Lagenda Kaisar Siluman

Lagenda Kaisar Siluman
Ch 8: Berbelanja


__ADS_3

Kartu besi itu tidak bersinar lama, hanya beberapa saat sebelum diambil petugas galak itu. Kartu besi itu berubah daripada warna abu-abu kepada warna merah.


Feng Syaoran sudah kebosanan dan lelah menunggu karena prosedur pendaftaran yang lama, mula jadi tertarik, 'Plat besi apa ini? Sihir?' Dia dapat merasakan sangat sedikit jejak aura aneh di dalam kartu besi itu.


Petugas tadi mengambil tangan Feng Syaoran dan dibuka telapak di hadapannya. Kertas yang ditulis Feng Syaoran tadi digunakan untuk membungkus kartu besi merah itu lalu diletakkan pada telapak Feng Syaoran.


Hal luar biasa terjadi, bungkusan kertas berasap nipis sebelum menunjukkan perubahan, meresap pada kartu besi merah itu sebelum memaparkan identitas serta wajah Feng Syaoran pada permukaannya.


'Kali ini apa pula? Alkemis? Kertas apa sih yang digunakan tadi?' Matanya melotot ke arah kartu identitasnya, penasaran dengan proses perubahan yang terjadi padanya.


"Baik, itu kartu identitasmu. Biayanya lima koin perak." Ucap petugas berwajah galak itu sambil memerhatikan bocah di hadapannya yang leka memeriksa kartu identitasnya itu.


"Oh, baiklah..." Feng Syaoran segera menjadi sadar, lalu memberikan lima keping koin perak yang diberikan oleh Lin Zhao kepadanya ketika di luar tadi, "Ini lima koin perak."


Petugas itu menerima koin-koin itu sebelum memperingatkannya, "Bocah, jaga kartu identitasmu baik-baik. Jika kau kehilangannya, ku katakan kau akan kesusahan di mana-mana, belum lagi akan ada denda dikenakan, di kota ini setidaknya 10 koin perak sebagai denda."


Feng Syaoran melotot, 'Apa-apaan sih? Mahal banget?!' Detik hatinya.


Petugas galak itu memahami reaksi itu segera memperjelaskannya, "Bahan yang digunakan untuk memproduksi kartu besi dan kertas itu bukan bahan biasa, bocah. Harganya lumayan mahal, tambahan pula produksi kartu besi dan kertas tadi membutuhkan kemampuan Alkemis tingkat tinggi setidaknya Tahap 4 dan prosedurnya memakan waktu yang cukup lama. Jadi karena itu, hargailah usaha yang dibuat dengan susah payah ini."


Feng Syaoran jadi mengerti. Tidak menyangka di dunia ini masih mempunyai ilmu alkemis walaupun ilmunya tidak sehebat dan setinggi di kehidupan Feng Syaoran sebelumnya.


Jika dilihat semula, produk seperti kartu identitas ini tidak pernah ada di kehidupan sebelumnya walaupun dunia sebelumnya mempunyai sedikit persamaan di dunia ini, menunjukkan teknologi alkemis di dunia ini sungguh unik.


Feng Syaoran tersenyum tipis, 'Tak ku sangka, sungguh masih banyak lagi ruang bagiku untuk mempelajari ilmu alkemis setelah datang ke dunia ini.' Kemudian pandangannya beralih kepada petugas berwajah galak tadi.


"Baiklah, terima kasih karena meluangkan waktu untukku mendaftar." Feng Syaoran memohon pamit mengingatkan ada urusan yang perlu diselesaikan lalu segera keluar meninggalkan ruangan itu, petugas itu hanya mengangguk sahaja.


"Jarang sekali ada anak kecil seperti dirinya yang berterima kasih pada kita karena hal sepele ini." Komentar petugas di sebelah kanan petugas berwajah galak itu, kagum dengan tingkah sopan Feng Syaoran sebentar tadi.


"Yah, kau benar." Petugas galak itu bersetuju dengan ucapan temannya tadi.


Hanya dengan pengamatannya sebentar tadi, dia dapat merasakan Feng Syaoran memancarkan aura yang berbeda dengan anak-anak lain seusianya, seperti aura yang dikeluarkan oleh kultivator tingkat tinggi pada umumnya. Anehnya, dia hanya merasakan tenaga dalam yang sangat sedikit di dalam tubuh Feng Syaoran, layaknya Level 5 ke bawah.


'Sungguh bocah yang misterius.' Detik hatinya.


Dari tempat duduknya, dia bisa melihat Feng Syaoran bertemu dan berbicara akrab dengan seorang pria muda di luar selama beberapa waktu sebelum pergi dari sana, menghilang di balik jendela.


Petugas berwajah galak itu lalu segera memanggil antrian selanjutnya, meneruskan pekerjaan rutin.


Sementara itu, Feng Syaoran mengikuti Lin Zhao yang terus menelusuri jalanan di kota ini, suasana kota di tepi laut itu penuh dengan kebisingan memenuhi tengahari yang terang. Matanya sempat meliar ke berbagai arah, mengamati persekitarannya,


"Orang-orang di sini ramai juga ya?" Gumamnya pelan.


Orang-orang datang dari berbagai arah sibuk dengan urusan masing-masing di jalanan kota, dia bisa melihat di setiap jalanan yang ditelusurinya sungguh sesak, hampir separuh perjalanan mereka melalui kawasan pasar, di mana tempat para pedagang melakukan aktivitas mereka dengan aman tanpa gangguan, ada yang berjualan, kebanyakannya menjadi pelanggan, bahkan terlihat perajurit kota yang berpatroli menjaga keselamatan awam.


Dari jauh kelihatan laut biru yang indah terlihat sibuk dengan kapal-kapal dagang dan perahu yang datang berlabuh dan pergi, belum lagi kedudukan kota ini dikelilingi oleh dua gunung, menjadikannya benteng pertahanan alami untuk kota dari serangan musuh. Tidak heran kota ini sangatlah makmur.


Tiba-tiba Feng Syaoran tertabrak sesuatu, hilang keseimbangan dan jatuh terduduk, "Ow...!"


Dia tersadar di atasnya, seorang anak laki-laki berusia sekitar enam atau tujuh tahun dengan jubah hitam lusuh sedang tumpang tindih di atasnya, mungkin karena waspada, tanpa berkata apa-apa segera bocah bangun dan bergegas pergi dari sana, melihatnya Feng Syaoran jadi mengerti.


'Anak itu sedang dikejar seseorang.' Dia malas untuk ikut campur dengan hal yang tidak berkaitan dengannya, mengabaikannya.


"Ran'er, kau kenapa terduduk di sana?" Lin Zhao terlihat sedang mendatanginya, mungkin karena sadar dia tidak mengikutinya tadi dan datang semula kemari.


Feng Syaoran menggeleng kepalanya sambil mula bangun semula, "Maaf, aku gak sengaja terpeleset tadi." Dia tidak memberitahu tentang bocah yang menabrak dirinya tadi kepada Lin Zhao.


Lin Zhao menghela nafas panjang, "Berhati-hatilah lain kali." Langsung tidak menyangka dirinya dibohongi oleh bocah di hadapannya ini, "Ayo cepat, Paman Song dan Paman Wang mu itu mungkin sudah lama menunggu."

__ADS_1


Sepuluh menit berjalan kaki, mereka berdua tiba di pintu hadapan sebuah gedung yang memiliki lima lantai, dengan bergaya warna merah darah dan kuning emas menampilkan gaya mewah dan megah, pada papan namanya bertuliskan 'Asosiasi Sinar Mentari' dengan tinta berwarna emas, cocok dengan namanya sebagai kelompok besar dari aliran netral di Kekaisaran Tang, dua penjaga di pintu gerbang gedung ini juga merupakan kultivator yang setidaknya berada di Tahap Ahli.


Feng Syaoran hanya bersiul kagum, walaupun dia pernah melihat sesuatu yang lebih hebat daripada ini di kehidupan yang sebelumnya, tetapi untuk berada di tahap pencapaian seperti ini sebenarnya tidaklah mudah, dia cukup memahami akan hal itu.


"Lin Zhao, Ran'er, kalian kemarilah." Sebuah suara yang akrab menyapa mereka berdua, terus menoleh ke arahnya.


Bersebelahan dengan gerbang gedung besar itu, kelihatan Song Ming berdiri bersandarkan gerobaknya melambai ke arah mereka berdua, tanpa berlengah Lin Zhao bergerak mendekatinya, Feng Syaoran segera mengikuti.


Sesampainya sahaja, Lin Zhao terus bertanya, "Song Ming, apa kalian sudah menyelesaikan urusan kalian?"


"Iya, kami sudah menyelesaikannya. Ngomong-ngomong, harga helang botak dan serigala bukit sepertinya menurun lagi." Song Ming memulakan obrolan.


"Oh, kok gitu ya?" Balas Lin Zhao.


Feng Syaoran tidak berencana mendengar kedua pria itu mengobrol, mula memeriksa isi tas yang dibawanya, di dalamnya terdapat ratusan keping koin perak dan emas, jika dihitung secara akurat tepatnya sebanyak seratus lima puluh keping emas dan lima ratus keping perak, semua itu merupakan hasil tabungan oleh dirinya yang dahulu selama beberapa tahun lepas.


'Tak ku sangka kau pandai menyimpan uang sebanyak ini, bocah.' Gumamnya pelan merujuk kepada dirinya yang dahulu.


Dia sempat ragu dari mana dirinya yang dahulu mampu mendapat uang sebanyak ini, tapi dia tahu percuma memikirkan hal itu jadi dia mengabaikannya.


Sebelum datang ke kota ini, Feng Syaoran sempat mengeledah seisi ruangannya dengan tujuan mencari sesuatu yang berharga untuk membeli beberapa bahan yang akan membantu kultivasinya di kota, dan hasil pencariannya adalah sebuah tabungan dan seutas kalung dengan batu liontin berwarna hitam yang tidak diketahuinya.


Segala isi tabungan itu diambil oleh dirinya, "Semua uang ini tidak berguna untuk orang yang sudah mati, lebih baik aku menggunakannya. Dan, untuk kalung ini..." Kalung misterius itu ditatap sebelum disimpannya semula, "Mungkin akan ada suatu rahsia yang tersimpan terkait dengan kalung ini. Lebih baik aku menyimpannya.' Pikirannya cuman asal menebak sahaja.


Feng Syaoran menoleh ke arah Asosiasi Sinar Mentari di hadapannya, 'Mungkin apa yang aku perlukan ada di dalam gedung ini.'


"Oh ya, Paman, boleh aku pergi ke dalam? Mau melihat-lihat sebentar." Tanya Feng Syaoran dengan telunjuknya mengarah kepada gedung Asosiasi. Pertanyaannya membuatkan obrolan kedua-duanya berhenti sebentar.


Lin Zhao terlihat ragu untuk menjawabnya, Song Ming lalu berkata, "Tak mengapa, Ran'er cuman pergi ke dalam gedung sahaja, itu mudah untuk diawasi. Lagi pula Wang Zen masih ada di dalam jadi gak masalah dia memasukinya."


Selepas menghela nafas panjang, Lin Zhao menyetujuinya, "Baiklah, pergilah. Tapi, jangan terlalu lama, kita masih perlu pergi berbelanja barang nanti."


"Baiklah." Selepas mendapat keizinan, terus Feng Syaoran berjalan ke arah gerbang, memasuki gedung besar itu.


Tampaknya kehadiran anak kecil seperti dirinya terlihat terlalu mencolok di tempat ini, belum lagi pakaiannya yang terlihat biasa seperti orang desa rendahan dibandingkan dengan para pengunjung lainnya, menjadikannya pusat perhatian.


Seorang wanita muda dengan seragam kerjanya iaitu gaun merah muda mendekatinya, "Tuan Muda, apa yang kami, Asosiasi Sinar Mentari boleh membantu anda?"


Feng Syaoran berpaling ke arah wanita muda itu lalu berkata, "Ah, aku ingin melihat-lihat dahulu. Apa itu diperbolehkan?"


Terangkat kening wanita muda itu mendengarnya, sambil tersenyum pahit dia berkata, "Iya, silahkan dilihat-lihat dahulu." Matanya sempat memandang bocah di hadapannya ini dengan sinis dan Feng Syaoran menyadarinya, hanya mengabaikan sahaja.


Dia mulai berjalan mengelilingi lantai satu gedung itu, keadaan di dalam gedung besar itu tidak berbeda dengan toko biasa yang menjual barangan kebutuhan dunia persilatan, cuman mempunyai kapasitas yang lebih besar berbanding toko biasa lainnya.


Jadi tak banyak perkara yang menarik perhatiannya, hanya terdapat buku-buku ilmu tingkat rendah, beberapa ramuan, herbal biasa dan banyak hal yang setara dengannya.


Feng Syaoran sedikit kecewa apa yang dicari oleh dirinya tidak ada di lantai satu, lantas bertanya pada seorang gadis pelayan terlihat berusia tujuh belas hingga lapan belas tahun, "Permisi, Aku ingin bertanya. Di mana aku boleh mendapatkan kristal siluman?"


Si gadis pelayan itu membeku sesaat melihat Feng Syaoran sebelum merespon, "Maaf bertanya. Adik, apa kamu seorang kultivator?"


"Iya, itu benar. Apa ada sesuatu yang salah?"


Lantas si gadis pelayan itu menepisnya, "Tidak, tiada apa-apa. Maaf jika saya lancang." Kemudian, dia meluruskan tangannya mengarah tangga, "Jika Tuan Muda mencari kristal siluman, Tuan Muda dapat menemukannya di lantai dua dan tiga. Apakah Tuan Muda keberatan kalau saya tunjukkan?"


Feng Syaoran mengangguk kepalanya, "Tidak, saya tidak keberatan, mohon bantuannya."


Si gadis pelayan itu tersenyum manis kepada Feng Syaoran lalu membawa bocah itu ke lantai dua, di sana terlihat jumlah pengunjung lebih sedikit daripada pengunjung di lantai satu, terus si gadis pelayan membawa bocah itu ke satu arah.


Di sana, terlihat kristal siluman dengan berbagai warna dan ukuran disusun dengan kemas, dari yang kecil sebesar kerikil sehingga sebesar kepalan manusia dewasa, beberapa di antaranya diletakkan di dalam bekas kaca.

__ADS_1


"Ini adalah kristal siluman yang Tuan Muda cari. Toko kami akan memberikan perkhidmatan terbaik yang sesuai dengan uang saku Tuan Muda. Silahkan dilihat-lihat." Si gadis pelayan itu menunjukkan ke arah susunan kristal itu sambil bibirnya terukir senyuman manis.


Feng Syaoran mula mendekati susunan kristal siluman, dimulai dengan yang ukuran terkecil, melihat kristal sebanyak itu membuatnya sedikit antusias, tangannya menjadi terasa ingin mengambil kesemua kristal siluman di situ.


Dia menoleh ke arah si gadis pelayan yang setia menunggunya memerhatikan sahaja dari samping, "Maaf, apa aku diperbolehkan untuk menyentuhnya?"


Si gadis pelayan itu segera memberi penjelasan, "Oh, tidak mengapa jika Tuan Muda ingin mengeceknya. Cuman..." Tiba-tiba dia tersenyum jahat, "Jika Anda merusakkannya, Tuan Muda akan kehilangan banyak uang untuk membayarnya nanti."


Niatnya sengaja ingin menakut-nakutkan Feng Syaoran untuk bercanda, namun reaksi Feng Syaoran diluar dugaannya.


"Oh, baiklah. Nona janganlah risau, saya tidak akan merusakkannya." Dengan tawa kecil Feng Syaoran menoleh ke arah kristal siluman lalu mengambil salah satunya yang berwarna biru gelap.


Melihat candaannya tidak berhasil membuatkan si gadis pelayan itu tersenyum canggung, 'Bocah ini sungguh tenang. Aku tidak dapat membacanya.'


Serentak dengan itu, kristal siluman yang dipegang oleh Feng Syaoran dapat dibaca, "Ini kristal siluman Ular Air Hitam dengan elemen air dan racun." Matanya sempat melirik melihat harganya, sekitar dua keping koin emas.


"Oh, cukup murah." Gumamnya pelan tetapi itu tetap didengari si gadis pelayan.


Si gadis pelayan itu segera menjelaskannya, "Kristal siluman yang di tangan Tuan Muda itu adalah kristal siluman biasa dengan elemen air. Itu mungkin tiada gunanya untuk Tuan Muda jika Anda ingin meningkatkan tenaga dalam Anda."


Feng Syaoran hanya tersenyum lalu menggeleng, "Tidak, ini cukup. Saya ingin membeli beberapa kristal siluman seperti ini."


Dengan uang saku yang dimilikinya dia menggunakan kesemuanya untuk membeli kristal siluman dalam jumlah yang banyak, tepatnya sebanyak tujuh puluh lima kristal siluman biasa dengan berbagai elemen.


"Terima kasih telah mengunjungi kami. Silahkan datang lagi." Si gadis pelayan itu berasa gembira sambil melihat Feng Syaoran pergi dari gedung toko itu membawa bungkusan besar.


Dia gembira apabila Feng Syaoran datang kepadanya dengan membawa banyak uang hari ini, hanya untuk membeli barangan yang tidak seberapa dengan jumlah yang banyak, belum lagi kuota pensyaratan yang diperlukannya sudah mencukupi, tanpa berlengah dia terus menaiki ke lantai teratas gedung itu.


Tidak lama kemudian, si gadis pelayan itu sampai di hadapan pintu sebuah ruangan kerja, di dalamnya terdapat seorang pria sepuh sedang mencatatkan sesuatu di atas kertas. Si gadis pelayan itu mengetuk pintu ruangan itu.


"Siapa?" Tanya pria sepuh itu, tangannya berhenti menulis.


"Salam, Tetua Yang. Yu Xueyuan datang untuk melapor."


"Oh, Xuexue. Masuklah." Pria sepuh itu memberi keizinan, pintu itu langsung dibuka oleh gadis pelayan bernama Yu Xueyuan itu sebelum ditutup semula.


Tetua Yang itu mula bertanya, "Jadi, bagaimana tugasnya?"


Yu Xueyuan itu menjawab antusias, "Iya, tugas dari ayah mengumpulkan sepuluh ribu keping koin emas dalam kurun waktu lima minggu telah diselesaikan." Lalu dia segera menunjukkan beberapa lembar kertas sebagai bukti usahanya.


"Oh, Tetua. Baru sebentar tadi aku menjumpai bocah aneh."


Tetua Yang menaikkan alisnya, "Bocah aneh?"


Yu Xueyuan mengangguk, "Iya, bocah itu terlihat seperti orang desa, membeli kristal siluman dalam jumlah yang banyak. Dia tampak sepertinya melakukan sesuatu."


"Oh, apa itu?" Pria sepuh jadi tertarik lalu mendengar sambil menghirup air tehnya.


"Jika aku gak salah, dia mengucapkan nama kristal siluman itu." Jawabannya membuatkan pria sepuh itu tersedak air teh yang diminumnya, Yu Xueyuan jadi terkejut, "Tetua!"


Tetua Yang segera mengelap mulutnya yang basah dengan sapu tangan, "Maaf, maaf. Aku gak sengaja." Lalu dia menyambung, "Xuexue, katamu tadi bocah itu mengatakan nama siluman itu berdasarkan kristalnya?"


Yu Xueyuan menganggukkan kepalanya, pria sepuh itu mengurut dahinya, "Nak, kau melepaskannya?"


"Iya, apa aku melakukan kesalahan?" Tetua Yang mengangguk lalu berkata, "Nak, kau sebagai putri Presiden Asosiasi perlu mengetahui hal ini, bocah itu sebenarnya mampu membaca kristal siluman itu, dan hal itu sebenarnya hanyalah boleh dilakukan jika kau kultivator tingkat tinggi seperti orang tua ini." Sambil menunjukkan dirinya sendiri.


Yu Xueyuan jadi tergagap, "Ja-jadi, bo-cah itu..."


Tetua Yang mengiyakannya, "Sama ada dia seorang senior atau benar-benar bocah, kita tidak mengetahuinya. Jikalau benar dia seorang bocah, berarti dia sangatlah berbakat dan dia akan sangat berguna pada kita, tapi kau melepaskannya? Sungguh sangatlah disayangkan."

__ADS_1


Yu Xueyuan jadi terdiam, kehilangan kata-kata.


Halo para pembaca sekalian, maaf yah kalau novelnya kurang bagus, soalnya ini yang pertama kalinya. Teruskanlah membaca novel ini dan jangan lupa vote dan komen yah.


__ADS_2