
"Arrggh ... ada apa denganku? kenapa sakit sekali? Tidak, bulan purnama belum waktunya. Mengapa serangga darah telah bereaksi?" gumam Yue Ji sembari menahan rasa sakit yang mencabik-cabik tubuhnya, dagingngnya, hingga ke tulangnya.
"Ketua, ada apa dengan Anda? Apa Anda baik-baik saja?" tanya seorang bawahan Yue Ji kala mendengar raungan Yue Ji dari luar.
BRAKKK!!!
Kala menyadari bahwa ada orang lain yang menyadari kondisinya, dengan sigap Yue Ji mengunci semua pintu dan jendela ruangannya karena tak ingin orang lain tahu tentang kondisinya dan mengetahui kelemahannya.
"Ketua, apa Anda ... ." Belum sempat bawahan Yue Ji menuntaskan perkataannya, Yue Ji bergegas memotongnya.
"Aku tidak apa-apa. Kau bisa pergi!" perintah Yue Ji dengan suara lantang dan tegas.
"Tapi Ketua, Anda terlihat ... ." Sekali lagi Yue Ji menyahut ucapannya.
"Sudah kubilang, aku baik-baik saja. Aku hanya merasa sedikit pusing. Kau bisa pergi sekarang juga!" Yue Ji mengusir bawahannya yang berada di depan pintu dengan suara tegasnya, lebih tepatnya seperti peringatan agar bawahan itu segera menjauh dari ruangan tempat Yue Ji beristirahat seorang diri.
Bawahan Yue Ji tak lagi bisa berkata-kata. Karena Yue Ji adalah ketuanya, tidak sopan jika dia terus menjawab perkataan dan perintah dari Yue Ji. Oleh sebab itu, ia pun memutuskan untuk meninggalkan Yue Ji sendiri di ruangannya, meskipun ia sangat yakin jika Yue Ji tidak sedang baik-baik saja.
"Baiklah. Maaf mengganggu Anda. Jika Anda membutuhkan sesuatu, Anda bisa memanggil kami," ucapnya.
"Tidak perlu. Aku bisa mengurus diriku sendiri," jawab Yue Ji dengan ketus. "Kau bisa pergi sekarang juga," perintahnya.
__ADS_1
"Baik," ujarnya seraya berlalu pergi meninggalkan sendiri di ruangannya.
Kala bawahan Yue Ji telah pergi, Yue Ji pun mulai menguatkan dirinya dan berusaha mengonsentrasikan pikirannya. Dia duduk bersila seraya memejamkan netranya, dengan posisi paling rileks. Ia berusaha mengatur keseimbangan energi dalam tubuhnya untuk melawan serangga darah yang mulai menggerogoti tubuhnya.
Serangga darah dalam tubuhnya tak mudah ditaklukkan. Karena kekuatan spiritual Yue Ji berasal dari darah musuhnya, maka kekuatan itu setara dengan serangga darah yang kejadian awalnya berasal dari darah musuh Yue Ji yang membusuk dan telah menyatu di dalam tubuh Yue Ji.
Tak ada cara lain untuk menaklukkan serangga darah di tubuh Yue Ji, selain dia harus menaklukkannya sendiri hingga serangga darah tak berulah. Karena kekuatan spiritual Yue Ji sama dengan kekuatan serangga darah dalam tubuhnya, maka semakin besar kekuatan Yue Ji, maka kekuatan serangga darah pun semakin kuat. Yue Ji harus meningkatkan kekuatan spiritualnya melebihi serangga darah agar dia bisa menaklukkannya. Untuk mengumpulkan kekuatan itu, tentu saja bukanlah hal yang mudah.
Yue Ji harus berkonsentrasi untuk memicu kekuatan lain di dalam tubuhnya. Ya, selain menerapkan sihir darah terlarang, Yue Ji pernah menerapkan sihir suci dari sekte aliran lurus. Namun, kedua sihir yang bertolak belakang tentu saja tak bisa bersatu di dalam satu tubuh manusia. Meskipun kultivasi Yue Ji telah mencapai tahap akhir, tetapi dia bukanlah seorang immortal sempurna. Tubuhnya tetap fana dan pasti akan mati sewaktu-waktu.
Untuk menangani serangga darah dalam tubuhnya, Yue Ji harus sampai pada tahap immortal di mana ia akan menjadi manusia yang menuju tahap keabadian. Namun sayangnya, semua sudah pasti tidak semudah itu.
Yue Ji memuntahkan banyak darah ke lantai karena kekuatan serangga darah di dalam tubuhnya melebihi energi spiritualnya. Membuka sihir lain yang terkunci di dalam tubuh Yue Ji tidaklah mudah. Diperlukan waktu yang cukup lama sampai sihir aliran kebenaran itu dapat bersatu dengan sihir darah terlarang. Namun sebelum Yue Ji berhasil mengalirkan sihir lain dalam tubuhnya, serangga darah lebih dulu mengacaukan energi spiritual sihir darah sehingga energinya semakin kacau.
"Sial! Serangga darah ini ... kau memang karma untukku, tapi tidak bisakah aku menghancurkan karma itu?!" gumam Yue Ji dengan nada bicara terbata-bata karena harus menahan rasa sakit yang membinasakan tubuhnya.
Jawabannya, tentu saja tidak. Seperti halnya energi sihir darah yang telah menyatu dalam tubuh Yue Ji, hingga memberinya kekuatan besar, serangga darah ibaratkan bagian dari energi itu. Jika serangga darah dimusnahkan dalam tubuhnya, maka sihir yang diperoleh oleh Yue Ji selama ini pasti akan lenyap.
Yue Ji yang sangat keras kepala, tak akan pernah memutuskan pilihan itu. Jika ia memusnahkan serangga darah, itu artinya dia harus merelakan kultivasi yang telah ia terapkan dengan susah payah selama ini. Dibandingkan menyelamatkan dirinya dan mengulang kembali ke awal, Yue Ji lebih tak rela jika ia harus kehilangan segalanya.
"Di mana Yue Ji? Katakan, Fu Yao ingin bertemu dengannya," pinta Fu Yao tatkala ia mendatangi kediaman Yue Ji seraya meminta penjaga gerbang kediaman untuk menyampaikan pesan kepada Yue Ji.
__ADS_1
"Maaf, kau bisa datang lain kali. Ketua saat ini tak ingin bertemu dengan siapa pun." Penjaga gerbang itu menolak mentah-mentah permintaan dari Fu Yao yang ingin bertemu dengan Yue Ji.
Fu Yao tak mengatakan apa pun. Seketika dia merasa ada sesuatu yang mengganjal.
"Katakan, Fu Yao ingin menemuinya. Yue Ji tidak pernah menolak untuk bertemu denganku," desak Fu Yao sekali lagi.
"Maaf, tapi kami hanya menjalankan perintah. Siapa pun itu, tidak doperbolehkan untuk masuk. Ketua sedang tak ingin bertemu dengan siapa pun." Sekali lagi penjaga gerbang itu menolak dengan tegas permintaan tamu dari Fu Yao.
Fu Yao menyipitkan kelopak matanya karena dia benar-benar merasa ada hal aneh dan mengganjal dari Yue Ji.
'Ada yang tidak beres. Bagaimana pun, aku tetap harus masuk dan memeriksanya seorang diri,' batin Fu Yao kekeuh. Kemudian, ia pun angkat bicara kembali, "Baiklah, jika Ketua kalian tidak ingin bertemu dengan siapa pun, aku akan datang lain kali," kata Fu Yao.
"Hati-hati di jalan," ucap penjaga gerbang itu.
Fu Yao tak mengatakan apa pun dan segera beranjak dari tempatnya. Dia berlalu pergi dan mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Yue Ji. Namun, cukup sampai di situ sandiwaranya.
Dia hanya pergi dari depan secara terang-terangan, tetapi dia tidak benar-benar pergi. Karena niatnya untuk menemui Yue Ji secara terang-terangan diurungkan, maka ia akan menemui Yue Ji dengan cara lain, yakni dengan diam-diam tanpa sepengetahuan siapa pun.
Karena gerbang depan tak mengizinkannya, maka dia harus masuk dari arah sebaliknya. Gerbang belakang kediaman Yue Ji ... Fu Yao yakin jika tak ada siapa pun yang menjaga gerbang belakang kediaman.
"Siapa di sana?!"
__ADS_1