KULTIVATOR MAWAR DARAH

KULTIVATOR MAWAR DARAH
SERANGGA DARAH


__ADS_3

"Kita tetap harus membalaskan dendam saudara-saudara kita. Jika sekte tidak mengizinkan kita melakukannya, maka kita tetap harus melakukannya dengan cara lain. Kita harus mulai menyusun rencana untuk mengalahkan Yue Ji secara diam-diam," himbau Li Jing. "Bagaimana? apa kalian setuju dengan pendapatku? jika kalian setuju, silakan acungkan tangan. Yang tidak setuju, silakan keluar dari barisan. Karena siapa pun yang tidak setuju, mereka pengecut yang tidak memiliki keadilan terhadap saudara seperguruan." Li Jing meminta pendapat kepada saudara seperguruannya.


Li Jing adalah kakak seperguruan pertama, sekaligus senior pertama yang memimpin junior-junior. Mendapati bahwa saudara seperguruannya gugur, sebagai kakak seperguruan pertama, dia tidak terima jika ketidakadilan menimpa saudara-saudaranya.


Murid-murid itu terhening seraya berpikir keras sebelum memutuskan tindakan yang harus mereka ambil. Ada banyak murid sekte Xu Feng, sekitar 300 orang. Sementara murid-murid itu adalah murid yang berada di bawah nanungan pengajaran Guru Mo Xuan.


Murid Mo Xuan berjumlah sekitar 30 orang. Hanya murid Mo Xuan yang memiliki dendam berakar terhadap Yue Ji, karena murid-murid yang dituduhkan dibunuh oleh Yue Ji adalah murid dari Mo Xuan.


Mereka tak lain saudara seperguruan Mo Xuan yang harus mati dengan cara tragis, seperti cara Yue Ji membunuh musuh-musuhnya. Namun di sisi lain, Yue Ji membantah tuduhan itu karena ia merasa sama sekali tak menyentuh satu pun dari mereka, selain memberi mereka sedikit pelajaran, kemudian berlalu pergi meninggalkan begitu saja.


Setelah terhening beberapa lama, akhirnya salah seorang murid Mo Xuan yang bernama Feng Xi pun angkat bicara, "Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh kakak seperguruan pertama. Kita telah bersaudara sejak lama. Bagaimana mungkin kita membiarkan saudara kita mati dalam ketidakadilan, sementara kita hanya diam tanpa melakukan apa pun. Kita harus bergerak untuk membalaskan dendam saudara-saudara kita," cetusnya.


Tatkala Feng Xi membuka suara, satu persatu murid Mo Xuan pun akhirnya turut menyuarakan pendapatnua. Satu demi satu murid setuju dengan usul dari Li Jing yang mengusulkan agar mereka menyusun rencana pembalasan dendam secara diam-diam, tanpa sepengetahuan sekte.


"Aku juga setuju. Sebagai murid dari sekte kebenaran, kita tidak boleh bersikap pengecut dan tunduk karena takut dengan kekuatan sekte iblis. Kita harus membuktikan bahwa sekte kebenaran tidak selamah yang mereka kira."


"Aku ikut bersama kalian semua. Bagaimana pun, mereka adalah saudara-saudara kita. Kita semua adalah keluarga. Kita tidak bisa diam saja ketika keluarga kita menerima ketidakadilan. Aku akan ikut dan membantu dalam menyusun rencana pembalasan dendam atas nama saudara-saudara kita."

__ADS_1


"Aku juga ikut bersama dengan kalian."


"Aku juga."


"Aku juga."


Satu demi satu setuju, hingga akhirnya serempak 30 murid Mo Xuan setuju untuk menyusun rencana untuk melangsungkan pembalasan dendam.


"Terimakasih karena kalian semua setuju. Mulai saat ini, kita harus mulai menyusun strategi cara mengalahkan Yue Ji. Kita harus membunuhnya sebagai persembahan kepada saudara-saudara kita yang telah gugur," cetus Li Jing.


***


Sebagai seorang master kultivator tingkat tinggi, Yue Ji mendapat perlakuan istimewa atas prestasi yang dia capai untuk sekte iblis Kerajaan Darah. Oleh sebab itu, ia memiliki rumah atau kediaman pribadi yang cukup luas dan dihiasi dengan halaman untuknya menanam mawar china yang dijadikan sebagai senjata mautnya ketika dia bertarung.


Yue Ji menanami halaman rumahnya dengan berbagai macam tanaman mawar yang beragam. Namun, yang paling dia rawat dengan sepenuh hati adalah mawar china, karena hanya mawar china yang memiliki efek paling tinggi untuk dijadikan senjata kultivasinya.


"Yue Ji." Seseorang menyerukan namanya hingga membuat Yue Ji reflek menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


Tatkala Yue Ji mendapati sosok yang menyerukan namanya, ia pun mengernyitkan kedua alisnya seraya berucap, "Kak Fu Yao?"


"Apa yang kau lakukan?" tanya seseorang yang bernama Fu Yao semata hanya berbasa-basi.


"Tidak ada. Aku hanya memeriksa mereka semua tumbuh dengan baik atau tidak." Mereka yang dimaksud oleh Yue Ji adalah mawar china yang ia tanam.


"Yue Ji, jangan hanya sibuk dengan kultivasi dan misi saja. Kau juga harus beristirahat dan merawat dirimu sendiri. Semakin hari kau terlihat semakin kurus." Fu Yao memberi perhatian kepada Yue Ji.


Yue Ji hanya menghela nafasnya seraya berkata, "Kak Fu Yao, kau tahu sendiri ... aku adalah iblis mawar darah. Darah orang-orang yang diserap lewat minyak mawar telah menyatu dengan darahku dan membuatku semakin kuat. Oleh sebab itu ... ." Belum sempat Yue Ji menyelesaikan perkataannya, Fu Yao begitu saja menyahutnya.


"Oleh sebab itu kau perlahan menjadi semakin kurus. Yue Ji, tidak bisakah kau berhenti berkultivasi dengan cara itu. Ya, memang benar jika kekuatan yang kau dapatkan dari kultivasi itu membuat kekuatanmu semakin meningkat hebat. Tapi, jangan kira kami tidak tahu jika darah mereka selalu menyiksamu di bulan purnama. Darah itu akan menjadi serangga darah mematikan yang menggerogoti darahmu sendiri. Yue Ji, kau memang kejam terhadap orang lain, tapi kau terlalu kejam untuk dirimu sendiri," ucap Fu Yao.


Yue Ji tertegun kala ia mendengar perkataan dari Fu Yao. Ia baru sadar jika selama ini, ada orang lain yang menyadari betapa tersiksanya dirinya selain dirinya sendiri. Dan orang itu adalah Fu Yao, salah seorang yang juga telah dijadikan sebagai tangan kanan Wang Hui.


Sayangnya, di samping semua itu, Yue Ji sama sekali tak perduli. Sebelumnya dia pernah berkata bahwa dirinya telah lama mati. Dan saat ini, dia hanya hidup sebagai orang mati. Yue Ji sama sekali tak perduli betapa tersiksa dirinya selama ini, terlebih ketika serangga yang tercipta dari darah-darah membusuk milik musuh Yue Ji yang diserap ke dalam tubuh Yue Ji dan telah menyatu dengannya.


Tidak bisa dipungkiri jika Yue Ji mendapat kekuatan luar biasa dari darah-darah musuhnya yang diserap ke dalam tubuh Yue Ji. Akan tetapi, setiap orang yang menerapkan ilmu hitam pastilah harus menanggung konsekuensinya, termasuk Yue Ji.

__ADS_1


Ilmu hitam merusak tubuh, terlebih merusak hati. Ganjaran dari mendapatkan kekuatan besar itu yakni, Yue Ji harus menanggung rasa sakit yang membinasakan setiap bulan purnama ketika serangga-serangga darah itu menggerogoti darah murni milik Yue Ji. Rasa sakit itu harus Yue Ji tahan hingga purnama berakhir. Dan jika ia tak bisa menahannya, maka dia akan mati.


"Kak Fu Yao, sejak kapan kau mengetahui hal itu? Jika kau mengetahui hal itu, aku harap kau tidak memberitahunya kepada orang lain," pinta Yue Ji.


__ADS_2