KU SEBUT INI CINTA

KU SEBUT INI CINTA
EPS 17: TRAGEDI KEMAH


__ADS_3

Saat alif masuk ke rumah


“HAPPY BIRTHDAY!!!”


Alif sangat terkejut campur senang karna melihat banyak hadiah di meja ruang tamu.


“gimana alif suka gak?”


“SUKA BANGETT!!makasih ya kak “


“sama-sama ayo buka hadiahnya “


Alif membuka kado dari rama yang pertama kali ternyata isi nya adalah tas yang kemarin mereka lihat di toko waktu itu dan ada botol minum yang berukuran besar, serta gantungan kunci yang berbentuk boneka bozu-bozu yang di buat rama sendiri .


“wah gantungan kunci nya lucu bangettt, kak tolong bilangin sama bang rama alif makasi atas kado nya alif suka banget sama hadiah nya”


“ya dek, nanti kakak bilangin sama bang rama nya. Ayo buka hadiah lainnya”


Hari itu menjadi hari yang paling bahagia bagi Alif, tak lupa Ayu mengucapkan terimakasih kepada Rama lewat chattan tapi tak dibalas Rama hanya di baca yang menimbulkan pertanyaan pada Ayu.


“Apakah aku pernah dalah berbicara ya pada bang Rama? Atau Bang Rama marah padaku tapi apa alasannya? Aku tak berbuat salah perasaan dia berubah begitu saja”


(Keesokan paginya)


Pukul 5 Pagi.


Ayu langsung menyiapkan semua apa yang diperlukan untuk kemah.


“kakak, kakak ga pulang ya?”


“iya dek, kamu diam sama tante ika dulu ya”


“Iya kak, kakak hati hati ya”


“iya”


Hari ini Alif libur jadi Ayu langsung mengantar Alif kerumah Tante Ika karna ibu Ayu orang yang paling sibuk segala keperluan Alif sudah disiapkan Ayu dari makannya dan segala habis sampai menghabiskan waktu sekitaran setengah 6 lewat 10 menit.


(Sesampainya disekolah)


Ayu dan teman temannya disuruh ngumpul di lapangan membantu kesiapan untuk upacara pramuka.


“gila ga sih kita kemahh”


“iyaa, eh nanti kita tidur barengan yukk kita lotre 3 orang” ajak Mira


“Iyaa”


Setelah Upacara mereka langsung ke kegiatan berikutnya yaitu lomba memasak antar kelas. Mereka semua memutuskan memasak nasgor dengan lauk ayam goreng yang ayamnya sudah di bersihkan.


Tiba tiba datang para laki laki dari kelas 9c untuk meneliti, disini terlihat temanku Mira dan Karin salting habis karna ada orang yang mereka sukai. Sedangkan Adel sibuk berduaan dengan Rizal.


“Gimana bisa ga motong timunnya?” tanya Rizal kepada Adel


“bisa lah”


“Tapi lama amat sini aku yang motonginya”


“Dih ga usa aku aja!”


Rizal mengambil pisau dari tangan Adel dan membuat mereka berpegangan tangan.


“Liat kaya gini motong yang bener “


Adel langsung salting+malu ga karuan.


“Iya iya gue tau, sini!”


Sementara itu Ayu sendiri sedang menggoreng nasi.


“Hai Ayu” Panggil Yoga


“Eh yoga?”


“Wangi banget masakan kalian, masak nasi goreng ya”


“iya yog, kelas kamu?”


“Masak sate sama ayam bakar”


“wahhh enakk kayanya”


“Kalau mau mampir aja”


“Sipp dehh”


“Btw diliat kamu sama bang Rama ga lagi deket?”


“Dia udah punya cewe kayanya tapi sih udahlah”


Dari kejauhan Rama melihat Ayu dan Yoga berdua, Saat Rama ingin kesana tanganyya di tarik Rani.


“Mau kemana ma?”


“itu ke-“


“Sini bantu dulu jangan kemana mana”


Karna tangan Rama ditarik Rani jadi Rama tak bisa ke tempat Ayu.


“Bang rama mana sih kok kesini sih” ucap Ayu mencari Rama dalam hatinya.


Dan saat inilah kesempatan Yoga mendekati Ayu.


“HUH AWAS AJA YOGA KALAU DAPAT GA AKANN GUA LEPAS!” Ucap rama kesal


Disisi Ayu...


Yoga terus mengajak Ayu ngobrol,yang membuat Rama panas melihatnya akhirnya Rama menyuruh salah satu anak di kelas 8 yang bernama “Nazril” Untuk menganggu mereka.


“Hai Yogaa~” panggil Nazril ke Yoga


“napa zril?”


“Hm anu, lu dipanggil sony”


“Oh okedeh, hm Yu aku duluan ya assalamualaikum”


“wa’alaikumsalam”


Setelah melihat Yoga telah pergi Rama kembali tenang.


Selesai memasak mereka merapikan semua barang barang yang berantakan dan memberesaknnya juga, Ayu yang kesal dan tak tahan lagi langsung menemui Rama


“Aku mau ngomong sama abang”


Ayu mengajak Rama ketempat yang jauh dari keramaian yang dimana hanya ada mereka berdua.

__ADS_1


“Maaf jika Ayu ada salah sama abang,, Alif sangat suka hadiah pemberian Abang makasih banyak bang tapi aku merasa berhutang budi pada abang”


“Jangan dipikirkan lagi, sudah ya aku sibuk aku kesana dulu”


“...”


Dengan berat hati Rama meninggalkan Ayu begitu saja.


“bang Rama kenapa jadi berubah sih, dan kenapa ya hatiku sakit saat melihat perubahannya begitu”


“Ayu, kenapa sendiri disini?” tanya Repi teman dekatnya Rama juga.


“Eh bang Repi gapapa hehe”


Semua kenal dengan bang Repi karna dia OSIS yang sangat akrab kesemua orang bahkan semua guru mengenalnya.


“Tadi abang liat kamu ngobrol sama Rama ngomong apaan? Kalo boleh tau”


“Ah bukan hal yang penting”


Saat Ayu ingin pergi, Repi langsung memegang kerah baju Ayu ditangannya.


“Kenapa bang?”


“Rama kamu apakan?” Tanya Repi


“Engga aku apa apakan bang”


“Kau tau Rani cerita kau adalah perempuan murahan yang ingin memanfaatkan Rama! Kau ini merasa cantik? Jangan bangga hanya karna kau dapatkan hati Rama yang keras itu dan kau bisa memanfaatkanya begitu saja”


“Apa yang abang katakan? Aku tidak bermaksud begitu.. aku tidak berniat melukai hati bang Rama dan aku benar benar sudah jatuh cinta padanya”


“Jatuh cinta?”


“Awalnya aku terganggu dengan kehadiran bang Rama tapi kelamaan aku menaruh perasaan padanya tapi kini dia pergi begitu saja seolah olah tak ada sesuatu yang pernah terjadi antara kami bagaikan debu yang hilang begitu saja dibawa angin”


Saat Repi ingin melanjutkan percakapan ada teman teman Ayu datang mencari Ayu.


“Ayu kita buat tenda yokk kami mencarimu kemana mana”


“hm iya, bang aku duluan ya Assalamualaikum “


“iya wa’alaikumsalam”


Singkat waktu kini saat sore harinya,, mereka bergantian mandi di kamar mandi masing masing dan untungnya juga kamar mandi laki laki dan perempuan memiliki jarak yang jauh jadi sangat aman.


Selesai mandi Ayu dan teman temannya ngumpul di lapangan untuk membahas apa yang akan dilakukan mereka, mereka akan memula acara api unggun dengan menyebutkan dasa darma dan dwi satya yang dilakukan kakak kelas 9. Dan juga mereka akan mengadakan acara lainnya seperti bernyanyi,berpuisi, berpidato, pantomim,dan Drama yang peserta lomba sudah dipilih sejak awal sebelum kemah.


Saat kemah Ayu tak memikirkan apa apa tentang Rama karna terbawa suasana bahahia bersama teman temannya tapi Rama terus memikirkan Ayu karna dia pikir perbuatannya sangat menyakiti Ayu.


“kenapa ma?” tanya Rani


“Aku merasa aku terlalu menyakiti Ayu”


“Ah dia mah gapapa kali, liat aja dia deket ma Yoga.”


“hm iya deh”


Kali ini ada dimana scene antara adel dan Rizal karna adel dan Rizal sesama anggota OSIS.


“Del, gimana lancar?”


“untuk pendataan semuanya lancar kok zal”


“bagus deh, kerja bagus makasih kerja samanya”


“hm iya”


“hm ga ada sih hehe...”


“Aku dengar kau menyukai Dika apakah itu benar?”


“Dari siapa? Kabar darimana?”


“Ntah aku dengar aja sih kabar angin, tapi kalau engga baguslah”


“bagus kenapa?”


“Karna artinya ada kesempatan untukku”


“k-kesempatan apa??”


“Ah sudahlah aku kesana dulu ya dah Assalamualaikum”


“wa’alaikumsalam”


“woy adel” panggil Ayu


“Hoy yu, sini!”


“Ayu dan mira langsung ke tempat Adel


“lu disini ternyata”


“Yoi, disuruh pendataan murid murid perlombaan. Yu, lu ga sama bang Rama?”


“Ah udahlah dia itu ga mau lagi sama aku”


“Tapi masa si bang Rama langsung berubah gitu sehari, dan menyebalkannya masa dia langsung berubah seakan akan hanya berniat menyakiti hati Ayu”


“Iya, ga habis pikir si dia tapi udahlah dia berhak memilih pada siapa hatinya berpihak” ucap Ayu


“Hm iya juga si, yaudah ntar ketemu yang terbaik juga”


Dari kejauhan Rama melihat ke arah Ayu


“Sungguh hatiku sakit saat melihat dia disana dan aku belum menyapanya sampai saat ini”


“Ma, ini masih ada sate dari kelas sebelah” ucap Rani


“Ran, gue ga tahan deh”


“Ga tahan kenapa?”


“Ini menyakiti hatiku ran”


“Astaga lemah bat dah lu, hei Ayu juga biasa cuek kin kamu masa kamunya lemah”


“Yah.. iya juga si”


“Tapi pasti dia marah ga sih”


“Gapapa dia marah”


“GAPAPA Gimana?! Kemarin aku ga datang ke acara ultah adiknya, aku tak menepati janjiku menemaninya, aku berbohong padanya dan apakah kamu hanya ingin merusak hubunganku dengan Ayu?” Tanya Rama kesal


Mendengar Rama yang ngenggas menganggetkan Rani

__ADS_1


“Ran, lu temen gue! Gue percaya semuanya sama lu tapi jika lu hanya berniat merusak maaf maaf nih ran sepertinya gw lebih baik ga usa ikutin rencana lo”


“kok lu bisa berpikiran buruk tentangku sih ram? Aku ga berniat begitu loh padahal”


“Yah aku kan nanya kalau ga gitu ya gapapa sih baguslah”


“jika iya gimana?”


Pandangan Rama langsung berubah seketika menjadi menyeramkan


“gue bercanda doang ya kali”


“Hm baiklah aku ikuti semuanya..”


“Untung rama mudah di bohongi” ucap Rani dalam hatinya.


(Sementara itu disisi Ayu...)


“haii guyss” panggil Karin


BRAK!


“Maaf maaf dek ga sengaja” ucap bang Aidil tak sengaja menabrak karin


“b- bang a-aidil? Gapapa bang” ucap karin gagap karna malu+salting


“Tapi itu satenya jadi jatuh serius gapapa??”


“Ah dapat di ambil lagi kok bang “


“Ga boleh! Aku akan ambil yang baru bentar ya”


Aidil langsung mengambil sate yang mereka buat yang ada sisanya dan langsung memberikannya kepada Karin.


“Ini sate gantinya, sekali lagi maaf ya dek”


“iya bang, ga usa repot padahal”


“Tadi Atta ngejar gw sampe gw nabrak adkel parah emang dia. Btw nama lu siapa?”


“k-karin”


“Hm okedeh, udah dulu ya aku kesana dah assalamualaikum “


“wa’alaikumsalam”


Saat Aidil sudah pergi barulah Karin berteriak tak jelas seperti orang kesurupan reog dan Teman teman Atau langsung mengejek Karin.


“Cieee karinnn ditabrak crushnya”


“dikasih Sate pula”


“Boleh ga ya satenya ga usa di makan dipajang aja?” ucap Karin


“Astaga janganlah sayang loh dari Bang Aidil lohh”


Hari ini menjadi hari yang bahagia untuk Ayu dan teman temannya, walau Ayu agak kesepiaan karna tak ada Rama yang menganggunya lagi tapi dengan teman temannya yang menemani kesepiaan itu tak terasa bagi Ayu tapi Ayu selalu mengkhawatirkan adiknya.


(keesokan paginya)


Semua siswa siswi dibangunkan untuk shalat subuh berjamaah di lapangan, setelah itu memutuskan untuk senam bersama di lapangan hingga jam menunjukkan hampir pukul 7 barulah semua nya bekerja bakti untuk membereskan semua nya dan mereka dipulangkan.


Sebelum pulang Ayu menjemput adiknya dirumah tante Ika.


(dirumah nya Ayu)


“Kak, gimana kemah? Seru ga?”


“seru banget dek. Kita liat perlombaan, ikut lomba seru banget la pokoknya”


“iyakah kak? Oh ya katanya 2 minggu lagi puasa ya”


“Hm iya katanya dek, alif ga sabar buat sahur ya”


“Iya hehe, kakak buat sahur yang enak ya”


“kita buat yang sederhana aja ya dek”


“hm iya dek gapapa, kalau masakan kak ayu apa aja pasti enak”


“Haha iya iya”


Tring (bunyi notfikasi dari hp Ayu)


*Ayu, datanglah ke kafe manis senja. Aku sharelok*


Ayu langsung membuka chattan tersebut dan membalasnya.


Ayu: aku sibuk.


Rama: ku mohon kali ini saja


Ayu: ngapain kesana?


Rama: Ada sesuatu yang ingin ku ucapkan padamu


Ayu: jam?


Rama: jam 1 siang


Ayu: Oke


(di tutup)


Karna merasa tak nyaman dekat Rama dan ditambah Ayu penasaran apa yang ingin dibicarakan Rama padanya.


“Apa bang Rama ingin memamerkan pacar barunya ya?”


Ayu langsung beres beres dari mencuci baju, menjemur, membersihkan rumah, menyapu, mengepel, mencuci piring, menyapu halaman rumahnya, menyiram tanaman. Hingga menghabiskan waktu sampai setengah 11.


Ayu langsung mandi dan nyantai dahulu membaca buku menunggu adzan zuhur. Setelah sudah ada adzan zuhur ayu mengajak Alif untuk shalat bersama dan Ayu langsung bersiap siap ke tempat yang dijanjikan bang Rama.


“Dek, kaka mau pergi dulu ke tempat temen kakak ya. Mama kan lagi tidur jadi nanti kalau mama nanya bilang aja kakak pergi kerumah temen gitu ya”


“okedeh kak, kakak hati hati ya”


“iyaa kak”


Sekitaran jam menunjukkan pukul 1 ayu langsung menggoyahkan sepedanya ke tempat kafe manis senja yang sudah di sharelok Rama tempatnya lumayan jauh dari rumah Ayu.


(sesampainya disana)


Ayu tak melihat siapapun disana, karna pikir Rama akan terlambat jadi dia memutuskan duduk dan menelpon Rama tapi tak diangkat. Ayu memilih menunggu disana dengan memesan apa yang murah disana.


Ayu terus menunggu sampai jam menunjukkan pukul 2.


“Apakah dia ingin menipuku? Ah aku tak menyangka dia akan begini tapi apa salahku padanya sampai dia berhak memainkan perasaanku begitu saja”

__ADS_1


Ayu kembali menelpon Rama tapi tetap saja tapi disini Ayu masih bisa berpositif thinking dengan Rama karna ia pikir ada suatu kendala yang menyebabkan Rama tak bisa datang ke kafe tersebut.


Ayu langsung keluar dan melihat sepedanya tak ada ditempat parkiran langsung kaget setengah mati, dia


__ADS_2