
"Jika kau mengetahuinya, tolong rahasiakan hal ini dari siapa pun," pinta Yue Ji kepada Fu Yao dengan sungguh-sungguh seraya menatap manik mata Fu Yao dengan tatapan nanarnya.
"Hal itu memang rahasiamu, tapi juga akan menjadi kelemahanmu. Aku bukanlah orang bodoh yang akan mengungkap kelemahan teman sendiri. Kau bisa tenang. Rahasiamu aman bersamaku," kata Fu Yao berusaha menenenangkan Yue Ji.
"Terimakasih banyak. Kak Fu Yao, aku yakin kedatanganmu bukan hanya sekadar berbasa-basi menyapaku. Apa ada sesuatu yang perlu kubantu?" tanya Yue Ji tanpa berbasa-basi.
"Sebenarnya, kedatanganku pada awalnya hanya bertujuan menyapamu. Namun, karena ada satu hal yang lebih penting, sekalian aku harus mengatakannya," ujar Fu Yao.
"Hal penting? Apa itu?" tanya Yue Ji sembari mengernyitkan kedua alisnya karena dia sangat penasaran dengan satu hal yang akan dikatakan oleh Fu Yao kepadanya.
"Yue Ji, aku tebak kau sudah mendengar rumor yang beredar. Bukan begitu?" tanya Fu Yao.
Rumor yang beredar. Tak perlu waktu lama, Yue Ji dapat menebak dengan mudah perihal yang diungkapkan oleh Fu Yao kepadanya.
"Benar. Lalu? apa Pemimpin memberi perintah untuk bergerak?" tanya Yue Ji berterus terang.
"Tidak, bukan tentang hal itu," kata Fu Yao.
"Lalu?" tanya Yue Ji.
"Aku hanya ingin kau lebih berhati-hati saat kau bepergian ke luar." Fu Yao memberi perhatiannya kepada Yue Ji.
Yue Ji hanya tersenyum kecil kala menanggapi perhatian dari Fu Yao yang dia anggap terlalu berlebihan.
"Kak Fu Yao, kau pikir aku ini anak kecil, apa? aku bisa menjaga diriku sendiri. Di samping itu, siapa dari mereka yang bisa melukaiku?" ujar Yue Ji dengan percaya diri.
__ADS_1
"Aku hanya khawatir. Sekali pun kultivasimu tinggi, mereka pasti akan mencari segala cara untuk mengalahkanmu. Di samping itu, kau memiliki kelemahan yang tidak diketahui mereka. Bulan purnama sebentar lagi tiba. Pastikan kau tidak ke mana pun ketika serangga darah breaksi di tubuhmu," pesan Fu Yao. "Kalau begitu, aku pergi dulu."
Fu Yao pun beranjak dari tempatnya. Dia berbalik meninggalkan Yue Ji sendiri. Ketika dia telah selangkah berada di gerbang kediaman Yue Ji, tiba-tiba ia menghentikan langkah kakinya.
Kemudian, ia pun menoleh ke belakang seraya berkata, "Yue Ji, sekuat apa pun dirimu, di mataku kau hanyalah gadis kecil yang lemah. Dan sedewasa apa pun dirimu, bagiku kau hanyalah gadis kecil yang penuh luka," ucap Fu Yao dengan suara lantang, selang kemudian beranjak dari tempatnya meninggalkan Yue Ji.
Yue Ji mematung di tempatnya karena tertegun kala mendengar perkataan terakhir dari Fu Yao. Dia tak bisa berkata-kata dan hanya menatap tanaman mawar china yang dia petik di tangannya.
Ketika Yue Ji diselamatkan oleh Wang Hui, dia dibawa ke sekte Kerajaan Darah. Pertama kali datang ke sekte, tak ada seorang pun yang mengajak Yue Ji berbicara. Murid sekte iblis Kerajaan Darah enggan berteman dengan Yue Ji karena Yue pernah menjadi salah satu anggota sekte kebenaran. Namun, ternyata tidak semua orang berpaling darinya.
Ada seorang remaja tampan yang dengan suka hati membuka pembicaraan terlebih dahulu dengan Yue Ji. Ya, dia adalah Fu Yao. Fu Yao selangkah demi selangkah mendekati Yue Ji yang menutup diri.
Saat ini, usia Yue Ji telah menginjak 25 tahun. Ketika Yue Ji pertama kali datang ke sekte iblis kerajaan darah, dia adalah gadis remaja yang berusia 17 tahun. Sementara Fu Yao adalah remaja yang berusia 19 tahun.
Hingga pada akhirnya, perlahan-lah Yue Ji mulai membuka dirinya terhadap Fu Yao. Mereka pun berteman dan tumbuh dewasa bersama dalam pelatihan kultivasi yang ketat.
Fu Yao berkultivasi dengan cara menyerap energi jahat ke dalam pedangnya. Semakin banyak energi jahat yang terserap ke dalam pedang milik Fu Yao, maka kultivasinya akan semakin meningkat. Berbeda dengan Fu Yao, karena Yue Ji ingin menjadi kuat tak tertandingi, ia pun memutuskan untuk berkultivasi lewat jalur darah.
Namun siapa yang menyangka jika kultivasi darah adalah kultivasi yang menggerogoti tubuh tuannya sendiri? Begitulah yang dirasakan Yue Ji saat ini. Semakin banyak darah yang diserap tubuhnya, semakin tinggi kekuatan kultivasinya, maka semakin tersiksalah tubuhnya. Meskipun demikian, semua itu adalah pilihan Yue Ji yang telah ditetapkan dan tidak akan pernah berubah. Dia tidak menyesal sedikit pun.
"Pemimpin?" Fu Yao sedikit terkejut kala ia mendapat Wang Hui yang tengah duduk di salah satu bangku yang ada di dalam rumahnya.
Tampaknya, Wang Hui tengah menunggu kedatangan Fu Yao sejak tadi di dalam kediaman milik Fu Yao.
"Apa kau baru saja menemuinya?" tanya Wang Hui.
__ADS_1
"Maksud Anda ... Yue Ji?" Fu Yao sengaja melontarkan pertanyaan agar ia lebih yakin dengan dugaannya.
"Benar. Apa kau baru saja menemui Yue Ji?" tanya Wang Hui sekali lagi, lebih jelas dari pertanyaan sebelumnya.
"Benar. Aku baru saja menemuinya," jawab Fu Yao berterus terang tanpa menyembunyikan apa pun.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Wang Hui.
Sejenak Fu Yao berpikir tentang pertanyaan dari Wang Hui. 'Mungkinkah ... Pemimpin juga mengetahuinya?' batin Fu Yao bertanya-tanya.
"Kau pasti memikirkan hal yang sama denganku. Benar, aku juga mengetahuinya," ungkapnya berterus terang.
"Ternyata Pemimpin juga mengetahuinya. Sejak kapan?" tanya Fu Yao.
"Aku adalah Pemimpin sekte iblis Kerajaan darah, sekaligus atasan kalian berdua. Seorang bawahan tidak bisa menyembunyikan rahasia dari atasannya, sekali pun kalian tidak mengatakannya. Aku sudah mengetahui apa yang terjadi kepada Yue Ji sejak lama. Juga, aku pernah menyelamatkannya sekali dari ambang kematian," ujarnya.
"Mungkinkah ... Anda mengetahuinya pada saat Yue Ji hampir mati?" tanya Fu Yao karena penasaran.
Wang Hui menyeruput teh di gelasnya sebelum dia menjawab pertanyaan dari Fu Yao.
"Bahkan, jauh sebelum itu aku sudah mengetahuinya. Tidak ada yang tidak kuketahui tentang segala teknik sihir milik sekte iblis. Aku sudah mengetahuinya dari awal ketika Yue Ji memutuskan untuk menerapkan sihir darah," jelasnya.
Fu Yao terhening kala mendengarkan penjelasan dari Wang Hui. Dia mematung berdiri tegak di tempatnya berpijak seraya mengeratkan pedang di genggamannya.
"Jadi, Anda sudah mengetahuinya sejak awal. Jika Ada sudah mengetahuinya sejak awal, jadi Anda sengaja membiarkan Yue Ji memilih jalan berbahaya seperti itu?" tanya Fu Yao.
__ADS_1