
"Itu adalah pilihannya. Sudah seharusnya dia menanggung konsekuensi atas pilihannya sendiri," jawab Wang Hui tanpa berbelit-belit.
Fu Yao tak mengatakan apa pun dan hanya berdiri mematung di tempatnya, karena ia pun tak ingin membahas satu hal yang sudah jelas tidak perlu dibahas lebih lanjut.
"Pemimpin, aku tahu kedatangan Anda bukan hanya untuk membahas tentang Yue Ji. Apa ada hal lain yang harus kulakukan?" tanya Fu Yao berterus terang.
Wang Hui yang tengah duduk di salah satu kursi pun akhirnya bangkit setelah dia menghabiskan segelas teh terakhirnya. Kemudian, ia berjalan menghampiri Fu Yao dan menghentikan langkahnya tepat di hadapannya, dengan jarak sekitar 3 meter.
Wang Hui menatap lekat wajah Fu Yao seraya berkata, "Ada satu hal yang perlu kau lakukan," cetusnya.
Perkataan Wang Hui reflek membuat Fu Yao yang menundukkan wajahnya, bergesas mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Wang Hui dengan cara yang sama.
"Apa itu?" tanyanya singkat.
"Pergilah ke Gunung Tao dan rebut artefak suci milik keluarga Lian," perintah Wang Hui tanpa bertele-tele.
"Apa sudah waktunya?" tanya Fu Yao penuh dengan rasa penasaran.
"Benar, kita tidak bisa menunda waktu lebih lama lagi. 2 artefak sudah berhasil dikumpulkan oleh Yue Ji. Kita hanya perlu 5 artefak lagi agar segalanya tercapai. Target selanjutnya adalah artefak milik keluarga Lian yang tinggal di Gunung Tao. Karena bulan purnama sebentar lagi tiba, tampaknya Yue Ji tidak bisa melangsungkan misi ini. Kau ... meski sihirmu tak sekuat Yue Ji, aku percaya kau bisa melakukan tugas ini," cetusnya.
__ADS_1
"Pemimpin, percayalah padaku. Aku pasti bisa melakukan misi ini dan membawakan artefak selanjutnya ke hadapan Anda." Fu Yao berusaha meyakinkan Wang Hui bahwa dirinya bisa dipercayakan atas misi yang harus dijalankannya.
"Baiklah. Kalau begitu, kau bisa bersiap. Esok waktu bulan purnama tiba, keluarga Lian pasti akan melakukan festival malam purnama. Pada saat itu, kau berangkat dan rebut artefak itu dari tangan mereka," perintahnya dengan tegas.
"Baik! Anda tidak perlu khawatir. Misi ini, pasti akan kuselesaikan," cetus Fu Yao.
Wang Hui menepuk-nepuk bahu Fu Yao sembari berjalan melewatinya. Wang Hui telah berlalu pergi meninggalkan Fu Yao di ruangannya.
Ya, tujuan Wang Hui mendatangi Fu Yao yakni tentang memberinya misi untuk merebut artefak milik keluarga Lian yang tinggal di Gunung Tao.
Keluarga Lian adalah salah satu keluarga yang ditugaskan untuk menjaga artefak suci. Sejauh ini, sekte Kerajaan Darah telah berhasil merebut 2 artefak. Yue Ji berhasil merebut 2 artefak itu dan membantai 2 keluarga kala ia merebutnya.
Sedangkan tujuan mereka adalah mendapatkan 7 artefak yang tersebar di 7 keluarga. Karena 2 telah berhasil direbut, maka mereka hanya membutuhkan 5 lagi. Kabar tentang 2 keluarga yang dibantai oleh Yue Ji tentu saja telah tersebar hingga ke sekte kebenaran.
"2 hari lagi bulan purnama. Aku harus segera bersiap," gumam Fu Yao.
Fu Yao akhirnya beranjak dari tempatnya. Ia keluar dari ruangannya untuk mencari murid-murid sekte Kerajaan Darah yang menjadi bawahannya.
Di satu kediaman yang masih berada di wilayah sekte Kerajaan Darah, ada sebuah kediaman para murid yang ditugaskan melangsungkan misi. Sekte Kerajaan Darah berbeda dengan sekte kebenaran.
__ADS_1
Di sekte Kerajaan Darah, tidak semua murid harus turun ke lapangan untuk melangsungkan misi yang diberikan. Hanya murid-murid terkuat yang hampir berhasil berkultivasi hingga ke tingkat 9 yang akan dipilih sebagai murid terpilih yang akan melangsungkan misi.
Untuk murid seperti Fu Yao, Yue Ji, dan beberapa lainnya yang telah berkultivasi di tingkat 9 (tingkat akhir) maka mereka berhak mendapat perlakuan khusus, yakni memiliki kediaman pribadi dan beberapa murid bawahan yang akan membantu misi mereka. Murid bawahan mereka adalah murid yang terpilih untuk melangsungkan misi. Sedangkan murid lainnya yang belum masuk ke dalam kriteria, mereka hanya perlu terus berlatih hingga mereka mendapat kesempatan.
"Ketua!" sambut murid bawahan Fu Yao kala Fu Yao memasuki kediaman mereka.
"Lupakan formalitas," ujar Fu Yao kala ia meminta para murid bawahannya untuk bersikap lebih santai kepadanya.
"Ada perlu apa Ketua datang kemari?" tanya salah seorang murid yang bernama Fa Hai kepada Fu Yao.
"Aku memiliki misi untuk kalian, misi untuk kita semua," ungkap Fu Yao tanpa berbasa-basi.
"Misi? Apa ini misi pertama kita?" tanya salah seorang murid yang bernama Jin Sang.
"Benar, ini misi pertama kita. Yue Ji telah melakukan 2 misi dengan baik sebelumnya. Karena misi ini adalah misi pertama kita, kita harus melakukannya dengan baik," cetus Fu Yao, dengan tujuan memberikan dorongan dan semangat kepada murid bawahannya. "Selama ini kalian telah berlatih keras. Mari buktikan kekuatan kalian dan lakukan misi dengan baik," sambungnya.
"Aku kira, Pemimpin sekte hanya memperdulikan Yue Ji karena dia yang terhebat. Aku bahkan mengira bahwa kelompok kita tidak akan pernah digunakan selagi Yue Ji yang melakukan tugas. Ternyata, Pemimpin sekte masih perduli dengan kami," kata Tian Hai.
"Benar, aku kira latihan kita selama ini tidak berguna karena kita tidak dibutuhkan," sambung yang lain.
__ADS_1
"Selagi ada Yue Ji, semua orang di sekte ini tidak akan pernah dianggap. Padahal, awalnya dia juga berasal dari sekte kebenaran yang sudah nyata-nyata musuh kita semua."
"Jaga bicara kalian! Kedatanganku ke sini bukan untuk mengajak kalian semua bergosip. Sejak kapan pria seperti kalian memiliki banyak mulut? Apa kalian tidak malu dengan wanita yang menjadi bawahan Yue Ji, ha?!" sentak Fu Yao kepada bawahannya karena geram ketika mereka membicarakan orang lain di belakang, apalagi tentang Yue Ji. "Dengar, sebagai seorang pria yang terlatih, kalian tidak seharusnya membicarakan orang lain karena iri, bukan karena kalian bangga. Meskipun awalnya Yue Ji berasal dari sekte kebenaran, kalian jangan lupa siapa identitas aslinya. Dari awal dia sudah menjadi bagian dari kita semua. Jika kalian iri karena prestasi yang dicapai oleh Yue Ji dan bawahannya, maka buktikan kemampuan kalian. Jangan hanya banyak bicara! Meskipun mereka wanita, setidaknya mereka lebih bisa diandalkan. Kalian para pria, jangan hanya iri. Tapi, buktikan kemampuan kalian jika tidak ingin dibanding-bandingkan dengan para wanita! Paham?!"