
Harapan
(Tahun 2009, Masa Remaja Abil)
Hutan merupakan penghasil belasan ribu spesies kayu yang memiliki karakter dan jenis yang berbeda. Dalam jurnal imiliah Nature, para peneliti memperkirakan terdapat sekitar 3 Triliun jenis pohon yang ada di dunia. Dari banyaknya jenis spesies tersebut indonesia memiliki banyak pohon yang tumbuh dan berkembang di hutan setiap pulaunya. Salah satunya yaitu jenis pohon Sengon atau nama lainnya adalah Albasiah.
Yang memiliki nama ilmiah Albizia falcata Backer ini merupakan jenis kayu yang termasuk dalam kayu kuat dengan keawetan kelas lima hingga enam. Pohon sengon ini dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 45 meter dengan diameternya yaitu sekitar 70 cm. Berat jenis dari sengon itu sendiri berada disekitaran 230 hingga 500 kg/m3 dengan kadar air 12% sampai 15%.
Ciri pada kayu bernama latin Albizia falcata backer ini yaitu memiliki gubal berwarna putih, namun ada beberapa yang berwarna merah muda kecoklatan. Sengon ini memiliki bobot yang ringan, hal itu karena kayu sengon tidak memiliki tingkat kepadatan yang baik. Karena kayu ini tidak terlalu kuat sehingga membutuhkan perawatan khusus ketika sudah di gunakan, dengan perawatan yang baik dan tepat dapat memperpanjang masa pakai kayu tersebut.
Dan karena keunggulanya yang ringan dan cukup ekonomis, menjadikan jenis kayu satu ini banyak dimanfaatkan oleh manusia dalam kebutuhan industri, misalnya untuk dijadikan bahan kertas dan pulp. Selain itu juga kayu ini banyak digunakan dalam pembuatan furniture seperti meja, kursi, lemari, kontruksi ringan bahkan tak jarang di gunakan sebagai ornamen interior rumah.
Di jawa sengon populer dengan nama Albasiah, di Maluku banyak orang menyebutnya dengan nama selawaku atau sika, sedangkan di Papua sengon laut disebut dengan sebutan wahogon. Jenis kayu sengon laut ini memiliki keunggulan mudah di olah dengan proses pengeringan yang tidak memerlukan waktu yang cukup lama
Selain Albasiah, Sengon jenis solomon juga juga menjadi salah satu pilihan petani kayu, karena memiliki masa pertumbuhan yang sangat cepat, hal itu diketahui karena di umur 2 tahun ukuran tinggi dari pohon sengon solomon ini dapat mencapai 14 meter. Pohon sengon solomon memiliki akar tunggang yang kuat dengan serat kayunya yang lurus serta permukaan kayu yang mengkilap.
Petani di desa Abil sekitar delapan puluh persen memilih menanam sengon Albasia ketimbang sengon salomon. Meskipun harganya jualnya lebih tinggi, biji yang di gunakan sebagai bibit terbilang lumayan mahal, bisa sampai empat kali lipat harga sengon atau albasiah biasa. Dan secara pertmbuhan dalam masa pembibitan keduanya memiliki masa yang sama yaitu sekitar tiga sampai lima bulan hingga mencapai tinggi satu meter dan siap jual.
__ADS_1
Karena harganya yang terbilang bagus dan stabil, banyak orang yang menanam jenis pohon ini. Dan daerah tempat tinggal Abil merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan pembibitan Sengon atau Albasiah ini. Banyak orang di kampung Abil sekitar sepuluh tahun terakhir menggantungkan hidupnya sebagai petani bibit sengon, termasuk keluarga Abil.
“HHHHHHHH, HHHHHH, HHHHHHH, HUHHHHHHHHH”
Suara terengah – engah keluar dari mulut Abil, tatapan matanya tajam ke arah depan, kaki kanan dan kirinya di tekan ke bawah secara bergantian untuk memutar pedal sepeda.Ya, Saat ini Abil sedang perjalanan pulang dari sekolah meuju ke rumah, panas dan terik matahari membuat Abil mengencangkan kayuhan sepedanya agar bisa segera sampai di rumah. Tapi tiba – tiba…….
“Srakkkkkkkkkkkkkk”, “EHHHHHHHHHHHHHHHH”…….
“MAS ITU ONTELAN SEPEDANYA JATUH” Teriak Bapak – Bapak dari depan rumah pinggir jalan raya bawah jembatan yang sedang di lewati Abil.
“IYA PAKKK, SAYA TAHU. KAN SAYA YANG NAIK SEPEDA, MASA NGGA TAHU KAYUHANNYA JATUH, KAN NGGA MUNGKIN” Teriak Abil yang kesal karena kayuhan sepeda sebelah kiri lepas dan jatuh ke jalan.
Abil menepi dan kemudian mengambil kayuhanya yang jatuh di belakangnya, lalu menuntun sepedanya hingga ke atas jembatan.
“Yahhhh, bautnya hilang lagi. Yaudahlah mau ngga mau pakai metode klasik nih” gumamnya lirih.
Ternyata baut pedalnya hilang ketika Ia dengan keras mengayuh sepedanya menaiki jembatan, Karena sebelumnya juga pernah terjadi, Abil tetap bisa melanjutkan bersepeda dengan cara yang unik, yaitu setiap tiga kali kayuhan dia harus mendorong pedalnya kedalam dengan kaki kirinya agar tidak jatuh. Padahal perjalanan masih sekitar lima kilometer lagi, dan Abil melakukanya hingga sampai ke rumahnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Abil segera mengganti pakaian dan makan siang. Ia harus bergegas pergi ke sawah siang ini karena tanaman bibitnya masih harus di siram tiga kali sehari yaitu saat pagi, siang dan sore hari agar tidak layu atau bahkan mati karena kekurangan air dan kepanasan. Selesai makan Ia langsung berangkat ke sawah dengan membawa gembor seng dan cangkul kecil yang nantinya digunakan untuk menyiram tanaman dan menyiangi lahan areal pembibitan agar tidak terganggu hama rumput.
Lahan pembibitan yang di garap Abil terbilang lumayan luas, sekitar 25 m2 dengan jumlah bibit yang di tanam ada sekitar enam puluh ribu bibit, dengan ukuran pot media tanam yaitu 10x5x12 cm. Ia di bantu Ibunya merawat tanaman bibit bersama, Ibunya sekarang bekerja di rumah makan dekat rumah, jadi sore hari sepulang bekerja masih ada waktu dan tenaga untuk membantu Abil menyiangi tanaman di sawah atau membantu memupuk bibit tanaman.
Bertani bibit memiliki cukup banyak proses yang harus di kerjakan seperti, pertama – tama mengolah tanah sekop (tanah yang di ambil dari sisi lahan yang di gunakan sebagai irigasi) hingga halus agar bisa di masukan ke pot kecil (media tanam), kemudian proses memasukan tanah ke pot dan di tata berderet dengan kapasitas sekitar seribu perbaris, lalu proses sterilisasi tanah dengan anti hama rumput, kemudian proses penanaman benih dan selama satu bulan pertama biasanya di siram sebanyak tiga kali sehari, untuk menjaga agar bibit tamanan tidak layu atau mati karena media tanam kering terkena sinar matahari. Untuk selanjutnya biasanya per dua minggu sekali di lakukan pemupukan dengan pupuk kimia agar pertumbuhanya lebih cepat dan kualitas bibit bagus, jika di butuhkan juga di semprotkan pastisida pada tanaman agar hama hilang dan tentunya tidak merusak kualitas serta pertumbuhan bibit.
Abil tidak mempekerjakan orang lain untuk membantunya, Ia memilih melakukan dengan Ibunya agar bisa berhemat dari pengeluaran biaya mempekerjakan orang. Biaya yang sudah Ia gunakan saja untuk modal awal usaha ini juga sudah lumayan besar, sekitar lima juta rupiah. Yang Ia gunakan untuk membeli pot plastik, benih biji sengon dan pupuk. Modal awalnya Ia pinjam dari Ka Anto yang tinggal di perantauan, sedangkan untuk kekurangannya, Abil saat ini juga bekerja serabutan di sawah membantu proses mengolah lahan pembibitan milik orang lain dan tidak jarang Ia bekerja hingga tengah malam agar tidak kekurangan uang untuk mencukupi kebutuhan usahanya.
Metode yang di gunakan untuk menyiram bibit sengon masih manual menggunkan gembor seng dengan menimbanya langsung dari sumur di sawah yang sebelumnya juga sudah Abul buat secara bergantian dengan temanya, meskipun sumur yang di buat sudah lumayan banyak, berjarak sekitar tigameter per sumur hal ini masih belum efektive karena masih memakan waktu dan tenaga yang lumayan banyak.
Untuk sekali menyiram Abil biasanya memerlukan waktu sekitar dua jam, kecuali pagi hari Abil tidak menyiramnya terlalu basah dan yang terpenting air di pot cukup untuk menjaga agar tanaman tidak layusampai siang, karena jam enam Abil sudah harus pulang dan bersiap pergi ke sekolah.
Dari mulai masa pengolahan tanah sampai masa panen memerlukan waktu sekitar enam bulan. Hasil panen juga lumayan bagus saat ini, dengan modal awal sekitar delapan jutaan nantinya bisa menghasilkan untung sekitar tiga sampai empat kali lipat dalam jangka waktu panen sekitar dua sampai tiga bulan. Angka yang lumayan untuk mencukupi keperluan keluarga dan menabung.
Abil melakukanya dengan sungguh – sungguh, menikmati setiap proses yang Ia jalani meskipun terkadang Ia merasa sangat lelah. Impian bisa membiayai sekolahnya sendiri, bisa jajan di sekolah dan menabung untuk keperluanya di masa depan, membuatnya selalu bersemangat menjalaninya. Di bantu Ibunya yang selalu mendukungnya menjadikan tekad Abil melakukannya semakin besar, Ia ingin suatu hari bisa membahagiakan Ibunya secara materi bukan hanya batinya saja.
Abil yakin usaha tidak akan menghianati hasil, sekecil apapun hasil dari proses usahanya Ia selalu bersyukur. Tidak selalu hasil sesuai keinginan, tapi dengan berproses sebuah keinginan akan terlihat semakin jelas dan nyata, mengarahkan ke sub – sub hal yang menjadi tujuan.
__ADS_1