
Setelah proses operasi selesai dokter yang menangani andika keluar dari ruangan tersebut , armand dan erickson juga tian segera menghampirinya .
" bagaimana dok keadaan teman saya ?? " tanya armand cemas .
" Darah yang dikeluarkan terlalu banyak , dan pelurunya yang dibelakang kepala adalah yang paling fatal . Jadi .. " Dokter itu menghela nafas panjang .
" kenapa dok ? " tanya erickson tidak sabar .
" maaf nyawa tuan andika tidak terselamatkan , kami mohon maaf yang sebesar-besarnya .. " ujar dokter tersebut sambil menepuk pundak erickson .
armand merasakan lututnya benar-benar lemas hingga dia terduduk di lantai , dia merasa ini seperti mimpi .
andika teman baiknya yang dia anggap seperti saudara sendiri kini meninggalkan dia lebih dulu , dan meninggal dengan cara yang menyedihkan .
" AAARRRRGGGGHHHH ENGGAK MUNGKIIINNN , ANDIKA BELOM MATI !!! ARKANNN YANG HARUSNYA MATIIII , ARKAAAANNN BRENGSEEKK !! "
armand berteriak histeris sambil memukul-mukul lantai dia belum bisa menerima kepergian sahabatnya tersebut .
erickson dan tian hanya bisa memeluk armand mencoba untuk menenangkan .
sementara diruangan lain ..
" arrgghhh lenganku sakiiitt banget .. semua tubuhku juga lemas.. " batin lula dalam hati .
" Dik .. dikaaaa dikaaa .. " ucap lula lirih .
__ADS_1
" ehh kakak udah siuman , sebentar kak aku panggil dokter dulu .. " dimas pun bergegas mencari dokter untuk memeriksa kakaknya .
tak lama kemudian dokter pun datang beserta perawat dan memeriksa keadaan lula .
" alhamdulillah keadaan ibu lula sudah membaik , tinggal menunggu pemulihan saja karena kemarin banyak darah yang keluar untung kemarin adik anda ternyata bergolongan darah yang sama dengan anda .. " dokter tersebut pun segera keluar ruangan tersebut .
" dim .. dika gimana ? saat aku tak sadar aku merasa ada hal yang tidak baik terjadi ke andika .. " airmata lula meleleh seketika .
" kakak tenang dulu yaa .. kakak jangan berfikir yang aneh-aneh dulu . aku juga belum lihat keruangan kak dika . "
" aku mau lihat andika dim , please .. " lula memohon sambil terisak .
" tapi kak .. "
" ayo dim , ambil kursi roda buat aku .. "
tak lama kemudian perawat itu pun menyiapkan kursi roda dan peralatan lainnya agar lula bisa melihat andika .
belum sampai keruangan operasi andika , lula mendengar suara armand yang terdengar histeris .
ya tuhan .. semoga yang aku fikirkan tidak benar-benar terjadi , ucap lula dalam hati .
jantung qailula berdetak cepat tak karuan , dia yakin itu suara tangis histeris armand .
Dan benar saja , lula melihat armand dan tian juga beberapa perawat tengah mendorong seseorang yang ditutupi kain putih seluruh tubuhnya termasuk wajahnya .
__ADS_1
" armand .. tunggu !! " lula yang tengah duduk dikursi roda segera didorong oleh dimas agak cepat menghampiri armand .
" LULAAA ?? " armand kaget melihat keberadaan lula yang tak jauh darinya .
lula segera membuka penutup di wajah seseorang yang tadi tengah didorong andika , tian dan para perawat .
" Dikaaaaa .. "
airmata lula kembali meleleh bahkan kali ini lebih deras , wajah tampan laki-laki yang selama ini mencintainya , yang selama ini selalu menyayanginya dengan tulus dalam keadaan apapun bahkan laki-laki tersebut tidak mempermasalahkan keadaannya saat tengah hamil anak dari laki-laki lain .
" Dikaaaaa , dikaaaa ... "
tak banyak kata yang bisa diucapkan , hanya airmata yang terus mengalir tak terhenti .
" permisi bu , maaf kami mau segera mengurus jenazah secepatnya .. " ucap salah satu perawat .
" jenazah ? andika ? dia ninggalin gue mand , andika ninggalin gue mand ? "
" yaa tuhaaann lulaaaa .. "
armand segera memeluk lula erat , tian beserta perawat bergegas untuk mengurus kepulangan jenazah andika .
tangis mereka berdua pecah ..
" armand .. gue salah apa ? kenapa andika ninggalin gue ? apa dia enggak tahu kalau gue sayang banget sama dia , gue butuh dia armand .. " ucap lula sambil terisak .
__ADS_1
" Sabar yaa la , tenang gue juga sama kaya lo .. gue belom bisa kehilangan dia la , gue enggak rela !! " ucap armand .