Kumpulan Cerita Korea

Kumpulan Cerita Korea
antara yoona dan lee


__ADS_3

“Aigoo, gimana sih. Kalau jalan itu matanya dipake dong!” kata seorang yeoja di hadapannya.


“heh, yang nabrak itu kamu bukan aku tau. Dasar cewek aneh!” balas namja itu dengan ketus dan langsung pergi meninggalkan yeoja tersebut.


“eh, namja gila. Udah salah bukannya minta maaf malah pergi pake marah-marah segala. Dasar namja gila!” pekik kesal seorang yeoja kepada namja yang telah menabraknya tadi. Dengan perasaan sangat kesal yeoja cantik dengan rambut lurus yang menjuntai di pundaknya itu membereskan bukunya sendiri dan berjalan terburu-buru masuk ke dalam kelas.



Di dalam kelas, yeoja cantik itu pun langsung duduk di bangkunya dengan muka yang masih cemberut dan kesal.


“kamu kenapa yoona? Kamu sehat kan? Nggak sakit kan yoona?” kata kim bertanya kepada sahabat baiknya itu. Ternyata, nama yeoja cantik itu adalah Park Yoona Im. Dia adalah anak kelas 2 SMA di salah satu sekolah terbaik di kota seoul. Dia juga merupakan salah satu murid paling beruntung di sekolah. Bagaimana tidak, dia mempunyai wajah yang cantik, baik, pandai dalam bidang akademik maupun non akademik. Sehingga banyak orang yang suka terhadapnya.


“Yoona, apakah kau sedang sakit?” tanya kim sekali lagi kapada yoona dengan muka yang sedikit bingung.


“hah? Maaf kim aku sedang tidak fokus. Tidak, aku tidak sakit kok. Tenang saja.” jawab yoona cepat.


“Lantas, kenapa mukamu itu cemberut sekali. Ini masih pagi, yoona” kata kim, penuh selidik.


“Aku sedang kesal terhadap seseorang namja yang aku temui tadi pagi. Dia menabrakku, lalu dia marah-marah kepadaku dan langsung meninggalkanku begitu saja. Tanpa ada kata maaf.” balas yoona.


“Tenanglah, tak usah kau pikirkan. Santai saja.” sambung kim.


“Tapi aku masih kesal terhadapnya, kim. Kesal sekali”. Balas yoona kepada sahabatnya itu. Namun, kim menjawab dan mengatakan hal yang dialami sahabatnya itu dengan santai.


Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang. Bel pelajaran pertama pun berbunyi. Semua murid masuk ke dalam kelas dan langsung duduk di bangku mereka masing-masing.

__ADS_1


“selamat pagi, anak-anak” sambut ibu guru hyung dengan berjalan santai masuk ke kelas dengan seorang anak laki-laki.


“anak-anak, hari ini ada murid baru di kelas kita. Dia merupakan murid pindahan dari Amerika. Silakan perkenalkan dirimu, nak”. Perintah ibu guru kepada anak laki-laki tersebut.


“Terima kasih bu. Halo semua, selamat pagi. Aku murid baru di sekolah ini. Namaku… Park Hoon Lee. Aku murid pindahan dari Amerika dan saya harap kalian semua mau berteman denganku. Terima kasih”. Ucap Lee terhadap teman-teman di kelas barunya.


“ok, terima kasih lee. Silakan kamu duduk di dekat bangku yoona ya” perintah ibu guru kepada park hoon lee.


“terima kasih bu” jawab lee sambil mengayunkan langkah kakinya untuk pergi duduk di bangkunya.


“hai lee, aku kim hye kyung dan ini sahabatku park yoona im. Salam kenal” ucap kim memperkenalkan dirinya terhadap lee.


“hai juga kim, yoona” jawab lee sembari tersenyum lebar.


Kim pun lantas membalas senyuman lebar lee. Namun, tidak dengan yoona. Dia malah memasang muka marah dan kesal terhadap lee. Kim pun heran melihat perlakuan sahabatnya itu.


“dia adalah orang yang membuat aku jadi begini, kim. Dia yang menabrakku tadi dan membuat moodku hancur hari ini” ucap yoona.


“Lee maksudmu?” tanya kim.


“iya, dia orangnya” jawab yoona. Belum sempat kim melontarkan pertanyaannya lagi. Ibu guru hyung pun menegur mereka berdua. Mereka pun menunda percakapannya.


Bel istirahat pun telah berbunyi dan cacing-cacing perut yoona dan kim pun berteriak meminta diisi. Kim pun lantas mengajak yoona untuk pergi ke kantin. Sesampainya di kantin mereka langsung memesan makanan. Saat yoona hendak mengambil makanannya. Tiba-tiba..


“ini makananku, aku duluan yang pesan” ucap lelaki di samping yoona dan langsung mengambil makanan yoona. Saat yoona ingin mengambil makanan itu kembali. Tiba-tiba, lee tidak sengaja menabrak yoona dan minuman yang lee bawa tumpah di baju seragam yoona. Yoona pun langsung marah habis-habisan di kantin tanpa mempedulikan suasana ramai di kantin. Akibatnya, yoona dan lee pun dihukum. Karena di sekolah akan diadakan pementasan drama akhir tahun. Jadinya, mereka berdua disuruh memerankan drama romeo dan juliet. Yoona pun tidak terima dengan hukuman yang diberikan kepadanya. Namun, dia tidak dapat melawan perintah itu. Karena, jika dia menolak. Maka, orangtuanya akan dipanggil ke sekolah. Akhirnya, yoona pun menyetujuinya.

__ADS_1


Dari pementasan drama inilah yang membuat yoona dan lee semakin dekat. Hingga suatu ketika..


“Yoona, maukah kau menjadi pacarku?” kata lee kepada yoona.


“apa? Kau bilang apa? Aku tidak sudi menjadi kekasihmu!” jawab yoona kasar terhadap lee.


“yoona, kau ini bagaimana. Seharusnya, kau itu jawab iya, Bukan tidak. Ini drama yoona, bukan kenyataan” kata lee kesal. Yoona pun hanya diam saja menahan malu dan ia tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang.


Pementasan yang ditunggu pun telah usai. Penampilan yoona dan lee sangat memukau. Karena, drama sudah selesai. Hubungan yoona dan lee pun semakin jauh. Yoona merasa ada yang hilang di kehidupannya. Tidak ada lagi tawa lee, tidak ada lagi ocehan pedas lee terhadapnya. Yoona pun merasa kesepian.


Suatu ketika, yoona sakit demam dan tidak bisa pergi ke sekolah untuk beberapa hari. Kim dan teman-teman yoona pun menjenguk yoona di rumahnya. Singkat cerita, Ibu yoona bercerita kepada kim, lee, dan yang lain bahwa yoona sering mengigau dan menyebut-nyebut nama lee. Mendengar ucapan ibu yoona, lee pun tersipu-sipu malu dan salah tingkah.


Keesokkan paginya, yoona pun kembali ke sekolah seperti biasa. Saat hendak masuk ke dalam kelas. Yoona merasa ada yang aneh. Namun, yoona menganggap itu biasa saja. Yoona pun langsung masuk ke kelas. Tiba-tiba..


“Welcome back, yoona” teriak teman-temannya satu kelas mengagetkan yoona.


“terima kasih, semua” jawab yoona terharu.


“Yoona, sini deh. Ada kejutan nih buat kamu” kata kim cepat. Namun, belum sempat yoona membalas ucapan kim. Tiba-tiba, lee masuk ke dalam kelas dengan membawa bunga dan coklat kesukaan yoona. Lalu, lee pun meraih tangan yoona dan berkata padanya.


“Yoona, maukah kau menjadi kekasihku?” ucap lee dengan perasaan yang sangat gugup. Teman-teman sekelasnya pun berteriak-teriak histeris. Namun, yoona hanya diam saja.


“Yoona, apakah kau tidak dengar ucapanku tadi?” tanya lee sekali lagi. Namun, yoona tetap saja diam. Dan pada akhirnya yoona pun menjawab pertanyaan lee.


“kali ini aku akan menjawab… Iya, lee. Aku mau menjadi pacarmu” jawab yoona seraya lee memeluknya. Takdir memang tidak pernah disangka, kita tidak akan pernah bisa mengelak. Begitu juga, dengan yoona dan lee.

__ADS_1


Tamat


__ADS_2