Kuterima Pinanganmu Dengan Bismillah

Kuterima Pinanganmu Dengan Bismillah
Melahirkan Bayi Kembar


__ADS_3

"Sayang, cepetan perut aku udah mules banget ini, sssshhhh aduhhhh!" ucapku kepada Radin, sambil meringis antara mules dan sakit ingin melahirkan, dan terus saja kupegang perutku yang sudah membesar.


"Iya sayang, sabar ya aku lagi masukin tas ke dalam mobil."


Radin kelihatan begitu panik, ini untuk kedua kalinya dia terbangun di tengah malam ketika aku mau melahirkan. Setelah memasukan tas ke dalam mobil, kemudian dia membuka pintu pagar, lalu merangkul aku, memapahku agar segera sampai ke dalam mobil.


"Mba Surti!" Radin memanggil Mba Surti, sejak usia kehamilanku memasuki bulan kelima dihamil yang kedua ini, Radin menyewa asisten rumah tangga. Mba Surti namanya, ibu empat puluh tujuh tahun ini dengan cekatan segera datang menghampiri Radin.


"Iya, Pak!" Mba Surti datang menghampiri Radin dengan tergesa-gesa.


"Mba Surti tolong jaga Eyza ya, Ibu mau melahirkan, mungkin besok saya baru bisa pulang ke rumah."


Radin menitip anak pertamanya Eyza kepada Mba Surti.


"Iya Pak, saya akan jaga Eyza Pak!" jawab Mba Surti meyakinkan Radin.


"Baiklah kalau begitu saya dan Ibu jalan ya," ucap Radin kepada Mba Surti, kemudian segera dia masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan halaman rumah.


Mba Surti segera menutup pintu pagar lalu menguncinya dengan gembok, kemudian menutup dan mengunci pintu dalam, memeriksa setiap jendela, menghampiri Eyza yang sedang tidur nyenyak di kamarnya.


Sementara itu Radin tengah panik menyetir mobilnya, namun dia berusaha tetap tenang dan terus berdoa didalam hatinya, semoga persalinanku berjalan dengan lancar juga kedua calon anak kembar kami agar bisa dilahirkan dengan selamat.


Akhirnya sampai juga di klinik persalinan tempat aku biasa memeriksakan kandunganku.


Radin segera keluar dari mobil lalu memapahku, kami berjalan perlahan kemudian masuk ke dalam klinik, suster jaga segera membawa aku keruang persalinan, Radin ikut masuk ingin mendampingi aku melahirkan calon bayi kembarnya.


Di dalam ruang persalinan, Dokter Ratih dan tiga orang susternya sudah siap dengan segala peralatan yang ada untuk membantu aku melahirkan bayi kembarku.

__ADS_1


Aku rebahkan tubuhku ditempat tidur persalinan, rasa mules yang aku rasakan semakin lama semakin hebat, urat-urat di tubuhku serasa mau putus semua, aku benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa sakit ini lagi, namun terus saja aku mengambil nafas dari hidung lalu ku keluarkan melalui mulutku sambil terus beristigfar.


"Ayo bu, tarik nafas panjang kemudian keluarkan perlahan dari mulut, iya bagus, lagi tarik nafas lagi, keluarkan lagi."


Dokter Ratih memberi instruksi kepadaku.


Radin begitu cemas melihat keadaanku, dia memegang tanganku erat lalu mencium keningku, kemudian dian basuh keringat sebesar biji jagung yang keluar dari dahiku.


"Ayo sayang, kamu pasti bisa, kamu harus bertahan demi bayi kita." Radin terus memberi semangat kepadaku, tapi tak bisa ia tutupi wajahnya yang begitu cemas melihatku berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan bayi kembarnya.


Setelah satu jam aku menjalani proses persalinan akhirnya bayiku lahir juga, tak lama setelah bayi pertamaku keluar kemudian disusul oleh bayi keduaku.


"Alhamdulillaaaaah." Radin langsung bersujud syukur begitu melihat bayi kembarnya lahir lalu menciumi keningku, kedua pipiku kemudian kepalaku, sangat jelas terlihat kebahagiaan di wajahnya, rasa cemas yang tadi singgah di wajahnya kini berubah jadi ekspresi bahagia begitu melihat bayi kembarnya telah lahir ke dunia.


Esok paginya aku sudah berada di ruang perawatan. Radin pun sudah ada di sampingku, menyuapi aku makan. Dia tidak pulang semalam dan tidak bekerja selama tiga hari ke depan, dia mengambil cuti untuk menemani aku selama aku di klinik persalinan.


Radin memandangi putri kecilnya, "Masya Allah bayi yang cantik, dua-duanya cantik sama seperti Ibunya. Bagaimana kalau kita kasih nama Anindya Putri Sanjaya dan Anindita Putri Sanjaya?" ucap Radin kepadaku yang langsung saja aku setujui usulnya, karna nama itu memang bagus dan aku sangat menyukainya begitu mendengar nama itu keluar dari mulut Radin.


"Masya Allah, nama yang indah. Aku setuju!" jawabku dengan wajah yang penuh kebahagiaan, akhirnya Allah mempercayakan anak perempuan kepadaku, bahkan diberi dua sekaligus.


---------------------------------------------------------


Setelah tiga hari di rawat akhirnya aku pulang juga kerumah, Mba Surti dan Eyza menyambut kedatanganku dengan suka cita.


Tiba-tiba ada yang berteriak dari luar rumah, "Paketttt!", kurir paket rupanya, Mba Surti keluar mengambil paket itu lalu menyerahkan kepadaku, aku buka paket itu dan ternyata isinya undangan pernikahan Dani dan Lina.


Aku kaget begitu melihat nama yang tertera didalam undangan itu 'Ramdani Prasetyo dengan Nur Lina Cahyanti', kaget bercampur bahagia, tidak percaya kalau mereka akan menikah secepat ini. Mungkin mereka sudah merasa saling cocok satu sama lain, pikirku.

__ADS_1


Betapa bahagia hatiku saat ini, Allah memberi dua kebagiaan sekaligus. Yang pertama, bayi kembarku lahir dengan proses kelahiran secara normal, dua-duanya dalam keadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun, dan juga memberi aku dan bayi-bayiku keselamatan selama menjalani proses persalinan, sedangkan kebahagiaan yang kedua adalah Dani sudah menemukan tambatan hatinya dan akan segera menikah dengan wanita itu, itu tandanya dia sudah bisa melupakan aku dan sudah bisa membuka hatinya untuk wanita lain.


"Syukurlah, terimakasih ya Allah atas semua nikmat dan kebahagiaan yang Engkau berikan kepadaku, dan jadikanlah aku hamba-Mu yang pandai bersyukur," ucapku dalam hati yang hanya dapat di dengar oleh diriku sendiri dan juga oleh Tuhanku Yang Maha Baik.


"Paket apa sayang?" tanya Radin padaku.


"Ini!" Aku berikan undangan itu pada Radin, kemudia Radin membukanya.


"Masya Allah, Dani dan Lina akan segera menikah secepat ini? Aku tidak menyangka ternyata mereka sudah saling menemukan kecocokan satu sama lain."


"Iya sepertinya mereka sudah saling cocok. Kamu tahu, aku sangat bahagia akhirnya Dani menemukan jodohnya."


"Aku juga bahagia sayang, mulai sekarang nggak akan ada lagi yang menyemburui aku hehehe ... "


"Yeeee kamu tuh, memang senang banget kalau aku cemburu."


"Ya Senanglah, itu tandanya kamu sayang sama aku," ucap Radin kemudian tersenyum padaku.


"Memangnya nggak berasa ya sayang aku ke kamu?"


"Berasa sayang, berasa bangetttt malah aku selalu pengen nambah," ucap Radin menggodaku kemudian mencium pipiku.


"Sstttttt kamu apa-apain sih, malu dilihat Mba Surti."


"Upppsss, lupa ada Mba Surti, hehehe maaf ya Mba," ucap Radin malu-malu kepada Mba Surti. Mba Surti hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kami.


**Untuk part yang ini sampai disini dulu ya nanti Author cari inspirasi lagi :)

__ADS_1


__ADS_2