Kumpulan Cerita Korea

Kumpulan Cerita Korea
hallucination


__ADS_3

Bandara Incheon, 2.30 PM


Suasana Korea masih sama seperti dulu. Tidak pernah berubah dan tidak akan pernah berubah. Sama halnya seperti pria tampan asal Korea ini. Pria yang bernama lengkap Lee Hee Kyung ini kini telah kembali dari perjalanannya menempuh study di Amerika selama 10 tahun. Kini Hee kyung telah kembali menjejakkan kakinya di Korea.


Setelah menempuh perjalanan jauh Amerika-Korea, Hee Kyung langsung menuju rumah kedua orangtuanya dengan mengendarai mobil sport hitam mengkilap kebanggaannya.



“Hee Kyung-ku, kau sudah tumbuh besar dan sangat tinggi, ibu bahkan harus melihatmu seperti ini.”


Ny. Min ibunda Hee Kyung menengadahkan kepalanya agar dapat melihat jelas wajah Hee Kyung, putranya.


“Ibu, aku juga merindukanmu.” ujar Hee Kyung memeluk ibunya dengan manja.


Meja makan malam itu sangat ramai dengan pertengkaran-pertengkaran kecil antara Hee Kyung dan adiknya, Hee Rin. Hee Kyung bukanlah anak tunggal, ia memiliki seorang saudara perempuan yang masih menduduki bangku SMA.


“Oppa, aku juga ingin ke Amerika.” Rengek Hee Rin memandang makanan dihadapannya.


“Kau mimpi ya? Nilai bahasa Inggrismu saja sangat jelek.” ledek Hee Kyung meminum gelas susu miliknya.


“Kau masih saja tidak berubah. Kau menyebalkan.” balas Hee Rin meledek kakaknya. Hee Kyung hampir saja melemparkan gelasnya.


“Tapi Oppa, apa kau tau Eun Bi unnie sudah.. ”


“Benar Cha Eun Bi.”


Belum selesai Hee Rin berbicara, Hee Kyung sudah pergi meninggalkan meja makan. Raut wajahnya begitu gembira saat Hee Rin menyebutkan nama Eun Bi.


Malam itu, salju tiba-tiba turun. Meski tidak lebat, tapi tetap saja mampu membuat cuaca malam sangat dingin.


Sejak sore tadi Hee Kyung berkeliling dengan mobil kebanggannya untuk mencari seseorang yang bernama Cha Eun Bi. Dan akhirnya Hee Kyung menepikan mobilnya di pinggir jalan di seberang taman kota.


“Dimana aku harus mencari dia. Cha Eun Bi dimana kamu?”


Hee Kyung rupanya mulai putus asa mencari sosok Cha Eun Bi. tapi tiba tiba matanya melihat ke seseorang di atas ayunan di sekitar taman. Seorang gadis yang sangat mirip dengan sosok gadis yang sedang dicarinya, Cha Eun Bi.

__ADS_1


Gadis di atas ayunan otu terus saja menunduk. Gadis itu tidak memakai mantel maupun pakaian panjang disaat turun salju seperti ini. Gadis itu hanya memakai dress putih selutut, rambut panjangnya dibiarkan terurai berantakan karena tertiup angin.


Titik-titik salju yang mengenai kepalanya tiba-tiba saja terasa berhenti. Gadis itu mendongak ke atas. Sebuah payung melindungi kepalanya. Dan tentu saja seorang pria tinggi ynag memegang payung itu.


“annyeong, Cha Eun Bi..” Sapanya ramah.


Eun Bi langsung bangkit dari ayunannya dan berjalan mendekati Hee Kyung. Sudut matanya sedikit berair. Eun Bi seperti akan menangis saat melihat Hee Kyung.


“Kau.. Lee Hee Kyung? Apa kau Hee Kyung?”


Hee Kyung mengangguk dan meraih tangan Eun Bi untuk meyentuh wajahnya.


Hee Kyung merasa ada sesuatu yang janggal pada diri Eun Bi. Tangannya sangat dingin sedingin es, wajahnya begitu putih dan sangat pucat. Hee Kyung merasa sedikit sangat ketakutan saat menatap kedua bola mata Eun Bi yang begitu hitam pekat.


“Tangamu dingin sekali.” ucap Hee Kyung.


Cepat-Cepat Eun Bi menyembunyikan kedua tangannya di balik punggung.


Hee Kyung yang gentle langsung melepas mantelnya dan memakaikannya di tubuh Eun Bi.


Sedari tadi Eun Bi terus saja menatap Hee Kyung, bahkan sedetik pun Eun Bi tidak pernah melepaskan penglihatannya dari wajah Hee Kyung.


“Kenapa kau terus menatapku seperti itu?” Tanya Hee Kyung yang rupanya tersipu malu dengan pandangan Eun Bi.


“Tidak aku hanya ingin melihatmu lebih lama.” Suara lirih Eun Bi membuat Hee Kyung semakin tersipu malu.


“hool, rupanya pria tampan zaman sekarang memang sudah gila. Ngapain dia ngomong sendiri dari tadi.” Cerocos soerang wanita yang bertugas menjaga kasir sambil terus memperhatikan Hee Kyung yang sedang tersenyum-senyum.


Eun Bi melepaskan mantel Hee Kyung yang melekat di tubuhnya dan mengembalikannya pada Hee Kyung.


“Kau bisa kembalikan itu lain kali.”


“Tidak. Ini milikmu.”


ada sedikit rasa kecewa dalam hati Hee Kyung. Tapi Hee Kyung memaksakan tersenyum.

__ADS_1


“Besok ayo kita bertemu lagi.” ujar Hee Kyung.


“Mmm.. ”


Eun Bi hanya mengangguk dan menatap kepergian Hee Kyung dengan mobilnya. Setelah mobil Hee Kyung melaju agak jauh barulah Eun Bi meninggalkan tempat itu dengan menghilang seperti asap.


Sudah seminggu yang lalu pertemuan pertamanya kembali dengan Eun Bi. Namun sejak meninggalkan Eun Bi di depan cafe itu Hee Kyung tak pernah bertemu kembali dengan Eun Bi. Bahkan Eun Bi tidak pernah menghubunginya atau pun mengangkat teleponnya. Sudah diputuskan bahwa Hee Kyung akan menemui Eun Bi di rumahnya.


Keadaan rumah Eun Bi masih sama seperti dulu. Terlihat seorang pria paruh baya tengah sibuk memotong rumput panjang di halaman.


“Annyeonghasseo abeoji.” sapa Hee Kyung. Rupanya itu adalah ayah Eun Bi, Tn. Cha.


“oh.. Hee Kyung, Sudah lama tidak bertemu.”


Setelah menemui kedua orangtua Eun Bi, barulah Hee Kyung tau bahwa Eun Bi sudah meninggal dunia.


Cha Eun Bi adalah teman sekaligus cinta pertama Lee Hee Kyung saat di SMA. Eun Bi adalah gadis cantik dan baik hati. Hingga pada saat kelulusan Hee Kyung memutuskan hubungan dengan Eun Bi karena dirinya akan melanjutkan kuliah ke luar negeri. Eun Bi sangat terpukul dengan kepergian Hee Kyung keluar negeri.


Selama dua tahun lamanya, rupanya Eun Bi terserang penyakit leukimia dan harus melawan penyakitnya di rumah sakit. Dan sebelum Eun Bi menghembuskan nafas terakhirnya, Eun Bi menulis sebuah surah untuk Hee Kyung. Surat itu ber isikan,


“Lee Hee Kyung, aku akan selalu mencintaimu, aku akan berada di sisimu. Ragaku memang pergi, tapi hati dan jiwaku akan selalu bersamamu. Kelak aku takkan bisa menyentuh wajahmu lagi, dan kau juga takkan bisa melihatku lagi. Tapi kau akan merasakan bahwa aku akan selalu di sisimu. Aku mencintaimu, Hee Kyung.. ‘


Hee Kyung kini berdiri dihadapan makam seseorang. Pada batu nisan makam itu tertulis,


“Cha Eun Bi


Lahir : 08 Mei


Wafat : 26 Juni ”


“Wanita jahat.” lirih Hee Kyung.


Akhirnya Hee Kyung pun tak kuasa menahan tangisnya. Hee Kyung menangis memeluk nisan Cha Eun Bi. Tanpa bisa dilihat namun bisa dirasakan, sosok roh Eun Bi yang dikeliling cahaya putih ikut menangis dan memeluk Hee Kyung.


The End

__ADS_1


__ADS_2