Let Me Love You Hubby

Let Me Love You Hubby
Mandi Bersama


__ADS_3

"Dre kamu mau nunggu di meja makan atau ikut aku ke dapur?"


"Aku ikut kamu ke dapur?"


"Tapi nanti di dapur kamu kena asap gimana kalau kamu nunggu di meja makan aja?" timpal Letta tidak ingin jika Andre terkena asap di dapur


"Tidak,saya tidak ingin menunggu di ruang makan" kekeuh Andre. Mendengar tekad dari pria tersebut akhirnya Letta mengalah lalu membawa Andre ke dapur. Sesampainya di dapur para koki dan pelayan dapur terkejut lalu menyapa Tuan dan Nyona mereka.


Seorang koki berceletuk kepada tuannya " Apakah Tuan dan Nyonya ingin merekomendasikan makan malam,kami baru saja akan bersiap memasak ma..." ucapan seorang koki tersebut terpotong oleh perkataan Letta.


"Tidak saya ingin memasak,kalian boleh membantu saya"


"Tapi nyonya..." kata koki mencoba meyakinkan Nyonya nya tapi terpotong lagi oleh ucapan Letta.


"Tidak ada tapi tapian".


"Hubby kamu mau makan apa?"


Sebenarnya Andre adalah tipe orang yang tidak pilih-pilih terhadap makanan. Baginya selagi makanan itu layak ia bisa memakannya. Apalagi kali ini Tata nya akan secara pribadi memasak makanan untuknya tentu saja ia akan mamakan apapun masakan yang dimasak oleh Tatanya.


Apalagi ia sudah mencici masakan Tatanya yang menggugah seleranya. "Aku tidak pilih-pilih soal makanan" balas Andre menanggapi pertanyaan Letta.


Walaupun Letta telah berfikir bahwa Andre adalah tipikal orang yang tidak pilih-pilih makan ia tetap saja bertanya untuk memastikan nya. Melihat bahan bahan yang tersedia Letta kepikiran membuat beberapa hidangan yang dulu pernah di pelajari saat ingin menyenangkan Leon.


Huhu mengingat hal tersebut Letta seketika kesal tapi ia tidak ingin merusak moodnya ia takut berpengaruh terhadap masakannya nanti. Letta terpikir ingin memasak bakso ikan,udang sambel manis,sayur lodeh,ayam capcai lalu memanggang beberapa daging sapi yang dia lihat terlihat enak itu. Tak lupa ia juga menambahkan beberapa lalapan sayur.


Melihat Letta yang terlihat serius ketika memasak Andre tak kuat menahan senyumnya,yang membuat para koki serta para pelayan terkejut karena selama ini mereka hanya pernah melihat wajah dingin dari Tuan mereka.


Mereka berharap Nyonya mereka tetap dapat menjaga Tuan mereka dengan baik karena sepertinya mereka sadar suasana Tuan mereka tergantung dari sikap Nyonya mereka.


***

__ADS_1


Sementara di sisi lain Brian orang kepercayaan Andre terlihat kebingungan mencari Tuannya karena ingin membicarakan beberapa urusan perusahaan. Biasanya Tuannya akan selalu berada di ruang kerja namun kali ini ruangan kerja Tuannya keliatan kosong.


Merasa terlihat bodoh Brian akhirnya sadar jika ia bisa memanggil Tuannya melalui telepon saja. "Tapi bagaimana jika Tuan sedang berduaan dengan Nyonya?" batin Brian takut jika merusak kesenangan dari Tuannya.


Akhirnya dengan tekad yang kuat Brian memberanikan diri menelfon Tuannya. Sedangkan disisi lain ponsel nya Andre bergetar di sakunya lalu berdering. Karena moodnya yang sedang baik Andre menjawab telfon nya dengan baik tanpa meninggalkan dapur.


"Halo Tuan saya sedang berada di depan ruang kerja Tuan,Tuan ada dimana?"


"Dapur" lalu menutup telfon nya. Ia menganggap hal tersebut tidak penting lalu lanjut mengamati Letta memasak.


Sedangkan Brian yang sudah biasa yang panggilannya diputuskan secara sepihak oleh Tuannya hanya menghela nafas. "Gini banget cari duit" batinnya melangsa.


***


Sesampainya di dapur pemandangan pertama yang diliat dari Brian adalah pemandangan dimana Tuannya terlihat tersenyum dengan mata yang berbinar-binar memandang Nyonya nya. "Huh saya harap Tuan selalu tersenyum seperti itu". Tak ingin berlama-lama memperhatikan Tuannya Brian pun mendatangi Tuannya tersebut.


"Tuan saya ....." belum sempat melanjutkan perkataannya Andre segera mengangkat salah satu tangannya sebagai isyarat kepada Brian untuk berhenti melanjutkan perkataannya.


Mendengar hal tersebut Brian benar-benar tertegun karena selama ini Tuannya adalah tipe orang yang workholic dimana Tuannya selalu mengutamakan pekerjaannya diatas segalanya.


Apalagi ini Tuannya bahkan menunda pekerjaan nya hanya demi makan malam bahkan yang selama ini Tuannya selalu lupa untuk makan karna terlalu workholic. Sesaat Brian melihat ke arah Nyonya nya, cinta nya Tuannya terhadap Nyonya Letta memang benar-benar menantang garis ke workholic an Tuannya.


Walaupun ia tau cinta Tuannya sangat dalam kepada Nyonya nya masih saja ia merasa terkejut akan hal tersebut.


Lain halnya dengan Letta yang serius memasak masakan untuk suaminya. Ia bahkan tidak sadar jika Brian datang ke dapur sangkin seriusnya dia mengolah masakannya tersebut.


45 menit setelah memasak dengan dibantu oleh beberapa koki dan pelayan akhirnya masakan Letta selesai. Ia menyungggingkan senyumnya lalu mendekat ke arah suaminya.


"Hubby gimana kalau kita mandi dulu lalu makan?"


Letta mencium bau asap pada tubuhnya dan merasa tidak nyaman dekat dengan suaminya. Ia sekilas takut jika pria itu tidak suka dengan baunya,padahal yang ia tidak tahu pria itu bahkan tidak mencium bau apa-apa di tubuhnya.

__ADS_1


Yah yang sudah bucin memang beda ya? wkwk


Berbeda dengan Letta yang takut tercium bau asap pria itu malah merasa salah tingkah ketidak mendengar kata "kita mandi" dari pertanyaan Letta. Ia jadi membayangkan hal yang tidak tidak terhadap Tata nya seperti mandi bersama soalnya.


Bahkan wajah pria itu terlihat memerah. Melihat wajar memerah dari suaminya Letta awalnya tidak mengerti mengapa wajah pria memerah lalu teringat akan perkataan nya Letta terkekeh pelan. Ia tidak menyangkan jika pria itu sangat mudah untuk memerah padahal ia hanya mengucapkan pertanyaan tersebut murni tanpa ada maksud lain.


Mendekatkan diri nya ke pria itu Letta berbisik pelan ke arah telinga pria itu "Oh jadi kamu mau mandi bareng aku hubby?" bisik Letta pelan tapi sensual.


Digoda secara terang-terangan oleh Letta malah membuat sesuatu dari tubuh pria itu menegang. Ia benar-benar tidak kuat menahan godaan dari Letta.


Beda hal nya dengan Brian yang melihat kemesraan dari Tuan dan Nyonya nya "huh seperti nya saya juga harus cari pendamping". Ia merasa jika ia butuh dimanja seperti tuannya.


Akhirnya sadar akan kehadiran Brian Letta berhenti menggoda suaminya. "Brian sudah berapa lama kamu disini,maaf saya tidak memperhatikan nya".


"Tidak papa Nyonya saya hanya ingin membahas mengenai pekerjaan pada Tuan" balas Brian.


"Oh baiklah kamu juga bisa makan malam disini karna saya memasak makanan yang cukup banyak malam ini"


Saat akan menjawab pertanyaan dari Nyonya nya Tuan nya malah menatap tajam dirinya. Sadar akan kecemburuan Tuannya Brian pun akan menolak tawaran dari Nyonya nya tersebut. Namun Letta sadar akan keadaan tersebut dia segera memotong perkataan dari Brian "saya tidak menerima penolakan".


Sedangkan Andre walaupun merasa tidak suka tetapi tidak dapat membantah perkataan dari Tatanya. Baginya perkataan dari Tatanya adalah perintah mutlak tanpa boleh ada penolakan.


Lalu setelah itu Letta mendorong kursi roda suaminya menuju kamar mereka. Dan sesampainya di kamar Letta segera ingin pergi mandi tetapi ia tiba-tiba teringat hal yang terjadi di dapur tadi.


Rasanya ia belum puas untuk menjahili suaminya tersebut karna baginya melihat wajah merah dari suaminya sangat lucu dimatanya.


"Em jadi hubby...." Letta malah duduk di pangkuan pria itu lalu mengalungkan salah satu tangannya di leher pria itu "apakah suami tersayang ku ini ingin mandi bersama?" kata Letta sangat centil lalu menggambar pola-pola abstrak di dada suaminya tersebut.


Dan .....


***

__ADS_1


__ADS_2