Langkah Kecil Si Pejuang Mimpi

Langkah Kecil Si Pejuang Mimpi
Bab 5 Bagian Doa


__ADS_3

Bagian Doa


Langkah kaki terdengar dimana – mana, para guru yang mulai sibuk mempersiapkan acara untuk pengumuman hasil ujian nasional di sekolah dasar Abil. Ruangan pengumuman sudah selesai di persiapkan di bantu para murid kelas enam, kursi dan meja yang nantinya di gunakan sebagai ruang pengumuman sudah tertata rapih dan tinggal menunggu wali murid datang.


Abil dan teman kelas enam lainya sangat senang hari ini, senang sekaligus cemas. Senang karena sudah di tahap akhir sekolah dasar dan cemas karena tidak tahu seperti apa hasil pengumuman nanti. Meskipun demikian, semua siswa optimis akan hasil yang di dapat, mereka telah mempersiapkan dengan matang ujian nasional kemarin, telah berusaha semaksimal mungkin dengan mengikuti jam pelajaran tambahan serta belajar lebih giat di rumah.


Para wali murid sudah mulai berdatangan, mereka duduk di tempat yang sudah di tentukan oleh panitia penyelenggara. Para orang tua murid terlihat juga merasakan ketegangan akan hal ini, mereka mengharapkan hasil yang bagus tentunya, dari hasil ujian yang di lakukan anak – anaknya. Sambil menunggu acara di mulai, sebagian wali murid terlihat juga berdiskusi tentang anak – anak mereka termasuk Ibu Abil yang hari ini datang mengambilkan hasil ujian Abil, Bapaknya sudah jelas tidak peduli sama sekali tentang hal ini.


Tibalah yang di nanti semua orang yang hadir mengikuti acara ini, Pak Eko selaku kepala sekolah memberikan sambutan kepada wali murid yang datang, dan menjelaskan tentang proses – proses yang sudah di lewati para murid hingga akhirnya bisa menyelesaikan ujian akhir sekolah. Di lanjutkan panitia, kemudian di bagikanlah selembar amplop hasil ujian ke masing –masing wali murid. Semua terlihat tegang meskipun sesekali di iringi dengan candaan untuk sedikit menghilangkan ketegangan suasana, tak terkecuali para murid yang di luar ruangan, mereka harap – harap cemas tentang hasil ujian yang akan mereka dapatkan.


Setelah semuanya mendapatkan amplop, panitia kemudian memberikan instruksi untuk orang tua murid boleh membuka amplop yang sudah di terima, yang mana hasil lulus atau tidaknya murid ada di dalam amplop tersebut. Para murid yang penasaran, banyak dari mereka yang mengintip dari jendela dan memastikan bahwa ekspresi orang tuanya terlihat bahagia yang mungkin menandakan hasil baik.


Satu persatu wali murid membuka amplop yang mereka dapatkan, dari luar jendela Abil melihat Ibu tersenyum sambil pandanganya menuju keluar mencari Abil, mereka berdua tersenyum sepertinya Abil mendapatkan hasil yang baik. Begitupun wali murid yang lain mereka semua terlihat senang ketika membuka amplop yang mereka dapatkan. Alhamdulillah anaku lulus, kata beberapa orang di dalam ruangan, yang memang semua siswa kelas enam tahun ini mendapatkan kelulusan seratus persen.


Setelah selesai acara di dalam ruangan, para wali muridpun keluar dan menemui anak mereka masing – masing dan menyampaikan hasil kelulusan yang mereka dapat. Semua siswapun menghela nafas lega karena semuanya lulus ujian. Mereka mulai mendiskusikan sekolahan selanjutnya setelah lulus termasuk Abil.


Banyak dari mereka berencana masuk ke sekolah negri yang tidak jauh dari sekolahan mereka sekarang. Selain dekat, sekolah negri tersebut juga termasuk sekolah favorit bagi anak – anak daerah temapat tinggal Abil. Abil juga berencana melanjutkan ke sekolah tersebut, yang mana kakaknya dulu juga bersekolah di tempat tersebut.


Terik matahari semakin terasa di halaman sekolah, sebagian dari mereka sudah mulai pulang ke rumah masing – masing untuk melakukan aktivitas harian seperti biasanya. Sebagian besar penduduk bekerja di sawah dengan menanam bibit tanaman sengon, jati, mahoni dan lainnya sebagai sumber mata pencaharian, untuk saat ini bertani bibit hasilnya cukup bagus ketimbang palawija ataupun padi jadi banyak orang yang menekuni bidang ini.


Sesampainya di rumah, Abil yang masih kegirangan langsung bergegas pergi ke kamar. Setelah makan dan berganti pakaian Abil langsung pergi main ke tempat temannya, sekalian menanyakan kepada temannya yang lain tentang rencana sekolah mereka selanjutnya.


Dua minggu setelahnya, hari penerimaan siswa baru sudah mulai di buka minggu ini. Abil dan ke dua temanya pergi menggunakan sepeda ke sekolah menengah pertama negri dekat mereka tinggal , dengan membawa berkas yang di butuhkan untuk pendaftaran. Tibalah mereka di sekolahan tersebut setelah sekitar sepuluh menit bersepeda, mereka bertiga langsung menyerahkan berkas ke panitia penerimaan siswa dan mengisi formulir pendaftaran.

__ADS_1


Hasil pengumuman diterima atau tidaknya adalah sekitar satu minggu kedepan, dengan hadir langsung ke sekolahan untuk mengetahui hasilnya. Setelah mendaftar, mereka bertiga melanjutkan perjalanan dengan pergi ke beberapa sekolah lainya sekaligus mencari referensi sekolah – sekolah yang ada di daerah mereka.


Sorenya setelah berkeliling ke beberapa sekolahan, akhirnya mereka beriga pulang ke rumah masing – masing. Sesampainya di rumah, Abilpun mandi lalu bersiap pergi ke tempat belajar mengaji selepas sholat ashar, begitupun dengan ke dua temanya tadi dan anak – anak kampung lainya.


Seminggupun berlalu, Abil dan teman - temanya kembali pergi ke sekolah negri yang tempo hari mereka kesana untuk mendaftar. Dengan semangat mereka mengayuh sepeda agar cepat sampai ke sekolahan yang di tuju, hari ini lalu lintas di jalan menuju sekolahan lumayan ramai, terlihat banyak siswa dengan seragam yang beragam keluar masuk di sekolahan – sekolahan yang Abil lewati.


Sesampainya di sana, mereka langsung di beri instruksi untuk memasuki ruangan hasil pengumuman seleski yang sudah di lakukan, Abil dan teman – temanya langsung menuju ruangan tersebut, dan di dalam ruangan ternyata sudah ramai anak – anak yang menunggu hasil seleksi berkas penerimaan siswa baru.


Tidak berselang lama panitia penerimaan siswa baru kemudian datang, dan mengumumkan nama – nama siswa yang tidak lolos seleksi. Peserta yang tidak lolos seleksi akan di panggil namanya dan di instruksikan untuk mengambil berkasnya kembali agar bisa di gunakan lagi untuk mendaftar di sekolahan lain. Dan ternyata, nama Abil adalah nama pertama yang di sebut sebagai salah satu peserta yang tidak di lolos, dengan perasaan kaget Abil maju kedepan untuk mengambil berkas yang di berikan oleh panitia.


Dengan langkah lesu dan masih belum percaya dengan kenyataan bahwa dia tidak di terima di sekolah tersebut, Abil kemudian berjalan menuju tempat parkir dan di susul beberapa siswa dari sekolah lain yang sepertinya senasib dengan Abil. Beberapa siswa langsung berinisiatif pergi ke sekolah lainya segera mendaftar lagi, Abil masih belum percaya dia gagal di seleksi berkas. Langkahnya terhenti sebelum sampai di parkiran sepeda, Ia bingung mau pergi kemana setelah ini, Ia tidak mempersiapkan hal lain selain yakin bahwa akan di terima.


Abil yang masih shock, kemudian di ajak oleh salah satu kenalanya saat di parkiran tadi untuk pergi ke sekolahan lain dan mencoba mendaftar lagi dengan bekal berkas yang di kembalikan tadi. Abil pergi ke salah satu sekolah swasta yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya, dia bahkan baru tahu tentang sekolahan ini, sekolah dengan para muridnya yang menggunakan seragam serba panjang dan peci untuk laki - laki. Sekolahan yang Abil datangi ini adalah Mts, tempatnya di dekat pasar dan kantor kecamatan daerah tinggal Abil dan sekitar lima belas menit dengan sepeda dari sekolahan pertama yang Abil datangi.


Sesampainya di rumah, Abil menemui Ibunya dan bilang bahwa Ia tidak di terima masuk ke sekolah negri dekat rumah. Nilai hasil ujian nasionalnya yang di gunakan sebagai acuan penerimaan masih kurang dari yang di tentukan. Abil juga bilang bahwa Ia sudah mendaftar ke sekolahan lain di kecamatan dekat pasar tradisional.


Ibu Abil tidak mempermasalahkan hal tersebut, Ibu Abil ternyata juga sudah mengetahui sekolah yang pilihan lainya yang Abil daftar tersebut, bahkan beberapa anak kenalan Ibunya bersekolah di sekolahan itu juga. Terlihat hampir seharian Abil termenung di teras depan rumah, Ia masih belum siap menerima fakta yang berbeda dari ekspektasinya selama ini.


Esok harinya rumah Abil kedatangan tamu, Bu Leknya bersama suami dan anaknya datang silaturahmi, mereka tinggal beda kecamatan dengan keluarga Abil dan sesekali setiap tahunnya selain lebaran mereka biasanya berkunjung beberapa kali. Suasana rumah menjadi ramai, tawa Ibu dan keluarga Bu Lek membuat penat Ibu menjadi hilang.


“Bil. Ibu bilang kamu baru lulus sekolah ya?” tanya Bu Lek Abil


“Iya Bu Lek, kemarin awal bulan Abil sudah lulus sekolah” jawabnya

__ADS_1


“Waahhhh, selamat ya Bil. Rencana mau melanjutkan sekolah dimana?” tanya Bu Lek lagi


“Di Mts dekat pasar Bu Lek, kemarin daftar di sekolah negri sebelah kampung ngga di terima soalnya” jawab Abil sekalian menjelaskan


“Kok bisa ngga ke terima Bil? Tesnya susah ya?” tanya Bu Lek menjawab Abil


“Nilai hasil ujian Abil kurang, jadi Abil ngga di terima” jawab Abil yang tiba – tiba matanya berkaca – kaca


“Iya yaudah ngga apa – apa, toh malah bagusan di Mts nanti Abil bisa sekalian belajar lebih baik lagi tentang agama” ucap Bu Leknya yang melihat mata Abil berkaca dan berusaha menenangkan


“Iya Bu Lek, tapi sebenernya Abil pengin sekolahan yang dekat. Biar gampang kalau pulang pergi, temen – temen juga banyak yang disitu, juga kan Kakak sama Bu Lek dan lainya sekolah di situ juga kan dulu” jawab Abil yang terlihat sudah sangat mendung, sepertinya mau hujan lebat dari matanya


“Iya kamu betul, banyak yang tinggal di kampung sini sekolah di situ. Tapi yang terpenting dari sekolah kan belajarnya Bil, penglaman yang bakal kamu dapet sama pengamalan ilmu yang kamu pelajari. Sekolah hanya tempat, yang terpenting kamunya bersungguh – sungguh belajarnya ya” ucap Bu Lek mencoba menenangkan Abil


“Baik Bu Lek, mudah – mudahan Abil bisa belajar lebih baik lagi dengan bersekolah di tempat yang berbeda dari kebanyakan temen – temen. Makasih ya Bu Lek, hehehehe” bibir Abil tersenyum dan mendung sepertinya mulai berlalu, gawat kalau sampai hujan air mata, bisa – bisa suasana menjadi gelap karena listrik yang di padamkan akibat banjir


Selepas maghrib Bu Lek dan keluarganya berpamitan pulang, mereka berjalan ke luar rumah dan pergi pulang mengunakan motor. Suasana hati Abil sudah menjadi lebih baik sekarang, mungkin Tuhan mengirimkan Bu Leknya hari ini datang kerumah agar Abil menjadi lebih tenang.


Dari Abil kecil, Ia hanya mengetahui bahwa sekolah yang baik ketika sudah lulus sekolah dasar adalah sekolah negri di dekat kampung Abil, satu sekolah swasta lainya tercitra buruk di masyarakat dan Abil tidak pernah berniat masuk ke sekolah tersebut. Dan sekolah negri lainya yang sebenarnya bisa menerima Abil dengan nilai ujianya yang pas – pasan jaraknya lumayan jauh, harus menggunakan angkutan umum atau kendaraan bermotor, tentu saja bukan opsi yang bagus untuk Abil, sampai akhirnya Ia menemukan sekolahan yang bahkan tidak Ia sangka sebelumnya.


Di sekolah barunya, Abil menjadi siswa yang masih cukup aktive di bidang non akademik. Ia sering mengikuti perlombaan tahunan yang di adakan oleh organisasi pelajar, bahkan dua kali Ia menjadi juara saat mengikuti kompetisi pencak silat. Abil juga menjadi ketua kelas dan anggota osis, yang mungkin tidak akan ada kesempatan sebaik ini jika Ia bersekolah di yang Ia inginkan dulu.


Kejutan Tuhan memang luar biasa, terkadang seseorang tidak mengetahui bahwa hal yang tidak diinginkanya adalah pecahan – pecahan puzzle yang harus di satukan untuk mewujudkan keinginannya. Bagian – bagian yang terlupakan ketika seorang hamba meminta sesuatu kepada sang pencipta agar menjadi hamba yang layak ketika mendapatkanya.

__ADS_1


Sepeda motor di garasi rumah adalah contoh nyatanya tentang bahwa kita harus menyatukan sub – sub yang berkaitan dengan keinginan kita mulai dari apakah kita sudah bisa menggunakan? Surat atau syarat berkendara, budget yang dimiliki, jenis motor, spec motor bahkan kelengkapan pendukungnya yang lain, tidak akan maksimal jika kita membeli langsung dan mempelajarinya belakangan. Tuhan menyukai hambanya yang berprasangka baik kepada-Nya, serta melakukan hal – hal baik yang di perintahka-Nya tanpa menjadi Tuhan buat sesama manusia.


__ADS_2