Kumpulan Cerita Korea

Kumpulan Cerita Korea
break up


__ADS_3

“Tidak, bukan.. Bukan begitu..” Pria itu menggeleng dan mengisyaratkan agar gadis di depannya berhenti.


“Aku salah lagi?” Tanya gadis itu. Wajahnya terlihat lelah karena berulang kali melantunkan nada yang sama tapi masih kurang sempurna juga untuk pria itu.


“Sedikit saja.. Kau harus berusaha sedikit lagi..”


“…”


“Kau bilang kau ingin menang.. Kau berubah fikiran?”


“…”


“Taeyeon-ah.. Lihat aku”


Dengan enggan gadis itu menatap pria di hadapannya. Pria yang telah banyak membantunya, mengajarinya banyak hal bahkan pria yang kini disayanginya.


“Baiklah.. Kita istirahat dulu.. Kita mau melakukan apa sekarang? Bagaimana kalau makan Ice Cream? Aku punya persediaan di kulkasku?!” Usul pria itu.


Gadis bernama Han Taeyeon itu tersenyum. Pria itu selalu saja bisa membuatnya tersenyum lagi.. Bahkan disaat paling berat untuknya sekalipun.


“Oppa..” Panggil Taeyeon ragu-ragu.


“Ya?” Pria itu berbalik untuk memandang Taeyeon.


“Gomawo..”


Pria itu menyinggingkan senyum yang menjadi favorit Taeyeon lalu beranjak ke dapur. Pria itu.. Lee Jaehyun, sepertinya Taeyeon benar-benar mencintainya.


“Tadda!! Lihat aku bawa apa?!”


Taeyeon terkejut karena lamunannya terusik oleh pria itu, namun ia langsung melebarkan senyum begitu melihat ice cream coklat yang dibawa Jaehyun.


“Gomawo..”


“Sudahlah.. Kau terlalu banyak berterima kasih..” Kata Jaehyun enteng



Hari ini cuaca Seoul cukup baik meskipun sudah mulai gelap dari suatu arah. Malam nanti pasti hujan lagi, fikir Taeyeon. Ia baru pulang les, Minggu depan rencananya ia akan mengikuti audisi di salah satu perusahaan entertainment di Korea. Hari ini melelahkan sekali, namun saat pria itu terlintas di benaknya rasa lelahnya menguap begitu saja.


“Rasanya ingin cepat sampai di rumah.. Jaehyun Oppa sedang apa ya?” Gumam Taeyeon.


Rumah Lee Jaehyun berada persis di sebelah tempat tinggalnya. Taeyeon tinggal sendirian di rumah kecil sewaan itu karena orangtuanya berada di Busan. Memikirkan pria itu membuatnya benar-benar ingin cepat sampai di rumah. Taeyeon mempercepat langkah dan sesekali tersenyum saat teringat sesuatu yang lucu pada pria itu.


Tinggal satu belokan lagi dan ia akan sampai. Ia berencana memberi kejutan pada Jaehyun, pasti pria itu tak menyangka dirinya datang karena biasanya ia belum pulang jam segini. Ia berbelok dan..


Taeyeon melihat jelas pria itu tersenyum, tapi bukan padanya, pada gadis berambut pirang yang tak jauh darinya. Taeyeon merasa air matanya mulai menggenang manakala melihat keduanya berpegangan tangan. Si gadis sepertinya hendak beranjak namun masih memegang erat tangan pria itu. Jaehyun tersenyum lagi dan kali ini gadis itu melepas tangan Jaehyun.


Sepertinya mereka tak menyadari keberadaan Taeyeon disana. Beberapa langkah kemudian gadis itu berbalik dan mencium pipi pria itu sekilas dan melambai pergi. Jaehyun membalas lambaiannya dan saat itu ia menyadari Han Taeyeon berdiri disana dan melihat semuanya.


Gadis pirang itu berjalan dan melewati Taeyeon dengan sikap biasa. Jaehyun menatap Taeyeon dengan sorot mata yang tak dapat dimengerti Taeyeon. Taeyeon merasa langkahnya berat, lututnya bergetar hebat dan rasanya ia bisa jatuh kapan saja.


Taeyeon merasa tubuhnya bergetar pandangannya mendadak buram. Bangunan di sekitanya seolah hendak ambruk menimpanya.. Dan gelap..

__ADS_1


Taeyeon mengerjap, masih nelum beradaptasi dengan cahaya yang ada. Dimana ini? Apa yang terjadi?


“Taeyeon-ah.. Kau sudah sadar?”


Taeyeon mencari asal suara itu dan mendapati Jaehyun berdiri diambang pintu dapurnya. Taeyeon mulai mengingat apa yang terjadi. Kekecewaan itu datang nyaris bersamaan saat kesadaran itu datang menghantamnya. Apa gunanya semua ini? Untuk apa berpura-pura lagi? Jelas-jelas dia tak mencintaiku..


“Kau baik-baik saja?” Taeyeon tak mendengar pria itu mendekat, namun kini ia sudah ada di samping Taeyeon yang tengah berbaring di sofa.


“Kau..” Taeyeon tercekat, tak mampu melanjutkan ucapannya.


Jaehyun diam, terlihat seperti berfikir keras. Taeyeon merasa air matanya mulai menggenang lagi.


“Sedang apa kau di rumahku?” Taeyeon berkata dengan ketus.


“Kau pingsan..”


“Wanita itu siapa? Pacarmu?” Kata Taeyeon sinis.


“Dia..”


“Sejak kapan? Apa sebelum kau mengenalku?”


“Taeyeon..”


“Diam..”


Jaehyun terdiam melihat Taeyeon yang berada di hadapannya. Gadis itu terlihat amat rapuh dan terluka. Dan ialah penyebabnya.


“Taeyeon..”


Jaehyun diam, ia tak tahu harus menjawab apa.


“Kau jahat.. Hiks.. Hiks..” Taeyeon mulai terisak.


“Aku tahu.. Maafkan aku..” Hanya itu yang mampu diucapkannya.


“Jadi selama ini kau anggap aku ini apa?!”


“Aku tak bermaksud..”


Taeyeon bangkit dari sofa-nya dengan langkah sempoyongan.


“Kau mau kemana?”


“Apa pedulimu huh?! Pria sepertimu bahkan takkan bisa menghawatirkan apapun selain dirimu sendiri!”


“Han Taeyeon”


“Apa? Kau mau apa? Selama ini kau kuanggap segalanya! Tapi kau.. Kau mengkhianatiku sialan!” Taeyeon mulai tak bisa mengendalikan ucapannya.


“Tidak.. Bukan seperti itu maksudku..”


“Aku mengerti Lee Jaehyun-ssi.. Kau bahkan tak pernah menganggapku! Kau hanya kasihan denganku.. Tak lebih..”

__ADS_1


“..”


“Kau.. Aku memberikan apapun yang kubisa.. Aku bodoh sekali.. Kenapa aku mempercayai orang sepertimu”


“Sudah cukup! Aku sudah minta maaf!” Kata Jaehyun keras.


“Kau jahat! Aku benci padamu!” Teriak Taeyeon sambil melempar selimut yang tadi menutupi tubunya.


“..” Lagi-lagi Jaehyun diam. Ia hanya mendengarkan kata-kata yang meluncur keluar dari bibir gadis itu. Ia tak membantah, karena ia tahu gadis itu memang benar. Ia memang pria brengsek.


“Pergi.. Aku tak mau melihatmu lagi..” Kata Taeyeon. Jaehyun masih diam.


“Kubilang pergi!!” Jerit Taeyeon sebari melempar benda apa saja yang ada dalam jangkauannya. Kertas, buku catatan, topi..


“Cukup..” Jaehyun menahan tangan Taeyeon yang hendak melempar setumpuk kertas padanya.


“Aku minta maaf.. Aku tahu aku jahat, aku buruk! Dan aku tak baik untukmu.. Aku minta maaf. Kurasa kita tidak cocok lagi. Mungkin di luar sana akan ada pria lain yang akan mencintaimu dengan lebih baik…” Hanya itu yang mampu ia katakan. Setelah itu ia pergi.


Taeyeon mengerjap, tubuhnya merosot dan ia terduduk lemas di lantai. Ia tak peduli dengan keadaannya yang menyedihkan dan rumahnya yang berantakan. Jaehyun pergi.. Pria itu meninggalkannya.. Seharusnya.. Seharusnya apa?! Ia bahkan tak mengerti apa yang terjadi.. Kenangan-kenangannya bersama pria itu berputar-putar di memory-nya


Taeyeon menangis malam itu, menangis hingga seluruh tubuhnya sakit dan kebas, ia menangis hingga seluruh tubuh dan hatinya mencair menjadi air mata..


Jaehyun tahu gadis itu menangis, ia benar-benar merasa bersalah.. Namun ia tak tahu cara apa yang bisa memperbaiki keadaan. yang ia tahu hanya dengan melepaskannya maka gadis itu akan bahagia..


Jaehyun menatap rumah di hadapannya, sejak malam itu ia tak pernah melihat pintu rumah itu terbuka lagi.


“Kau sedang apa?” Sebuah suara mengagetkannya.


“Oh, tidak. Aku hanya..”


“Kau mencari Taeyeon?


“..”


“Bukankah dia sudah pindah?”


“Apa?”


“Ya, dia sudah pergi, kurasa tadi pagi. Mendadak sekali. Kau tahu apa alasannya?” Tanya pria kurus itu.


“Dia mencari kebahagiaannya.. Kurasa”


5 Years Later..


Mobil hitam itu berhenti di sebuah taman kecil di dekat perumahan sederhana di pinggiran Seoul. Seorang gadis cantik berkaca mata hitam keluar dari mobil itu. Ia melangkah menembus gerimis kecil yang mulai turun.


Gadis itu menatap sekeliling dan tersenyum simpul, tak ada yang berubah. Ia berjalan mendekat pada sebuah pohon gundul di sudut taman. Ya.. Dia adalah Han Taeyeon.. Ia kini telah menjadi seorang Superstar di Korea.


Disini, ia akan selalu mengingatnya. Setiap detail hidupnya yang membuatnya menjadi seperti sekarang.


“Agassi.. Sudah waktunya pergi..” Pria itu memanggil. Taeyeon mengangguk dan kembali berjalan ke mobil hitam itu.


Baiklah ia akan bertahan, akan lebih kuatdari siapapun, ia akan meninggalkan kenangannya dan melangkah maju. Tanpa disadarinya seseorang memperhatikannya dari jauh. Dari ekspresinya melukiskan bahwa ia sedang bersedih namun ada secercah kebahagiaan disana.

__ADS_1


“Ternyata aku benar, melepasmu adalah jalan yang terbaik..” Pria itu tersenyum lalu beranjak pergi.


THE END


__ADS_2