Langkah Kecil Si Pejuang Mimpi

Langkah Kecil Si Pejuang Mimpi
Bab 9 Pilihan


__ADS_3

Pilihan


Abil baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya, Ia lulus dengan nilai yang tidak terlalu bagus dengan rata – rata nilai ujianya enam koma delapan. Padahal sebelumnya Ia cukup optimis tentang hasil yang akan Ia dapat dari ujian yang Ia lakukan, Ia merasa sudah maksimal mengerjakan soal ujianya dan yakin bahwa nilainya akan bagus dan bisa Ia gunakan sebagai modal mencari kerja di kota atau kuliah. Tapi nyatanya keyakinan saja ternyata tidaklah cukup, faktanya nilai Abil saat ini terlalu minim untuk Ia gunakan mendaftar kuliah ataupun pekerjaan di perusahaan swasta di kota – kota besar.


Abil masih belum mencoba peluang pekerjaan dengan ijazahnya yang sekarang, Ia masih fokus mengerjakan pekerjaannya di sawah menggarap lahan pembibitan seperti tahun – tahun seblumnya. Ia merasa hasil yang Ia dapatkan sudah lumayan bagus dan cukup untuk kehidupanya saat ini, terlebih lagi Ia sebenarnya sedang bingung tentang apa yang akan Ia lakukan selain bertani.


Pernah suatu waktu Ia ingin membuka usaha konter HP tapi Ia masih bingung harus memuainya dari mana, pengetahuanya tentang HP hanya sebatas mengetahui harga, spec dan pulsa saja, selebihnya tentang perbaikan atau layanan yang berkaitan dengan teknis mesin Ia masih blank. Ia juga berencana melanjutkan kuliah di bidang bisnis, tapi di sisi lain tabunganya tidak cukup untuk bisa membiayai kuliahnya.


Karena sudah tidak sekolah, setiap hari yang Abil lakukan lebih fokus ke sawah dan bekerja di proyek pembibitan membatu makelar mengangut bibit dari sawah ke mobil untuk di kirim ke pembeli atau proyek pemerintah sekalian menabung siapa tahu suatu saat Ia berkesempatan bisa melanjutkan sekolahnya.

__ADS_1


Ia sekarang jarang berada di rumah, dan tidurpun biasanya Ia menginap di basecamp dekat rumah Abil bersama teman – temanya yang lain. Jikapun pulang Abil biasanya sekitar pukul satu sampai tiga pagi baru pulang dari bekerja atau nongkrong di basecamp, dan pagi harinya sudah pergi lagi ke lahan pembibitan.


Aktivitas yang di lakukan Abil tak lepas dari pantauan Ibunya, tapi Ia hanya bisa menasehatinya dengan kata – kata, masa – masa labil usia remaja membuat Abil bebal mendengarkan nasihat dari Ibunya tersebut, Ia lebih suka mengobservasi sendiri dari referensi – referensi yang Ia dapat secara langsung di hidupnya tanpa mendengarkan opini dari orang – orang di sekitarnya. Ia merasa sudah cukup umur bisa menimang persoalan hidupnya sendiri.


Tapi ada satu hal yang selalu mengganjal di pikiran dan hati Abil, Ia selalu merasa sedih dan bersalah mana kala saat Ia pulang ke rumah di dini hari, Ia selalu mendapati Ibunya sedang menangis di sela – sela doa yang Ia panjatkan selesai sholat. Beban Ibu memang sudah lumayan berkurang secara materi karena Abil sudah lulus sekolah, tapi disisi lain dengan Abil yang jarang di rumah ternyata membuat Ibunya merasa khawatir tentangnya, terlebih lagi Bapak Abil hingga sekarang belum berubah sedikitpun, masih menjadi cobaan di hidup keluarga terutama untuk Ibu.


Semakin dewasa Abil, Ia semakin paham apa yang Bapaknya lakukan ketika jarang pulang dan bahkan Ia sekarang berada di dunia yang sama dengan Bapaknya, hanya berbeda lingkup pergaulannya saja. Abil yang sekarang juga sudah berani melawan apa yang dilakukan Bapaknya kepada Ia atau Ibunya. Meski tujuan Abil melawan bukan untuk mencari kemenangan tapi mencoba memberi pengertian ke Bapaknya bahwa semua hal di dunia ini bukan semata – mata harus sesuai keinginannya, aktivitasnya sebenarnya sudah menasehatinya secara tidak langsung, bahwa dalam berjudi Ia pun sering kalah yang tentunya tidak sesuai dengan apa yang di harapkan, tapi entahlah Ia sepertinya belum tersadar karena mata dan akal sehatnya tertutup kartu remi dan angka togel.


Ibu memahami masa Abil yang sekarang, Ia tahu tidak bisa mengarahkan Abil seperti saat Ia masih kecil. Abil sudah masuk ke masa – masa Ia mulai mencari jati dirinya sendiri, Ibu hanya berpesan beberapa hal kepada Abil, agar Ia bisa terhindar dari hal – hal negative di hidupnya.

__ADS_1


Ibu berpesan meskipun di lingkungan tempat tinggal atau pergaulanya mayoritas adalah seorang pecandu judi dan minuman keras, Ibu ingin agar Abil tidak melakukan salah satu dari hal itu dan satu lagi yang selalu di katakan Ibu kepada Abil, bahwa Ia harus bisa menjaga sholatnya di kondisi apapun. Katanya, sholat mungkin tidak akan membuatmu langsung kaya, atau keinginan – keinginanmu terkabul, tapi dengan menjalankan sholat berarti kamu selalu mengusahakan hal – hal baik yang menjadi pedomanmu menuntunmu ke arah yang lebih baik dan yang paling penting sholat itu membawa ketenangan hidup katanya.


Abil selalu berkomitmen menjaga apa yang Ibunya katakan padanya, Ia menghindari meminum minuman beralkohol, berjudi dan menjaga sholatnya, meskipun di beberapa waktu yang lalu saat Ia masih sekolah Ia pernah beberapa kali kecanduan berjudi dengan teman – teman sekolahnya, tapi Ia berhenti karena setelah Ia fikir – fikir uangnya hanya berputar – putar di satu lingkup dan bergantian mendapat kemenangan dan malah hanya membuang – buang waktu saja.


Abil sebenarnya masih kecanduan adrenaline berjudi hingga saat ini, tapi Ia memilih mengalihkan kesukaanya tersebut ke hal yang positif. Sebagai contoh, Ia lebih suka menggunakan uangnya untuk belajar hal baru seperti kursus atau berspekulasi membuka usaha meskipun kemungkinan keberhasilanya kecil. Ia berpendapat bahwa sekecil apapun hasil yang akan Ia dapat selama hal tersebut mengarahkanya ke hal positif dan bisa membuatnya terus berkembang tidak masalah baginya.


Dan tanpa disadari ternyata adrealine yang Ia salurkan ke hal positif membuatnya terus berkembang dari waktu ke waktu karena melakukan banyak hal yang sebagian orang di lingkunganya tidak berani melakukan hal yang sama dengan Abil, dan tetap dengan mindset traditional bahwa berjudi harus menggunakan kartu dan mengambil keuntungan secara materi saat menang.


Meskipun hasil secara materi belum di dapatkan, tapi Ia bisa melihat dunia dengan sedikit sudut pandang yang lebih luas. Dengan banyaknya referensi yang Ia miliki dalam kehidupan, membuatnya lebih baik dalam bertindak dan menentukan keputusan yang akan Ia ambil di hidupnya.

__ADS_1


Yang Ibu Abil lakukan menurutnya sudah baik, Ia memberikan contoh langsung perjuangan hidup seorang manusia kepada Abil, dan tidak hanya berfokus pada wejangan – wejangan dan teoritis saja, seorang anak mungkin gagal untuk mendefinisasikan apa yang terucap, tapi sebagian besar anak akan berhasil menirukan apa yang Ia lihat di kehidupanya.


__ADS_2