
Arkan benar-benar mempersiapkan semuanya , dia mencarikan aku sebuah rumah yang tidak terlalu jauh dengan kantor dan dia juga menyuruh seorang perempuan setengah baya untuk membantuku dirumah tapi dia hanya kerja setengah hari saja , dan yang paling membuat aku bahagia adalah aku bisa berkumpul bersama kedua adik-adik ku Dimas dan putri .
Dimas kini berusia 18th dia saat ini kelas 3 SMA sebelum ini dia sekolah di pesantren dan adik kedua ku putri dia berumur 21th dia mahasiswa sastra Inggris dia juga lulusan pesantren yang sama dengan Dimas . Tapi saat kuliah dia lebih tertarik dengan sastra Inggris dan aku pun selalu mendukung yang terbaik untuk dia dengan membantu biaya pendidikannya .
Hari terus berlalu dan tanpa terasa besok adalah hari pernikahan arkan , hancur hatiku sebenarnya dan akupun harus mempercayai janji-janjinya yang berkata hanya akan berhubungan intim dengan satu wanita yaitu aku .
******************
Arkan POV
Hari ini adalah hari pernikahan ku dengan Anjani putri pengusaha sukses dari negara tetangga , aku akui Anjani mungkin terlihat lebih menggoda dibandingkan lula , mungkin karena Anjani gemar memakai pakaian yang terbuka , kalau lula memakai pakaian terbuka itu hanya untuk didepan ku kalau aku tau dia memakai nya diluar aku akan mengikatnya lagi seperti kemarin , kalau Anjani aku masa bodoh aku tidak peduli .
Selama kemarin persiapan pernikahan aku tidak pernah mau tahu dan tidak pernah merespon apapun kabar tentang acara ini dan ternyata tidak ku sangka sangat mewah , rapi dan elegan ini benar-benar selera Anjani .
Apalagi baju pengantin yang Anjani kenakan benar-benar identitas dirinya mewah , cantik dan seksi . Pasti banyak yang iri dengan ku padahal aku tidak peduli Anjani mau berbalut apapun aku lebih suka lula yang tanpa balutan sama sekali hehehe , sial disaat seperti ini pun aku terus menghayal tentang istri ku yang lain itu .
" Jan , aku ke kamar yaa aku capek ... " Kataku kepada Anjani , tanpa mendengar jawaban darinya aku langsung naik ke kamar hotel yang sudah ku pesan untuk ku . Aku lelah tapi aku rindu lula , ahh sebaiknya aku mandi lalu bergegas tidur karena besok pagi-pagi aku akan kerumah lula . Aku rindu dia .
Setelah selesai mandi saat aku ingin mengenakan pakaian tidurku , tiba-tiba ...
Cklek ...
" Lho kok kamu bisa masuk Jan ? Aku sudah pesan kamar kamu disebelah , aku capek aku mau tidur !! " Ucapku ketus
__ADS_1
" Aku cuma mau bawain kamu makanan aja sayang , kamu seharian belum makan lho , ayo cepat di makan ... " Ucapnya lembut .
" Nanti aku makan , aku belum laper cepat keluar aku mau ganti baju .. " balasku .
" Aku tuh khawatir sama kamu sayang , kamu makan dulu 3 suap baru aku keluar .. " ucap Jani sambil bergelayut manja di leherku .
" Oke .. " aku segera melepaskan pelukannya .
Setelah aku selesai makan 3 suap Jani ijin ke toilet , lalu aku buru-buru memakai baju untuk tidur tapi entah kenapa badan ku terasa panas dan tidak nyaman aku merasa butuh sentuhan aku langsung teringat lula istri ku .
Ahhhh aku semakin panas , Anjani keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe dia tersenyum menggoda ke arahku dia menghampiri ku lalu dia memeluk ku sambil memainkan jarinya di punggung ku , siiiaaalll aku mulai nyaman .
Aku melepaskan pelukannya , Jani mendorongku hingga jatuh keranjang hah aku sungguh lemah saat ini badanku tidak nyaman , Jani menjilati leherku lalu melumat bibirku aku tidak membalas membiarkan dia menikmati nya sendiri .
Ku tarik wajahnya aku putar tubuhnya hingga sekarang posisi dia ada dibawah tubuhku , ku buka bathrobe Jani dan dia benar-benar tidak memakai apapun didalamnya , hmmmm payudara nya sungguh indah lebih besar dari lula aku *** nya memainkan putingnya ..
Aku masih terus -remas payudara nya kini dua tanganku dua buah sintal putih itu , Jani mengerang semakin keras ...
" Uuuhhh hmmmm arkan ayoo buka punya kamu " Jani meminta lebih .
" Sabaaaarrr .. " ucapku
Sekarang aku mengelus-elus * nya memasukan jari telunjuk ku aku mengocoknya pelan-pelan , masih ada ruang aku masuk kan kembali jari tengah ku aku mengocoknya lebih cepat , punya Jani basah ... Jani terus mendesah-desah sambil *** payudaranya sendiri .
__ADS_1
Aku lepas kedua jariku lalu kini aku yang *** payudara nya , aku remas kuat .
" Ahhh sayang sakiiittt , masukin punya kamu sekarang please ... Kamu juga mau kan ?? " Ucap Jani .
Aku melepaskan remasan ku lalu aku menyambar jaket yang ada di sofa , aku keluar pergi dari kamar hotel meninggalkan Jani yang terlihat kaget .
" ARKAAAANNN ... BAJINGAN KAMU !!! "
Jani berteriak sangat kencang
Aku tersenyum kecil mendengar nya , dia pikir bisa mengerjai ku memasukan obat perangsang ke makanan , aku tapi sungguh-sungguh terangsang saat ini tapi aku hanya melakukan pemanasan dengan Jani aku tidak akan berhubungan intim dengan nya , karena ada yang lebih pantas mendapatkan nya .
Aku segera akan kesana melampiaskan nya .
*****************
Tok ....
Tok ....
Tok ...
" ARKAN ? " Lula kaget saat membuka pintu kamarnya , karena tadi bibi Ita yang membuka kan pintu gerbang.
__ADS_1
Aku langsung menggendong nya dan menjatuhkannya diranjang kami pun bercinta berkali-kali hingga pagi .
Terimakasih Jani karena kamu aku mempunyai keberanian mendatangi lula tanpa memikirkan yang lainnya .