
"Sayang, sudah selesai belum dandannya?Nanti kita telat loh!" ucap Radin dari ruang tamu, memanggil Wirda yang sedang berdandan dan mengurus bayi kembarnya, memakaikan baju dan mendandaninya.
"Iya, iya. Sebentar lagi selesai kok, Ini tinggal pakein baju si kembar," jawabku dari dalam kamar.
Radin masuk ke dalam kamar lalu bertanya kepadaku, "Kamu yakin mau datang? Kamu baru tiga minggu yang lalu abis melahirkan loh!" tanya Radin padaku khawatir aku nggak kuat berjalan karna baru tiga minggu habis melahirkan, tapi mau datang menghadiri acara pernikahan Dani dan Lina.
"Masa aku nggak datang sih, nggak enak sama Dani. Sudah lama juga aku menantikan saat ini, akhirnya dia menikah juga," jawabku pada Radin yang begitu mengkhawatirkan aku.
"Baiklah kalau kamu tetap mau datang, tapi aku nggak mengizinkan kamu bawa si kembar ya, kasihan masih terlalu kecil untuk dibawa pergi," ucap Radin padaku mengizinkan aku datang ke acara pernikahan Dani tapi tanpa membawa putri kembarnya.
"Iya, kalau begitu di titip ke Mba Surti aja, ya Mba Surti, bisa kan Saya titip ke Mba Surti? Biar Eyza saja yang saya bawa," ucapku pada Mba Surti yang sedang memakaikan baju Anindita, putri kembarku yang satunya lagi.
"Iya Bu, bisa kok nanti biar saya aja yang jagain, Asi nya kan juga sudah ibu taruh di kulkas kan? Kasihan kalau di bawa, masih merah begini," jawab Mba Surti meyakinkan aku kalau bayi kembarku aman bersamanya.
"Baiklah, kalau begitu kami berangkat ya Mba, kami titip si kembar, tolong jaga dengan baik ya!" ucap Radin pada Mba Surti, kemudian dia menuntun Eyza menuju mobil yang sudah dia siapkan sedari tadi, aku pun mengikuti Radin dari belakang.
Aku dan Radin juga Eyza sudah ada di dalam mobil van warna putih milik Radin. Kami segera pergi meniggalkan rumah menuju tempat resepsi pernikahan Dani dan Lina.
Sampai juga kami di gedung resepsi pernikahan itu, setelah mendapat parkiran mobil kami segera masuk ke dalam gedung.
Di dalam gedung sudah ramai para tamu berdatangan, kami pun mengantri untuk memberi ucapan selamat kepada pengantin baru.
Tibalah saatnya giliran aku dan Radin yang memberi ucapan selamat kepada Dani dan Lina.
"Selamat ya Dani, Lina. Semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah," ucap Radin kepada kedua mempelai, disertai senyum ramahnya.
__ADS_1
"Terima kasih Radin, ini semua karna kau yang memperkenalkan kami, atas kehendak Allah," jawab Dani, kemudian memeluk Radin, Radin pun membalas pelukan itu lalu menepuk perlan bahu Dani. Aku dan Lina tersenyum melihat dua orang pria bertubuh atletis itu berpelukan seperti akan berpisah karna salah satu dari mereka akan pergi merantau.
Kini giliranku yang akan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, sikapku sedikit canggung, karna pengantin pria adalah mantan kekasihku, sedangkan pengantin wanitanya mantan kekasih Radin.
Aku sungguh tidak menyangka cerita hidupku akan seperti ini, menjalin hubungan dengan seorang pria sampai menguras air mata karna tak bisa mencintainya, sedih dan kasihan bercampur jadi satu. Ternyata jodoh pria itu adalah mantan kekasih suamiku, wanita yang selalu aku cemburui, bahkan kami sampai bertengkar karna kecemburuanku.
Banarlah kata mereka bahwa dunia tak selebar daun kelor, terkadang kita berputar di putaran yang sama, lalu bertemu dengan orang yang sama pula, selanjutnya kita tidak menyangka bahwa dunia se-unik itu.
"Selamat ya Dani, aku senang akhirnya kamu menemukan jodoh yang insya Allah baik dan tepat untukmu, semoga berkah ya," ucapku sambil aku rapatkan kedua telapak tanganku, kemudian kuberikan senyumku yang paaaling manis menurut Dani, senyum yang dulu pernah membuat dia tergila-gila padaku, tapi sekarang kegila-annya padaku akan segera sembuh karna dia sudah menemukan obatnya yaitu Lina, semoga saja Lina bisa membahagiakan Dani dan bisa menjadi ibu yang baik bagi kedua anaknya.
Kemudian aku maju selangkah, kini aku sudah berada dihadapan Lina untuk memberi ucapan selamat padanya.
"Selamat ya Lina, semoga berkah untuk kalian berdua," ucapku pada Lina, lalu aku sentuh kedua telapak tangannya yang dia rapatkan, karna kami mahrom maka kami pun dapat saling bersentuhan.
"Oh, iya. Kita foto bareng dulu ya, baru setelah itu kalian silahkan mencicipi hidangan yang sudah disediakan," ucap Dani pada kami berdua.
Kami pun mengatur posisi untuk berfoto bersama, aku berdiri disamping Lina, Radin menggendong Eyza berdiri disamping Dani. kemudian Dani memanggil Adit, Sarah dan juga Faiz, anak Lina untuk foto bersama.
Adit berdiri di depan Dani, Sarah didepan Lina, sedangkan Faiz berdiri di tengah diantara Adit dan Sarah. Kemudian kameramen pun memfoto kami sebanyak dua kali.
CEKREK !
CEKREK !
Selesai berfoto, aku dan Radin serta Eyza berjalan menuju meja tempat hidangan di sajikan.
__ADS_1
Selesai makan, kami pamit pulang kepada kedua mempelai.
Sesampaikan aku dirumah, segera aku berganti pakaian dan bersih-bersih badan baru kemudian aku temui kedua putri kembarku untuk melihat keadaan mereka.
Tepat jam sepuluh malam aku masih saja mengobrol dengan Radin didalam kamar, sedangkan ketiga anak kami sudah tertidur pulas.
"Akhirnya Dani dan Lina menikah juga ya? Aku tidak menyangka kalau mereka ternyata akhirnya berjodoh," ucap Radin padaku sambil merangkul bahuku, sesekali membelai rambut panjangku.
"Iya, aku juga tidak menyangka, tapi begitulah jodoh, kalau sudah saatnya dipertemukan maka akan tiba juga waktunya," jawabku dengan mata tertutup karna sudah mengantuk, lalu kurebahkan kepalaku didada Radin.
"Terkadang Allah punya cara yang unik, untuk mempertemukan hamba-Nya, siapa sangka kalau mantan kita ternyata berjodoh dan akhirnya menikah," ucap Radin yang tidak aku jawab karna aku sudah tertidur pulas.
"Wirda, Wirda. Kamu sudah tidur sayang?" ucap Radin yang lagi-lagi tidak aku jawab karna memang aku sudah sangat mengantuk.
"Kamu sudah tidur rupanya." Radin menaruh kepalaku perlahan diatas bantal lalu menyelimuti tubuhku dengan selimut, kemudian mengecup keningku, kedua pipiku lalu berbisik di telinga kananku, " Selamat tidur sayang!" kemudian Radin pun mulai merebahkan kepalanya diatas bantal, lalu memejamkan matanya untuk tidur.
Tepat jam dua malam Radin bangun dari tidurnya, dia tidak membangunkan aku, karna tahu aku sedang dalam masa nifas. Kemudian dia segera pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, setelah itu dia melaksanakan sholat tahajjud, tak lupa dalam sujud panjang di sujud terakhirnya dia berdoa.
"Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah segala dosa-dosaku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah maksudku.
Keridhoan-Mu lah yang aku harapkan
maka anugerahkanlah kepadaku kecintaan kepada-Mu juga kepada Rasul-Mu dan jagalah diriku serta keluargaku dari api neraka. Aamiin."
Selesai sholat tahajjud tak lupa Radin membaca beberapa lembar dari kitab suci al qur'an, baru setelah itu dia tidur sebentar, menunggu waktu shubuh.
__ADS_1