
"Yue Ji, apa semua itu ulahmu? apa kau yang membunuh orang-orang sekte kebenaran itu? kenapa kau melakukannya?" tanya seorang pria paruh baya yang bertubuh bugar kepada Yue Ji.
Pria itu adalah Wang Hui, sang pemimpin sekte Kerajaan Darah. Dia adalah orang yang menampung Yue Ji dari kejaran musuh yang ingin membunuh Yue Ji kala dia difitnah dan diburu oleh orang-orang dari sekte kebenaran.
Yue Ji yang tiba-tiba saja dicecar pertanyaan oleh Wang Hui hanya bisa mengernyitkan kedua alisnya. Sesunghuhnya, dia sama sekali take mengerti alasan Wang Hui mencecar pertanyaan-pertanyaan yang tak masuk akal bagi Yue Ji.
"Pimpinan, apa maksud Anda? siapa orang yang kubunuh?" tanya Yue Ji sembari memasang wajah polos karena ia merasa bahwa tudingan kepadanya tak bisa dibenarkan.
"Bukankah itu kau? banyak saksi yang melihatmu mengejar pemuda-pemuda itu. Kenapa kau membunuh mereka? bagaimana jika mereka tidak terima dam menuntut balas? apa kau ingin menghancurkan rencana yang kita susun rapi selama ini?" Wang Hui tak henti menyalahkan Yue Ji atas perbuatan yang dituduhkan kepadanya.
Nada bicara Wang Hui sangat tegas dalam menyikapi tindakan yang dituduhkan bahwa Yue Ji yang melakukannya. Wang Hui hanya tidak ingin rencana mereka yang telah disusun dengan baik selama ini akan hancur karena beberapa kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan.
Sementara Yue Ji hanya bisa terhening seraya memeras otaknya untuk berpikir atas tuduhan-tuduhan yang diterima dari Wang Hui, atasannya.
'Pemuda dari sekte kebenaran? apa maksudnya ... pemuda yang kutemui tadi malam? apa mereka mati?" batin Yue Ji bertanya-tanya. "Pemimpin, izinkan aku bertanya. Apakah semua orang berpikir bahwa akulah orang yang membunuh pemuda-pemuda itu?" tanya Yue Ji dengan nada sopan sembari menyelidiki kejadian sebenarnya.
"Lalu, apa itu bukan kau?" tanyanya balik.
__ADS_1
Yue Ji pun bergegas menjawab, "Pemimpin, kau tahu bagaimana aku. Selama ini, aku tidak pernah membunuh siapa pun tanpa alasan jelas, sekali pun mereka menghalangi jalanku. Tapi, sepertinya kali ini aku mengerti mengapa orang-orang mengira bahwa aku yang membunuh mereka semua. Setiap kali aku bertarung dengan siapa pun, aku hanya menjatuhkan lawanku dan meninggalkannya. Tapi, siapa yang menduga jika setelah kutinggalkan, mereka semua mati. Akhirnya, aku mengerti alasan di baliknya. Sepertinya, ada orang-orang yang dengan membungkusnya dengan cara itu. Mereka ingin aku disalahkan dam semakin dibenci oleh dunia," cetus Yu Ji, memberikan penjelasan panjang dan lebar kepada Wang Hui, atasannya.
Wang Hui mendengarkan semua perkataan Yue Ji dengan seksama. Untuk saat ini, kemarahannya mulai mereda karena perkataan Yue Ji yang terdengar sangat masuk akal.
Kemudian, Wang Hui berjalan melewati Yue Ji sembari menuju ke depan jendela besi yang dibiarkan terbuka lebar.
Wang Hui berdiri di depan jendela karena tengah mencari posisi yang paling nyaman untuk membuat otaknya berpikir lebih jernih tentang penjelasan yang dikatakan oleh Yue Ji. Penjelasan Yue memang masuk akal, tetapi dia perlu memikirkan alasan mengapa ada beberapa orang yang sengaja menyalahkan Yue Ji selama ini.
"Lalu, apa alasan mereka membuatmu disalahkan oleh dunia?" tanyanya tanpa berbalik menatap Yue Ji yang berdiri di belakang sembari menatap punggung Wang Hui.
"Lalu, apa kau menyelahkanku karena hal itu?" Pertanyaan dari Wang Hui membuat Ye Ji terhenyak seketika.
Entah siapa yang harus disalahkan. Bagi Yue Ji, siapa yang salah sudah tak penting lagi. Meskipun kejadian beberapa tahun lalu membuat Yue Ji disalahkan atas segalanya, tetapi dia mulai menerima semua itu. Seharusnya, dia puas karena telah membalaskan dendamnya. Akan tetapi, hatinya tak bisa berbohong jika dia tak menginginkannya.
"Bagaimana mungkin aku menyalahkan Anda? Anda adalah orang yang menampungku dan membantuku selama ini ... saat dunia memburuku dan mengharapkanku mati," kata Yue Ji dengan nada lirih.
"Lalu, apa kau menyesal?" tanya Wang Hui. Ia terus menginterogasi Yue Ji karena ia ingin tahu apa yang dirasakan oleh Yue Ji.
__ADS_1
"Menyesal atau tidaknya, apa sekarang ... semua itu penting? Saat mereka mati, seharusnya aku juga mati pada saat itu. Dan sekarang, aku hanya hidup sebagai orang mati. Semua orang tak lagi memperdulikan bagaimana perasaanku. Jadi, untuk apa aku memperdulikan perasaan mereka? Pemimpin, aku sepenuhnya sebuah pedang milik Anda. Aku hanya akan hidup seperti itu. Sesuai dengan perintah dan segala hal yang Anda rencanakan. Ini adalah bentuk Terimakasih dan balas budiku kepada Anda," cetus Yue Ji.
Wang Hui yang memunggungi Yue Ji akhirnya berbalik menatap Yue Ji yang sengaja menundukkan wajahnya.
"Baiklah, jika itu yang kau inginkan dan kau merasa tentram hidup seperti itu. Maka, teruslah menjadi pedangku. Aku akan bertanggung jawab sepenuhnya jika pedangku terhunus kepada orang yang salah, karena aku adalah Tuan pemilik pedang. Dan juga ... aku harap pedang itu dapat kukendalikan dan tidak balas menyerang tuannya." Wang Hui memberi tekanan fatal kepada Yue Ji.
Yue Ji telah hidup seperti orang mati, karena itu dia memilih menjadi sebuah pedang. Sebuah pedang yang menuruti segala perintah dari tuannya, karena tuan adalah pengendalinya. Namun, pedang tetaplah senjata tajam yang bisa melukai orang lain, juga bisa melukai diri sendiri.
Wang Hui berharap bahwa Yue Ji akan menjadi pedang yang dapat dikendalikan dan tidak melukai tuanya, Wang Hui. Perkataan sebelumnya adalah tekanan agar Yue Ji jangan sekali-kali melakukan penghianatan kepada Wang Hui yang telah menjadikan Yue Ji sebagai pedang pelindungnya.
"Pemimpin, Anda tidak perlu cemas akan hal itu. Aku hanyalah pedang yang tak bermata dan juga tidak berhati. Benda mati tidak memiliki ambisi, termasuk pedang yang tidak memiliki roh. Anggap saja aku adalah pedang yang tak memiliki roh yang berambisi. Itulah kegunaanku bagi Anda," tutur Yue Ji dengan patuh.
Perkataan dari Yue Ji tak perlu dipertanyaan lagi oleh Wang Hui. Selama ini, Yue Ji telah dijadikan sebagai bawahan sekaligus orang kepercayaannya. Ia tak perlu lagi meragukan perkataan Yue Ji, karena mereka tengah berdua berada di kapal dengan tujuan pembalasan dendam yang sama terhadap sekte kebenaran.
Yue Ji sang wanita pembunuh bayangan yang dijuluki Ratu Iblis Mawar Darah adalah kultivator tingkat tinggi yang patuh terhadap sekte iblis Kerajaan Darah, dan hanya akan mematuhi segala perintah dari pemimpinnya. Dia tidak punya alasan untuk tidak mematuhi perintah dari Wang Hui, pemimpin sekte Iblis Kerajaan Darah.
"Lalu, aku butuh perintah bagaimana cara kita menyikapi rumor yang beredar. Mungkin, setelah terjadinya pembunuhan itu, mereka tidak akan membiarkan kita tenang," cetus Yue Ji.
__ADS_1