Kumpulan Cerita Korea

Kumpulan Cerita Korea
lost in love


__ADS_3

Bencana tsunami melanda Korea Selatan tepatnya di Distrik Bupyeong. Saat itu, keadaan sangat genting, sebuah keluarga tengah berlari menghindari ombak besar yang tiba-tiba menghantam kawasan tersebut saat pagi hari.


Para tim penyelamat berhamburan keluar menuju jalan raya untuk menyelamatkan masyarakat sekitar yang tengah panik. Suara teriakkan orang-orang dan sirine bergema di tempat itu.



“Eonnie, aku takut…” rengek Bona, adik dari seorang gadis yang tengah berjuang melawan maut


Tim penyelamat segera mendatangi keluarga itu menggunakan kendaraan besar anti tsunami dari Jepang. Mereka berhasil menarik tangan gadis malang itu, namun naasnya, orangtua dan adiknya terseret arus gelombang dahsyat dan tidak bisa diselamatkan lagi. Sementara tubuh gadis itu terbentur bangunan saat tubuhnya ditarik paksa oleh tim penyelamat. Dia pun akhirnya pingsan dengan tubuh bersimpah darah.


“Cepat, selamatkan dia!” teriak salah seorang petugas


Entah apa yang dirasakan gadis itu saat ini, bayangan putih terus menghantuinya antara hidup dan mati.


“Kami menemukannya. Dia hampir terseret gelombang itu” ujar salah seorang petugas


“Keadaannya sangat parah, aku tidak menjamin dia akan tetap hidup” jawab seorang dokter di rumah sakit tersebut


“Aku yakin dia bisa diselamatkan, Dok. Aku percaya akan keajaiban” ucap seorang pria berpakaian rapi


Dia adalah Song Yunhyeong, seorang bussinessman muda yang sukses dan tinggal di wilayah Distrik Gangnam.


Hari ini, Yunhyeong menjadi relawan untuk menolong para korban bencana, tetapi perhatiannya kini tertuju pada seorang gadis yang malang itu.


“Siapa gadis ini?” tanya Yunhyeong


“Gadis ini bernama Kim Bona. Dia berasal dari keluarga sederhana yang berumur sekitar 19 tahun dan tinggal di Distrik Bupyeong. Semua anggota keluarganya telah tewas” jelas seorang polisi kepada Yunhyeong


Mendengar semua itu, Yunhyeong tertunduk lemah dan terus memandangi wajah cantik gadis itu.


“Tuan, syukurlah kami tim medis berhasil menyelamatkan gadis ini. Tetapi dia mungkin akan koma dalam waktu yang cukup lama” kata Dokter Han sambil tersenyum


“Terima kasih, Dok. Biar semua biaya aku yang menanggung” balas Yunhyeong


“Baiklah, Tuan. Aku permisi keluar dulu” lanjut Dokter Han


Dua bulan kemudian, Yunhyeong sedang memandangi tubuh Bona yang terbaring lemah. Tiba-tiba jari-jari tangan Bona mulai bergerak, denyut jantungnya normal, dan bola matanya perlahan terbuka. Ia melihat di sekelilingnya dengan kebingungan.


“Aku ada di mana?” rintih Bona


“Kau sedang dirawat di rumah sakit” jawab seorang dokter


Tak lama, datang seorang pria tampan di ruangan itu. Dokter pun meninggalkan ruangan tersebut.


“Kau sudah sadar rupanya” ucap Yunhyeong


“Kau siapa? Di mana orangtua dan kakakku?” tanya Bona pelan


“Jika aku berkata yang sesungguhnya, apakah kau akan percaya ucapanku?” balas Yunhyeong


“Sebenarnya ada apa? Baiklah aku akan percaya padamu” lirih Bona


“Mereka semua sudah meninggal 2 bulan yang lalu dan saat itu kau masih koma. Tetapi kau tidak perlu khawatir, aku yang akan merawatmu” Yunhyeong berkata tanpa memandang mata Bona


“Apa? Tidak mungkin. Aku ingin bertemu mereka” Bona bersiap turun daru kasur


“Tetaplah di tempat ini, kau baru sadar dan masih butuh banyak istirahat” Yunhyeong mencoba menahan Bona


“Tapi aku merindukan mereka” Bona menangis pelan


“Sudah kubilang mereka sudah meninggal, kau keras kepala sekali” balas Yunhyeong hingga membuat Bona terdiam


“Maaf…” lirih Bona sambil menundukkan kepala


“Sekarang kau istirahat saja dulu, kau masih belum benar-benar sehat” lanjut Yunhyeong


“Ngomong-ngomong namamu siapa?” tanya Bona


“Panggil saja Yunhyeong. Maaf aku harus keluar karena banyak urusan pekerjaan. Nanti aku kesini lagi, sampai jumpa” balas Yunhyeong kemudian ia pergi meninggalkan ruangan itu

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 3 sore, Bona rupanya masih terlelap dalam mimpi indahnya. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan tampaklah seorang pria tampan yang tak lain adalah Yunhyeong.


“Kau masih tertidur rupanya. Jika kuperhatikan ternyata kau sangat cantik” gumamnya seraya memandangi wajah Bona


Perlahan, Bona membuka matanya tanda mulai terbangun.


“Yunhyeong?” ucap Bona seraya mengucek matanya


“Ehhh… kau sudah bangun, ya” ucap Yunhyeong kaget


“Kau tadi sedang apa?” tanya Bona


“Aku sibuk dengan pekerjaanku. Apa kau sudah makan?” balas Yunhyeong


“Tentu saja belum, sedari tadi aku tertidur. Aku lapar sekali” jawab Bona


“Kebetulan sekali aku membawa ramen untuk kita makan” ucap Yunhyeong yang mulai menyiapkan makanan


Mereka pun mulai menikmati ramen tersebut hingga habis.


“Gomawo, Yunhyeong. Kapan aku boleh pergi dari tempat ini. Aku merasa sangat bosan” kata Bona merengek


“Aku tidak tahu pasti kapan kau boleh pulang dari sini. Dokter masih menyuruhmu tetap dirawat di sini hingga benar-benar dibolehkan pulang” jelas Yunhyeong


“Bisakah aku aku pergi keluar sebentar saja untuk mencari udara segar. Bagaimana jika kita ke taman saja” pinta Bona dengan wajah manisnya yang dibalas anggukkan kepala Yunhyeong


Mereka berjalan ke taman dekat rumah sakit tersebut. Bona terlihat bahagia sekarang ini. Yunhyeong yang melihatnya pun dalam hatinya ikut bahagia.


“Kau bisa menghirup udara segar di sini” ucap Yunhyeong


Bona memejamkan matanya sambil menghirup udara segar dan menikmati tempat tersebut hingga hari mulai gelap.


“Hari sudah gelap, lebih baik kita kembali” ujar Yunhyeong


Mereka kembali ke ruang tempat Bona dirawat.


“Maaf aku harus pulang. Aku tidak bisa menemanimu lama. Sebaiknya kau istirahat saja”


Satu minggu berlalu, Yunhyeong muncul tiba-tiba di hadapan Bona sambil tersenyum.


“Selamat pagi, Bona. Aku membawa kabar baik untukmu” kata Yunhyeong


“Benarkah ada kabar baik untukku?” balas Bona tersenyum


“Kata dokter, kau boleh pulang hari ini” lanjut Yunhyeong


“Aku bersiap dulu ya, oppa”


“Akan kutunggu di luar” Yunhyeong keluar ruangan tersebut sembari menunggu Bona selesai


Bona keluar dari ruangan tersebut setelah 15 menit.


“Aku sudah siap, oppa” seru Bona


“Ayo, kita langsung ke mobil” seru Yunhyeong


Sampai di rumah Yunhyeong yang sangat besar dan mewah, mereka keluar dari mobil dan memasuki rumah.


“Wah, bagus sekali rumahmu. Apa kau tinggal sendiri di rumah sebesar ini” tanya Bona takjub


“Sejak kedua orangtuaku meninggal 3 tahun yang lalu bersama kakak perempuanku, aku sekarang hidup sendiri di rumah ini” jawab Yunhyeong pelan


“Astaga kau sama sepertiku rupanya. Aku pasti akan merepotkanmu di sini” ucap Bona menundukkan kepala


“Kau tidak merepotkanku. Justru aku senang ada seseorang yang bisa menemaniku di rumah” lanjut Yunhyeong


“Terima kasih, oppa” Bona membungkuk


“Kau bisa tidur di kamar kakakku. Sebaiknya kau bereskan dulu barang-barangmu. Aku mau keluar karena ada meeting 2 jam lagi. Kau tetap di sini menjaga rumah” jelas Yunhyeong

__ADS_1


Yunhyeong pergi meninggalkan Bona di rumah karena harus ada meeting yang sangat penting.


Hari telah sore, Yunhyeong sudah sampai di rumah setelah menyelesaikan pekerjaannya yang sangat sibuk.


“Selamat sore, Bona” teriak Yunhyeong saat memasuki rumah


“Aku ada di dapur, oppa” Bona membalas teriakkan


“Kau sedang apa?” tanya Yunhyeong saat di dapur


“Aku sedang memasak untuk makan malam kita” balas Bona


“Kalau sudah selesai, siapkan di meja makan”


“Baiklah, oppa”


Bona melanjutkan memasaknya yang sempat tertunda obrolan kecil.


Masakan telah siap dihidangkan di meja makan dengan tatanan rapi yang menggugah selera makan.


“Oppa, ayo kita makan. Makanannya sudah siap” teriak Bona dari meja makan


“Ya, aku segera ke sana” balas Yunhyeong berjalan ke meja makan


“Oppa, silahkan duduk dan makan yang banyak, ya”


“Kau masak apa malam ini” tanya Yunhyeong seraya duduk


“Aku memasak bulgogi dan bibimbap” jawab Bona


Makan malam mereka pun selesai. Sekarang mereka sedang bersantai sambil menonton acara tv.


“Aku ingin membahas tentang dirimu. Kau ini masih seorang mahasiswa di Kyunghee University, kan? Kau lanjutkan saja kuliahmu itu, biar aku yang akan membiayai semuanya” terang Yunhyeong


“Benarkah? Terima kasih, oppa” ucap Bona sambil memeluk Yunhyeong


Tiga bulan berlalu, Yunhyeong baru saja selesai bekerja dan memarkirkan mobilnya di garasi. Ia segera memasuki rumah.


“Bona, aku sudah pulang. Apa kau sudah menyiapkan makan malam?” seru Yunhyeong


Bona datang menghampiri dengan wajah yang murung. Yunhyeong yang melihatnya merasa bingung.


“Kau kenapa? Apa kau baik-baik saja?” ucap Yunhyeong seraya mengacak rambut Bona


“Jangan acak rambutku, oppa” balas Bona sedikit kesal


“Kenapa tiba-tiba jadi sensitif seperti itu, kau ada masalah apa?” Yunhyeong kebingungan


“Apa kau sudah memiliki kekasih, oppa. Aku menemukan fotomu bersama wanita di laci. Dia itu siapa?” jelas Bona


“Foto itu memang diriku bersama mantan kekasihku dulu. Aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi. Atau jangan-jangan kau menyukaiku?” jelas Yunhyeong


Seketika wajah Bona memerah, terlihat sangat malu dirinya di hadapan Yunhyeong.


“Aku memang menyukaimu, oppa” jawab Bona pelan


Yunhyeong hanya terdiam kemudian meninggalkannya ke kamar. Bona sedikit kesal, pernyataannya tidak dibalas sepatah kata pun.


Makan malam tiba, mereka makan seperti biasa namun tidak terjadi banyak pembicaraan seperti biasanya. Bona terus memperhatikan Yunhyeong yang terus melahap makanannya tanpa menoleh ke arahnya hingga makan malam selesai.


“Bona, ada hal penting yang ingin aku katakan” ucap Yunhyeong tiba-tiba


“Tentang apa?” Bona menoleh


“Sebenarnya aku juga menyukaimu sejak pertama bertemu. Apa kau mau menjadi pendamping hidupku? Menikahlah denganku” ucap Yunhyeong sambil memegang kedua tangan Bona


“Kau serius? Tentu saja aku mau menjadi pendampingmu, oppa” balas Bona sambil memeluk erat


Seminggu kemudian mereka telah selesai dalam prosesi pernikahan. Sekarang acara pesta pernikahan sedang dimulai. Para tamu undangan terlihat menikmati acara tersebut. Terlihat pula Yunhyeong dan Bona yang tersenyum bahagia. Dengan kekuatan cinta dan kasih sayang, mereka akan menghadapi kehidupan rumah tangga yang pastinya akan selalu ada beberapa masalah kecil maupun besar hingga maut menjemput nyawa mereka.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2