
“TUNGGU!” Teriak ayu
Bang rama menoleh ke belakang.
“Kau memanggilku?” Tanya Rama
“AH IYA!” teriak Ayu.
Bang rama berjalan mendekat ke ayu
“Ini kelasmu? 7A” ucap bang rama sembari mengangguk anggukan kepalanya.
“Kenapa emangnya?”
“Kenapa kau memanggilku?”
“Aku ingin meminta maaf, aku minta maaf jika kemarin aku berlebihan padamu.. seharusnya aku tak menilai mu dari depannya”
“Oh gitu, terus apakah sekarang aku sudah mengenalku?”
“Menurut psikologi sedekat apapun kita dengan orang kita jangan pernah soktau dengan sifatnya yang sebenarnya. Tapi aku baru mengenalmu dan aku tak ingin tau banyak tentangmu, jadi hanya itu yang ingin aku katakan terserah kau mau memaafkan ku atau tidak yang penting aku sudah meminta maaf padamu.”
“Hei tunggu! Namamu siapa?”
“Untuk apa kau bertanya?”
“Tak apa sih nanya doang astaga”
“Ayu!”
“Ayu nama yang bagus juga, tapi asal kau tau lagi jika kau meminta maaf dengan bersungguh-sungguh kau harus berusaha agar dimaafkan. Dan jika aku tak mau memaafkan mu gimana? Aku sudah sakit hati loh atas perkataanmu yang menilaiku secara langsung dari depannya saja”
Ayu yang mendengar itu mulai merasakan kesal tapi dia mencoba sabar karna ini kesalahannya sendiri yang melibatkan masalah kepada dirinya.
“Ah baiklah, apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkanku?”
“Hm apa ya, aku ingin kau menjadi adek kelas yang baik hati dan sopan”
“Itu sudah ku lakukan.”
Tak lama bang rama tersenyum dan mendekatkan wajahnya kepada Ayu.
“Dan jangan sombong”
“Terus bagaimana caranya aku membuktikannya padamu?”
“Hm iya juga ya, kalau begitu jadilah adik angkat ku”
“Tak mau.” Ucap Ayu secara mentah mentah
“Kenapa? Apakah kau menyukai orang lain?”
“Engga juga sih.. hanya aku tidak mau saja menjadi adik angkatmu”
“Asal kau tau saja ini kesempatan langka loh, aku tak pernah mengajak adik kelas menjadi adik angkatku”
“Kalau begitu aku sangat beruntung menjadi yang pertama dan pertama juga kau rasakan ditolak.”
“Kau sangat menyebalkan ya, apakah kau serius meminta maaf padaku?”
“tentu saja aku serius!”
“yasudah terima saja tawaranku, ini sangat mudah loh”
“Ah baiklah hanya 3 hari “
“3 minggu!”
“baiklah baiklah, yasudah kalau sudah selesai aku akan kembali ke kelasku “
“apakah kau tak bertanya apa yang harus kau lakukan?”
“Tak, karna menurutku tak penting “
“Emang kau sudah peka ah?”
“Engga sih, aku hanya berstatus menjadi adik angkatmu tapi status hanyalah status”
“Oh tidak aku tak bilang kau hanya berstatus loh. Nanti pulang sekolah pergilah bersamaku “
“Tidak!”
“Aku akan mengantarmu pulang, tak menerima penolakan dah” Ucap bang rama langsung pergi begitu saja
“HEI!” teriak Ayu geram.
“Akh sialan! Kenapa sih aku harus berurusan dengan manusia sialan ini! Sabar.. sabar”
Ayu kembali masuk ke kelasnya.
“Cie abis ngomong sama bang rama” ejek Serrly
“ah apaansih, aku kesal sama dia!”
“Kesal kenapa bestieh?”
“Kemarin aku tak sengaja berkata melukai hatinya dan aku berniat meminta maaf padanya tak ku sangka akan begini jadinya”
“Begini gimana?”
“Katanya kalau ingin dimaafkan harus menjadi adik angkatnya, ku kira hanya status nya saja ternyata aku harus menuruti permintaannya”
“Terus, kau kan bisa menolaknya?”
“Iya, tapi dia mengatakan dia sangat kecewa dan aku takutnya dia mengadu pada Allah sambil nangis. Itu yang sangat aku takutkan”
“Emangnya kau berkata apa padanya?”
“Aku mengatakan dia pria yang menjijikan dan fakboy. Aku tak sangka akan seperti ini”
“tunggu, bang rama menawarkan mu menjadi adik angkatnya?!!!” tanya serrly kaget
“Kenapa emangnya?”
“asal kau tau shera yang cantik saja ditolak menjadi adik angkatnya,kelas sebelah ditolak mentah mentah. Sedangkan kau ditawarkannya???”
“iya, tapi aku harap aku tidak ditawari nya sih “
__ADS_1
“Dia pasti menyukaimu!”
“Ah? Lelaki menyebalkan itu? Kuharap tidak akan! Dan tidak mungkin dia menyukaiku jika emang iya dia tak akan menyiksaku seperti ini!”
“Emang kau disuruh apa sama dia?”
“Katanya pulang bersamanya”
“Terus kau menerimanya?”
“Lebih tepatnya dipaksa “
“Omgyatt!!!! Gila ga mungkin!”
“kenapa sih??”
“Bang rama itu termasuk lelaki yah walau dia freindly ke semua orang dia tak pernah mengajak siapapun pulang bersamanya”
“Tapi bukankah dia di antar jemput?”
“Kadang itu, biasanya dia naik motor mungkin saat itu dia tak ada motor “
“Ah aku harap aku tak bertemu dengannya “
Tak sadar, bel masuk pun berbunyi.
Dan mereka melakukan kegiatan seperti biasanya.
(Pulang sekolah)
“Dahh”
“Hei, ayu!” Panggil bang rama
“astaga padahal aku mencoba bersembunyi darinya” Ucap ayu dalam hati
Bang Rama terus mengejar Ayu.
“Mau kemana?” tanya Bang rama
“M- mau duduk disana, ada apa?!”
“Ayo ikut aku sebentar!”
“hei kemana?!”
Bang Rama menarik tas Ayu keluar MTS, dan pergi ke sebuah toko yang di depan Mts terlihat ada perempuan cantik dari sekolah sebelah bersama teman temannya.
“Rama!!” panggil gadis itu.
Saat melihat kehadiran ayu gadis itu nampak kaget dan heran.
“Dia siapa?”
“Dia pacarku, dan jangan ganggu aku lagi”
“Ini yang dinamakan Zaurah?”
“bukan namanya Ayu, aku lebih bahagia dengannya daripada dirimu. Dan tolong tinggalkan aku”
“Ya tuhan ini cobaan apa lagi T_T” ucap Ayu dalam hatinya.
“Kau yang meninggalkanku karna lelaki tampan sadarlah dirimu ku mohon”
“Aku bilang aku hanya berteman padanya!”
“Aku tak pernah mengkhianati dirimu tapi kau yang memulai dulu!”
“BAC*T! I DONT CARE!” Ucap perempuan itu dan langsung meninggalkan rama dan Ayu berdua.
“Ayo kita kembali ke Mts lagi”
“Dia mantanmu?” tanya Ayu
“Iya, kami sudah berpacaran hampir setahun tapi ternyata dia berpacaran dengan pria lain tanpa sepengetahuan ku dengan alasan pria itu lebih tampan dariku. Tapi tak apalah”
“Hm yang sabar ya...”
“Dan cukup hanya itu saja. Jika kau tak mau lagi kau bisa pergi dariku dan aku sudah memaafkanmu “
Saat mendengar perkataan tersebut Ayu merasa sedikit sedih, karna Ayu merasakan sesuatu yang lain dari rama.
“hm jika boleh bertanya, apakah kau sudah punya pacar?”
“Tidak, aku tidak pernah pacaran sebelumnya kecuali bersama dia tapi dia hanya menjadikanku bayangannya saja tak pernah ia anggap pacar yang sesungguhnya”
“Oh gitu..”
“Terimakasih ya dan maaf jika aku merepotkanmu”
“Tak perlu minta maaf ini juga sebagai tanda permintaan maafku padamu “
“sial..” Ucap rama
“kenapa?”
“ntah mengapa aku ingin lebih dekat denganmu”
“Hah?”
“Ayo lanjutkan ini dan jangan pergi!”
“Apa maksudmu?”
“ayo tetaplah berhubungan seperti ini, aku tak pernah menarik perkataanku tapi kali ini aku ingin menarik perkataanku”
“Ah sudah ada yang menjemputku aku pulang ya” Ucap Ayu
“Iya hati hati”
Ayu langsung naik ke motor ibunnya.
“Tak kusangka yang awalnya aku tak berencana ingin dekat dengannya ingin selalu berada disampingnya dan meneliti tentang dirinya lagi..” ucap Ayu dalam hati dalam perasaan senang dan penuh cinta
(sesampainya dirumah)
Ayu melihat kehadiran ayahnya yang secara tiba tiba yang membuat Ayu sedikit takut.
__ADS_1
“Kenapa kau kesini?!” tanya ibu Ayu
“Hei santailah, rumah ini ingin ku jual”
“Untuk apa?! Enak saja! Ini punya anak anak bukan dirimu?”
Ayu langsung disuruh masuk dan terlihat adiknya yang nampak ketakutan didalam.
“kakak aku takut..”
“Alif kamu laki laki jangan takut ayo kita makan didapur” ucap Ayu mengalihkan perhatian adiknya
Adiknya hanya mengangguk saja.
Keluarga Ayu bisa dibilang kurang harmonis, ayah dan ibunya selalu saja bertengkar masalah uanglah. Ayah Ayu jarang pulang dan jika ia pulang hanya membawa masalah sehingga Ayu membenci ayahnya tersebut karna ayahnya tak bertanggung jawab dengan keluarganya sendiri.
Ayu berganti pakaian dan langsung duduk didapur terdengar suara tamparan dari ruang tamu.
Ayu yang disana ketakutan setengah mati mendengarnya mencoba menenangkan adiknya.
“Jangan dengar ya dek”
“i- iya kak..”
Mereka berdua pun tetap mencoba makan walau disertai rasa takut dan merinding.
Tak lama terdengar suara pecahan yang membuat mereka semakin takut dan merinding tapi mereka tak bisa kabur kemana mana lagi selain hanya diam.
“dek, udah makannya kan? Kita masuk kamar kakak ya kita dengar musik”
“iya kak”
Ayu tak mau adik kecilnya harus mendengar permasalahan orang dewasa walau Ayu juga belum dewasa sebenarnya tapi ia merasa cukup dia yang merasakannya adiknya tak perlu. Ayu terpaksa dewasa di usia yang belum sesuai dengan dirinya.
Ayu menaruh headset ke dalam telinga adiknya sembari tersenyum, sementara itu ayu harus menahan tangisnya mendengar suara bertengkar ayah ibunya yang dimana ayu tak bisa membela ibunya karna ia pun takut dengan ayahnya terakhir kali Ayu di rotan di pahanya yang berbekas sampai saat ini.
Beberapa jam mereka harus seperti itu dan tak lama adiknya Ayu tertidur pulas melihat Adiknya yang tertidur pulas ayu berkata:
“Kasian denganmu adikku, tapi kakak ini akan mencoba berusaha agar kau tak melihat dan mendengar apa yang kaka lihat dan kaka dengar.” Ucap ayu sembari mengelus rambut adiknya.”
(Keesokannya disekolah)
Ayu datang sedikit siang.
(Di kelas)
“Ah untung ga telat”
“hei ayu, ini ada surat dari bang rama untukmu” Ucap Serrly
“surat? Surat apa?”
“ntah, katanya jangan dibuka kecuali darimu. Ini diamplopkan”
“hm baiklah, akan ku baca “
Surat tersebut bertuliskan:
“Ayu, aku tau ini salah tapi aku senang berteman denganmu. Mari kita lanjutkan hubungan ini walau aku rasa kau tak mau denganku tapi aku ingin sekali bersamamu”
Ayu langsung melipat kertas tersebut dan menyimpan kertas tersebut.
“pasti dia hanya omong kosong saja” ucap ayu dalam hatinya.
“emang apa yang tertulis?” tanya serrly
“Tak ,tak ada tak penting”
“ohh gitu okedeh”
(saat istirahat)
Ayu menemui Rama tapi saat di luar ayu tak sengaja melihat Rama sedang asyik ngobrol dengan wanita cantik.
“Sial! Dia bilang dia bahagia bersamaku tapi dia juga bahagia bersama yang lain omong kosong apa ini?!” ucap Ayu kesal
“Kau mau kemana?” tanya Nisrina
“Engga, ga kemana mana kok”
“oh gitu ayo masuk”
“Hm iya”
Ayu kembali masuk dan mengurung niatnya untuk bertemu dengan Rama.
“Apa yang kau pikirkan ayu?” tanya serrly
“Apakah bang rama ada pacar?”
“Kudengar dia baru jadian dengan seorang wanita katanya dia cantik tapi belum pernah aku liat siapa”
“apa?!”
“Kenapa?”
“tak tak apa kok.”
Mendengar itu membuat Ayu kesal dan berpikir kalau Rama itu laki laki fakboy dan hanya ingin berniat menyakiti hati nya saja.
(Pulang sekolah)
Ayu menunggu dibawah pohon seperti biasa dan ia melihat Bang rama yang baru keluar kelas langsung berjalan ke arahnya.
“Hei” sapa Bang Rama
“Ku dengar kau berpacaran dengan orang, seharusnya aku tak perlu meminta maaf padamu dan merepotkan diriku kalau ujung ujungnya apa yang aku katakan itu benar”
“pacar? Siapa? Aku tak punya pacar” Tanya Rama kaget
“jangan berbohong! Aku benci laki laki sepertimu! Dan jangan pernah temui aku lagi!” ucap Ayu kesal dan langsung berpindah ke pos satpam.
“apa sih yang dia katakan aku tak mengerti? Sialnya kenapa aku ingin membujuknya dan membuktikan kalau yang ia katakan itu salah. Kenapa dia begitu merepotkan sih?!” ucap Rama kesal.
Rama pun bertanya pada teman laki lakinya yang bernama Rafi teman dekatnya.
“fi, apakah kau pernah mendengar gosip tentang diriku?”
__ADS_1
“Gosip apaan?”
"...."