
Malam mula bertukar menjadi pagi. Kelihatan seisi rumah Keluarga Lin telah terbangun dari lena dan menjalankan urusan masing-masing.
Ling Tan, Lin Lingjia dan Lin Sumei terlihat sudah mandi, sedang menyediakan sarapan di dapur. Terdengar kebisingan di sana seolah kemarin tiada apa-apa yang berlaku.
Manakala, Lin Zhao pula sedang membelek tumpukan kertas di ruang kerjanya. Menjadi kepala desa memang merepotkan baginya.
Feng Syaoran baru sahaja selesai mandi dan pergi ke ruang makan untuk bersarapan. Kelihatan Lin Zhao dan Lin Sumei sudah duduk di meja makan.
Feng Syaoran datang ke meja makan lalu mengambil tempat di sebelah Lin Sumei. Lin Zhao melihatnya menyapa.
''Oh, Ran'er. Kamu tidak apa-a- APAA?!''
Dia menepuk meja sambil berdiri, terkejut melihat Feng Syaoran terlihat baik-baik sahaja padahal kemarin dia terlihat babak belur. Lin Sumei juga bereaksi sama, memandang tidak percaya.
Kemudian, Lin Lingjia dan Ling Tan datang bersama membawa makanan ke ruang makan.
''Apa yang awak ributkan di waktu pagi ini?'' Marah Ling Tan memandang Lin Zhao sambil meletakkan makanan di atas meja. Lin Lingjia juga merasa jengkel dengan tingkah adiknya.
Lin Zhao hanya mengangkat telunjuknya ke arah Feng Syaoran dan kedua-duanya mempunyai reaksi sama dengan Lin Zhao.
''Ran'er, ka-kamu sudah sembuh?''
Feng Lingjia melihat tubuh Feng Syaoran tidak terbungkus perban lagi, segera memeriksanya dan mendapati tiada kesan luka. Hilang seolah tidak terjadi apa-apa.
''Iya, sudah. Ibu tidak perlu risau lagi. Tubuhku tidak apa-apa.''
Feng Syaoran hanya tersenyum dan Lin Lingjia meneteskan air mata merasa gembira, terus memeluknya dengan erat.
''Terima kasih, tuhan. Terima kasih, tuhan. Terima kasih, tuhan...''
Sesudah itu, mereka semua duduk di meja makan menikmati sarapan.
Ketika makan, Lin Zhao bertanya kepada Feng Syaoran, ''Ran'er, bagaimana cara kamu dapat sembuh dari luka kemarin? Apa kamu menyimpan obat penyembuhan?''
Feng Syaoran tersedak makanan, tidak menyangka pamannya akan bertanya terus terang tanpa berselindung.
Ling Tan menepuk tangan Lin Zhao, tidak berpuas hati dengan caranya bertanya. Walaupun dalam hatinya sangat penasaran dengan cara Feng Syaoran menyembuhkan diri. Lin Lingjia dan Lin Sumei juga memandangnya dengan penasaran.
Feng Syaoran meneguk air di cawan sebelum mula berbicara, ''Tidak mengapa, bibi. Saya paham mengapa paman menanyakannya.''
Dia menarik napas sebelum berbicara, ''Kalian mesti mengetahui salah satu dantianku mempunyai elemen kayu, kan? Aku hanya bermeditasi menggunakan attribut elemen kayuku sahaja untuk mempercepatkan regenerasi luka pada malam tadi.''
Lin Zhao, Ling Tan dan Lin Lingjia hanya menganggukkan kepalanya sahaja. Mereka terlalu menganggap dirinya tidak berguna sehingga hampir terlupa bahwa Feng Syaoran mempunyai banyak elemen termasuk kayu mempunyai attribut regenerasi yang tinggi.
Feng Syaoran tidak memberitahu yang dia menggunakan ilmu Jurus Napas Pertapa untuk menyembuhkan luka-lukanya.
Karena itu, tetap sahaja masih terasa janggal di dalam pikiran mereka karena tidak mungkin sembuh dari semua luka itu hanya dalam satu malam melainkan menggunakan suatu ilmu beladiri namun mereka tidak mahu bertanya lebih lagi.
Lin Sumei tidak lagi menghiraukannya, hanya fokus pada makanan di hadapannya.
''Apa kau punya rencana hari ini, Ran'er?'' Lin Lingjia bertanya.
Feng Syaoran mengangguk.
''Iya, ada. Aku akan pergi ke perpustakaan desa hari ini. Ada sesuatu yang aku perlu cari.''
''Baiklah, bawa Mei'er juga. Nanti Ming Dao tidak dapat mengganggumu lagi.'' Lin Zhao memberi saran.
Feng Syaoran ingin menolak, tetapi dia tahu pamannya akan bersikeras jadi dia hanya mengangguk sahaja.
Sesudah sarapan, dia terus keluar rumah sambil membawa beberapa bekal sambil diikuti Lin Sumei. Dia memakai jubah hitam menutupi tubuhnya.
Lin Zhao memberikan jubah hitam itu kepadanya untuk mengelabuhi orang-orang terutama anggota Keluarga Ming seolah masih lagi terluka.
Feng Syaoran mengetahui penyembuhan dirinya itu terlihat tidak wajar dan juga dia yakin rumor bahwa dia dihajar hingga babak belur telah menyebar ke seluruh desa
Para penduduk desa yang keluar dari rumah berbisik antara satu sama lain melihat Feng Syaoran.
''Lihat, masih berani berjalan setelah dihajar sehingga babak belur.''
''Tak ku sangka anak itu masih kuat berjalan setelah dihajar oleh bocah-bocah preman itu.''
''Aku kasihan sama bocah itu, terus digebukin aja hampir tiap hari.''
__ADS_1
''Peduli amat sama si sampah itu?''
''Sepatutnya sampah kultivasi sepertinya tidak layak untuk hidup.''
Feng Syaoran hanya mengabaikan sahaja argumen-argumen itu segera mempercepatkan langkah kakinya ke arah perpustakaan desa.
Lin Sumei hanya melihat tidak berpuas hati namun dia tidak boleh berbuat apa-apa karena Feng Syaoran menahannya.
Beberapa menit berjalan, mereka sampai ke sebuah gedung yang cukup besar, tertulis di pintu masuk 'Perpustakaan Desa Tianling'. Mereka terus melangkah masuk.
Di dalamnya, terdapat meja resepsionis diduduki oleh seorang wanita muda belasan tahun memakai cermin mata yang cantik. Feng Syaoran segera bergerak ke arahnya.
Feng Syaoran bertanya dengan sopan, ''Maaf mengganggu, nona. Boleh tunjukkan dimana tempat buku-buku berkaitan dengan makhluk buas?''
''Makhluk buas? Apa itu siluman, menurutmu?'' Wanita itu membetulkan cermin matanya, cuba memastikannya.
''Ah, ya ya. Siluman, benar.''
Feng Syaoran tidak menyangka makhluk buas di sini juga dipanggil siluman.
Wanita itu menunjukkan satu arah, ''Pergilah ke sana, cari sebuah rak bernomor 12. Di situ ada apa yang kamu cari.'' Lalu menoleh ke arah Lin Sumei.
''Hai, Xiao Mei yang imut!''
''Hai, Ying jiejie.'' Lin Sumei membalasnya, tersenyum manis.
Feng Syaoran terangkat kening, ''Kalian saling kenal?''
Lin Sumei mengangguk antusias, ''Iyalah, aku mengenali Ying jiejie sewaktu mencari dirimu di perpustakaan. Oh ya, Ying jiejie. Inilah kakak sepupuku, Feng Syaoran.''
Feng Syaoran memberi hormat. Lu Ying terlihat terkejut.
''Oh kamu yang... Hmm... Tiada apa-apa. Ah, ngomong-ngomong, namaku ialah Lu Ying.'' Lu Ying cuba menyembunyikannya walaupun sedikit terlambat.
Feng Syaoran mengerti. Namanya sahaja sangat terkenal sebagai seorang sampah kultivasi. Karena itu, Lu Ying bereaksi sebegitu.
''Kakak selalu mendengar, dari Adik Mei kalau kamu selalu sahaja menghilang dari rumah untuk latihan beladiri.''
Lin Sumei mula menjadi cemberut apabila mengingatinya. Feng Syaoran hanya tersenyum pahit mendengarnya.
''Ah, Mei'er ngobrol lah sama Kakak Ying dahulu. Aku akan ke sana.'' Cadang Feng Syaoran sambil menunjukkan ke arah rak lorong yang ingin dia pergi.
Lin Sumei hanya termenung sesaat sebelum menganggukkan kepalanya. Dia berpikir mungkin akan membosankan jika dia mengikuti Feng Syaoran ke dalam jadi lebih baik baginya mengobrol dengan Lu Ying.
Lu Ying pula menjadi semakin antusias apabila Lin Sumei mau mengobrol dengannya. Selama dia bekerja di sini, hanya dia seorang sahaja yang bekerja di meja resepsionis ini membuatkan dirinya merasa bosan. Apabila Lin Sumei sedia mengobrol dengannya, tentu dia akan berasa gembira.
Feng Syaoran hanya tersenyum, sebelum pergi meninggalkan mereka menuju ke arah lorong yang dicari.
Tepat semenit, dia menemukan rak bernomor 12. Dia memulakan pencariannya tentang dunia ini pada buku-buku di situ. Feng Syaoran bermula dengan mencari buku-buku tentang dunia ini. Dari beberapa buku yang dibaca, dia mengetahui bahwa dunia ini terbagi kepada lima benua utama iaitu Benua Timur, Benua Barat, Benua Utara, Benua Selatan dan Benua Tengah.
Dalam pencariannya, Feng Syaoran menemukan bahwa di antara benua-benua tersebut, Benua Tengah merupakan yang terbesar. Benua Tengah ini terdapat tiga Kekaisaran, enam Negara dan tiga Dinasti.
Desa ini berada di salah satu kekaisaran iaitu Kekaisaran Tang. Kekaisaran ini merupakan kekaisaran yang terkuat dibandingkan dengan dua kekaisaran yang lain.
Alasannya mudah, karena kekaisaran ini mempunyai wilayah yang lebih besar berbanding yang lainnya. Semakin besar wilayah sesebuah kerajaan, semakin banyak sumber daya yang boleh didapatkan, semakin banyak tentera kuat dapat dihasilkan oleh kekaisaran.
Tetapi untuk alasan yang sama, Kekaisaran Tang merupakan kekaisaran yang paling tidak makmur dibandingkan dua kekaisaran lainnya karena kekaisaran ini mempunyai banyak pertempuran di antara sekte-sekte besar dari aliran hitam dan putih.
Feng Syaoran menyudahkan bacaannya, sebelum beralih kepada informasi tentang kultivator.
Di dunia ini, seseorang boleh dipanggil kultivator setelah mereka mencipta fondasi dasar dalam dantian miliknya dan membuka satu titik meridiannya. Orang yang telah berjaya mencipta fondasi dasar dan membuka satu meridian akan berada di tahap paling mendasar dalam kultivasi iaitu Tahap Pemula.
Kultivator mempunyai beberapa tahap dan level untuk membedakan kekuatan setiap kultivator. Tahap pertama iaitu yang paling mendasar ialah Tahap Pemula bermula pada level 1 diikuti oleh Tahap Ahli terbuka pada level 10, Tahap Master pada level 20, Tahap Raja pada level 30, Tahap Kaisar pada level 40, Tahap Penguasa pada level 50, Tahap Bumi pada level 60, Tahap Langit pada level 70, Tahap Naga pada level 80 dan Tahap Dunia pada level 90.
Kultivator yang telah mencapai Level 99 akan mendapat ujian untuk tahap yang lebih tinggi yang dinamakan sebagai 'Ujian Langit'. Selama ribuan tahun, belum pernah ada kultivator berjaya melepasi ujiannya karena terlalu susah.
Hanya seorang sahaja yang pernah melepasi Ujian Langit itu dan orang itu menjadi Penguasa Dunia yang memegang kelima-lima benua di dunia ini selama beratus tahun.
Feng Syaoran mengangguk paham akan konsep kultivator di dunia ini. Dia mencari pula buku-buku yang berkaitan dengan siluman.
Menurut pembacaannya, siluman merupakan binatang yang telah berevolusi menjadi hewan sihir. Siluman terbagi kepada tiga iaitu hewan buas, siluman dan binatang mistik.
Hewan buas ialah binatang yang belum menciptakan fondasi dasar untuk mempunyai tenaga dalam untuk berubah menjadi siluman, tetapi kekuatannya jauh lebih tinggi daripada binatang biasa.
__ADS_1
Siluman pula merupakan binatang yang telah menciptakan fondasi dasar mereka untuk mempunyai tenaga dalam. Ketika binatang berubah menjadi siluman, ia akan membentuk sesuatu yang dinamakan Kristal Siluman. Semakin tinggi tingkat dan usianya, semakin pekat atau besar kristal siluman tersebut.
Siluman mempunyai beberapa tingkat berdasarkan kualiti warna auranya iaitu Siluman Biasa berwarna putih, Siluman 10 tahun berwarna kuning, Siluman 100 tahun berwarna hijau, Siluman 1000 tahun berwarna biru, Siluman 5000 tahun berwarna ungu dan Raja atau Ratu Siluman berwarna merah.
Untuk binatang mistik, ia merupakan tingkat lanjutan selepas Raja atau Ratu Siluman berjaya melampaui batasan fondasi mereka dan menciptakan halo. Binatang mistik mempunyai dua tingkat iaitu Hewan Suci dan Dewa Siluman.
Keberadaan binatang mistik merupakan hal yang paling misterius dalam dunia ini. Dikatakan apabila salah satu daripada mereka terjatuh ke dunia ini, akan terjadinya bencana paling dahsyat yang memusnahkan segalanya.
Siluman sangatlah berharga karena bagian tubuhnya boleh dibuat berbagai peralatan dan senjata. Kristal siluman itu juga boleh digunakan untuk membuat peralatan dan senjata, selain berfungsi untuk membuat obat berharga dan meningkatkan tenaga dalam seorang kultivator.
Namun begitu, kultivator tidak boleh menyerap kristal siluman dengan sembarangan. Kristal siluman yang ingin diserap haruslah mempunyai elemen yang sama dengan kultivator itu sendiri atau si kultivator akan menderita keracunan tenaga dalam.
Meskipun kultivator mendapatkan kristal siluman dengan elemen yang sama, ia tidak boleh menyerap kristal siluman secara keseluruhan karena inti kristal siluman itu mampu membuatkan kultivator yang menyerapnya mempunyai efek samping seperti bagian tubuh kultivator berubah wujud menyerupai siluman yang diserap kristalnya.
Oleh karena hal itu, kristal siluman jarang digunakan oleh kultivator dan lebih banyak digunakan oleh para pengrajin untuk menciptakan peralatan dan senjata.
Feng Syaoran menutup buku terakhir tentang siluman sebelum diletakkan semula di tempat asal.
Kemudian perlahan-lahan bibirnya mengorek senyuman, lalu mula tertawa kecil dan perlahan-lahan membuatkannya menjadi semakin kuat dan kuat. Beruntungnya dia berseorangan di tempat itu, jadi dia tidak akan dimaki. Wajahnya menggambarkan betapa puas dirinya dengan informasi yang didapatkan.
Boleh dikatakan karena dunia ini tidak jauh berbeda dari dunia di kehidupan sebelumnya, baik tentang daratan dunia, siluman atau pelbagai lagi.
'Akhirnya, aku punya peluang untuk menjadi lebih kuat. Aku boleh menggunakan ilmu beladiri yang aku pelajari di sini.'
Dengan informasi yang didapatkan ini, Feng Syaoran mula membuat rencana untuk ke depannya. Rencana yang dibuatnya mempunyai tiga fase.
Fase pertama, Dia akan membantu keluarganya mendapat kembali pengaruh di Desa Tianling ini dan menyingkirkan Keluarga Ming. Feng Syaoran akan menggunakan ilmu beladiri yang telah dipelajarinya untuk menjadi kuat dalam waktu yang singkat dan memenangkan turnamen desa dalam kurun waktu tiga bulan lagi.
Fase kedua, dia akan keluar berpetualang untuk mencari pengalaman dan memasuki sekte aliran putih di kekaisaran ini untuk memperluaskan wawasannya tentang dunia ini.
Fase ketiga, dia akan kembali keluarganya setelah mencapai Tahap Penguasa.
Feng Syaoran tidak berencana berhenti memperkembangkan levelnya sehingga ke Tahap Penguasa sahaja tetapi dia belum mempunyai rencana untuk membuat fase keempat.
Dia menyimpan buku itu ke dalam bajunya sebelum melihat ke arah jendela.
'Cepatnya masa berlalu. Hari sudah semakin siang. Lebih baik aku pulang sekarang. Mei'er pasti kebosanan menunggu.' Detik hatinya sebelum meninggalkan tempat pembacaannya tadi.
Ketika Feng Syaoran keluar untuk melihat meja resepsionis, kelihatan Lu Ying dan Lin Sumei masih rancak mengobrol tanpa menyedari sedikit pun kedatangannya di hadapan meja itu.
'Cewek kalau mengobrol mungkin tiada habisnya...'
Seingat dirinya, dia melakukan pencarian maklumat memakan masa lebih kurang lapan jam. Dia heran bagaimana para cewek di hadapannya ini boleh mengobrol selama itu.
Feng Syaoran menggeleng sebelum mengetuk lonceng di atas meja. Kedua perempuan itu terkejut sambil menyumpah mendengarnya, segera menoleh pantas. Mereka melepaskan napas lega karena Feng Syaoran yang menekan loncengnya.
"Kalian para cewek kalau mengobrol, masa bergerak pun takkan sadar." Katanya sambil mengarahkan jempol ke luar jendela. Feng Syaoran terkekeh melihat tingkah mereka sebentar tadi.
Lu Ying memandang ke luar jendela, segera memahaminya, "Yah, sudah siang. Kakak mau tutup perpustakaan dulu, kalian bisa pulang. Adik Mei, di lain waktu kalau mau mengobrol sama kakak, bolehlah datang ya."
"Oke, Ying jiejie." Lin Sumei menjempol.
"Nona Ying, terima kasih banyak karena sudi menjaga adikku." Feng Syaoran menunduk hormat.
"Tak perlu. Jangan berterima kasih kepadaku. Aku yang sepatutnya berterima kasih karena telah membawanya untuk menghilangkan rasa bosanku."
"Tidak, justru aku yang lebih sepatutnya berterima kasih kepadamu, karena telah menggantikan peranku untuk menghiburkan Mei'er ketika aku sedang sibuk." Feng Syaoran menundukkan kepalanya.
Lu Ying tertahan nafasnya melihat sikap yang ditunjukkan oleh Feng Syaoran. Feng Syaoran tidak berencana menunggu respon Lu Ying terus memberi salam kepadanya.
"Baiklah. Kalau begitu, kami pamit dahulu. Jumpa lagi." Lin Sumei juga ikut memberikan salam.
"Ya baiklah. Jumpa lagi." Lu Ying membalasnya.
Feng Syaoran segera melangkah keluar dari perpustakaan desa, menuju ke rumah mereka sambil diikuti oleh Lin Sumei. Lu Ying mengantar mereka berdua dengan pandangan matanya terutamanya Feng Syaoran, "Alangkah bagus sekiranya semua kultivator mampu menjadi sopan seperti anak itu."
Dalam hatinya, Lu Ying berharap agar mereka berdua sentiasa berada dalam keadaan aman.
Namun, tepat setelah Feng Syaoran dan Lin Sumei menjauh dari perpustakaan desa, mereka bertemu seseorang yang mereka tidak benar-benar ingin bertemu.
Kelihatan sekumpulan anak-anak lelaki menghadang jalan mereka, diketuai oleh seorang anak laki-laki berambut pirang memandang mereka dengan pandangan merendah.
"Ming Dao..."
__ADS_1
Halo para pembaca sekalian, maaf yah kalau novelnya kurang bagus, soalnya ini yang pertama kalinya. Teruskanlah membaca novel ini dan jangan lupa vote dan komen yah.