Kupu-kupu

Kupu-kupu
bab 41


__ADS_3

Setelah proses operasi selesai dokter yang menangani andika keluar dari ruangan tersebut , armand dan erickson juga tian segera menghampirinya .


" bagaimana dok keadaan teman saya ?? " tanya armand cemas .


" Darah yang dikeluarkan terlalu banyak , dan pelurunya yang dibelakang kepala adalah yang paling fatal . Jadi .. " Dokter itu menghela nafas panjang .


" kenapa dok ? " tanya erickson tidak sabar .


" maaf nyawa tuan andika tidak terselamatkan , kami mohon maaf yang sebesar-besarnya .. " ujar dokter tersebut sambil menepuk pundak erickson .


armand merasakan lututnya benar-benar lemas hingga dia terduduk di lantai , dia merasa ini seperti mimpi .


andika teman baiknya yang dia anggap seperti saudara sendiri kini meninggalkan dia lebih dulu , dan meninggal dengan cara yang menyedihkan .


" AAARRRRGGGGHHHH ENGGAK MUNGKIIINNN , ANDIKA BELOM MATI !!! ARKANNN YANG HARUSNYA MATIIII , ARKAAAANNN BRENGSEEKK !! "


armand berteriak histeris sambil memukul-mukul lantai dia belum bisa menerima kepergian sahabatnya tersebut .


erickson dan tian hanya bisa memeluk armand mencoba untuk menenangkan .


sementara diruangan lain ..


" arrgghhh lenganku sakiiitt banget .. semua tubuhku juga lemas.. " batin lula dalam hati .


" Dik .. dikaaaa dikaaa .. " ucap lula lirih .

__ADS_1


" ehh kakak udah siuman , sebentar kak aku panggil dokter dulu .. " dimas pun bergegas mencari dokter untuk memeriksa kakaknya .


tak lama kemudian dokter pun datang beserta perawat dan memeriksa keadaan lula .


" alhamdulillah keadaan ibu lula sudah membaik , tinggal menunggu pemulihan saja karena kemarin banyak darah yang keluar untung kemarin adik anda ternyata bergolongan darah yang sama dengan anda .. " dokter tersebut pun segera keluar ruangan tersebut .


" dim .. dika gimana ? saat aku tak sadar aku merasa ada hal yang tidak baik terjadi ke andika .. " airmata lula meleleh seketika .


" kakak tenang dulu yaa .. kakak jangan berfikir yang aneh-aneh dulu . aku juga belum lihat keruangan kak dika . "


" aku mau lihat andika dim , please .. " lula memohon sambil terisak .


" tapi kak .. "


" ayo dim , ambil kursi roda buat aku .. "


tak lama kemudian perawat itu pun menyiapkan kursi roda dan peralatan lainnya agar lula bisa melihat andika .


belum sampai keruangan operasi andika , lula mendengar suara armand yang terdengar histeris .


ya tuhan .. semoga yang aku fikirkan tidak benar-benar terjadi , ucap lula dalam hati .


jantung qailula berdetak cepat tak karuan , dia yakin itu suara tangis histeris armand .


Dan benar saja , lula melihat armand dan tian juga beberapa perawat tengah mendorong seseorang yang ditutupi kain putih seluruh tubuhnya termasuk wajahnya .

__ADS_1


" armand .. tunggu !! " lula yang tengah duduk dikursi roda segera didorong oleh dimas agak cepat menghampiri armand .


" LULAAA ?? " armand kaget melihat keberadaan lula yang tak jauh darinya .


lula segera membuka penutup di wajah seseorang yang tadi tengah didorong andika , tian dan para perawat .


" Dikaaaaa .. "


airmata lula kembali meleleh bahkan kali ini lebih deras , wajah tampan laki-laki yang selama ini mencintainya , yang selama ini selalu menyayanginya dengan tulus dalam keadaan apapun bahkan laki-laki tersebut tidak mempermasalahkan keadaannya saat tengah hamil anak dari laki-laki lain .


" Dikaaaaa , dikaaaa ... "


tak banyak kata yang bisa diucapkan , hanya airmata yang terus mengalir tak terhenti .


" permisi bu , maaf kami mau segera mengurus jenazah secepatnya .. " ucap salah satu perawat .


" jenazah ? andika ? dia ninggalin gue mand , andika ninggalin gue mand ? "


" yaa tuhaaann lulaaaa .. "


armand segera memeluk lula erat , tian beserta perawat bergegas untuk mengurus kepulangan jenazah andika .


tangis mereka berdua pecah ..


" armand .. gue salah apa ? kenapa andika ninggalin gue ? apa dia enggak tahu kalau gue sayang banget sama dia , gue butuh dia armand .. " ucap lula sambil terisak .

__ADS_1


" Sabar yaa la , tenang gue juga sama kaya lo .. gue belom bisa kehilangan dia la , gue enggak rela !! " ucap armand .


__ADS_2