KULTIVATOR MAWAR DARAH

KULTIVATOR MAWAR DARAH
MENCURIGAKAN


__ADS_3

“Benarkah?Aku lihat, dia tidak seperti yang kau katakan. Justru terkesan kurang ajar,” ucap Fu Rong berterus terang.


“Eihh … ketua mungkin tidak tahu karena baru pertama kali bertemu dengannya,” kata bawahan itu.


“Memangnya, siapa yang sering bertemu dengannya selain Kak Fu Yao? Tidak ada. Biasa, setiap orang pasti dighosipkan yang tidak-tidak, termasuk aku sendiri. Aku juga sering mendengar orang lain membicarakan keburukanku di belakang,” balas Fu Rong.


“Ngomong-ngomong, bukankah dulu Ketua sangat membencinya? Kenapa sekarang malah terkesan membelanya?” tanya bawahan itu karena penasaran.


Fu Rong bangkit dari tempatnya seraya berkata, “Kau mungkin salah paham. Aku mengatakan hal itu bukan karena aku ingin membelanya. Aku hanya tidak senang jika orang lain membicarakan sifat seseorang secara berlebihan tanpa mengenalnya terlebih dahulu,” cetus Fu Rong.


Bawahan itu tersindir tatkala Fu Rong menyinggungnya. Ia menundukkan kepalanya karena merasa malu kepada Fu Rong.


“Aku memang pernah membencinya karena dia membuatku disalahpahami. Tapi aku sadar, orang yang salah paham bukanlah dia, dan juga orang yang membuatnya salah paham bukanlah dia. Jadi, aku pikir lebih baik aku tidak perlu membencinya. Aku tidak ingin menghabiskan hidupku dengan membenci orang lain. Membenci orang lain sama dengan membenci diri sendiri, membuat diri kita sengsara, dan tidak bahagia. Juga belum tentu mereka yang kita benci merasakan sesuatu yang sama seperti kita, mungkin saja mereka lebih bahagia. Kau, jangan terlalu sibuk memikirkan urusan orang lain, apalagi memendam kebencian terhadap mereka. Lebih baik berfokuslah memperoleh kebahagiaan.” Fu Rong memberi sedikit nasihat kepada bawahannya itu.


Ketika dinasihati oleh Fu Rong, bawahan itu tak berkutik sama sekali. Dia hanya mendengarkan tanpa menjawab sedikit pun.


Hingga pada akhirnya, ia pun angkat bicara kembali, “Ketua, terimakasih karena telah mengingatkanku. Akan selalu ingat nasihat dari Anda,” ucapnya.

__ADS_1


“Baguslah. Aku menasihatimu bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi juga demi kebaikanmu. Sebagai ketua kelompok, sudah seharusnya aku melakukannya. Aku hanya tidak ingin kelompok kita retak hanya karena kebencian yang tidak diperlukan. Lebih baik kita berfokus untuk meningkatkan nilai kita,” himbaunya.


“Ketua, aku ingin bertanya satu hal lagi. Yue Ji Mawar Darah … ada perlu apa dia datang menemui Anda?” tanyanya.


Fu Rong terhening selama beberapa saat, baru kemudian menjawab pertanyaan dari bawahannya, “Sebuah misi,” jawabnya singkat.


“Sebuah misi? Kenapa dia yang menyampaikannya kepada Anda? Bukankah ... jika Pemimpin sekte memberi kita misi, Ketua akan langsung dipanggil menghadapnya?” tanyanya karena penasaran.


“Misi kali ini bukanlah misi langsung dari Pemimpin sekte,” ungkap Fu Rong.


Bawahan itu semakin tidak mengerti dengan perihal yang dimakasud oleh Fu Rong, atasannya. Karena ingin menghalau rasa penasarannya, ia pun tak segan untuk langsung bertanya kepada Fu Rong.


“Bisa dikatakan seperti itu. Anggap saja misi kali ini adalah misi secara tidak langsung karena bukan Ketua sekte yang memintaku melakukannya, melainkan Yue Ji sendiri,” ungkap Fu Rong berterus terang.


Seketika bawahan itu tercengang tatkala Fu Rong menjelaskan tentang misi yang ternyata dibawa langsung oleh Yue Ji.


“Misi dari Yue Ji? Apa yang dia inginkan? Apa dia memang memiliki kuasa untuk memerintah kepada Ketua yang memiliki posisi sejajar dengannya? Apa dia yang memerintahnya secara langsung?” cecarnya tidak terima karena tampaknya dia salah paham dengan maksud perkataan Fu Rong.

__ADS_1


“Tidak, sepertinya kau salah paham. Lebih tepatnya, dia tidak merintahku, melainkan meminta bantuanku.” Fu Rong memberi penjelasan atas perkataan yang dia ucapkan beberapa saat lalu.


Semakin dijelaskan, bawahan itu semakin tidak mengerti dan heran bercampur bingung dengan setiap perkataan yang dilontarkan oleh Fu Rong.


“Meminta bantuan? Dia? Yue Ji? Meminta bantuan kepada Anda? Apa aku tidak salah dengar? Yue Ji Mawar Darah yang memiliki kultivasi tinggi … untuk apa dia meminta bantuan kepada Anda? Selain itu, aku tidak pernah mendengar bahwa Yue Ji pernah meminta bantuan kepada orang lain. Apa orang yang baru saja mendatangi Anda adalah Yue Ji? Aku curiga jika ada seseorang yang menyamar menjadi Yue Ji dan sengaja meminta bantuan kepada Anda, tapi ternyata semua itu hanyalah jebakan. Selain pemimpin sekte sendiri, semua orang di sekte ini tidak ada yang tahu bagaimana rupa wajah Yue Ji setelah dia mengganti wajahnya dengan teknik pertukaran wajah. Bahkan, penutup wajahnya seperti mengakar di wajahnya. Dia tak pernah sekali pun melepaskannya, bahkan di kediamannya sendiri. Ketua, mohon pertimbangkan hal ini baik-baik. Kita harus berhati-hati jika saja ada jebakan tersembunyi yang tidak kita ketahui,” ucapnya panjang kali lebar seraya mengutarakan asumsinya agar Fu Rong lebih berhai-hati dengan perihal yang tengah dihadapinya saat ini.


“Benar, aku juga memikirkan hal yang sama, meski asumsiku tidak terlalu berlebihan sepertimu. Kau terlalu berlebihan menganggap dia bukan Yue Ji. Dia benar Yue Ji, firasatku sangat kuat mengatakan bahwa dia Yue Ji. Di samping itu, sekte Kerajaan Darah bukanlah sekte lemah yang bisa dimasuki sembarang penyusup yang datang untuk menyamar. Namun, ada hal yang aneh dari Yue Ji Mawar Darah. Seseorang yang tidak pernah meminta bantuan sepertinya, untuk apa meminta bantuan dariku? Dan orang yang memiliki kultivasi tinggi sepertinya, untuk apa meminta bantuan dari orang lain? Jika dipikir, detail ini benar-benar aneh,” pikir Fu Rong.


Keduanya saling terhening sembari mengaduk-aduk otaknya yang bertanya-tanya dan berasumsi segala hal yang mereka pikirkan kemungkinannya.


“Apa pun itu, sepertinya ada yang tidak beres. Apa Anda tidak berpikir bahwa permintaan bantuan dari Yue Ji sedikit mengganjal? Apa dia sengaja meminta bantuan untuk menyusun siasat liciknya? Ketua, Anda harus berhati-hati dengan Yue Ji. Dia bukanlah orang sesederhana itu,” cetus bawahan itu.


“Aku tahu apa yang harus kulakukan. Sekali pun orang terdekatku, aku selalu memasang sikap siaga, karena pengkhianat tidak berada di tempat lain, melainkan orang-orang terdekat. Bisa jadi di satu kelompok, satu sekte, atau diri kita sendiri,” kata Fu Rong.


“Jadi, apa Anda akan menuruti permintaannya? Apa Anda akan membantunya menyelesaikan


misi?” tanyanya.

__ADS_1


Fu Rong terhening seraya memikirkan hal yang jauh lebih penting dibandingkan harus berhati-hati terhadap Yue Ji. Ya, Fu Rong lebih mengkhawatirkan keselamatan Fu Yao. Jikalau ada sesuatu yang terjadi kepada Fu Yao kala Fu Rong memutuskan untuk tak membantu Yue Ji menjadi pelindung bayangan, dia mungkin akan menyesalinya seumur hidup.


“Haruskah … aku menyetujui permintaannya?” Fu Rong meminta pendapat kepada bawahannya.


__ADS_2