KU SEBUT INI CINTA

KU SEBUT INI CINTA
EPS 8: ULANG TAHUN


__ADS_3

“HAPPY BIRTHDAY!!!!!”


“astagaa, kalian ??” Ucap Rama kaget


“Ini semua untuk kamuu, happy birthday to you”


“kalian semua?? Ah makasihh banyak” ucap Rama salting dicampur bahagia.


Rama pun merayakan ulang tahunnya di rumah Rani dengan sangat bahagia.


Disisi Ayu..


Ayu tak sengaja melihat postingan Kak Rani dan baru menyadari kalau Rama ulangtahun.


“bang rama ultah toh? Aku ga tau, apa besok aku kasih hadiah ya”


Ayu yang melihat adiknya yang sedang bermain kepikiran ingin membuat kue ulangtahun bersama adiknya .


“Dek, bikin kue ulang tahun yok! Temen kakak ultah” Ajak ayu kepada Adiknya .


“Benarkah? Ayoo!!”


“Pertama siapkan bahan bahannya”


60 gram margarin


90 gram cokelat masak pekat


5 butir telur


110 gram gula pasir


½ sendok makan emulsifier (SP/TBM)


100 gram tepung terigu protein sedang


20 gram cokelat bubuk


½ sendok teh baking powder


½ sendok teh pasta coke


“pertama tama cairkan margarin dan coklat, aduk telur gula dan emulsifier sampai mengembang, tambahkan tepung terigu coklat bubuk dan baking powder diaduk sampai rata, masukkan margarin dan coklat yang dicairkan, olesi wadah rice cooker dgn margarin, saat sudah matang belah kue jadi dua bagian, olesi selai coklat lalu tumpuk dengan kue lain. Masak susu cair dengan api kompor kecil masukkan coklat pekat, tuangkan ke seluruh permukaan kue dan tunggu dingin, setelah itu kita hias dengan buah buahan karna dirumah ada sisa buah stowberrry di potong kecil dan dijadiin deh.”


“wah enak ya kak”


“iya dong pasti enak “


“Kak boleh cicip ga?”


“kaka buat 2 versi kecil ini dek buat kita”


“wahh asyikk”


“ini aku taro dulu deh buat besok”


Setelah melihat kue tersebut Ayu baru sadar apa yang ia lakukan.


“astaga ini aku beneran buat kue buat bang rama?? Ga mungkin dong aku suka sama dia astaga” ucap Ayu dalam hatinya.


“ENAKK BANGETT KAKK”


“Alhamdulillah kalo enak ga sia sia deh”


Ayu masuk ke kamarnya.


(Keesokannya di sekolah)


Kali ini Ayu berangkat menggunakan sepedanya, ayu datang sedikit pagi agar tak banyak yang melihat kalau dia membawa kue.


Disana dia sudah melihat Rama menunggu di depan kelasnya, Rama yang melihat Ayu membawa tengtengan besar langsung berlari ke arah Ayu.


“hei cewe, apa itu? Mau pangeran bantuin ga?”


“Nih buat abang”


“ah buat aku?”


“maaf telat, tapi selamat ulang tahun!”


“Ini hadiah untukku? Ahh aku berharap sekali kau tau ulang tahunku apakah ini menandakan kau menyukaiku?”


“GA TAU!”

__ADS_1


“Haha iya deh tapi makasih ya, hmm ini aku ambil ya”


“iya, aku ga tau ini enak apa ngga tapi aku biasanya membuat kue ultah untuk dijual”


“Pasti enak! Akan aku habiskan! Makasih banyak ya Ayu aku terharu T_T rasanya sangat spesial darimu tak ingin aku bagikan pada siapapun”


“jangan pelit loh”


“haha iya dehh iyaa. Ayu mau aku temani masuk ga?”


“ga usa deh bang, abang kembali aja ke kelas”


“okedeh aku mau cicip ini dengan cepat, sampai jumpa Ayuu”


“Iya”


Ayu langsung berjalan ke kelasnya dan dia baru teringat kalau Rama berjanji padanya akan meminjamkan novel masa remaja kita padanya.


“ah mungkin nanti istirahat dia kekelas ku juga”


Rama berjalan dengan sangat senang dan hati berbunga bunga hingga ia bersenandung.


“aaaaaa Ayu sangat manis deh, dia cuek tapi nampaknya dia menyukaiku. Pasti enak banget ini kue buatannya”


(dikelas Rama)


Rama membuka dan melihat isi kue tersebut terlihat sangat enak


Yang bertuliskan*Selamat ulang tahun*


“Dia sangat romantiss, kalau ga salah Ayu ulangtahunnya tanggal 23 juni ga sih”


Rama tak tahan melihat kue tersebut, akhirnya ia menggunakan sendok makan yang ia bawa karna Rama selalu membawa bekal makan.


“bismillah dari calon istri”


Saat Rama merasakannya dia sangat kaget kalau Ayu bisa membuat kue yang sangat enak yang mengingatkannya pada neneknya yang sudah meninggal.


“Rasa ini.. sangat enak! Benar benar enak! Manisnya pas, apakah dia membuatnya dengan sepenuh hati? Aku sangat senang sekali dia memang cocok dijadikan calon istri”


Karna ingin membagikannya pada keluarga, rama menaruhnya di laci. Dan dia baru teringat akan novel yang ingin ia berikan pada Ayu, rama memutuskan pergi ke kelas Ayu dan tak sengaja berpapasan dengan Rafi yang berada di kelas sebelah (9C)


“Rama..”


“maafkan aku rama, aku menyukainya saat lomba..”


“Memang benar didunia ini tak ada yang dapat dipercaya. Tapi tak apa sih kita bisa bersaing secara sehat tapi untuk berteman kita jaga jarak dulu aku masih kaget atas semua ini”


Rama langsung pergi meninggalkan Rafi seorang diri, sedangkan Rafi merasa tak enak dengan Rama tapi apalah daya dia sudah jatuh hati pada Ayu.


Di perjalanan ke kelas Ayu, Rama dipanggil Rani.


“Woy rama, mau kemana?”


“PDKT”


“Oh.. semangat ya” ucap Rani secara terpaksa


“YOI!”


Rama melanjutkan jalannya lagi karna kelasnya dan Ayu lumayan jauh dengan perasaan berbunga bunga dan berdebar debar dicampur bahagia.


(dikelas Ayu)


Rama mengintai dari kaca kelasnya ia sedang asyik ngobrol dengan teman nya.


“kapan ya kau bisa tertawa lepas begitu saat bersamaku” Renung Rama sedih melihat tawa Ayu.


Rama mengurungkan niat menemui Ayu memilih menemui Ayu saat istirahat saja karna tak mau menganggu Ayu.


“Kebahagiaannya adalah kebahagiaanku, Jika suatu hari dia tak bahagia denganku mau tak mau aku akan merelakannya. Cukup melihatnya tersenyum sudah anugrah terbesar bagiku. Ah sial aku benci jatuh cinta karna seakan akan aku bodoh, tapi udahlah sudah terlanjur.”


(bel masuk)


Mereka belajar seperti biasanya, dan saat istriahat...


Rama pun kembali menemui Ayu dan sesampainya disana Rama melihat Yoga ngobrol dengan Ayu.


Rama yang kesal akhirnya mendatangi mereka.


“hai” sapa Rama


“bang rama?”

__ADS_1


“Kalian kenapa berdua?”


“kelasku disebelah bang” Ucap Yoga


“kan disebelah bukan disini”


“Hm yasudah, yu aku kembali ke kelas ya”


“iya, sampai jumpa”


“Jangan dekat sama dia”


“kenapa emangnya?”


“Hatiku bisa sakit”


“Oh ya bang Rama kemarin janji nya mau pinjemin aku novel”


“Iya aku inget kok kalo soal kamu ga mungkin ga aku inget.ini buat kamu terserah mau kapan dikembaliin”


“makasih ya” ucap Ayu sembari tersenyum.


Rama yang melihat langsung salting tak tertolong


“k-kue mu sangat enak makasih banyak aku sangat menyukainya”


“iya sama sama, btw abang baca juga?”


“Hm aku dikasih belum dibaca sih”


“oh oke deh, apalagi bang?”


“Cuman itu?”


“maunya?”


“Ah yaudah deh aku ke kelas ya jika kau merindukanku temui aku dikelas aku akan ada”


“Dih kepedeaan”


Ayu masuk ke kelasnya.


“Dia sangat aneh bisa bersikap manis dan kadang bisa bersikap menyebalkan sekali”


Rani melihat mereka berdua dari kejauhan dengan rasa cemburu.


“aku lebih dulu mengenal Rama tapi mengapa adik kelas itu yang disukai Rama sangat menyebalkan!” Geram Ayu melihat keromantisan mereka berdua


“Sangat menyebalkan bukan?” ucap Rafi


“ada apa fi?” Tanya Rani


“Apakah kau menyukai rama?”


“Bukankah kau berteman dengannya?”


“aku menyukai Ayu, dan Rama bilang ingin bersaing denganku secara sehat. Bagaimana kalau kita kerjasama menghancurkan hubungan mereka?”


“maaf rafi tapi aku tidak seburuk itu, bagaimanapun aku tak mau menghancurkan kebahagiaan rama sedikitpun jika ia bahagia dengan Ayu tak apa mungkin Rama bukan jodohku bagiku cukup berteman dengannya sudah cukup”


“Hm iya ya”


“jika mencintai seseorang emanglah kita akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya tapi jangan sampai menjadi alasan untuk berbuat jahat pada seseorang yang ia sukai karna itu sifat kekanak-kanakan jika masih bersifat begitu lebih baik jangan pernah mencoba jatuh cinta sekalipun. Raf aku duluan ya dah”


“iya ran dah..”


Mendengar nasehat Rani, Rafi pun mulai tersadar kalau dirinya sudah jahat padahal Rama sangat baik padanya tapi teganya Rafi berbuat begitu pada Rama hanya karna cinta. Cinta tak seharusnya merusak pertemanan mereka.


“Sudahlah daripada aku bertengkar dengan Rama lebih baik aku mundur dalam mendapatkan Ayu, pertemanan lebih penting dari percintaan.”


Rafi menemui Rama di kelasnya walau dengan terpaksa Rama keluar menemui Rafi.


“kenapa?” Tanya Rama


“maafkan aku, aku akan mundur dalam menyukai Ayu dan aku serahkan dia padamu aku tak akan mendekatinya lagi menurutku dia lebih baik denganmu. Maafkan aku ma, yang sudah terjebak dalam percintaan sehingga aku melupakan pertemanan kita”


Rama tersenyum mendengar hal tersebut.


“Fi, it’s okay aku selalu memaafkanmu. Aku tak akan marah padamu, kalau begitu mari kita berteman seperti dahulu?”


“Tentu saja, Ayo!” Ucap Rafi bersemangat


Hari hari pun kembali seperti biasanya, sudah habis satu semester mereka habiskan. Kini Rama akan sangat sibuk karna akan menyiapkan kelulusannya..

__ADS_1


Tepatnya tanggal 10 Januari di hari senin tahap semester kedua.


__ADS_2