
Flashback sebelum Reno sampai di depan pintu kamar mandi dan menguping ocehan dan kemarahan Rini.
Ia sengaja, berpoto mesra dengan teman-temannya, karena dia sudah kena 2 kali, 2 kali cemburu yang di buat oleh Rini, bahkan merasa emosi dengan komen- komen teman nya, yang mengatakan Dodit sama Rini itu juga serasi. Dan lain sebagainya, serta memang teman-temannya sedang menunggu Reno untuk berpoto.
Namun Reno setiap berpoto, selalu melihat ke arah Rini, dia juga sadar kalo Rini udah sangat sedih, namun Reno terlanjur menikmati ingin lebih lagi melihat kecemburuan dari si Rini. Dan ketika Rini berdiri lari dan bertanya kepada pelayan Hotel, dia pun pergi meninggalkan temannya dan ikut bertanya kepada pelayan itu. Kemana wanita yang bertanya tadi ingin pergi mbak. Soalya dia tunangan saya, dia sedang salah sangka dengan saya. Dan pelayan itu pun menjelaskan kemana Rini itu akan pergi.
Lalu Reno sengaja, tidak mencegahnya, bahkan dia sengaja menguping apa yang sedang Rini ucapkan itu. Membuat Reno juga sedikit merasa bersalah.
Sudah cukup untuk Flashback nya Guys. Balik ke Cerita yang sekarang.
"Siapa bilang, Kamu bisa pulang? Ada yang ngebolehin kamu untuk pulang emangnya !"
Reno berbicara dengan keseriusannya.
"Jadi kamu mau aku apa, kamu mau aku bahagia melihat kamu meluk-meluk gadis sexy itu ya ? Jawab aku, jangan hanya tersenyum kamu !."
"Memangnya, kenapa kalau aku tersenyum, ada yang salah ya? salahnya dimana, toh gak ada yang ngelarang aku tersenyum !."
Reno pun berkata sambil tersenyum, ingin membuat Rink tambah kesal.
"Oke, jika seperti itu yang kamu inginkan, aku terima mulai hari ini. Ini terakhir kalinya aku ingin menemuimu, aku ingin pulang. Bahkan aku tidak akan meminta mu untuk mengantarku !!"
Rini berbicara, Tegas seperti ingin menyudahin kisahnya dengan Reno. Tapi Reno menarik tangannya Rini. Dan membawanya kedalam toilet itu dan mengunci toilet itu.
"Apa kamu bilang, jadi kamu ingin menyerah, katakan ! Kamu ingin menyudahi semuanya. Ketika aku bener-bener tulus padamu. Kamu tahu kenapa alasan ku seperti ini padamu ! karena aku sudah kesal 2 kali kamu membuat aku cemburu, aku juga ingin membalasnya. Aku juga ingin dong melihatmu cemburu seperti yang aku rasakan ini."
Reno sedikit teriak, dan kedua lengannya, mengunci Rini kepojok tembok. Dan Rini pun sudah terpojok dan tidak bisa kemana-mana lagi.
"Aku katakan, aku ingin pulang, jadi kamu harus lepas kan tangan kamu. Aku ingin pulang !."
__ADS_1
Rini Menepis tangan Reno, Dan ingin melepaskan Reno, Namun hanya sia-sia saja Reno sudah lebih dulu menahannya.
"Reno, langsung Meluncurkan ciumannya.. cup.. secara spontan Rini pun memberontak, Namun Reno sudah menahan dan mulai melakukan serangan cepat, ia pun menyusuri setiap rongga mulut Rini. Bahkan Rini memberontak, Namun Reno memegan tangan Rini, dan memperlembut ciumannya itu. Reno melepas ciumannya dan berkata " Jangan lupa Bernapas bodoh, nanti kamu bisa mati tahu, aku akan mengajarimu cara berciuman, aku tahu, kamu sama seperti ku baru pertama beeciuman kan?."
Rini terdiam, wajahnya mulai merah merona, merasa malu dan Reno sudah tidak tahan lagi, selama ini ia menahan ingin sekali merasakan bibir merahnya Rini itu.
Dan Reno, meraih dagunya Rini, kemudaian kembali menciumi sisi bibirnya dan menyatukan lidahnya dengan lidah Rini, mereka pun terjatuh dengan pelukan erat dan ciuman yang memanas. Reno sempat mencium dan menyusuri setiap lelukan leher dan telinganya Rini. Ketia Reno memeluk dan mengecap leher Rini, Rini kesakitan dan setengah berteriak. Mereka berdua hampir saja tenggelam dalam hasrat mereka.
Namun mereka sadar, dan Reno pun meminta maaf, karena dileher Rini, sudah ada satu tanda merah. Dan iya membantu Rini merapikan rambutnya, untung saja Tadi aku pakai lipstick waterproof jadi ga luntur, coba aja tadi gak, udah pasti compang camping kesana kemari lipstick ku.
Dan setelah merapikan semuanya, Reno memeluk Rini dari belakang dan memandangi cermin.
"Sayang, kamu bener aku jahat banget ya, aku minta maaf. Aku tadi hanya ingin buat kamu juga cemburu, biar kamu merasakan apa juga yang aku rasakan. Kamu tahu, aku sangan mencintai mu, tidak mungkin aku bisa berpaling dari mu. Bahkan untuk berpikir pun aku tak sanggup."
Ungakapan, yang sedari tadi memnng ingin Reno utarakan. Namun dia hanya ingin melihat sejauh mana Rini cemburu, jadi dia belum sempat mengatkannya.
"Iya sayang, aku tahu, aku aja yang terlalu bawa perasaan sayang. Disatu sisi aku takut kehilanganmu disisi lain aku juga gak mau lihat aku diginiin dan kamu bermesraan dengannya. "
"Maafkan aku yang telah mencium mu, tanpa seijinmu. Aku terpancing dengan emosiku yang tak mau kehilangmu Rin, jangan pernah berkata untuk meninggalkan ku ya. "
Reno pun, mempererat pelukannya untuk Rini, dan mencium kening Rini.
"Iya tidak apa-apa ka, maaf kan aku. Aku tahu kami selama ini, ingin mencium ku namun kamu tak berani karena ingin menjaga perasaan ku ka."
cupp...
Rini memberi kecupan lembut di bibir Reno, namun hanya sekilas.
"Ya sudah sayang, ayo keluar, bisa-bisa kita dikira menghilang. Dari gedung ini, karena tidak melihat kita."
__ADS_1
Reno melepaskan pelukannya namun menggenggam erat tangan Rini, seakan tidak mau melepasnya lagi.
Rini bahkan, merasa bersyukur memiliki lelaki sehebat dia. Aku mencintai mu sampai kapan pun nanti. "Hanya didalam hati, yang Dapat Rini ucapkan."
Mereka pun mendatangi, mamanya Reno dan teesenyum. Bahkan mama Reno geleng-geleng kepala melihat anak dan calon mantunya itu. Dia bahagia memiliki calon mantu yang sangat baik seperti Rini itu.
"Nak, kalian udah baikan kan?."
Mamanya pun bertanya, kepad Reno dan Rini. Merasa agak penasaran.
"Ma, emangnya siapa yang berantem sih?
Reno dan Rini baik-baik aja kok, kan Reno juga ingin ma lihat Rini cemburu, bukan hanya Reno dong di cemburuin gini. Sambil menggenggam tangannya Rini dan melihat Rini sambil tersenyum.
"Ma, Rini belum makan tadi kan ?."
Reno bertanya seakan menyelidik. Karena melihat nasi yang di meja tempat rini duduk tadi sedikit pun nasi nya belum berkurang.
"Iya belum. Semua karena kamu, karena ulah kamu yang menyebalkan itu !."
Mamanya pun mengatakan yang sebenarnya, Rini tidak mau makan ya memang karena ulahnya itu.
"Ma, rini gak lapar kok, Rini makan di rumah aja ma. Lagian orang-orang yang di gedung juga udah pada pulangan juga ma, gimana kalau kita pulang aja ma."
Rini pun menyuarakan pendapatnya, iya bener sekali, hampir setengah orang yang di gedung itu tadi sudah pada pulangan. Mereka masih disini.
"Hem,.."
Reno mendehem, mengulurkan tangannya, seperti meminta sesuatu.
__ADS_1
**Terus dibaca dan ikutin ya kisah Cinta Reno dan Rini**
Bersambung......