Kupu-kupu

Kupu-kupu
bab 21


__ADS_3

" Gue pastiin semua akan baik-baik aja la , gue gak akan buat Lo bingung , gue gak mau Lo menderita .. "


" Thanks banget ya dik , gue seneng Lo bisa balik ... " Andika mencium puncak kepalaku , huuuufffttt itu kebiasaan arkan yang aku rindukan .


ESOKNYA ...


Andika message :


La nanti makan siang bareng yaa tapi berdua aja , plisss Jangan bilang anak-anak .


Lula message :


Ogah ahh takut gue jalan sama Lo !!


Andika message :


Yailaaa awalnya doang kali takut lama-lama juga enak hahahaha ...


Lula message :


ANDIKA LONDON BIKIN OTAK LO TAMBAH MESUM YAA ???


jam 12 tepat Andika menelpon ku dia sudah ada di lobby .


Dia sudah didepan mobil Mercedez Benz merahnya . Padahal beberapa waktu lalu kami masih menggunakan motor matic untuk bepergian .


" Motor Lo kemana dik ? " Tanya ku disela perjalanan kami .


" Ada di rumah nenek gue , oh iya nanti sore balik gawe kerumah nenek gue ya .. dia mau ketemu Lo "


" Sama anak-anak juga ? "


" Enggak la , gue sudah ijin sama anak-anak lain gue mau fokus ngurusin kita .. "


" Sori dik maksudnya kita tuh apa yaa ? " Tanya ku bingung .


" Lo masih ga ngerti juga la beneran ? " Andika menghentikan mobilnya , dia menggenggam tanganku .


" La ... Gue mau nikah sama Lo . " Dia menatapku lekat-lekat .


" Dika Lo serius mau Nerima anaknya arkan ?? "


" Iya sayaaanngg ... " Arkan tersenyum lalu kembali mengemudikan mobilnya .


********************


Sore ini saat pulang kerja Andika benar menjemput ku lagi dan kami bertemu neneknya .


Sebelumnya aku pernah bertemu juga dengan neneknya namun saat itu kami bersama dengan teman-teman yang lainnya .


Nenek Dika terlihat senang karena kedatangan ku , dia memeluk ku erat dan mencium keningku .


" Makasih ya sayang karena kamu Dika mau balik ke Jakarta lagi .. " katanya .


Setelah ngobrol cukup lama dan membicarakan masalah pernikahan kami , nenek pamit istirahat dan menyuruh bibi di rumahnya untuk menyiapkan makan malam .


Aku dan Dika pun keluar dan duduk-duduk di teras rumah nya .


" Dik keluarga Lo tau gue hamil anak arkan ? "

__ADS_1


" Kalo Lo hamil iya tapi anak gue .. " katanya santai .


" Dik Lo nikah sama gue alasannya apa ?"


" La Lo bunting jadi bego yaa ?? " Dika menoyor kepalaku lalu meninggalkan ku di teras .


" DIKAAA !!! "


Aku masih tidak percaya kalau Andika mau berkorban untuk ku dia mau menjadi ayah dari anaknya arkan .


Tapi bagaimana cara aku mulai belajar mencintainya sedangkan , perasaan aku ke arkan setiap harinya semakin dalam .


Setelah selesai makan malam Andika mengantarku pulang .


Aku mengajaknya masuk untuk bertemu kedua adikku .


Sebelumnya aku sudah mengatakan masalah pernikahan ku yang begitu mendadak melalui telepon dengan adikku dan mamaku .


Mama sangat setuju dengan pernikahan ku dengan Andika , karena mama sudah kenal Andika dan yang dia pikirkan adalah anak yang dikandung ku .


Walaupun aku menikah dengan arkan tapi aku hanya istri siri dan semua orang lebih mengenal Anjani sebagai istrinya dibandingkan aku .


" Duduk dik .. gue panggil mereka dulu "


Tidak berapa lama Dimas dan putri pun menghampiri Andika dan duduk bersama .


Kami membicarakan masalah pernikahan dan Dimas memastikan kami menikah secara agama dan negara .


Andika pun tersenyum , " pasti nya dim saya juga gak mau kalau nikah siri doang takut kakak mu kabur sama cowok lain .. hehe "


" Oh iya ada yang lupa aku kasih tahu la , setelah nikah kita tinggal di London yaa kerjaan aku masih numpuk disana .. "


Oh iya kami sepakat memanggil dengan sebutan aku kamu agar lebih terdengar sopan , sebenarnya sih bukan kesepakatan tapi paksaan Dika karena kalau tidak dia akan mengunciku dikamarnya dan menginap dirumahnya .


" Nenek udah ga bagus lho pendengaran nya dan si bibi juga pasti nurut sama aku hehehe ... " Andika tersenyum jahat .


Dan aku menurut .


" Kamu lagi hamil la , ga mau emang menikmati masa-masa kehamilan kamu .. "


Hmmmm bener juga yaa , dulu planning ku dengan arkan pun begitu .


Setelah aku hamil aku resign dari kerjaan ku lalu aku akan menjadi ibu rumah tangga .


" Client kamu tuh tar cuma anak-anak kita dan aku nta ... " Kata arkan dulu .


Aku kembali mengingat nya , dan tanpa terasa air mata sudah berada diujung mataku .


" Oke dik , aku mau .. " aku menunduk mencoba menutupi perasaan sedihku .


***************


Setelah sebulan persiapan pernikahan akhirnya besok adalah hari bahagia kami .


Tapi selama sebulan ini Andika pun terkadang sering bolak-balik Jakarta London , karena perusahaan nya memang sebenarnya tidak bisa ditinggalkan .


Pernikahan kali ini benar-benar menjadi pernikahan yang aku impikan .


Resepsi sederhana tapi terkesan romantis , resepsi ditengah perkebunan bunga dengan nuansa putih dan hijau .

__ADS_1


Saat fitting baju pengantin aku sangat bersemangat .


Andika terlihat tampan dengan setelan serba putih , wajah blasteran nya benar-benar membuat hati meleleh dan berdecak kagum .


Tadinya aku ingin menggunakan gaun tanpa lengan dan berbelahan dada rendah yang membuat ku terlihat benar-benar menawan .


Tapi Andika tidak mengijinkan dia menukar semua gaun ku yang tanpa lengan menjadi gaun yang terlihat lebih sopan .


" Kamu cantik dan gak perlu diekspos , menang banyak mereka nanti !! " Kata Andika sambil mencubit pipiku .


Tok ...


Tok ...


Tok ...


" Kaaaa ada temen Lo tuh .. " terdengar suara putri dari luar pintu kamar ku .


" Iyaa bentar gue turun .. "


Dan ternyata ..


" Rezaaaa ... "


" Hai la , apakabar ? " Reza tersenyum kepadaku .


" Baik za .. kok Lo bisa tahu rumah gue ? "


" Sori yaa la beberapa hari lalu gue pernah ngikutin Lo pulang kantor dan gue jadi tahu ini rumah Lo gue pernah ke kostan Lo tapi katanya udah lama pindah .. "


" Ohh iya sorii yaa gue ngasih undangan nya via Facebook hehehe ... "


" Gak apa-apa la , gue mau ngajak Lo keluar bentar bisa ga ? Kado buat Lo ketinggalan dirumah gue soalnya besok gue gak bisa Dateng la .. "


" Oke gue beres-beres bentar yaa "


*********


Sesampainya di rumah Reza ..


" Turun la .. " ucap Reza .


Aku memasuki rumah yang bisa dibilang lumayan besar . Rumah serba putih dan ada beberapa mobil luar dan dalam negeri .


Reza mengajak ku masuk ke sebuah ruangan dan disana ada seseorang yang sedang duduk di kursi roda sedang menatap keluar jendela .


" Permisi .. " ucap Reza .


Dan pria itu pun berbalik .


" Arkaaaannn !!! "


Tubuhku lemah aku terjatuh sambil menangis tanpa disadari .


Semua rasa bercampur aduk , yaa tuhan aku harus berbuat apa ???


permainan macam apa ini .


note : thanks reader's jangan lupa like dan komen nya yaa see you on next chapter 😘

__ADS_1


__ADS_2