KULTIVATOR MAWAR DARAH

KULTIVATOR MAWAR DARAH
MEMINTA BANTUAN


__ADS_3

“Rupanya kau benar Yue Ji. Entah mimpi apa aku semalam, seorang Yue Ji bahkan meminta bertemu dengnku,” ujar Fu Rong sembari memasang senyum misterius. Sedangkan Yue Ji sama sekali tak merespon perkataan Fu Rong karena dia menganggapnya sekadar pembukaan basa-basi. “Duduklah. Tidak sopan berdiri ketika yang lainnya sedang duduk,” perintah Fu Rong kepada Yue Ji.


“Tidak perlu. Kesopanan bagiku adalah berdiri tegak,” tolak Yue Ji dengan sikap tegasnya.


“Hekh … .” Fu Rong menyeringai kecil kala dia mendengar jawaban Yue Ji yang terdengar tidak kurang ajar menurutnya. “Baiklah, seorang Yue Ji yang mahakuat tidak selalu bertindak sesuai dengan keinginannya,” sindir Fu Rong. Ia sengaja memberi kesan sinis terhadap Yue Ji. “Katakan ... ada perlu apa sampai kau ingin bertemu denganku?” tanyanya.


“Misi dari Pemimpin. Aku membutuhkan bantuanmu,” ungkap Yue Ji tanpa bertele-tele.


“Misi dari pemimpin? Jika itu misi yang diberikan untukmu, kenapa kau perlu bantuan dariku? Apakah seorang Yue Ji perlu bantuan orang lain ketika menyelesaikan misi?” Fu Rong tak henti-hentinya menyindir Yue Ji.


“Lebih tepatnya, kali ini bukan misiku sendiri. Kak Fu Yao … .” Sontak Fu Rong melebarkan netranya kala Yue Ji menyebutkan nama Fu Yao. Yue Ji sengaja menggantung perkatannya, baru menyambungnya kembali, “Misi kali ini diberikan untuk Kak Fu Yao. Aku ingin kau membantuku untuk menjadi penjaga bayangannya,” pinta Yue Ji berterus terang.


“Urusan kalian, apa hubungannya denganku?” balas Fu Rong dengan sikap cuek. Namun, matanya tak bisa berbohong bahwa ia khawatir kala mendengar Fu Yao akan menjalankan sebuah misi.

__ADS_1


“Benarkah? Aku pikir kau tahu jika Kak Fu Yao mengidap penyakit parah sejak kecil. Misi kali ini terihat mudah. Oleh sebab itu, Pemimpin dengan sengaja memberikan misi termudah bagi Kak Fu Yao. Aku mengatakan hal ini bukan berarti meremehkan kemampuannya. Aku dan kau tahu bahwa kultivasinya tidaklah amatir. Namun, aku hanya khawatir jika penyakit jantungnya tiba-tiba kambuh ketika dia menjalankan misi. Apa kau tak ingin membantunya? Bukankah kau menyukainya?” ucap Yue Ji panjang lebar.


“Tapi dia mencintaimu!” sahut Fu Rong dengan cepat ketika Yue Ji baru saja menyelesaikan perkataannya.


Fu Rong reflek mendongakkan kepalanya, menatap wajah Yue Ji dengan tatapan terhunus. Sementara Yue Ji tak merubah sedikit pun atmosfernya. Dia berusaha bersikap setenang mungkin kala Fu Rong mengungkit satu hal yang membuatnya sempat terhenyak.


“Siapa pun berhak mencintai orang yang ingin dia cintai, dan siapa pun berhak untuk tidak mencintai orang yang mencintai siapa pun. Seperti halnya Kak Fu Yao yang mencintaiku, kau juga mencintai Kak Fu Yao, dan aku mencintai orang lain. Namun, semua itu tentang cinta. Cinta tidak pamrih, selalu memberi tanpa menuntut balasan. Bukan hanya kau saja yang sangat mencintai Kak Fu Yao, tapi aku juga pernah sangat mencintai orang lain. Sosok yang memberi cinta kasih dan kasih sayang tanpa pamrih, dan aku tidak sempat membalasnya.” Yue Ji terhening selama beberapa saat karena ia tak sanggup mengungkit sesuatu tentang cinta yang tengah dia bahas. “Sudahlah, lupakan apa yang baru saja kukatakan. Anggap saja aku tak mengatakan apa pun. Aku datang ke sini bukan untuk berbagi cerita yang tidak penting. Jika kau tidak ingin membantuku, tidak masalah. Aku meminta bantuanmu karena kali ini aku memang membutuhkan bantuan, bukan karena aku ingin mencari sensasi tentang perasaanmu dengan Kak Fu Yao. Tapi, jika kau benar-benar perduli dengan keselamatannya, aku harap kau datang membantuku,” ucap Yue Ji panjang kali lebar sebelum ia berlalu meninggalkan tempatnya.


Fu Rong terhening tanpa bisa berkata-kata. Sekujur tubuhnya terasa kaku kala ia mengingat tentang sosok Fu Yao yang pernah berada di hatinya.


Yue Ji, Fu Yao, Fu Rong, dan 2 lainnya bisa disebut ketua pemimpin organisasi dalam sekte Kerajaan Darah. Mereka adalah 5 orang yang telah berkultivasi hingga ke tahap akhir (tingkat 9) yang memiliki kekuatan tak tertandingi dan memiliki ciri khas masing-masing. Sedangkan 2 lainnya bernama Shen Yue, dan Ru Lan.


Sedangkan alasan kedatangan Yue Ji menemui Fu Rong yakni karena ia benar-benar butuh bantuannya ketika misi yang berjalan di malam bulan purnama, malam kelemahan Yue Ji. Untuk berjaga-jaga, dia ingin Fu Rong membantunya melindungi Fu Yao jika sewaktu-waktu ada serangan mendadak dari sekte kebenaran yang harus lebih diwaspadai.

__ADS_1


Yue Ji memilih Fu Rong karena dia merasa bahwa Fu Rong dapat dipercaya karena Fu Rong menganggap Fu Yao berharga baginya. Fakta bahwa Fu Yao memiliki penyakit jantung sejak kecil memang tak bisa dipungkiri. Oleh sebab itu, Fu Rong tak henti merasa cemas kala dia mendengar kabar dari Yue Ji bahwa Fu Rong akan menjalankan misi selanjutnya.


“Untuk apa aku mengkhawatirkannya? Toh dia tidak pernah mengkhawatirkanku. Justru, dia sangat membenciku. Jika aku datang membantu, dia pasti tidak akan senang,” gumam Fu Rong. Dia berbicara sendiri, mengungkapkan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak hatinya. ‘Tapi bagaimana jika sesuatu terjadi padanya? Jika dipikir, sangat mencurigakan. Yue Ji yang biasanya dapat menyelesaikan misi seorang diri, kenapa dia tiba-tiba membutuhkan bantuanku? Padahal, hanya menjadi penjaga bayangan saja,’ batinnya bertanya-tanya karena gelisah.


“Ketua.” Tiba-tiba saja Fu Rong dikagetkan karena kedatangan salah seorang bawahannya secara tiba-tiba.


“Hei, apa kau tidak bisa lebih santai? Kau mengagetkaku saja,” protes Fu Rong dengan sikap ketusnya.


“Ketua … sebenarnya, aku sudah memanggil Anda beberapa kali, tapi Anda sama sekali tak merespon panggilanku. Aku sangat khawatir ketika melihat Anda melamun. Apa Anda baik-baik saja?” tanyanya penasaran bercampur khawatir.


“Ekhem.” Fu Rong berdehem semata ingin merilekskan dirinya. “Tidak ada masalah. Aku hanya merasa sedikit bosan,” jawabnya berbohong.


“Ketua, apa yang barusan tadi itu … Yue Ji?” tanyanya dengan nada ragu.

__ADS_1


“Benar, dia Yue Ji.” Fu Rong membenarkan pertanyaan dari bawahannya.


“Yue Ji si Mawar Darah? Kalau boleh tahu, ada perlu apa dia datang menemui Anda? Ketua, jika dia mengatakan sesuatu, Anda jangan sampai terbujuk perkataannya. Bukan hanya tindakannya saja yang licik dan sadis, tapi mulutnya juga berbisa,” kata bawahan Fu Rong.


__ADS_2