
wajah andika berubah masam , didalam mobil dia tidak berkata apapun bahkan tidak menggenggam tanganku yang biasanya tidak pernah terlepas darinya .
aku enggak tahan untuk terus diam seperti ini , aku enggak mau andika cuek .
" Dik .. apa kita perlu diem-dieman begini ? aku enggak tahu kalau bisa ketemu dia apalagi dia sampai kaya gitu . "
" aku .. aku .. enggak marah kok sama kamu . " andika tetap menatap lurus kedepan dia tidak menoleh ke arahku .
" teruuss ? kenapa diemin aku gini , bahkan ngelihat aku pun enggak !! " aku merajuk , akhirnya dia menoleh ke arahku .
menggengam tanganku lalu bersandar dibahuku .
" aku takut sayang .. " suara andika hampir tak terdengar .
" apa yang kamu takutin dik ? " aku mengelus rambut hitamnya yang tebal .
" banyak , yang pasti kemunculan arkan didepan kamu mimpi buruk buat aku . cinta kamu ke aku enggak sebesar cinta kamu ke dia , iya kan ?? "
ya tuhan apa andika enggak tahu kalau aku saat ini bahkan sudah tidak ada perasaan apapun kepada arkan??satu hal yang aku ingat dari arkan hanya karena dia ayah dari eleana , tidak lebih . dan akupun masih waras untuk menjadi istri satu-satunya bukan menjadi istri kedua yang dinikahi secara siri .
" iya kan bener , tuh kamu diem !! " andika menegakkan kembali duduk nya dan kini menatapku tajam .
" Dika , apa kamu enggak pernah percaya sedikit pun sama aku ?kalau kamu enggak percaya percuma semua perbuatan aku , semua omongan aku pun enggak ada artinya di mata kamu . yang pasti dik aku sayang sama kamu , aku cinta sama kamu . walaupun semua orang bilang enggak ada manusia yang sempurna , kamu sempurna buat aku . "
entah setan atau malaikat darimana yang membimbingku bicara seperti itu tapi ya itu memang kenyataannya .
" aku percaya kamu la .. " andika pun mengecup bibirku sekilas dan mengelus-elus pipiku .
dan sepanjang perjalanan sampai kerumah nenek andika , dia terus menggengam tanganku dan sesekali menciumnya .
Rumah nenek andika
andika mengetuk pintu berkali-kali dan ternyata yang membukanya bibi dirumah nenek , nenek dika sudah tidur dari pukul delapan katanya .
pak sis pun membantu memasukkan koper lalu segera pamit pulang . setelah membersihkan diri kami pun tertidur lelap , andika sebenarnya sesekali menggoda ku tapi aku pura-pura tidak mengerti .
" mommyyy ... " yaa andika selalu memanggilku mommy setiap bercinta , terdengar lebih manja katanya dan aku harus memanggilnya daddy . hahaha bodoh ...
" hmmmm .. " aku benar-benar lelah dan mengantuk dan andika seperti robot yang tidak mengenal lelah apalagi urusan ranjang .
" ayooo mom kita belum coba dikamar aku yang ini .. "
andika mulai bermain di leherku , aku mencoba menahan nya karena rasa kantuk ku lebih kuat .
" mom , mom .. hey .. "
andika tersenyum kecut karena aku sudah tertidur .
esoknya ..
__ADS_1
tepat pukul delapan pagi aku dan andika sudah rapi , setelah berpamitan dengan nenek kami pun segera ke rumah sakit .
andika tidak menggunakan supir karena dia akan lebih nyaman berdua denganku jika tidak ada siapa-siapa , andika sempat berkata , " seandainya kemarin kita cuma berdua dan kamu bilang kamu sayang aku dan kamu bilang aku sempurna , aku enggak fikir panjang lagi buat menepikan mobil langsung ngelahap kamu kaya sandwich hehehe ... "
" MESUM " aku mencubit lengannya .
kami pun tertawa bersama .
sesampainya di lorong rumah sakit ada armand dan kak erna , dan mereka sedang duduk didepan kamar mama sambil bergenggaman tangan . kak erna menyandarkan kepalanya dibahu armand , wooowww aku ketinggalan berita sepertinya .
" ehem .. " andika mengagetkan dua orang tersebut .
" eh , blay lo kapan nyampe ? " kak erna langsung melepaskan genggamannya .
" gue udah lihat kali , gak usah dilepas hahaha ... " akupun melambaikan tangan dan kami pun masuk ke ruangan mama .
didalam kamar ini mama ditemani kedua adikku , ayah tiriku berjaga saat malam karena pagi sampai sore dia bekerja .
" mah .. " aku berlutut disamping ranjangnya , mama tersenyum . aku menciumi tangannya tak terasa airmata mengalir , belum pernah aku melihat mama selemah ini .
andika menghampiriku , dia mengelus-elus kepalaku .
" sayang , bagaimana kabar cucu cantik mama , mama kangen .. "
" el baik mah dia aku titip sama mama dika , biar aku juga nyaman urus mama .. mama cepet sembuh ya ? "
" makasih yaa nak dika , buat semua kebaikannya . mama ngerasa hutang kebahagiaan sama kamu nak .. " mama meneteskan airmata .
" mama ngomong apa sih , justru aku makasih mah sudah diijinkan menikah sama lula , aku bahagia mah bisa menikah sama lula . "
" sudah yaa mah mama rileks jangan stres , ada kami disini .. " ujarku .
" kami ijin beli makan sebentar ya mah .. "
saat keluar kamar kami menawarkan armand dan kak erna untuk makan bersama , dia menolak dia mau pamit pulang . armand sudah lega karena kami telah datang .
sebelum mencari makanan , aku menuju kasir untuk mengecek pembayaran yang belum dilunasi . dan ternyata semua sudah beres , andika bilang dia telah mentransfer sejumlah uang ke putri untuk biaya mama di rumah sakit .
" dik cari makanan di cafetaria sini aja yaa ? aku enggak mood keluar . "
" oke sayaaanngg ... "
andika sedang memesan makanan , aku memesan gado-gado . aku kangen makanan itu .
namun tak lama kemudian , aku tertegun oleh suatu pemandangan . aku melihat perempuan cantik yang tengah hamil besar menggunakan dress hitam lengan panjang sedang menikmati makanannya .
Anjani !! aku tercekat kaget , dia hamil . aku ingin menghampirinya tapi tidak mungkin karena andika pasti tidak suka . huuuffttt tapi buat apa juga aku masih mau tahu urusannya .
tak lama kemudian andika pun datang ke meja kami , dia membawakan aku air mineral .
__ADS_1
" dik besok kan mama operasi , aku nanti tidur disini ya ? "
" yakin mau tidur disini ? " kata andika lalu meneguk air mineralnya .
" iya , kenapa emang ? " tanyaku bingung .
" nanti yang jaga kan papah kamu .. hehe " andika tahu hubungan aku dan ayah tiriku tidak baik , bahkan sangat tidak baik .
" haduuuhhh , aku lupa aku enggak bisa tidur kalau enggak dipeluk kamu dik .. "
" alesan !! " aku pun terkikik .
pesanan kami pun datang , aku memesan gado-gado dan andika memesan soto betawi .
saat aku sedang menikmati makanan , ada perempuan setengah baya yang menghampiri anjani , mami arkan . berarti fix itu anak arkan , aku lega akhirnya kami sama-sama menemukan seseorang yang membahagiakan kami . dan pilihanku untuk menikah dengan andika adalah yang tepat sehingga tidak ada yang tersakiti , mungkin awalnya hati akan hancur tapi saat rasa itu tumbuh bukan hanya cinta yang didapat tapi kebahagiaan pun ikut mengiringinya .
" kamu kenapa sayang senyum-senyum sendiri ? " tanya andika .
" eh , ahh enggak suami aku ganteng banget yaa ? enggak nyangka aku .. " ucapku sambil memerhatikannya .
" jijik banget sih kamu , geli aku .. " kata andika sambil bergidik geli .
Hahaha ...
setelah selesai makan kami kembali ke ruangan rawat mama , aku membawakan makanan untuk mereka .
dimas menarik ku keluar , " kak dika aku mau ngobrol sebentar yaa sama kak lula .. "
" oke . "
setelah cukup jauh dari ruangan mama dimas pun segera bercerita .
" kak aku baru bisa jelasin sekarang karena kalau di telpon aku enggak puas , jadi siang hari sebelum mama pingsan arkan datang kak kerumah mama . dia menuduh kami nyembunyiin kakak . "
" terus mama bilang apa ? "
" mama bilang kakak sudah nikah dan jangan diganggu lagi , mama cuma mau lihat kakak bahagia dengan suaminya yang sekarang . tapi arkan ga terima kak , dia bilang ke mama kalau enggak akan ada yang bisa milikin kak lula selain dia dan kalau kak lula tetap enggak mau sama dia , kakak lebih baik mati . "
" Hah , psikopat dasar !! "
" yaa terus mama jadi kepikiran dia lemah lalu pingsan .. "
" aku harus bicara sama arkan dim .. "
" enggak usah kak , nanti kakak kenapa-kenapa atau lebih baik kakak sama kak dika ketemu nya . "
" aku takut mereka berkelahi dim , kayanya aku akan ketemu dia sendiri malam ini .. "
note : thanks yaa reader's buat waktunya jangan lupa terus like , komen dan subscribe . see you next chapter
__ADS_1