Lagenda Kaisar Siluman

Lagenda Kaisar Siluman
Ch 1: Akhir Untuk Sang Kaisar


__ADS_3

Waktu ketika itu sedang berlakunya kekacauan di merata tempat di Kekaisaran Ming. Orang-orang memanggilnya Zaman Kegelapan. Berbagai sekte dari aliran hitam dan putih saling bertempur antara satu sama lain.


Yang tersisa hanyalah tumpukan mayat digenangi lautan darah. Bau busuk mayat bertebaran di mana-mana dan penyakit berbahaya mula menular pantas. Selama perang, diperkirakan 10% orang meninggal karena hanya karena penyakit menular selebihnya mati karena terkorban di medan perang.


Ianya bermula dari perebutan kuasa di antara para pangeran Kekaisaran Ming untuk menjadi kaisar yang berikutnya. Ketika penunjukan pewaris takhta ditunjukkan kepada pangeran termuda, pangeran tertua tidak berpuas hati dan memberontak menggunakan dukungan dari aliran hitam untuk menekan Sang Kaisar. Berbagai sekte aliran hitam dari tiga sekte besar dan beberapa sekte kecil digerakkan untuk melakukan pemberontakan.


Pangeran Mahkota terpaksa menggunakan dukungan dari berbagai sekte aliran putih untuk melindunginya daripada ancaman. Perang resmi dimulai apabila salah satu sekte besar aliran putih yang mendukung Pangeran Mahkota iaitu Benteng Sembilan Pilar dihancurkan oleh serangan besar-besaran dari aliran hitam.


Kemudian dibalas oleh gelombang serangan besar dari berbagai sekte aliran putih dan keadaan ini terus berlanjutan sehingga menjadi semakin besar dan semakin tidak terkawal. Perang saudara antara dua pangeran itu terus berlanjutan tanpa henti.


Bahkan saat ini, sebuah pertempuran bakal dimulai dengan satu tiupan trumpet. Panji-panji dari pelbagai sekte menjulang ke langit menunjukkan identitas mereka.


Kelihatan seorang kultivator berbaju berwarna hitam dan merah berdiri di hadapan lebih dari seribu orang tentera menaiki tunggangan terlihat perkasa. Tunggangannya bukanlah seekor kuda melainkan siluman harimau besar berwarna hitam dengan siung panjangnya yang siap merobek mangsa.


Dialah Feng Syaoran, ketua sekte Rumah Senjata Raja, salah satu daripada beberapa sekte besar di Kekaisaran Ming dan pemimpin pasukan aliran putih yang bergelar Kaisar Siluman Agung. Abaikan penampilan seperti pemuda 20-an, usianya yang sebenarnya ialah 78 tahun!


Di sisi lain pula, juga terdapat seorang kultivator berbaju besi hitam bermantel merah memegang sebilah pedang lebar di tangan kanannya sambil menaiki kuda hitam tunggangannya. Dengan wajah seperti pria tua 50-an, memasang wajah bengis untuk menebarkan teror pada musuh-musuh di hadapannya. Namanya sangat terkenal di dalam dunia persilatan sebagai Gao Lang Si Raja Iblis Merah.


Jikalau Feng Syaoran dikenal sebagai kultivator terkuat di aliran putih, Gao Lang juga dikenali sebagai yang terkuat di aliran hitam. Kedua-duanya pernah saling bertempur beberapa kali sebelumnya tanpa adanya kemenangan di antara kedua-duanya. Kali ini mereka akan saling berhadapan lagi.


Sudah menjadi aturan perang yang tidak tertulis, para pemimpin kedua pasukan harus saling berhadapan untuk melakukan diskusi terakhir sebelum memulai perang.


Feng Syaoran dan Gao Lang, kedua-duanya mula menunggang ke hadapan dengan perlahan, saling mendekati antara satu sama lain dan saling tatap-menatap dengan tajam. Seolah-olah, pandangan matanya itu boleh menembusi orang di hadapan mereka. Keadaan itu terus berlanjutan sehingga mereka berhenti dan saling berdepan dalam jarak tiga meter.


''Hei, pak tua bau kita bertemu lagi, ya? Kupuji dirimu pak tua, karena masih mempunyai nyali untuk berhadapan denganku lagi.'' Feng Syaoran memulakan bicara, tersenyum dingin melihat Gao Lang.


''Hahaha, sepertinya generasi muda di hadapanku ini sudah tau mengasah lidahnya.'' Tawa Gao Lang memang perlahan tetapi ia menghasilkan hembusan angin yang kuat karena menggunakan tenaga dalam sebelum memasang wajah yang dingin, ''Kau memang hebat, bocah! Masih muda tetapi sudah sebegini kuat. Ah, tapi jangan risau, kali ini akan aku hancurkan wajahmu yang sombong itu.''


Siluman harimau hitam Feng Syaoran mula menderam apabila Gao Lang mengeluarkan niat membunuhnya.


Kini giliran Feng Syaoran pula yang tertawa menggunakan tenaga dalam menyebabkan kawasan itu bergetar dengan dahsyat, ''Hahaha... Oi pak tua bau, termasuk ini adalah kali yang kelima kau mengatakan hal yang sama setiap kali kita bertemu. Apa kau lupa kali terakhir kita beradu? Siapa terbaring di atas tanah ketika itu? Kalau bukan karena Raja Siluman yang muncul, kepalamu sudah lama kupenggal.''


Gao Lang menggertak giginya. Kepalanya mula teringat kenangan pahit itu. Memang kalau bukan karena kemunculan mendadak seekor Raja Siluman ketika itu, dia tiada peluang untuk melarikan diri karena terkepung antara jurang yang dalam dan Feng Syaoran.


Peristiwa itu telah membuat harga dirinya sebagai yang terkuat terluka, menciptakan dendam yang amat dalam untuk menghancurkan kultivator di hadapannya ini. Seketika bibirnya mengorek senyuman.


''Heh, bukankah sudah kukatakan jangan risau? Kedatanganku ini adalah untuk sesuatu yang spesial, karena ada tamu yang kuundang khas untukmu.''


''Oh? Siapa orang it-''


Tiba-tiba, dengan tangkas Feng Syaoran menggunakan tangan menangkap sebuah anak panah meluncur laju ke kepalanya dari arah belakang. Mata anak panah itu terdapat cairan berwarna ungu menunjukkan racun yang sangat terkonsentrasi.


''Apa maksudnya ini, Ling Meng?'' Feng Syaoran menoleh ke arah seorang kultivator yang berada di barisan hadapan tenteranya.


Sebelum dia bertemu dengan Gao Lang, Di kirinya tadi terdapat juga seorang kultivator berbaju berwarna biru dan putih bernama Ling Meng juga terlihat muda tetapi dia sebaya dengan Feng Syaoran, memegang busur sambil menunggang seekor kuda putih.


Feng Syaoran mematahkan anak panah di tangannya sebelum diubah menjadi abu, ''Ling Meng, jelaskan apa yang sedang berlaku sekarang!'' Dia terlihat sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, orang yang paling dipercayai, paling dikenali, yang dianggap sebagai rival, yang dianggap sebagai saudaranya sendiri tidak disangka menusuknya dari belakang.


''Maafkan aku, saudara. Kau terlalu kuat untuk dunia persilatan ini. Kehadiranmu adalah sebuah bencana yang tidak dapat dijangka. Jika tidak dihentikan sekarang, kau akan membahayakan kami.'' Ling Meng berbicara dengan wajah yang tersenyum licik sambil mengambil beberapa anak panah lagi di simpanannya.


Feng Syaoran terdiam mendengar kalimat-kalimat itu. Tangannya mula bergetar, perlahan-lahan sebelum membentuk kepalan.


Ketika Feng Syaoran cuba meraih simpati dari pasukannya, dia mendapati pasukannya juga mengikuti kemahuan Ling Meng. Ramai kultivator tingkat tinggi yang mengikuti di dalam pasukannya keluar satu-persatu berhadapan dengannya. Tidak sedikit di antara mereka adalah ketua sekte.


Sebelumnya dia merasa heran apabila ramai ketua sekte ingin ikut serta ke pertempuran kali ini, karena sebelumnya ramai diantara mereka mahu menjaga keselamatan sekte daripada serangan musuh. Ketika ini, dapat diketahui bahwa mereka mempunyai niat yang tersembunyi.


Kini, dia baru dapat menangkap maksud dari tujuan semua kultivator itu, mereka telah berjaya menjebaknya.


''Oh, sebelum itu...'' Ling Meng seakan-akan tersedar sesuatu sebelum mencari sesuatu di dalam kantongnya sebelum dilemparkan ke arah Feng Syaoran. ''Nih, ambil.''


Feng Syaoran tidak alpa, menangkap dengan cekap sebelum telapaknya dibuka, ''Giok ingatan...'' Kata Feng Syaoran sambil melihat dua batu giok biru di telapaknya. Dia dapat menangkap apa yang diinginkan oleh Ling Meng.


''Jikalau kau memberikan kami 'benda' yang kami butuhkan itu, mungkin kami akan mempertimbangkan untuk tidak mengambil hidupmu.''

__ADS_1


Feng Syaoran hanya terdiam. Dia paham yang diincar oleh Ling Meng dan semua kultivator di sini adalah ilmu beladiri yang diciptakan oleh dirinya sendiri, Seni Spiritualis Siluman.


Sebelum dia berjaya menciptakan Seni Spiritualis Siluman ini, dia dianggap sebagai sampah dalam kultivasi karena terlalu lambat mengumpulkan aura alam untuk dijadikan tenaga dalam.


Tiada seorangpun yang ingin menjadi temannya. Bahkan ketika orang tuanya menganggap dirinya tidak berguna, si ibu merasa menyesal karena melahirkannya, si ayah pula menyesal telah membesarkannya, saudara-saudarinya mencela dan menindasnya, membuatkan dirinya dibuang dari keluarga.


Namun, semua itu berubah apabila dia mula memburu siluman sendirian pada usia 12 tahun dan mula menyerap kristal siluman itu.


Di situ dia menemukan teknik kultivasi yang baharu dalam dunia persilatan iaitu Seni Spiritualis Siluman, sebuah cara menyerap kristal siluman yang mampu mengikat roh siluman di dalam kristal itu menjadi roh peliharaan. Teknik ini dapat menutupi kekurangannya dalam kultivasi.


Menyadari bakat luar biasa miliknya, dia menjadi pemburu siluman yang aktif dan menghadapi bahaya kematian beberapa kali. Dalam beberapa tahun kemudian, namanya mula menjadi terkenal dan mula menggoncang dunia persilatan.


Pada detik ini, dia menyedari sesuatu perkara, baik dirinya yang sampah dahulu dengan dirinya yang menjadi Kaisar sekarang ini menunjukkan persamaan, dia bersendirian. Dia ingin meneteskan air matanya tetapi itu tidak mungkin dilakukan di hadapan para brengsek ini.


''Jadi, Ini yang dirimu maksudkan dengan 'sesuatu yang spesial' itu, Gao Lang?''


Gao Lang tertawa lagi, ''Hahaha... Ya, benar.''


''Kau yang merencanakan hal ini?''


''Tidak, itu adalah saudaramu yang di sana.'' Menunjuk ke arah Ling Meng, Gao Lang tersenyum lebar.


Ling Meng menjadi sombong seakan-akan menjadi seorang penguasa karena mampu memberikan pilihan kepadanya, Sang Kaisar Siluman Agung yang terlihat sedang terpuruk.


''Heh, gitu ya? Baiklah, kuturuti kemahuanmu.'' Sejurus itu, Feng Syaoran memasukkan tenaga dalam ke dalam giok ingatan itu, mentransferkan ingatannya melalui aliran tenaga dalamnya.


Sesudahnya, dia melemparkan giok ingatan itu kepada Ling Meng. Ling Meng sambil tersenyum lebar, menangkap batu giok itu sebelum melemparkan salah satunya kepada Gao Lang. Gao Lang yang mendapatkan hadiahnya itu tertawa dengan wajah yang riang sekali sebelum wajahnya mula menjadi memburuk setelah dia memeriksa isi giok ingatan.


Seketika kemudian, Ling Meng membanting batu giok itu ke bumi dengan wajah seperti setan, memandang Feng Syaoran seakan-akan ingin merobek dirinya. Benturan giok ingatan itu dengan bumi menghasilkan sebuah ledakan, menandakan kemarahan yang berapi-api.


''Kuingat telah melayanimu dengan sangat baik sebelumnya, ini yang kau berikan kepadaku?!'' Teriak Ling Meng dengan muka kemerahan menahan amarah. Tangannya menunjukkan ke arah batu giok di atas bumi.


''Huh? Apa yang salah? Bukankah benar kalian memerlukannya?'' Dengan wajah selamba, Feng Syaoran mengorek hidungnya lalu dijentik ke arah Ling Meng.


''Wah, wah, wah, Sungguh beretika cara dirimu meminta ilmu dariku ya? Hai, sudah tua bangka pun perlu diajari etika lagi? ish ish ish... Kemarilah, sujud padaku, minta untuk menjadi muridku. Kalau kau melakukannya mungkin hati akan menerimanya...?''


Feng Syaoran duduk dengan gaya bermartabat di atas Harimau Hitam sambil melambai-lambai tangannya ke arah Ling Meng yang semakin kepanasan.


''Ah, kalian juga kemarilah, mari sini bersujud padaku, mungkin akanku bermurah hati kepada kalian dan terima diri kalian menjadi muridku?'' Dia juga memanggil semua kultivator yang berada di sekelilingnya, baik dari aliran putih mahupun aliran hitam.


Semua kultivator merasa terhina dengan kelakuannya.


Gao Lang tidak dapat menahan amarahnya lagi, menerobos ke arah Feng Syaoran di samping menghayunkan pedang lebarnya. Feng Syaoran hanya duduk membiarkan sahaja.


Sekitar seinci lagi pedang lebar Gao Lang ingin membelah tengkuk Feng Syaoran menjadi dua kalau bukan karena tanaman merambat menghentikan hayunan tangannya.


Seketika keluar beruang berwarna ungu dan berambut merah dari bayangan Feng Syaoran, terus memukul perut Gao Lang membuatkannya terpental beberapa meter ke belakang.


Setelah mendarat, Gao Lang memuntahkan darah ke bumi sebelum memandang Feng Syaoran dengan mata terbuka lebar. ' Dia... Jauh lebih kuat dari dirinya yang sebelumnya.'


Ling Meng melihat itu mula menjadi cemas, ''Apa lagi yang kalian tunggu? Cepat serang dia! Bunuh dia di tempat.''


''Benarkah kita harus menyerangnya?''


''Tapi jika dia dibiarkan, kelak akan menjadi ancaman pada kita.''


''Feng Syaoran memang kuat, tapi dia cuman mempunyai tiga siluman sahaja.''


''Baiklah, ayo kita serang dia bersamaan!''


Semua kultivator tingkat rendah dan menengah menyerang Feng Syaoran dengan menggunakan berbagai macam teknik beladiri, kecuali berpuluh-puluh kultivator tingkat menengah dan semua kultivator tingkat tinggi tidak menyerang dengan gegabah.


Feng Syaoran hanya tersenyum, ''Hmph... Menyedihkan!''

__ADS_1


Serentak dengan itu, aura buas terpancar kuat dari tubuh Feng Syaoran, membuatkan medan perang itu menjadi sangat berat dengan teror intimidasi.


Seketika, tanaman merambat keluar dari bumi menceracak ke langit seperti sebuah tombak bergerigi di sekeliling Feng Syaoran membunuh ratusan kultivator dalam sekejap mata.


Ratusan kultivator yang menyerang telah dijadikan sebagai daging cincang oleh tanaman merambat tadi menyebabkan ramai kultivator berhenti mendekati Feng Syaoran, takut menjadi seperti teman-teman mereka sebentar tadi.


''Gunakan serangan jarak jauh.'' Ling Meng menjadi lebih cemas apabila kultivator yang lain seakan-akan hilang semangat bertarung mereka, segera memberi perintah lain.


''Sihir Jimat: Bola Api Neraka.''


''Jurus Pedang Giok, Jurus Kedua: Seribu Tikaman Pedang.''


''Tinju Angin.''


''Jurus Tombak Raja, Jurus Keenam: Tusukan Berpusar.''


''Pil Bom Api Hantu.''


''Tembakan Auman Naga.''


''Seni Tongkat Emas, Jurus Pertama: Hukuman Langit.''


Beratus-ratus serangan dari semua kultivator yang berada di tempat, melancarkan serangan terbaik mereka.


''Heh... KEMARILAH!!'' Teriak Feng Syaoran diiringi oleh auman dari harimau hitam, beruang ungu dan semua siluman yang lain, di samping meningkatkan kekuatan aura buas miliknya.


Benturan di antara Sang Kaisar dengan puluhan ribu kultivator yang menyerangnya menghasilkan ribut topan di tempat, memusnahkan segalanya di laluan. Ledakan demi ledakan silih berganti, kilat dan petir menyebabkan kebakaran pada hutan mahupun pemukiman. Segalanya berlaku seakan-akan kiamat akan muncul.


Setelah tiga jam bertarung bertaruh nyawa, Terlihat seorang pria yang berlumuran darah masih berdiri di sebuah tempat hancur dikelilingi oleh ribuan mayat dan genangan darah hitam di merata.


Di tangan kanan pria itu masih memegang wajah orang yang pernah mengkhianatinya.


''Tolong, tolong Saudara Feng, tolong jangan bunuh aku.'' Tangannya semakin kuat mencengkram menyebabkan teriakan orang itu menjadi lebih kuat sambil meronta namun semua itu sia-sia.


Feng Syaoran mendekatkan wajahnya ke wajah orang yang pernah mengkhianatinya itu, ''Bukankah kau sangat sombong tadi, Ling Meng? Ke mana perginya sifat sombongmu itu? Setelah aku berikan kebaikanku padamu beberapa tahun ini, kau sudah pandai menggigit pula?'' Ling Meng semakin menggigil ketakutan apabila mendengar ancaman daripada Feng Syaoran.


Hari ini, waktu ini dan saat ini, langit dan bumi menjadi saksi pengkhianatanmu di atas tanah ini, Ling Meng, akan ku hancurkan kepalamu.'' Cengkraman Feng Syaoran terus menguat.


''TIDAAKK!!!'' Ling Meng berteriak putus asa sebelum-


Plak! Kepala Ling Meng hancur. Tubuhnya jatuh terkulai di bumi.


''Huuhh...'' Napas berat dilepaskan.


Matanya terus keluar ke sekelilingnya, melihat teman-teman sejiwanya yang juga terbaring dengan luka parah di badan masing-masing. Hatinya melihat itu menjadi iba.


''Maaf yah. Karena aku akan mati, kalian juga terikat sama.'' Dia mengatakan itu apabila tubuhnya dipenuhi berbagai macam luka dan racun milik Ling Meng telah menyebar ke kondisi kritis. Sekilas dilihat, dia memang tiada harapan lagi.


Feng Syaoran mula terbatuk-batuk darah hitam.


''Hahaha... Setelah semua usahaku pada akhirnya aku dikhianati juga ya.''


Feng Syaoran melihat sekelilingnya, hampir semua kultivator yang menyerangnya berjaya dihabisi, Gao Lang pula berlutut di tanah dengan pedang besarnya menembusi dada. Selebihnya meninggalkan medan perang selepas mengalami luka cacat seumur hidup atau kehilangan kultivasi. Tiada belasan kasihan pada orang yang telah mengkhianatinya dan dia berasa puas dengan hal tersebut.


''Kakak Syao!''


Terlihat seorang dewi datang turun menuju ke arahnya dengan cepat dari awan. ''Su Yiejia...'' Ternyata masih ada yang begitu peduli pada dirinya.


Benar juga selama dia hidup, dia tidak pernah merasakan apa itu cinta. Selama dia kecil hingga menjadi dewasa, dia tidak pernah bercinta dengan wanita manapun. Kelihatannya dia memang akan mati jomblo hari ini. Hahaha... Sebuah penyesalan yang tidak dapat diungkapkan.


Sambil matanya menatap Su Yiejia yang mendekatinya itu, tertutup perlahan-lahan sebelum Feng Syaoran menghembuskan napasnya yang terakhir dalam keadaan masih berdiri ditemani oleh roh-roh silumannya yang berubah menjadi debu-debu cahaya menyebar ke langit senja.


Halo para pembaca sekalian, maaf yah kalau novelnya kurang bagus, soalnya ini yang pertama kalinya. Teruskanlah membaca novel ini dan jangan lupa vote dan komen yah.

__ADS_1


__ADS_2