
Hari ini Dani dan Lina juga anak-anak mereka akan bersilaturrahmi ke rumahku, aku meminta Mba Surti untuk memasak lebih banyak dari biasanya. Tiba-tiba bel pintu berbunyi.
TING NONG !!
TING NONG !!
"Mba Surti, tolong bukakan pintu, sepertinya ada tamu," ucapku sedikit berteriak pada Mba Surti yang sedang berada di dapur, karna aku sendiri sedang menyusui si kembar di kamar.
"Baik Bu!" jawab Mba Surti, segera bergegas menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum Mba. Bu Wirda dan Pak Radin ada dirumah?" ucap Dani kepada Mba Surti.
"Wa'alaikum salam, maaf Bapak siapa?"
Mba Surti bertaya kepada Dani.
"Saya Dani Mba, dan ini istri saya, tolong sampaikan saja kepada Ibu, kalau kami sudah datang," jawab Dani yang disetujui Mba Surti, kemudian Mba Surti mempersilahkan para tamu masuk ke dalam.
"Baik Pak. Silahkan masuk nanti saya akan menyampaikan kepada Ibu," jawab Mba Surti kemudian mempersilahkan Dani dan Lina juga anak-anak mereka untuk masuk kedalam, baru kemudian Mba Surti pergi ke kamarku untuk menyampaikan kepadaku akan kedatangan mereka.
"Maaf Bu, tamunya sudah datang, sudah saya persilahkan masuk," ucap Mba Surti kepadaku.
"Oh iya, tolong buatkan teh ya dan cemilanya tolong di sajikan," ucapku pada Mba Surti, kemudian Mba Surti pun segera pergi ke dapur membuatkan Teh manis untuk tamu yang baru saja tiba.
Mba Surti berjalan menuju ruang tamu dengan membawa nampan berisi lima gelas teh manis hangat.
"Silahkan di minum Bapak, Ibu. Saya ke dapur sebentar mau ambil cemilan," ucap Mba Surti lalu berlalu meninggalkan Dani dan Lina menuju dapur. Setelah itu kembali dengan membawa nampan berisi makanan kecil, kemudian diletakkan di meja ruang tamu, Mba Surti pun pamit untuk kembali ke dapur.
Tak beberapa lama aku datang menuju ruang tamu bersama Eyza.
"Assalamu'alaikum," ucapku kepada Dani dan Lina, kemudian aku bersalaman pada Lina lalu disusul anak-anak mereka menghampiriku untuk mencium tanganku.
"Silahkan diminum tehnya dan dicicipi makanan kecilnya."
"Iya, trimakasih, barusan kami sudah minum tehnya. Ngomong-ngomong Radin dimana ya?" Ucap Dani menanyakan keberadaan Radin.
"Dia sedang pergi sebentar, ada beberapa keperluan kantor yang harus dia beli, insya Allah sebentar lagi pulang," jawabku menjelaskan keberadaan Radin.
Setelah satu jam kami mengobrol tiba-tiba Radin datang.
"Assalamu'alaikum," ucap Radin saat tiba di dalam rumah.
"Wa'alaikum salam."
__ADS_1
Kami menjawab salam Radin bersama-sama, kemudian Radin menghampiri Dani mengajaknya bersalaman, disusul anak-anak mereka menghampiri Radin untuk berasalaman, kemudian Radin pun tersenyum kepada Lina.
"Sudah lama ya? Maaf kalau menunggu terlalu lama," Ucap Radin pada Dani.
"Nggak apa-apa kok, Radin. Santai ajaaaa."
"Baiklah, kalau begitu saya pamit ke kamar dulu untuk ganti baju dan bersih-bersih sebentar, setelah itu kita makan siang bersama ya," ucap Radin, kemudian pergi ke kamar dengan membawa dua kantong belanjaan.
Tidak beberapa lama Radin pun muncul dari kamar, kemudian mengajak para tamunya ke ruang makan untuk makan siang bersama.
Setelah makan siang bersama, kami kembali ke ruang tamu untuk mengobrol, kadang di selingi canda tawa. Kami terlihat akrab dan bahagia hari ini, kemudian Dani pamit ke masjid yang tak begitu jauh dari rumahku untuk melaksanakan sholat dzuhur, Radin pun ikut menemani. Sedangkan Lina meminta izin untuk melaksanakan sholat dzuhur di rumahku.
Setelah kami melaksanakan sholat dzuhur, kami pun kembali melanjutkan obrolan kami di ruang tamu.
"Insya Allah, saya dan keluarga akan pindah ke Pekanbaru, kemungkinan akan menetap disana," ucap Dani memulai obrolan.
"Oh, yaaa. Masya Allah, jauh juga," jawab Radin sedikit terkejut karna mereka akan pindah rumah sejauh itu.
"Iya, saya dimutasi kerja ke Pekanbaru, kebetuan juga kontrak kerja Lina sudah selesai jadi kami bisa pindah kesana."
Dani coba menjelaskan akan kepindahannya.
"Entah ini kebetulan atau memang sudah takdir Allah, orangtua saya kan tinggal di Pekanbaru, jadi kami bisa tinggal dekat rumah orangtua saya," ucap Lina membantu Dani menjelaskan maksud kepindahan mereka.
"Ya udah, kita foto bareng yuk, buat kenangan!" ajakku pada Dani dan keluarganya, kemudian aku memanggil Mba Surti meminta tolong memfotokan kami. Tak lupa aku mengambil si kembar yang memang sudah terbangun dari tidurnya, lalu kami pun mencari posisi untuk berfoto.
Aku menggendong Anindya, duduk disamping
Radin yang sedang menggendong Anindita, dan Eyza duduk disampingku, kemudian Dani duduk disamping Radin memangku Sarah yang sudah berumur lima tahun sekarang, disamping Dani ada Lina yang sedang memangku Faiz yang berusia sama dengan Eyza, dua tahun tiga bulan, Adit yang kini berusia tujuh tahun, duduk disamping Lina. Kemudian Mba Surti memfoto kami sebanyak dua kali menggunakan handphone Radin.
Kemudian Radin menyerahkan Anindya kepada Mba Surti karna ingin memfoto anak-anak, awalnya dia memfoto Eyza, Adit, Sarah dan Faiz bersama, kemudian memfoto Eyza dan Sarah yang sedang asyik bermain karna setelah difoto mereka berdua langsung pergi menghampiri mainan leggo yang ada didekat sofa.
" Eyza, Sarah. Lihat kemari!" Dengan wajah polos anak-anak, mereka menengok ke arah Radin, lalu tiba-tiba, "CEKREK !"
Radin pun berhasil mendapatkan foto mereka berdua.
Setelah berfoto bersama Dani pun pamit untuk pulang karna besok pagi mereka akan berangkat ke Pekanbaru. Tak lupa sebelum pulang, Dani meminta Radin mengirimkan foto-foto barusan ke nomor whatsappnya. Radin pun menyetujuinya, kemudian mereka pun pamit untuk pulang.
"Kami pamit pulang ya, trimakasih untuk jamuan makan siangnya," ucap Dani kepada kami.
"Sama-sama Dan, jangan kapaok ya main kesini," jawab Radin.
"Nggak kapok kalau di suguhin makanan enak terus hehehe," ucap Dani membuat kami tertawa.
__ADS_1
"Ha ha ha bisa aja, siaaaap pasti di masakin yang enak kalau nanti kamu main kesini lagi," ucap Radin.
"Bercanda saya, ya sudah kami permisi dulu ya, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam," jawabku dan Radin bersama.
Dani dan keluarganya pun pergi meninggalkan rumah kami.
___________________________________________
___________________________________________
Enam belas tahun kemudian
Tak terasa enam belas tahun sudah berlalu, anakku Eyza sudah masuk SMA sekarang, ini hari pertamanya masuk sekolah, di sekolah yang baru, teman-teman baru, guru-guru baru bahkan kotanya pun baru, dia benar benar harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru, begitu juga dengan adik kembarnya Anindya dan Anindita yang kini kelas dua SMP, mereka harus menyesuaikan diri dengan sekolah yang baru sebagai siswi pindahan.
Aku dan Radin sudah semakin bertambah usia dengan anak-anak kami yang sudah semakin bertambah dewasa, tak terasa tujuh belas tahun sudah aku dan Radin mengarungi bahtera rumah tangga dengan di karuniai tiga orang anak yang sehat, cerdas dan berbakti.
Masya Allah, kalau bukan atas pertolongan Allah maka kami tidak mungkin bisa mengarungi bahtera rumah tangga sampai sekarang ini dengan berbagai konflik dan permasalahan di dalamnya.
Terima kasih ya Allah atas segala nikmat dan karunia-Mu serta Kasih Sayang-Mu.
Kini, aku dan kelurgaku akan menjalani kehidupan baru, di tempat yang baru, suasana baru dan kebiasaan-kebiasaan baru.
Tidak ada yang lebih aku harapkan selain Kasih Sayang dan pertolongan-Mu dalam setiap keadaanku.
Terima Kasih Tuhan, karena Engkau adalah sebab akan keberadaanku dan semua yang terjadi dalam hidupku adalah atas Kehendak-Mu.
----------------TAMAT -------------
***Terima kasih kepada mereka yang sudah membaca cerita ini dari awal episode hingga akhir. Sengaja dibuat tidak terlalu panjang agar pembaca tidak bosan dan Author juga mau istirahat dulu hehehe ....
Semoga ada manfaat positif yang bisa diambil dari cerita ini dan tolong tinggalkan saja yang negatifnya, karna Author hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah dan khilaf. Baik dalam perbuatan maupun dalam tulisan terlebih lagi di dalam lisan.
Semoga Allah selalu beserta kita dalam setiap langkah dan menjauhkan kita dari sifat hati yang selalu merasa diri paling baik dan paling benar. Aamiin Ya Robbal'alamiiiiin.
Sampai jumpa diceritaku yang berikutnya, lanjutan dari Novel Kuterima Pinanganmu Dengan Bismillah dengan judul
Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)
Jangan lupa ikuti tiap episodenya ya Kakak, novelnya pun sudah tamat pula.
Wassalamu'alaikum Wr. wb.
__ADS_1