KULTIVATOR MAWAR DARAH

KULTIVATOR MAWAR DARAH
DIVISI 2 MELANCARKAN MISI


__ADS_3

"Benar-benar. Yue Ji, apa kehebatan lebih penting daripada nyawamu sendiri?" tanya Fu Yao.


"Tentu saja! Selain kehebatanku, aku tidak memiliki apa pun di dunia ini. Semua yang kumililiki telah musnah. Aku sudah lama hidup dalam kematian. Kakak seperguruan, selain kekuatan ini, apa aku memiliki hal lain lagi?" tegas Yue Ji.


"Apa selama ini ... kau tidak pernah menganggapku bagian dari duniamu?" tanya Fu Yao dengan suara lirih karena merasa kecewa terhadap jawaban yang terlontar dari mulut Yue Ji.


Yue Ji membisu tanpa berkata-kata. Suasana keduanya menjadi sangat canggung tidak seperti sebelumnya. Yue Ji memilih untuk tetap diam karena ia tidak tahu harus memberi jawaban semacam apa kepada Fu Yao.


Sementara Fu Yao pun tak mengharap Yue Ji menjawab pertanyaannya. Tidak, sebaiknya Yue Ji tidak harus menjawab pertanyaan dari Fu Yao. Karena Fu Yao terlalu takut mendengar jawaban Yue Ji jika harus melukai perasaannya.


Namun cukup sampai di situ. Yang perlu dilakukan oleh Fu Yao saat ini adalah keselamatan Yue Ji. Keselamatan Yue Ji adalah prioritas utamanya.


Serangga darah di dalam tubuh Yue Ji benar-benar semakin sulit dikendalikan. Namun, Fu Yao tetap tidak menyerah untuk menyelamatkan Yue Ji. Fu Yao sudah seperti telah rela menukarkan nyawanya sendiri untuk menukarkan keselamatan Yue Ji.


"Kakak seperguruan, apa yang kau lakukan? mohon jangan seperti ini. Tolong hentikan. Jangan korbankan dirimu untuk menyelamatkanku. Fu Yao, hentikan! Jika kau melakukan hal ini, aku akan membencimu!" sentak Yue Ji.


Yue Ji tidak bodoh untuk merasakan kekuatan spiritual miliki Fu Yao yang perlahan mengalir kuat di dalam tubuhnya. Tindakan Fu Yao benar-benar membuat Yue Ji sangatlah murka.


Sayangnya, untuk saat ini Yue Ji tak kuasa melakukan apa pun karena Fu Yao mengunci tiap titik nadi di dalam tubuhnya, hingga membuat Yue Ji tak bisa menggerakkan tubuhnya.


"Fu Yao, hentikan! Kau pikir aku akan berterimakasih jika kau melakukan hal ini padaku?! Tidak, aku tidak akan berterimakasih sedikit pun. Justru aku akan sangat membencimu," cetus Yue Ji.

__ADS_1


"Aku tidak perlu ucapan Terimakasih darimu. Jika kau membenciku, maka baguslah. Aku tidak akan merasa bersalah atas apa pun. Di samping itu, apa kau menganggap rendah kemampuanku? Hanya mentransfer kekuatanku tidak akan membuatku mati," balas Fu Yao.


Selang beberapa saat kemudian, akhirnya Fu Yao berhenti mentransfer kekuatannya ke dalam tubuh Yue Ji. Pada saat itu juga, tubuh Yue Ji benar-benar telah membaik. Serangga darah di dalam tubuh Yue Ji berhasil ditenangkan oleh kekuatan spiritualnya.


Tubuh Fu Yao melemah kala kekuatan spiritualnya banyak tersalurkan ke dalam tubuh Yue Ji ketika menolohnya. Meskipun demikian, ia tetap bersikap tangguh seraya bangkit dari posisinya.


"Kakak seperguruan, terimakasih. Kau tidak harus melakukan hal ini untukku," kata Yue Ji tanpa menatap wajah Fu Yao sekilas pun.


"Kau tidak perlu berterimakasih. Aku adalah kakak seperguruanmu, sudah tugasku melindungi adik-adikku. Sekali pun itu bukan kau, dan jika itu orang lain, aku tetap akan melakukan hal yang sama," balas Fu Yao.


"Baguslah kalau begitu. Sebenarnya aku tidak ingin kau menolongku karena aku tidak ingin berhutang apa pun kepadamu. Tapi karena kau terlanjur menyelamatkanku, mau tidak mau aku tetap berhutang nyawa. Kakak seperguruan, aku pasti akan membalas kebaikanmu," cetus Yue Ji.


Setelah Yue Ji dapat menggerakkan tubuhnya kembali, Fu Yao pun bergegas pergi meninggalkan Yue Ji sendiri di dalam ruangannya.


"Kak Fu Yao, Terimakasih," ucap Yue Ji


Fu Yao menghentikan langkahnya tepat di depan pintu tatkala dia mendegar ucapan Terimakasih dari Yue Ji. Tanpa berbalik menanggapinya, Fu Yao kemudian berlalu melanjutkan langkahnya.


***


"Apa kalian sudah siap? jangan sampai rencana kali ini gagal karena kecerobohan tanpa persiapan. Malam ini kita harus menyelesaikan misi dari Pimpinan sekte. Keluarga Lian dari Gunung Tak adalah target kita selanjutnya," cetus Fu Yao dengan suara lantang. Ia berbicara di depan para bawahan dalam kelompoknya.

__ADS_1


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Misi ketiga sekte Kerajaan Darah akan dilaksanakan oleh Fu Yao beserta kelompok bawahannya.


Sejauh ini, sekte Kerajaan Darah telah berhasil merebut 2 artefak magis yang dilancarkan oleh Yue Ji. Namun kali ini, misi ketiga akan dilaksanakan oleh Fu Yao beserta bawahannya.


Malam bulan purnama adalah waktu yang paling pas ketika setiap orang tengah sibuk merayakan pesta Kue Bulan. Terutama Keluarga Lian yang dikenal sebagai keluarga besar yang tak pernah melewatkan acara-acara besar.


"Ketua, kami semua sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Malam ini, kita pasti akan meratakan Gunung Tao dan merebut artefak ketiga milik Keluarga Lian," cetus Xiao Yi, salah seorang bawahan Fu Yao.


"Ketua tenang saja, kita semua pasti berhasil melakukan misi kali ini. Ratakan Gunung Tao dan rebut artefak milik Keluarga Lian!" seru Jin Ping dengan membara.


Kemudian, bawahan Fu Yao lainnya pun turut berseru untuk kemenangan mereka dengan lantang. Mereka semua begitu percaya diri hingga tak sedikit pun hal yang membuat mereka takut.


"Berhenti semuanya." Ketika Fu Yao angkat bicara, seketika seluruh bawahannya pun terdiam tanpa bersuara seperti gaduhnya suara mereka sebelumnya. "Kalian bisa membuktikan kepercayaan diri kalian lewat hasil yang kalian dapatkan nanti. Jangan hanya membual dan buktikan kemampuan kalian. Kita harus bersatu agar bisa melancarkan misi kali ini. Jangan sampai kalian mempermalukanku. Bukankah kalian ingin membuktikan bahwa kalian sebagai laki-laki yang lebih kuat dari Yue Ji dan kelompoknya? maka buktikanlah ucapan kalian lewat hasil yang kalian peroleh. Ingat, sekte Kerajaan Darah tidak pernah perduli ataupun menghargai usaha yang kalian dan kita semua lakukan, tapi sekte Kerajaan Darah hanya memperdulikan hasil. Jika tidak mendapatkan hasil yang bagu, maka setiap usaha yang kita lakukan tidak ada harganya. Oleh sebab itu, tunjukkan hasil yang paling maksimal dengan usaha yang kalian lakukan selama ini. Jangan membuat usaha sia-sia dan mempermalukan diri sendiri jika tidak mendapatkan hasil terbaik," cetus Fu Yao.


"Baik!!!" jawab para bawahan Fu Yao dengan lantang.


"Kalau begitu, kita berangkat sekarang juga. Ingat, tetap jalankan sesuai rencana. Jangan sampai melakukan kesalahan, apalagi menjadi beban bagi yang lain," perintah Fu Yao.


Sekian pesan dari Fu Yao, selanjutnya semua kelompok divisi 2 dengan Fu Yao sebagai Ketua Tim akhirnya berangkat menuju Gunung Tao untuk melaksanakan misi mereka.


"Tidak mungkin. Apa mereka telah masuk ke dalam perangkap?!!"

__ADS_1


__ADS_2