KU SEBUT INI CINTA

KU SEBUT INI CINTA
EPS 18: SI BUCIN PACARAN


__ADS_3

Ayu langsung keluar dan melihat sepedanya tak ada ditempat parkiran langsung kaget setengah mati, dia langsung menanyakan pada para pelayan kafe tersebut tapi kafe tersebut juga tak tau.


“Ayu” Panggil Rama ngos ngosan


“Apa? Abang baru datang jam segini?? Sudahlah aku sudah males dan aku ga suka sama cowo yang ga tepat akan omongannya”


“maafkan aku Ayu aku ketiduran”


“Ahh sepedaku dimana ya”


“Sepeda mu?”


“Iya hilang, tadi ada disini apa aku harus menelpon polisi”


“Kamu udah masuk ke kafe?”


“UDAHLAH BANG! Ayu lagi panik ini”


“Ayo ikut abang dulu yuk”


“sudahlah aku udah males ngomong sama abang, abang itu kadang bersikap manis padaku dan tak lama nanti akan pergi seolah olah daun yang dibawa angin”


“Maafkan aku ayu, tapi ayo ikutlah denganku dulu”


Rama langsung menarik tangan Ayu dan membawanya ke taman yang dimana sudah disusun rapi dan cantik.


“Ini apa bang?”


“Kira kira apa?”


“Ga tau lah, jadi aku nanya sama abang-_-“


Tiba tiba Rama memberikan seikat bunga mawar pada Ayu.


“Aku ga tau apakah tempat ini kau suka atau tidak, dan jika kau berpikir ini berlebihan maaf kan aku”


“maksudnya?”


“Hm maukah kau menjadi pacarku? Menjadi kekasihku?”


“Apa?”


“Aku menyukaimu Ayu, dan kali ini aku sangat menyukaimu dan aku ingin menjadikan kau midibawa


Ayu langsung malu malu dan menoleh ke kanan kiri.


“apakah Abang bercanda? Tolong jangan bercanda soal perasaan”


“kenapa aku harus bercanda padamu? Jika aku ingin aku bisa memakai hal lain tak perlu perasaan”


Perasaan Ayu kini bercampur antara senang, malu, dan panik karna sepedanya.


“Aku juga menyukai abang” Jawab Ayu


“jadi apakah kau menerimaku?”


“Hm iya”


Rama langsung tersenyum dan senang luar biasa


“Terimakasih Ayuu, sekarang pada tanggal 23 April dinyatakan Ayu dan Rama telah jadian” ucap Rama bahagia.


Dari kejauhan ada Rani yang melihat itu semua merasa cemburu tapi dia tak bisa berbuat apa apa asalkan Rama bahagia menurutnya itu tidak masalah.


“Tapi bang, sepedaku hilang “


“Dia tidak hilang, ada kok maaf ya ini rencana kita semua. Kemarin tepat hari kamis aku tak menyapamu karna aku merasakan aku tak tahan ingin menjadikan kau pacarku dan hari Jum’at aku memang sudah membeli hadiah untuk adikmu”


“Apakah abang kenal dengan Zaurah?”


“Zaurah orang yang aku sukai dulu, tapi sayang dia mempermainkanku seperti mainannya membuatku tak menyukai nya lagi”


“Terus hari Jum’at pergi sama siapa?”


“sama Rani?”


“Tapi kayanya bukan deh”


“iya sama Rani dan satu teman lainnya aku tak tau banyak tentang perempuan tapi aku berharap kali ini kau menyukainya”


“makasih bang, aku sangat menyukainya. Tapi abang tak perlu repot kok aku tak mau merepotkan Abang”


“Baiklah, maaf jika berlebihan”


“Tapi sepedaku mana -_-“


“Ada disana hehe ga marah kan?”


“ga lagi, tapi abang membuang waktuku”


“hehe maaf yaa aku menunggumu juga kok satu jam disana cuman aku butuh waktu yang tepat mengatakannya padamu”


“Baiklah aku percaya-_-“


“tapi ini ga berlebihan kok, cuman ada bunga sama tempatnya kan emang begini cocok untuk melamar”


“Iyakah? Baru tau ada tempat sebagus ini”


“apa ada yang ingin kau beli?”


“Tak ada bang”


“Mau jalan jalan sebentar?”


“Hm boleh”


Ayu dan Rama jalan jalan sebentar menggunakan sepeda Ayu.


Mereka berkeliling mengelilingi kota bersama.


“Ini menjadi momen yang membahagiakan bagiku” Ucap Rama


“kenapa begitu?”


“yah disaat bersamamu saat itulah aku bahagia”


“abang berlebihan deh”


Karna adzan ashar sudah berbunyi, Ayu pun kerumah Rama terlebih dahulu.


“Bang, Ayu langsung pulang ya”


“iya Ayu, kamu hati hati ya atau perlu aku iringi dengan sepeda ondel ondelku?”


“haha ga usa bang, yasudah titip salam sama ibu ya assalamualaikum “


“wa’alaikumsalam,, Akhirnya ayu menjadi pacarku juga”


Ayu langsung pulang dan dirumah Ayu sudah ditunggu ibunya.


“assalamualaikum mah”


“wa’alaikumsalam, darimana yu?”


“Dari tempat teman “


“Sama anak itu?”


“hm..”


“Sudah berapa kali mama bilang jangan dekati anak itu lagi! Dia orang miskin! Hanya anak penjual bakso! Masih mendingan Abi anak pesantren, keluarganya kaya, hidup kamu akan terjamin jangan dekat sama anak itu mama liat dia suka sama kamu”


“mah stop plis, ayu ga suka sama Abi dan biarkan Ayu memilih jalan cinta Ayu sendiri. Jika mama ga suka sama Rama hanya karna dia anak penjual bakso aku ga akan setuju sama mama tapi bila ada sifatnya yang buruk baru aku bisa memikirkannya lagi tapi bang Rama itu baik ma dia ga seburuk apa yang dipikiran mama” ucap Ayu dengan lembut


“mama ga yakin soal itu ayu”


“ma, cinta itu tak boleh ada paksaan ma jadi ayu ga mau juga menyakiti Abi dengan membohongi perasaanya kalau ayu menyukainya padahal tidak sama sekali”


“Ayu.. ini semua demi kebaikan kamu”


“kebaikan? Bukankah itu agar untungnya mama, mama ingin bekerja sama dengan orangtua abi untuk kerjasama kan? Stop ma mama boleh kaya tapi jangan menyiksa kami ma. Alif jarang dapat kasih sayang ibunya kemana peran mama disini? Kalau ga ayu yang kasih dia kasih sayang mungkin dia akan membenci yang namanya wanita. Dan saat Alif dibawa pergi ayah mama kemana? Mama ga khwatir sama sekali? Daripada memikirkan kami lebih baik mama berpikir bagaimana caranya menjadi ibu yang baik “ Ucap Ayu lembut sembari menahan tangis karn Ayu sudah menyampaikan semua unek unekan di hati Ayu.


Ibu Ayu yang mendengar itu mulai merenung sedikit akan tingkah lakunya yang akhir akhir ini jarang meluangkan waktu untuk anak anaknya.


Ayu masuk ke kamarnya, duduk sejenak


TRING (bunyi notfikasi hp Ayu)


*sayang, udah pulang?*


“Sayang? Dia memanggilku sayang? Hm agak canggung juga sih”


(chattan)


Ayu:udah bang


Rama: masih abang ya?


Ayu: ga kebiasa hehe


Rama: gapapa nanti juga terbiasa. Besok aku jemput ya


Ayu: Ga usa


Rama: kenapa? Aku kan ingin melayani pacarku dengan baik


Ayu: Hm soalnya mau anter Alif sekolah juga


Rama: gapapa, sama kita kan bisa. Naik motor


Ayu: baiklah kalau begitu


Rama:Telponan mau?”


Ayu: Ayu mau shalat dulu


Rama: oh ayu belum shalat ya yaudah gih shalat dulu, jangan sampe telat.


Ayu: iya, dah assalamualaikum


Rama: wa’alaikumsalam


(selesai)

__ADS_1


Ayu langsung mengambil wudhu, dari luar ibu Ayu melihat ayu yang sedang senyam senyum sehabis chattan mulai risih.


“Aliff shalat yukk dekk” Ajak Ayu


“Ayoo kakk”


Mereka pun memutuskan shalat ashar berjamaah setelah itu Ayu mengerjakan kegiatan sorenya sehari hari seperti menyirami tanaman,olaharaga sejenak, menyiapkan makan malam, dan mandi.


(KEESOKANNYA DI PAGI HARI)


Rama sudah menunggu didepan rumah Ayu dari pukul 6:15 pagi. Sedangkan Ayu baru membuka pintu dari pukul 6:24


“Bang, udah daritadi?” Tanya Ayu


“iya, tapi gapapa kok ayo”


“Iya, aliff ayo buruan dek”


“iya kak, bangg aliff” panggil Alif senang


Rama melihat tas yang dipakai Alif, Rama sangat senang karna Alif menyukai tas pemberian Rama.


“Haloo aliff, ayo ikut sekolah sama abang mau ya?”


“mauu bangg”


Alif berada didepan, sedangkan Ayu dibelakang. Sudah seperti keluarga dengan anak 1. Ayu dan Rama mengantar Alif terlebih dahulu barulah mereka berdua ke sekolah.


“bang, kalau diliat orang gimana?”


“yah gapapa emangnya kenapa?”


“hm gapapa sih, apakah abang ga malu punya pacar kaya aku?”


Rama tersenyum terlihat dari spionnya.


“Ayu ayu untuk apa aku malu mempunyai dirimu, kau orang yang aku sayangi tak ada alasan bagiku untuk malu mengakui mu. Malahan aku ingin seluruh dunia kalau dirimu adalah milikku”


(Sesampainya disekolah)


“Ayu, aku anter ke kelas ya”


“ga usa bang,abang ke kelas aja”


“Gapapa yuk”


“Seriusan gapapa?”


“Iya sayang” Ucap Rama dengan lembut


(Tepat di kelas Ayu)


“Ayu udah dikelas ini”


Rama mengusap kepala Ayu.


“Aku ke kelas ya kalau ada kangen temui aku dikelas mumpung aku lagi dikelas, soalnya besok aku ga sekolah”


“Loh kenapa?”


“Kita mau foto foto untuk perpisahan dan mau study tour. Kamu gapapa kan kalau ga ada aku?”


“Ih gapapaa kok, Abang hati hati besok”


“Iyaa sayang, kamu tenang saja di sini ada kamu” Ucap Rama menunjukkan hatinya.


Rama kembali ke kelasnya.


“Ayu” Panggil Naya


“ada apa nay?”


“Kamu jadian sama bang Rama ya?”


“Hm kamu jangan kasih tau siapa siapa tapi ya”


“kalian diem diem?”


“hm iya”


“kenapa ?”


“Tau kan bang Rama banyak disukai kakel, aku takutnya nanti banyak yang ga suka sama aku. Bukan cuman kakel adkel aja ada”


“Oh gituu, Siplah. Btw kita bulan 5 mei udah ujian kan yaa”


“Iya, katanya ujian kenaikan ga si”


“iya, aaaa aku belum siapp berpisah sama kaliaann


“sama, menurutku kalian teman yang paling terbaik aku temui”


“haha kamu berlebihan ah.”


Naya dan Ayu ngobrol sampai datang satu persatu siswa siswi.


Di sekolah, Ayu dikabarkan akan mengikuti praktek shalat dan nari. Nari secara berkelompok pada hari Selasa depan dan praktek shalat senin depan. Ayu sekelompok dengan syarifah, dan Mira setiap kelompok terdiri 3 orang.


Jadi hari ini mereka semua berencana untuk kerumah Ayu latihan nari.


Seperti biasa Rama menemui Ayu dan memberikan piscok buat Ayu.


“buat kamu pacar Rama”


Ayu tersenyum


“makasih pacarnya Ayu”


Rama yang mendengar itu pun menjadi malu dan hanya bisa cengengesan.


“Hari ini mau kemana?” Tanya Rama


“ada mau latihan buat praktek nari dirumah aku”


“sama siapa aja? Ada cowoknya?”


“ga ada, cewe semua.”


“Bagus, awas aja ada cowoknya. Kamu udah milik aku soalnya”


“iyaa ih aku tau juga kalik”


“Nanti Alif mau dijemput?”


“Ga usa, Alif pulang sama tante Ika nanti aku jemput sendiri dia”


“jangan kalau ada aku kenapa kamu harus sendiri?”


“beneran gapapa?”


“Gapapa sayang, kamu kalau ada aku harus repotin aku, aku ga masalah kok”


“Dih aku itu mandiri dari awal bang”


“Rama lu dicari sama bu rika di kantor” Teriak salah satu siswa


“iyaa,, Ayu aku duluan ya ke kantor nanti pulang sekolah aku kesini dadah sayang”


“iya bang”


Rama langsung pergi meninggalkan Ayu, sedangkan Ayu masuk ke dalam menawarkan piscok sama temen temennya.


“Ayu, kamu hati hati jangan terlalu deket sama Bang Rama” Ucap Mira


“Kenapa?”


“lu tau ga bang Rama punya mantan di smp sebelah, takutnya aja”


“haha iya santai aja aku ga ada apa apa sama bang Rama kok”


“ya aku hanya mengkhawatirkan dirimu”


“makasih ya udah khwatir sama aku”


Singkat waktu..


(PULANG SEKOLAH)


Seperti janji Rama menemui Ayu tapi ia melihat Ayu sedang ngobrol dengan Rizal.


“Ekhm” Ucap Rama dengan smirik


“Hm udah ya ayu makasih” Ucap Rizal


“iya zal sama sama”


Rizal pun segera pergi karna takut adanya Rama.


“kamu ini ya, ga yoga Rizal siapa lagi nanti yang akan mencoba merebutmu dariku. Apalagi nanti kalau aku sudah lulus ga tau lagi deh” Omelan Rama


“ih kamu jangan gitu, Rizal dia minta tolong mau pdkt an sama adel temenku”


“Adel?”


“Iya, abang jangan nethink ih”


“Yasudah ayo pulang”


“abang ga marah kan?”


“gaa Ayu mana mungkin setelah melihat wajahmu aku bisa marah makin gemes iya T_T”


“iyakah?”


Ayu dan Rama keluar ke toko biasa tempat parkir motor.


Rama dan Ayu menjemput Alif ditempat tante Ika..


“Yee ada bang ramaa”


“Cie pacarnya ya yu?” ejek tante Ika


“Iya Tante”

__ADS_1


“Ganteng loh yu”


“halo Tante” Sapa Rama


“iya hallo, jaga yang baik ya Ayu nya”


“Pasti Tante!”


“Tante kita pulang ya assalamualaikum”


“Wa’alaikumsalam, hati hati ya”


(sesampainya dirumah Ayu)


“makasih ya bang rama ganteng” Ucap Alif


“Iya sama sama adik ipar ku yang ganteng”


Alif masuk kerumahnya.


“Nanti aku kabarin ya sayang, kalau ada apa apa izin sama aku walau sibuk aku butuh kabar kamu”


“iya, hati hati”


“Cuman gitu doang?”


“maunya?”


“ga ada gitu dadah sayangnya Ayu?”


“jangan mimpi-_-“


“kamu ga romantis dehh”


“emang”


“yaudah deh gapapa, dadah pacarnya Rama”


“iya dadah pacarnya Ayu”


Karna sama sama salting mereka akhirnya saling tertawa.


Rama langsung pulang sedangkan Ayu masuk kerumah dan berganti baju menyiapkan makan siang.


“kakak, cocok tau sama bang Rama” ucap Alif


“cocok darimana nya?”


“kakak cantik bang Rama ganteng, dan sama sama baik”


“Masa sih”


“Iya, kalau kakak pacaran sama abang Rama. Alif dukung kak!”


“haha kamu tau apa sih sama pacaran”


“Gini gini Alif tauu kak, pas dirumah Tante ika malak minggu dulu. Tante Ika nonton drakor kak sampe nangis”


“haha iyakah dek?”


“iyaa, lucu kak. Alif sampe mau ketawa”


“Tadaa~ udah jadi makannyaa”


“Hmmm enakk banget baunya”


“Ambil piring gih sama nasi”


“SIAP BOS!”


Setelah makan siang dan shalat zuhur. Ayu pergi ke toko didekat rumahnya membeli cemilan untuk teman temannya nanti.


“dek, nanti ada temen kakak adek jangan ribut ya”


“iya kak”


Tak lama Rama menelpon Ayu.


(ditelpon)


“assalamualaikum pacar”


“wa’alaikumsalam”


“ga ada pacarnya?”


“harus banget emang?”


“ga juga sih”


“yaudah.”


“Malam mau kemana sayang?”


“ga kemana, mau belajar”


“ke kafe comic yuk, kita kesana bisa sambil baca buku loh”


“Ajak alif gapapa?”


“Gapapa dong sayang”


“Terserah deh”


“nanti udah isya aku jemput ya sayang”


“Iya, bang rama aku matiin ya ada temen aku Mira disini”


“Jangan sayang, gapapa jangan ngobrol tapi aku pengen denger suara kamu”


“Iya iya”


Ayu langsung menyambut mira yang datang.


“Masuk mir”


“assalamualaikum”


“wa’alaikumsalam”


“Rumah kamu bagus yu”


“iyakah, haha makasih”


“yang lain belum pada dateng ya”


“iya”


“Btw ini yang namanya Rian”


“Hm ga usa mir aku ga mau”


“kenapa?”


“Hm.. aku udah ada pacar”


“Sama bang Rama?”


“iya”


Rama yang mendengar itu merasa senang artinya Ayu tak merasa malu mempunyai pacar seperti Rama.


“seriusan?” Tanya Mira


“iya”


Tak lama datang Karin dan syarifah berdua menggunakan Nmax berwarna merah.


“Hayyy guyss” Ucap karin


Berapa menit kemudian barulah datang Naya, dan terakhir Adel.


Setelah lama berdiskusi ingin nari apaan, setelah berdiskusi dan menetapkan tarian apa mereka semua pengen belanja di toko yang dekat rumah Ayu.


“dimana sayang?” Tanya Rama telponnya masih belum dimatikkan


“nemenin temen ke toko”


“oh gituu yaa, sayang mau belanja apa?”


“ga ada”


“sayang, mau minta beliin apa sama aku? Aku beliin.”


“Ga usa bang”


“Seriusan?”


“iyaa, bang aku matiin dulu ya”


“Kenapa dimatiin sayang?”


“Pulsa abang habis nanti”


“Gapapa sayang, ini aku lagi jaga warung”


“Ga usa habis pulsanya”


“hm iya deh kalau gitu, pokonya apa apa harus kabarin sama aku!”


“iyaa”


(Telpon dimatikan)


Menurut Ayu laki laki yang paling bawel yang ia kenal hanyalah Rama seorang untuk pertama kalinya.


“Ayu, boleh numpang masak mie rumah kamu ga?” Tanya Karin


“gapapa kok, masak aja”


Teman teman Ayu membeli mie dan numpang masak dirumah Ayu.


Setelah itu, barulah mereka latihan nari, bermain truth or dare karna sudahh kesorean barulah pulang sekitaran pukul 5 sore.

__ADS_1


TRING! (BUNYI NOTFIKASI AYU)


__ADS_2