Lelaki Idaman

Lelaki Idaman
Reno Menerima Hadiah dari Rini


__ADS_3

Setelah Rini menyuarakan pendapatnya. Agar segera pulang, dan makan di rumah saja.


"Hem,.."


Reno mendehem, mengulurkan tangannya, seperti meminta sesuatu.


"Apa ka? kamu mau minum, atau apa ?".


Rini hanya sekedar bertanya, padahal dia sudah tahu Reno mau meminta apa darinya.


"Ah, kamu ga asik banget deh. Aku kira kamu memberiku sesuatu ?".


Reno pun, sedikit manyunkan bibirnya, menampakkan raut wajah kecewanya itu.


"Kan udah Rini kasih ka, Buket yang bagus dan besar, serta nanindah itu lho ka!."


Didalam hati rini, sudah ingin tertawa lepas, karena melihat tampang Reno menjadi lucu sekali.


"Yah, kenapa bunga sih sayang, mending kamu kasi yang lain kan."


Reno pun menyuarakan pendapatnya, yang ia rasakan sebagai kekecewaannya.


"hem,. ceritanya Manyun ni ye, tenang ka, ada kok tapi Rini simpen, nanti Rini kasi ya !."


Rini pun mengatakan sebuah alasan. Padahal hadiahnya sudah ada di dalam tasnya, namun Rini malu, untuk memberikannya disini.


"Ya udah. Pegang tangan aku, kita pulang bersama. Mama sama semuanya lebih dulu aja pulangnya, Reno sama Rini, mau jalan ma bentar aja, soalnya besok kami akan berangkat kan kerumah opa dan omanya, boleh ya ma."


Reno, seakan-akan menyuarakan pendapat, tepatnya permohonan sekaligus pendapat agar keluarganya lebih dulu pulang, dan tidak mengganggu Kebersamaan dan kemesraan mereka berdua hari ini.


"Ya, mama sama papa, paham kok. Tapi pulangnya jangan malam ya, soalnya malam ada party kecil-kecilan, semua kerabat, keluarga dan sahabat terdekat keluarga kita akan datang untuk memberimu selamat nak."


Mamanya paham, akan keinginan anak lajangng nya itu, ia tahu betapa Reno sangat mencintai Rini.


"Hati-hati kalian berdua ya sayang, kamu juga jangan ngebut-ngebut bawa mobil ya Ren, mama akan membawa adit dan Niko lebih dulu pulang, agar kalian tidak diganggu anak kecil lagi."


mamanya sangat peka akan perasaan dan keinginan anak lajangnya itu.


"Terima kasih banyak ma. Tenang ma calon mantu mama tidak akan lecet sedikit pun. Reno berjanji ma."

__ADS_1


Reno pun berjanji kepada mamanya, dan mengacungkan jari-jarinya berbentuk v itu tandanya bahwa reno berkata serius.


"iya-iya mama percaya sama kamu.


Hati-hati ya sayang, kalau Reno jahat dan bandel lagi, kamu harus katakan sama mama ya, biar mama pukul nanti.. hehhehee.."


Setelah mamamya Reno bicara kepada Reno, dia pun melanjutkan berbicara kepada Rini, mama Reno memang orang yang sangat humble bahkan care banget sama orang, apa lagi keluarga dan kerabat terdekatnya.


"Iya, ma.. Nanti kalo ka Reno nya bandel, Rini akan aduin ke mama, tapi setelah Rini puas mukulin dia heheheehe.. becanda kok ma."


Rini pun mengiayakan perkataan mamanya Reno, bahkan memberikan lelucon sedikit.


Mereka semua, sudah keluar dari gedung itu, dan sudah sampai di parkiran, dan benar saja, Rini dan Reno pergi ke satu tempat, dan keluarga Reno, pulang ke rumah lebih dulu, untuk menyiapkan acara nanti malam.


Sesampainya di tepi danau yang sangat indah dan sejuk, Reno sudah menyiapkan satu perahu, memang sebelumnya dia sudah memesan perahu tersebut, bukan hanya perahu bahkan Danau itu juga sudah ia pesan selama sehari, jadi tidak ada penguhujung yang datang. Hanya mereka berdua lah yang di tempat itu selama sehari penuh.


Menyapa para Readers semuanya dan cerita kehaluan Author sedikit heehehe, Hello Apa kabar Readers semoga kalian sehat2 aja ya. ***Hahahhaha.. Memang enak ya kalau jadi orang kaya ya Readers, bisa seenaknya mesen bahkan bisa ngelakuin aja, Author jadi pengen punya kekasih nih readers .. heheheee ... Author lagi Halu 😅


Oke balik kecerita ya Readers***.......


"Hem kita dimana ka?."


"kamu rasa dimana? Ya di Danau lah, kamu ini lucu banget !."


Reno hanya menjawab seperti ini saja sudah cukup bagi Reno. Dan membuat kesal Rini.


"Aku bertanya serius ka, kenapa kita ke Danau?."


Nada Rini bertanya juga terlihat intonasi yang sedang marah begitu.


"sayang aku kan punya janji ke kamu. Ingin membawa kamu ke tempat yang indah, Jadi aku membawa kamu sayang kesini, untuk menepati sebuah janjiku kepadamu."


Iya benar sekali, Reno memiliki janji kepada Rini, ia akan membawa Rini ketempat yang indah ini.


"Hem,... kamu tuh ya ka sweet banget sih, jadi gemes banget sih. Tapi kok sepi ka, jangan bilang kaka pesen seluruh Area Danau ini iya ka?"


Rini juga langsung meluncurkan pertanyaan kepada Reno, Karena ia rasa danau secantik ini pendatangnya hanya mereka berdua. Kan gak mungkin dong sebagus dan seindah ini, hanya mereka yang tahu kan.


"Tebakan kamu bener sayang, heheeheee .. jangan marah ya, aku tidak ingin melihat kamu bersedih lagi, bahkan komentar di Instagram ku pun sekarang sudah ku turned Off, demi kenyaman Hati kamu sayang, ya udah yuk naik perahu aku akan membawamu tempat terindah di danau ini di balik bukit itu sayang."

__ADS_1


Reno pun menjelaskan, yang ia khawatirkan, dia takut Rini akan cemas, dan tidak bersedih Reno mematikan komentar di Instagramnya, demi kenyamanan Rini semata.


"Sayang, gak usah berlebihan, aku baik-baik saja kok sayang, oh iya aku ada hadiah kecil nih untuk kamu, tapi hanya boleh di buka hadiahnya aja ya. !"


Rini pun ingin memberikan hadiah yang ia belikan untuk Reno, untung nya dia sudah di perahu dan tasnya di bawanya. Kalau enggak lagi-lagi nanti baru akan aku berikan sayang. Nanti kamu kira bohong.


"Setelah kita turun dari perahu ini, aku akan membuka hadiah yang kamu berikan sayang, apa dan bagaimana pun hadiah yang kamu berikan. aku akan menerimanya dan menyayangi hadiah yang kamu beri sayang. Terus kenapa hanya boleh hadiah nya yang di buka sayang?."


Reno pun sangat menanti hadiah dari Rini, bahkan dia ingin segera membukanya, namun, dia takut kegirangan dan hadiahnya jatuh ke danau.


"Haha., becanda kok sayang, kalau kamu mau buka, buka aja."


Rini ternyata hanya mau melihat, ekspresi dari wajah Reno lagi.


"kamu jahil banget sayang. Oh iya, besok kita berangkat jam berapan sayang?."


Reno juga bertanya, tentang ke pergian nereka besok.


"Terseram di kamj aja sayang. Jam berapa kamu bilang berangkat, aku ikut aja."


Rini pun hanya ingin mengikuti keputuan dari Reno.


"Baiklah sayang, besok siang kita akan berangkat, agar sampai tidak terlalu malam."


Reno pun memutuskan keberangkatan mereka di lakukan siang besok.


"Baiklah sayangku.."


.............................................


Perahu mereka pun, sampai pada tepian bukit. Dan Reno, memberikan tangannya untuk di genggam oleh Rini, agar Rini tidak jatuh.


"pegang tangan aku sayang, biar tidak jatuh, kita bentar lagi sampai kok."


Reno pun menyuruh Rini agar memegang tangannya.


***Hy...Readers, Terus ikutin ya cerita Lelaki Idaman (Li)***


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2