Kumpulan Cerita Korea

Kumpulan Cerita Korea
one week dan one love jyun oppa


__ADS_3

Dengan penuh perjuangan akhirnya aku dapat paket berlibur ke Korea selama seminggu. Paket ini aku dapatkan melalui undian berhadiah di salah satu event di TV Swasta. Modal tekad ke Korea aku memenangkannya.



Ini hari pertamaku di Korea. Dengan berbekal tekad dan uang seadanya, aku tetap berangkat. Yang penting transport Pulang-pergi, makan dan tempat tinggal seminggu sudah beres. Gak perlu belanja, yang penting bisa menikmati suasana korea, batinku.


Hari ini aku mulai menyusun rute perjalanan yang akan kutempuh. Melalui peta yang sudah lama aku simpan, aku mulai mencari tempat tempat yang seru dan tempat aku menginap gak jauh dari tempat tempat itu.


“Korea memang Indah..” ucapku sambil merentangkan tangan.


Musim semi di korea membuat suasana semakin semerbak. Aku berjalan mundur dan tiba-tiba…


Bruukk… Aku terjatuh ketika bertabrakan dengan seseorang.


“Hey, aigo.. arghh..” ucap nya


“Mianhae..” ujarku gugup.


Dia menatapku lekat-lekat. Rasanya dia tau aku bukan orang Korea.


“Where do you come from?”


“I come from Indonesia. I’m sorry. I accidentally.” Ucapku sambil menundukkan kepala.


“Oke, no problem.. Tidak appa-appa..” ucapnya dengan logat korea yang kental.


Dalam hati aku tertawa mendengar bahasanya yang lucu.


“Would you like to teach me Indonesian Language?”


“Are you sure to learn my Language nation?”


“Yes, I’m sure.”


“Araeso. I want.” Ucap ku sambil tersenyum


“okelah..” sahutnya.


Kim Sang Jyun. Cowok korea yang ramah, tampan, dan 1 hal yang buat aku gak bosan pandangin wajahnya itu yah lesung pipinya.


Seminggu ini aku gak bakalan kesulitan untuk berkunjung ke tempat tempat yang asyik dan indah di korea. Sebagai imbalan mengajari nya bahasa Indonesia aku diajak berkunjung ke tempat tempat yang bagus di Korea.


Besoknya aku dan Oppa Jyun janji bertemu jam 06.00. Dia sudah standby di depan tempat aku menginap.


“Oppa Jyun, annyeongaseo..” sapaku.


“Anyeongaseo.. Chal jianeyo. And you..”


“Chal jinaeyo too Oppa. Hahahaha” aku tertawa


“Lucu?” tanyanya


Logat koreanya membuat aku semakin gemas.


“You’re so Funny, oppa” ucapku.


Dia tersenyum. Manis banget.


“Oke you can start to teach me Indonesian Language now.” Ujarnya


“Oke Oppa..” ucapku


“Cantik yah?” pancingku


“Centik?” tanyanya.


“Cantik, oppa. Beautiful.. Cantik.. C A N T I K..”


“CCaantik.. Right?”


Aku mengancungkan jari jempol.


Dia menarik hidungku.

__ADS_1


“You have Flat Nose.. Hahaha…” dia tertawa.


Aku manyun namun aku tersenyum lagi.


“You are beautiful..” bisiknya.


“Bao?”


“Anio..”


“Aish… Oppa.. Jahat..”


Dia memang bisa membuat aku nyaman meskipun baru pertama bertemu.


“Oppa, aku mau ice cream..” ujarku seakan dia sudah dekat denganku..


“Mau Ice cream?”


“Nae”


“A..yo. Lets to buy ice cream..”


Kami pergi membeli Ice Cream. Dia sudah mulai mengerti jika aku memakai bahasa Indonesia. Meskipun mengucapkan dia masih sedikit kewalahan.


Gak terasa sudah malam. Dia mengantarkan aku ke Penginapan setelah makan malam.


“See you tomorrow..”


“See you tomorrow too Oppa.. Terimakasih buat hari ini.. Aku senang sekali..”


“Sama-sama adik…”


Aku tertawa, lagi-lagi dia menarik hidungku.


“Flat Nose…” ujarnya


Aku manyun.


“Maaf, aku gemas sama kamu…” ujarnya


“Anyeongaseo..”


Dia lalu pergi, namun sesekali dia menoleh. Aku melambaikan tangan. Dia tersenyum kemudian motornya melaju meninggalkan parkiran dan menghilang dari pandanganku.


Dua hari, tiga hari bahkan sampai hari kelima aku disana kami sering bercanda ketika mengunjungi tempat-tempat yang seru di Seoul.


“Oppa, aku ingin bicara..”


“Yah, bilang saja..”


“Besok aku akan kembali ke Indonesia..”


“Araeso..” jawabnya singkat.


Dia sangat cuek hari itu. Aku gak tau dia marah atau gimana.


“Oppa..”


“Nae..”


“Aku pasti merindukanmu…” ucapku pelan


“Bao?”


“Anio..” aku tertunduk


“Naya..” panggilnya


“Nae Oppa?”


“Saranghae..”


Wajahku memerah ketika dia mengatakan itu.

__ADS_1


“Saranghae Oppa,” batinku menjawab


“Please don’t leave me alone” Dia bicara lagi.


“Mianhae Oppa. I must go to Indonesia. I must back to work.. I just have one week in here..”


Dia terlihat sedih.


“Don’t be sad, oppa..”


“Don’t go anywhere. Stay at Korea. Stay at my heart.”


“Mianhae Oppa, I must go back”


Dia hanya bisa menghela nafas panjang.


“Araeso, we end up here..” ujarnya


“Araeso.. Anyeongaseo..”


Aku berlalu meniggalkannya. Ada sakit yang kurasakan di hati ini. Perih ketika dia mengatakan hal yang seperti itu.


Esoknya aku bersiap untuk pulang ke Indonesia. AKu berangkat ke Bandara menaiki Bus way.


Aku menangis mengingat Oppa Jyun.


“I Miss you Oppa..” lirihku


Padahal aku berharap meski tidak memilikinya aku bisa melihatnya untuk terakhir kalinya sebelum aku berangkat ke Indonesia. Tetapi ucapan perpisahan itu membuat aku sakit hati dan tidak ada harapan untuk aku bertemu dengannya lagi walaupun ini kali yang terakhir.


Aku sampai di Airport namun harapanku akan kedatangan Oppa Jyun tiba-tiba muncul lagi.


“Oppa Jyun, Saranghae..” ujarku lirih..


Airmataku menetes satu persatu. Apalagi ketika panggilan terakhir untuk keberangkatan pesawat yang akan kutumpangi.


Aku sudah tidak ada harapan bertemu dengannya. Aku masuk dan duduk lemas di bangku ku.


“Oppa Jyun, Good bye. Miss u..” Ujarku sambil melayangkan kiss bye di udara melalui jendela pesawat.


“Aneh,” tiba-tiba suara yang tak asing bagiku mengejutkan aku. Aku menoleh ke samping ku. Kulihat seorang cowok memakai kaca mata hitam sedang duduk santai…


“Op..Oppa Jyun?” ujarku setengah berteriak.


Dia menutup mulutku, karena perhatian orang orang jadi tertuju pada kami.


“Kamo rebut sekali..”


“Kamu, oppa bukan kamo..” ujarku tertawa


“iya, iya ka..mu..” ujarnya


“Oppa mau kemana?” tanyaku


“Aku mau ikut kamu ke Indonesia, Aku mau la…maa..r kamu?” ujarnya dengan logat korea nya.


“Bao? Oppa Serius??”


“Yah I’ m serious.. Will you merry me?” tanyanya


“Hmm… Jawabannya nanti setelah kita sampai di rumah aku. Aku mau Oppa lamar aku di depan kedua Orangtua aku..”


“But setelah merried kita back to Korea, ok?”


Aku mengangguk. Dia merangkulku dan mencium keningku.


“Gadisku pesekku…”


“Oppa..” isakku manja.


“But, Saranghaeyo binggitzz..” ucapnya


Aku tertawa di dalam dekapannya.

__ADS_1


“Saranghae Oppa Jyun. My First and My last in my Live”


Dunia ini penuh misteri yah, banyak teka-tekinya. Aku yang merasa bakal kehilangan Oppa Jyun, malah kebalikannya. Dia bahkan akan menjadi pendamping hidupku.. Korea dan Oppa Jyun, cintaku rasanya semua lengkap. Ceritaku Happy En


__ADS_2