
Dan acarnya sudah di mulai, sudah dengar kata Sambutan dari Rektornya. Dan Mereka masuk, rupanya Reno memang selalu melihat ke arah belakang. Pada saat Reno melihat ke arah belakang, Dia melihat Rini dan keluarganya dari pintu utama masauk, dia langsung tersenyum lega, seperti menemukan hidupnya lagi. Tadinya sudah lemas seperti orang yang tak bersemangat.
Dia Berdiri dan melambaikan tangan, Dan keliarganya pun melihat. Bahkan, bukan hanya keluarganya, semua orang melihat kearah keluarga Reno dan bertanya-tanya siapa gadis yang di gandeng mamanya Reno itu. Semuanya memingat disaat Reno Ujian meja hijau Rini juga datang, namun disaat meja hijau itu dilaksanakan tidak sebanyak peserta wisuda sekarang ini.
Jadi banyak yang penasaran, serta kecewa dengan kemunculannya Rini itu. Dan mama dan papanya Reno tersenyum dan menduduki kursi khusus keluarganya, karena setiap peserta wisuda sudah memiliki kursi dan meja yang sudah di sediakan oleh pihak universitas. Dan kata sambutan serta acara wisuda pun dilaksanakan, pemasangan Toga dan pemberian Izasah. Semua keluarga Reno yang datang terharu, bahkan mamanya menangis karena terharu.
Semua peserta wisuda pun poto bersama, dengan Rektor serta dosen-dosen yang ada. Setelah itu mereka kembali ke keluarga mereka untuk poto bersama. Keluarga Reno pun ikut, berpoto bersama.
"Sayang, Ayo poto berdua."
Reno pun mengajak Rini untuk berpoto bersama.
"Ah, ga usah deh. Kan udah poto bersama tadi semua."
Pura-pura menolak, karena Rini ingin melihat Reno cemburu lagi.
"Oh, jadi ga mau nih? Ya udah kalo ga mau ! Kalo orang lain yang ajak poto berdua mau ya, udah gitu pakai gandengan segala lagi, upload di IG lagi !."
Reno pun merajuk. Merasa seperti dikhianati temen dan pacar sendiri. Dan bener-bener cemburu.
Hahahaaha.. Cemuburu nie ye !!
semua keluarga Reno, meneriaki Reno pada saat itu.
"Apaan sih, gak. Terserahnya, mau berpoto dengan siapa, toh aku juga bukan siapa-siapa buat Rini."
Sambil duduk, dan sedikit manyun. Terlihat sekali dia sangat cemburu dan iri pada dodit yang berpoto gandengan dan merangkul Rini.
"Apaan sih, kayak anak kecil banget kamu. Aku kan, hanya pura-pura nolak, aku kan mau melihatmu cemburu. Rupanya begini wajahmu kalo lagi cemburuan lucu dan menggemaskan layaknya adek bayi yang sedang merengek minta gulali hahahha... Ayo kita berpoto bersama sayang, dan aku punya sesuatu untuk mu."
Rini pun akhirnya, mengalah dan tertawa. Karena sudah senang, melihat kecemburuan Reno, dan kata terakhir yang ia sampaikan sambil berbisik di telinga Reno, Dan Reno Terlihat sangat bahagia, akan ucapan yang keluar dari mulut Rini itu.
"Ayo sayang, lain kali jangan buat aku cemburu lagi ya, atau habis lah kamu."
__ADS_1
Reno pun berdiri dan meberi tangannya untuk dipegang Rini dan dirangkul serta membisikkan sesuatu ketelinga Rini.
"Iis, apaan sih, hanya becandaan doang kok tadi, aku kn pengen lihat kamu cemburu, Aku mau lihat wujud asli kamu yang sedingin batu es bisa cemburu tidak hahaah."
Lagi-lagi Reno di ledek oleh Rini. Tapi ntah mengapa, Reno tidak menyanggahnya lagi, dia sedang menikmati hari bahagianya itu dan memilih berpoto dengan Rini, setelah berpoto banyak, Reno juga beepoto dengan keluarganya. Beserta dengan teman-temannya, yang memang sedang menunggu Reno untuk ikut poto bersama mereka.
Kini malah, Rini yang sedang marah, diam dan tak mau berbicara sepatah kata pun. Dia menikmati makanan yang sedang dihidangkan di meja khusus keluarga Reno itu.
"Nak, kamu kenapa sayang, kok mama lihat kamu malas makan begitu, kamu ga selera atau ga suka dengan makannya?."
Mama Reno, yang sedari tadi melihat Rini, yang tidak mood makan, dia hanya membongkar- bongkar nasi dan hanya melihatnya. Seperti enggan ingin memakannya.
"Mam, kaka tuh wajar ga selera makan, mama sih asik bicara sama papa aja dari tadi. Jadi mama ga menyaksikan kelakuan ka Reno dengan temennya. Itu mama lihat disana, dia bahkan poto mesra disana ma, tanpa ada jarak lagi. Wajar dong kakak gak mood makan, lagian ma yang sedang poto sama kakak itu ka Rosma ma, yang suka sedari semester 3 sama ka Reno, Tapi ka Reno gak suka dia ma, Denger-denger dia wanita tercantik di Universitas ini ma, dan yang tersexy ma."
Adik Reno pun menjelaskan semuanya kepada mamanya. Dan mamanya melihat Rini, seperti mata yang sedang menahan air mata yang ingin terjatuh.
"Sayang, kamu ga selera makan ya sayang ?."
Akhirnya, mama Reno memegang tangan Rini, karena Rini dari tadi hanya menunduk, mengorek-ngorek nasinya. Dan hanya terdiam memikirkan sesuatu, dan hanya melamun sedari tadi, banyak yang bertanya namun dia tidak dengar karena melamun.
Rini pun teesadar dari lamunannya, dan merasa malu, dan berpikir mamanya Reno pasti bisa menebak yang aku pikirkan ini.
"Kamu jangan panggil tante lagi, kan sudah pernah mama bilang jangan panggil tante, tapi panggil mama nak. Kamu jangan sedih nak, nanti tante akan menegur Reno. Kamu tenang saja, kamu kan dengan Dodit juga hanya poto biasa, dan tidak semenempel dia berpoto dengan wanita itu !."
Mama Reno, juga agak kesal melihat Reno bahkan dia saat dia mengatakan wanita itu, seperti memiliki Tekanan nada yang tidak suka.
"Tidak usah tan, eh ma. Rini gak apa-apa ma, aku seneng kok, kalo kak Reno seneng. Ma.. Aku ke toilet bentar ya, aku titip Adit ya ma."
Rini pun tanpa mendengar panggilannya mama Reno dia bangkit berdiri, dan memegang beberapa lembaran tissue, dan bertanya kepada pelayan hotel yang sedang menyajikan makanan itu, dimana arah toilet. Dan pelayan itu menunjukkan Toilet.
Dan Pelayan itu berkata, kalo toilet untuk banyak orang ada di sebelah sana mbak, tapi kalo mbak ingin toilet yang hanya sendiri ga mau tergabung dengan orang-orang juga ada mbak itu di sebelah sana. Menunjukkan ke sebelah arah kiri.
Makasih ya mbak, Rini langsung berlari dan menangis. Sesampainya di toilet, dan meluapkan semua rasa kecewa yang ia pendam tadi.
__ADS_1
"Dasar Reno kurang ajar, Jahat, penipu. Playboy... Bedebah..hhuzkk.. hizkkxx.. kalau kamu ga suka lagi, ia udah tinggal di bilang, kenapa harus diginiin sih. Kelewatan banget kamu, aku selalu menjaga perasaan mu, tapi kenapa kamu tidak, kamu malah poto bermesraan sama dia, siapa dia dan aku siapa, aku saja tidak begitu kamu buat, kamu menempelkan pipi kamu ke pipinya!! Dan apa, kamu merangkul pundaknya, sesekali kamu merangku pinggangnya, dan membiarkan dia memeluk mu !! Apa karena dia wanita paling cantik, di kampus mu, apa karena dia wanita yang tersexy, jadi kamu merasa menang banyak dan mau berpelukan sama dia. Sekalian aja tinggalin aku, Nikahin dia !!!
Aku mau pulang aja hari ini.. hikszz .. hizkkx .. Aku seakan tidak mau melihat wajah mu lagi, kamu bener-bener ga sayang sama aku !!."
Dari luar pintu kamar mandi, rupanya Reno sedang mendengarkan tangisan dan makin Rini, Rini menangis sesegukan, Tapi Reno bahkan gemes dan ingin melihat wajah rini yang lucu itu.
"toookk..tokk"
"Siapa..?? Bentar, sebentar lagi udah mau siap kok, sambil menyala kan Air Closed."
Sedangkan Reno hanya mengetuk tanpa menyahut.
Dan Rini pun keluar, Rini terkejut dan mendapati Reno yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi itu.
"Maaf lama, kamu mau gunain toilet ini ya."
Rini berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa dengannya, padahal matanya sudah merah akibat dari tadi menangis dan lagi-lagi dia juga sedang menahan air matanya.
"Kamu kenapa? Kamu menangis ya ? Siapa yang buat ?."
Reno pun, bersandiwara. Sambil menahan pundaknya Rini dengan kedua tangannya, Padahal dia sudah ingin tertawa, dia puas melihat Rini cemburu sekali.
"Siapa, yang menangis, ini mata ku paling hanya kelilipan doang."
Rini pun, mengelak dan menunduk.
"Aku sudah dengar semuanya, makian kamu. Dan kemarahan kamu, kenapa tidak langsung kamu maki ke aku ? Aku kan ada di hadapan kamu sekarang."
Reno dengan wajah yang sok serius namun di ujung bibirnya, memberi senyuman tipis yang seperti puas dengan permainannya sendiri.
"Kamu, udah denger kan semua ! Tapi kenapa kamu seolah- olah tidak merasa bersalah ! Apa kamu ingin menyakitku lebih dari ini ? Apa kamu puas ??? Aku ingin pulang hari ini juga, jadi setelah ini antar aku ke stasiun kereta !! hikkzz...hikksss .."
Rini sangat terpukul, Merasa seperti orang bodoh, yang mengharap akan kasih sayang yang bener-bener tulus dari Reno.
__ADS_1
Bersambung....