Kuterima Pinanganmu Dengan Bismillah

Kuterima Pinanganmu Dengan Bismillah
Hati Yang Resah Jadi Malam Yang Indah


__ADS_3

Tepat pukul dua puluh lewat tiga puluh menit. Radin pulang dari kantornya. Dia bersikap seolah-olah tidak tahu kalau dia tahu pesannya sudah dibaca olehku.


"Assalamu'alaikum. Eyza sudah tidur?" Radin mengucapkan salam lalu mengecup keningku.


"Wa'alaikum salam. Sudah, baru aja tidur, kamu baru pulang, ada lembur ?" ku jawab salam Radin.


"Iya, banyak banget kerjaan hari ini. Aku langsung ke kamar ya mau mandi," jawab Radin.


"Iya, kamu nggak makan dulu?" tanyaku.


"Aku sudah makan di kantor, tapi nanti malam aku makan lagi, takut kelaparan mau selesaikan tugas," jawab Radin lalu berlalu masuk ke dalam kamar.


Aku pun mengikuti Radin ikut masuk ke dalam kamar.


Selesai mandi dan berganti pakaian Radin melaksanakan sholat isya lalu meraih laptopnya menyelesaikan tugas kantor yang belum selesai.


Aku duduk di belakang Radin sambil memeluknya.


"Kamu terlalu sibuk akhir-akhir ini."


Radin langsung menutup laptopnya lalu berbalik menghadapkan tubuhnya ke arahku. Tepat dihadapanku, dia menatapku dalam yang hampir saja membuatku tenggelam, kemudian mencium bibirku. Semakin lama semakin dalam lalu menggendongku membawaku ke tempat tidur.


"Kamu mau ngapain?" tanyaku pura-pura tidak mengerti.


"Mau kasih Eyza Adik." Radin menjawab pertanyaanku.


"Tapi Eyza baru 7 bulan, apa dia sudah siap punya adik?" Aku bertanya lagi, namun bukan jawaban yang aku dapat malah sebuah ciuman yang membuatku tak bisa bertanya apa-apa lagi.


------------------------------------------------------------------


Tepat pukul lima lewat tiga puluh menit kami terbangun.


"Sayang, kamu nggak kerja?" Aku coba membangunkan Radin sambil ku tepuk-tepuk pipinya dengan lembut.


"Heummmm aku masih ngantuk," jawab Radin dengan mata yang masih terpejam.


"Tapi sekarang sudah jam setengah enam," jawabku mengagetkan dia.


"Astagfirulloh, tugas kantorku belum selesai," jawab Radin dengan tergesa-gesa, lalu bangun dan langsung pergi ke kamar mandi.


Selesai mandi dan sholat shubuh Radin langsung membuka laptopnya untuk menyelesaikan tugas kantornya.


Selesai mandi dan sholat shubuh aku menyiapkan baju yang mau di pakai Radin kerja, lalu segera ke dapur menyiapkan sarapan.


Seperti biasa, selesai sarapan Radin pamit kepada semua orang di rumah dan segera mengeluarkan mobil dari garasi, lalu melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah menuju ke kantor.


Radin sangat sibuk hari ini banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan, tiba-tiba ponselnya berdering telpon masuk rupanya setelah di cek ternyata dari Lina.


"Ada apalagi ya dia telpon?" tanya Radin dalam hati.


Radin : "Assalamu'alaikum ada apa ya Lina?"


Lina : "Wa'alaikum salam a', sibuk nggak?"

__ADS_1


Radin : "Iya. Lumayan, memangnya ada apa ya?"


Lina : "Oh, lagi sibuk ya? Nggak ada apa-apa mau nelpon aja."


Radin : "Iya, aku lagi sibuk banget hari ini, maaf yaaa!"


Setelah menutup telpon Radin langsung melanjutkan pekerjaannya, tapi tiba-tiba saja Radin teringat saat-saat kebersamaannya dengan Lina.


"Akh, Kenapa dia harus hadir lagi dalam kehidupanku," bisik Radin dalam hati, tiba- tiba saja telponnya berdering.


Wirda


Assamu'alaikum


Radin


Wa'alaikum salam


Wirda


kamu lagi apa?


Radin


aku lagi menyesaikan tugasku sayang, ada apa ya?


Wirda


aku ke tempat kamu ya sama Eyza pas jam makan siang.


Radin


Wirda


oke, ya udah ya Assalamu'alaikum.


Radin


wa'alaikum salam.


Wirda


mmmmuuuuaahhh.


Radin


mmmmuuuuaahhh.


Radin segera menutup telpon lalu kembali menyelesaikan tugasnya.


-------------------------------------------


Aku dan Eyza bersiap-siap untuk pergi ke kantor Radin. Aku menyiapkan makan siang untuk kubawa buat Radin.

__ADS_1


"Ayah, Ibu. Aku berangkat dulu ya!"


Aku berpamitan kepada kedua orangtuaku, kemudian menyium punggung telapak tangan mereka, memberi salam. Mereka pun menjawab salamku.


Tiba-tiba Dani muncul di saat aku sedang menunggu taksi.


"Kamu lagi apa Wirda?" tanya Dani padaku.


"Eh, kamu Dan. Ini aku lagi tunggu taksi mau ke kantor Radin," jawabku yang agak terkejut


melihat kedatangan Dani.


"Biar aku antar, kebetulan aku searah dengan kantor Radin," ajak Dani padaku.


"Nggg Nggak usah Dan, aku bisa naik taksi,"


jawabku menolak ajakan Dani.


"Taksi lama, karna disini jarang sekali lewat taksi." Ajak Dani sekali lagi untuk meyakinkan aku.


"Mmmm baiklah!" jawabku setelah diam beberapa saat.


Dani keluar dari dalam mobil, lalu membukakan pintu belakang mobil untukku.


"Duh, ini cowok masih aja romantis kaya dulu, walau tahu aku sudah menikah, tetap saja masih perhatian sama seperti dulu," bisikku dalam hati.


Aku dan Eyza duduk di bangku belakang. AKu pangku Eyza, lalu aku letakan tas bayi berukuran kecil dan rantang makanan untuk makan siang Radin di bangku mobil.


Di dalam mobil, sesekali Dani menatapku melalui kaca mobil yang ada di depan. Diatas kepalanya.


Aku tahu sedang di perhatikan, lalu aku mengajak Eyza bercanda, pura-pura tidak tahu kalau aku sedang di perhatikan.


"Anakmu tampan, seperti ayahnya," ucap Dani untuk memecah kesunyian.


"Masya Allah, terima kasih," jawabku.


"Apa kamu bahagia bersama Radin?" tanya Dani, membuatku bingung harus jawab apa dengan posisi dia sebagai mantan kekasihku.


"Alhamdulillah, aku bahagia," jawabku pada Dani.


"Syukurlah kalau kamu bahagia," jawab Dani padaku, membuat hatiku lega karna dia berucap syukur atas kebahagiaanku.


Akhirnya tiba juga kami di depan kantor Radin. Dani keluar dari mobil, lalu membukakan pintu mobil untukku.


Aku segera menggendong Eyza, lalu mengambil tas bayi dan rantang berisi makanan kemudian keluar dari mobil Dani.


Baru saja aku keluar dan berdiri dari mobil Dani, tepat di hadapanku dengan posisi masih memegang pintu, Dani mengucapkan sesuatu padaku.


"Wirda aku masih mencintaimu."


Tentu saja ucapannya itu membuatku terkejut setengah mati. Aku hanya tersenyum sambil menatapnya sebentar, lalu pergi masuk ke dalam kantor Radin. Tak lupa, sebelumnya aku ucapkan terima kasih karna sudah mengantarkan aku ke kantor Radin.


"Terima kasih ya sudah mengantarku."

__ADS_1


Dani hanya menjawabku dengan senyuman, dan terus saja menatapku sampai aku masuk ke dalam gedung perkantoran. Aku terus berjalan tanpa menoleh ke belakang, sampai akhirnya tiba di ruang kerja Radin.


__ADS_2