Langkah Kecil Si Pejuang Mimpi

Langkah Kecil Si Pejuang Mimpi
Bab 10 Hidup Baru


__ADS_3

Hidup Baru


Sinar matahari mulai menembus dedaunan pohon di halaman depan BKK salah satu sekolah di kota Karawang, antrean orang – orang yang sedang mendaftar kerja semakin mengular hingga hampir ke parkiran. Masih dua orang lagi berdiri di depan Abil yang sedang mengantre, Ia hampir sampai di loket untuk ikut mendaftar sebagai peserta tes, setelah sekitar satu jam mengikuti antrean bersama calon peserta lainya.


Abil merantau sekitar dua bulan yang lalu setelah lebaran, Ia berangkat bersama Kak Anto ke Jakarta dan tinggal bersama Kak Anto di sana. Satu bulan di jakarta Abil pindah ke kota Karawang karena Kak Anto di pindah pekerjaan untuk bekerja di perusahaan cabang di kota Karawang. Sambil mencari kerja di pabrik, saat ini Abil juga ikut bekerja membantu tukang merenovasi rumah Kak Anto, yah lumayanlah sedikit mengurangi biaya membayar kernet tukang dan Abil merasa tidak terlalu canggung juga menumpang tinggal sementara sebelum dirinya bisa mendapat pekerjaan nantinya.


Saat ini sebagian besar masyarakat, entah itu dari kampung atau kota sangat meminati bekerja sebagai buruh pabrik di perusahaan swasta, karena gaji yang di tawarkan lumayan besar dan setiap tahun pasti ada kenaikan gaji menyesuaikan dengan inflasi tahunan daerah perusahaan tersebut, terlebih lagi tunjangan yang di dapatkan untuk tiap – tiap perusahaan juga menggiurkan dan pastinya lebih dari cukup untuk kebutuhan dan keinginan hidup.


Persaingan menjadi buruh pabrik juga cukup kompetitif sekarang, contoh saja hari ini saat Abil mendaftar untuk mengikuti proses seleksi, Ia mendapat nomot antrean ke tiga ratus dua puluh dan terlihat masih banyak peserta lain di belakangnya untuk mencukupi kebutuhan kuota pendaftaran sebanyak lima ratus orang. Sedangkan kebutuhan yang di minta perusahaan untuk bekerja hanya sepuluh orang saja, artinya untuk satu perusahaan membuka kesempatan bekerja satu banding lima puluh orang di satu tempat recruitment relasi perusahaan.

__ADS_1


Meskipun sejauh ini Abil belum ada kesempatan bisa bergabung di salah satu perusahaan, Ia tetap optimis bahwa Ia pasti akan bisa segera bekerja di salah satu perusahaan di kota. Selama berusaha maksimal dan tidak menyianyiakan kesempatan, Abil yakin giliranya akan tiba sebentar lagi untuk bisa bergabung di salah satu perusahaan. Puluhan amplop coklat sudah Ia sebarkan ke perusahaan yang berbeda, BKK, Yayasan kerja dan informasi – informasi di media online selalu Ia ikuti untuk mengetahui peluang pekerjaan yang tersedia.


Banyak hal yang ingin Abil lakukan setelah bekerja nanti, seperti ingin menabung untuk masa depanya nanti, membelikan Ibu hal yang Ia sukai secara materi dan Ia juga berkeinginan untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Dan satu hal lagi, Ia sudah berjanji ke dirinya sendiri jika suatu saat Ia sudah mapan secara karir dan materi, Ia ingin menyatakan cintanya ke salah satu wanita yang Ia sukai dulu ketika masa SMP. Karena di waktu yang lalu, Abil selalu minder dengan kondisinya dan bertekad jika Ia sudah mapan akan datang ke rumahnya untuk langsung bertemu dengan orang tuanya sekalian meminta izin dan restu.


Hari sudah semakin siang, sepertinya kuota peserta sudah terpenuhi dan panitia sudah menginstruksikan perserta untuk masuk ke ruangan dan melaksanakan tes seleksi. Abil melakukanya dengan baik di tahap tes tulis dan berhasil lolos bersama sepersepuluh dari total peserta lainya, dan menunggu giliran untuk proses tes tahap berikutnya yaitu wawancara dengan HRD yang di lakukan satu persatu secara bergantian.


Nasib baik belum berpihak dengan Abil, Ia dinyatakan tidak lulus tes wawancara. Dengan legowo Ia menerima hasil tersebut dan dengan optimis Ia menjadikan kegagalan tadi sebagai acuan untuk melakukan tes wawancara dengan lebih baik lagi untuk kesempatan berikutnya. Hingga tiga minggu kemudian setelah mengikuti beberapa tes di perusahaan lainya, Abil dinyatakan di terima bekerja sebagai operator mesin bubut dan mendapatkan kontrak pertamanya selama satu tahun masa kerja, Ia di jadwalkan masuk kerja mulai minggu depan.


Satu persatu rencana Abil mulai berjalan seperti yang Ia inginkan, di bulan ke tiga setelah Ia bekerja. Abil mendaftarkan diri untuk melanjutkan pendidikanya dengan berkuliah di salah satu universitas di dekat tempat Ia tinggal sekarang, dengan mengambil studi di fakultas teknik. Oh iya, sekarang Abil sudah tinggal sendiri setelah mendapatkan pekerjaan. Ia khawatir jika masih bersama Kak Anto, Ia dan istrinya menjadi tidak nyaman di rumah jadi Abil memutuskan untuk tinggal sendiri sejak satu bulan yang lalu.

__ADS_1


Kehidupan Abil sekarang mulai berubah, setiap hari yang Ia dapati hanya pabrik, kampus dan kontrakan  tempat tinggalnya. Abil hanya libur satu kali dalam satu bulan, Ia selalu mengambil waktu lembur di hari libur setiap mingguanya karena upahnya yang lumayan besar. Dan saat libur Ia biasanya pergi ke luar kota untuk jalan – jalan mengenal kota perantauan sekaligus beristirahat dari sibuknya aktivitas harian yang di lakukan.


Ia berharap apa yang Ia lakukan saat ini bisa bermanfaat untuk dirinya di masa depan, semangat yang masih membara tidak di sia – siakan Abil untuk sedikit demi sedikit melangkah menuju apa yang Ia impikan. Lelah sudah pasti, di sisi lain hanya dengan membayangkan hidupnya di masa depan dengan apa yang Ia lakukan hari ini terasa sakit yang Ia rasakan tidak ada apa – apanya. Apa lagi di bandingkan dengan kehidupanya sebelum sekarang, hal seperti ini sepertinya terasa jauh lebih baik yang mana meskipun lelah dan penat, Abil bisa membeli banyak hal yang Ia inginkan dengan uang yang Ia dapat dari bekerja dan tentunya sedikit menghilangkan stres.


Abil mengambil kuliah kelas karyawan dengan jam kelas reguler, Ia bisa secara fleksibel mengambil pelajaran yang Ia inginkan mengikuti waktu kerjanya di perusahaan. Sekitar lima belas sampai enam belas jam setiap harinya Ia habiskan untuk bekerja dan kuliah, sisanya terkadang untuk mengerjakan tugas atau bersantai bersama teman – temannya. Ia juga di beberapa kesempatan menghubungi wanita yang Ia sukai dulu untuk sekedar bertanya kabar atau membahas hal – hal kecil yang sedang di lakukan.


Komunikasi mereka terjadi tidak terlalu intens hingga saat ini, mungkin hanya dua sampai tiga kali mereka berkomunikasi setiap bulanya. Abil bukanya tidak mau lebih dekat dalam berkomunikasi, hanya saja memang sejauh ini mereka tidak pernah membahas tentang perasaannya satu sama lain. Abil juga bukan tipe orang yang ketika ingin membicarakan hal serius menggunakan media, Ia lebih suka berbicara langsung agar apa yang ingin di sampaikan bisa tersampaikan dengan baik dan tidak membuat salah paham.


Dan momen lebaran tahun ini adalah kesempatan yang Ia tunggu, semoga apa yang Ia pikirkan dan rencanakan selama ini bisa menjadi kenyataan. Abil juga sudah memiliki cukup persiapan yang bagus, entah itu secara karir, progress pendidikan dan materi, sepertinya sudah lengkap semuanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja.

__ADS_1


Abil menikmati kehidupanya yang sekarang, meskipun yang Ia lakukan saat ini sedikit berbeda dengan teman sekitarnya yang lain, tapi Ia tetap bisa merasakan suasana yang sama. Aktivitas sosialnya juga berjalan cukup baik hingga saat ini, Ia selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama teman kerja, kuliah atau mainnya untuk beberapa waktu meskipun tidak seintens temanya yang lain dengan aktivitas yang lebih fleksibel.


Menikmati hidup tidak selalu sama bagi semua orang, masing – masing mempunyai caranya sendiri. Tidak menghakimi yang di lakukan orang lain menjadi sangat penting, selain untuk menjaga hubungan tetap baik tentunya kita tidak tahu hal pasti apa yang mereka rasakan. Memandang dan menghakimi memang lebih gampang ketimbang memberi solusi dan bantuan lainya, maka dari itu selama tidak keluar dari norma yang ada dan merugikan orang lain, cukuplah seseorang bebas melakukan apa yang Ia ingin lakukan.


__ADS_2