ketempat tukang pijat langganan Ibu Ayu.
Setelah itu Ayu mengantar pulang Rama kerumahnya.
“Ayu ingat jangan sedih aku selalu ada untukkmu” Pesan Rama
“Iya bang makasih “
Ayu dan ibunya langsung pulang. Ibu Rama kaget melihat keadaan anaknya itu
“astaghfirullah nak, kenapa ini??”
“Ini mah, tadi Rama jatuh dari motor”
“astaghfirullah nakk kenapa bisa begitu sekarang motornya?”
“Ada di jalan mawar berduri dititipin di toko tapi Rama udah kasih tau bang eki buat kesana ambil motor ga parah kok mah”
“Astaghfirullah kenapa jadi kamu kesana?”
“Mau jalan jalan aja hehe”
“Yasudah, sini mama anter ke tempat tukang pijat mbak we”
“jangan mah, tadi Ayu datang membantu Rama dia membawa Rama ketempat tukang pijat langganannya ini ga parah parah amat kok”
“astaga untunglah Ayu orangnya baik, Yasudah ayo masuk..”
Rama duduk di sofa dan melihat hpnya.
“Ayu, gimana ya dia? Aku takut dia bersedih sepanjang hari karna adiknya” Ucap Rama khawatir
“ma, nanti kalo ada apa apa telpon mama mama mau jaga warung dulu, ini di olesi minyak urut dulu” Pesan ibu Rama
__ADS_1
“iya mah”
Rama yang terus memikirkan Ayu akhirnya tak tahan lagi dan memilih menelpon Ayu karna khawatir. Tapi sayang panggilan Rama terus dijawab sedikit pun
“Aku pengen denger suara Ayu eh malah denger suara seller teleponnya hadehh.aku yakin Ayu pasti sedang bersedih dirumahnya aku harus bisa membuat nya tersenyum kembali!”
Keesokan harinya Rama tak sekolah begitu dengan Ayu. Ayu hampir seharian tak keluar kamar makan tak mau dan benar benar hilang kabar, Rama terus menelpon ayu tapi tetap saja dengan jawaban yang sama.
(Lusa)
Hari ini hari Rabu.
Kaki Rama sedikit membaik walau belum sepenuhnya Rama tetap memutuskan sekolah karna dia ingin bertemu dengan Ayu.
Disekolah, Rama menunggu Ayu di depan kelas seperti biasa terus menunggu sampai saat Rama melihat jam di tangannya sudah mau masuk tapi Ayu belum juga datang.
“Bang, abang sebaiknya ke kelas saja sepertinya Ayu ga akan sekolah” Ucap Naya.
“hm baiklah nanti aku akan kesini lagi”
Rama pun pergi kembali ke kelasnya berharap kalau Ayu hanyalah telat.
Namun saat istirahat, Rama pergi lagi ke kelas Ayu dan benar Ayu tidak sekolah.
“Ditelpon ga bisa, ga ada kabar sama sekali aku ingin menemuinya nanti aku takut ada sesuatu yang terjadi pada dirinya” ucap Rama.
Nampak wajah Rama kecewa tak sesenang biasanya karna dia tak melihat wajah pujaan hatinya yang nimbul pertanyaan untuk Rani yang melihatnya di depan kelas.
“Ramaa” Panggil Rani
“iya ran?”
“Kenapa sedih? Dan kenapa ga ke kelas Ayu? Berantem kalian?”
“Ah, Ayu ga ada kabar sedikitpun dan dia ga masuk aku khawatir ada sesuatu yang terjadi padanya.”
“kenapa ga dijenguk aja?”
“Iya nanti sepulang sekolah aku akan menjenguknya”
“Hmm, kau tau sabtu kita kemah”
“ya aku sudah dapat kabarnya”
“Kau bisa pdkt lagi loh ayolah jangan bersedih mungkin Ayu sakit”
“Mungkin, aku akan membelikannya sesuatu sebagai buah tangan”
“iya kau benar, sudahlah jangan bersedih tapi ya kau itu Rama! Rama itu ga pernah sedih dia selalu bahagia!”
“haha iya dong selalu itu mah”
Singkat waktu, saat pulang sekolah..
Rama menunggu jemputan sekitaran hampir adzan zuhur. Rama memutuskan untuk shalat zuhur dulu setelah itu Rama pergi menggunakan sepeda ondel ondel milik bapak nya yang sudah lumayan tua karna semenjak kejadian itu Rama dilarang membawa motor dulu.
Sebelum kerumah Ayu, Rama mampir ke toko buah dulu.
(sesampainya dirumah Ayu)
Rumah ditutup dan nampak sepi, Rama mengetuk pintu rumah Ayu.
“Tok,, tok,, Assalamualaikum Ayuu”
Tapi tak ada jawaban, Rama mencoba nya kembali tapi tetap saja, Rama menelpon Ayu tapi tak ada jawaban.
Rama tak putus asa dia terus mencoba mengetuk pintu rumah Ayu sampai akhirnya ibunya keluar.
“eh kamu temennya Ayu ya?” Tanya ibu Ayu
“iya tante, Ayu nya ada?”
“Ah ayu ga keluar kamar lagi semenjak hari itu, tante sangat khawatir pada dirinya. Jika kamu bisa bantu buatlah dia keluar kamarnya bahkan bunyi dia dikamarnya sedikitpun tidak ada ibu khawatir takut ada terjadi apa apa pada ayu”
“Astaga benarkah? Bolehkah aku menemuinya tante?”
“Tentu saja nak, silahkanlah.”
Rama mengetuk pintu kamar Ayu berharap ada jawaban.
“Tok,, tok,, Ayuu ini aku bang Rama pangeran tampan dari surga. Pangeran ini bersedih karna tak melihat kehadiran tuan putrinya” Rayu Rama.
“Pergi saja bang” Jawab Ayu.
“Ayu, ayolah aku ingin berbicara padamu”
“ku mohon pergilah! Aku tak mau berbicara”
“Ayu, Jika adikmu tau keadaanmu saat ini mungkin dia akan merasa kakaknya lemah! Dan saat dia tau dia akan menertawaimu karna mungkin disana dia sedang berusaha untuk pergi dari ayahnya. Kita cari lagi gimana aku akan bantu dengan semua usahaku untukmu Ayu!”
__ADS_1
“PERGILAH!”
Teriak Ayu dari dalam kamar