
Daripada menunggu suaminya selesai berganti pakaian Letta memilih mandi di kamar lain agar mempercepat waktu mereka untuk makan malam.
10 menit setelah pria itu berganti baju dia membuka pintu kamar mandi lalu melihat bahwa kamar mereka kosong Tata nya tidak ada di dalam. Karena sudah terbiasa bersama Letta pria itu merasa sepi jika kamarnya kosong seperti ini.
"Apa Tata mandi di kamar mandi lain ya" batin pria itu.
"Sepertinya iya".
Pria itu bukannya langsung pergi ke ruang makan dia memilih untuk menunggu Letta selesai mandi. Ia melihat-lihat sekeliling kamar mereka yang banyak ditempati oleh barang-barang Letta. Baginya sekarang kamar ini terasa lengkap karena barangnya dan barang Letta berada bersamaan di dalam.
Padahal dulu baginya sebuah kamar tidak ada artinya untuknya.
20 menit kemudian pintu kamar mereka terbuka. Terlihat lah Letta yang habis mandi,bahkan pria itu sampai mencium aroma wangi dari sabun mandi Letta. Entah mengapa ia sangat menyukai aromanya sampai berfikir akan memakai sabun yang sama seperti Letta agar aroma nya sama dengan Tata nya.
"Kamu udah lama ya by nungguin aku?" tanya Letta sambil menerapkan skincare nya di meja rias.
"By...." lirik pria itu,apakah "by" yang dimaksud oleh Tata nya adalah singkatan dari hubby?. Entah kenapa setiap panggilan mesra yang diucapkan oleh Letta selalu memberikan efek yang kuat di hatinya. Perasaan manis itu tidak pernah hilang.
"Tidak lama"
Sementara Letta masih fokus menerapkan skincare di wajahnya. Wajah ini telah rusak di masa lalu sehingga ketika melihat wajahnya yang masih terlihat cantik ia ingin merawatnya dengan baik.
"Sudah selesai mari makan".
Letta langsung menggandeng tangan suaminya.
***
Di ruang makan terlihat Brian yang melihat Tuan dan Nyonya nya yang baru keluar dari lift rumah mereka.
"Seperti nya aku akan melihat pertunjukan kasih sayang lagi",lirih Brian.
"Maaf ya Brian karna sudah membuatmu menunggu terlalu lama".
"Tidak masalah Nyonya".
"Baiklah mari kita makan bersama".
Seperti biasa Letta menyiapkan makanan suaminya terlebih dahulu lalu menyiapkan makanan nya.
"Masakan nyonya sangat enak" puji Brian.
"Hehe,kamu bisa saja" kekeh Letta di depan Brian.
Sedangkan Brian seperti merasa ada tusukan tajam dari arah Tuannya. Ia baru teringat jika Tuannya adalah sosok yang sangat pencemburu apalagi tadi Nyonya nya tersenyum padanya. Ia tidak akan berani lagi berbicara dengan Nyonya nya karena pawangnya sangat mengerikan.
Berbeda dengan Letta yang sadar jika suaminya cemburu,ia tidak mempermasalahkan keposesifan suaminya,ia bahkan merasa takut jika ia tidak diposesifin sama suaminya. Untuk mengalihkan kecemburuan dari suaminya dia menambahkan irisan daging sapi yang terlihat tinggal satu di piring suaminya.
"Ini kamu makan yang banyak by".
__ADS_1
Mendengar Tata nya mengatakan panggilan sayang untuknya di depan orang lain wajah suram pria itu sekarang berubah menjadi wajah sumringah. Bahkan jika di ibaratkan seperti anjing yang ekornya bergoyang-goyang kepada majikannya untuk meminta makanannya.
"Kamu juga makan lebih banyak".
Pria itu menambahkan bakso di piring Letta.
Setelah selesai makan Brian ingin membahas mengenai pekerjaan kepada Tuannya.
"Tuan saya ingin...."
Andre mengangkat tangannya di depan asistennya itu.
"Besok saja saya ingin tidur lebih cepat".
Kali ini Brian tidak dapat untuk menahan ekspresinya,bahkan sekarang terlihat wajah pria itu tercengang hebat. Ia dapat menerima fakta bahwa Tuan nya dapat menunda pekerjaan nya demi Nyonya nya tapi kali ini Tuan nya bahkan sampai mengabaikan pekerjaan nya.
Apa tanda-tanda akhir dunia sudah mulai dekat? Apalagi dengan alasan Tuan nya yang ingin tidur lebih cepat. Apakah ada yang bisa memberitahu nya bahwa yang dia dengar tadi tidak benar,ia merasa seperti sedang halusinasi.
Yang benar saja tidur cepat bahkan biasanya Tuan nya sampai tidak tidur juga waktu terlama Tuan nya tidur hanyalah 4/5 jam.
Kali ini ia benar-benar yakin bahwa cinta itu memang bisa memberikan efek yang luar biasa. Terlihat dari Tuan nya yang seperti sedang mabuk kasmaran dan tidak ingin berjauhan dengan Nyonya-nya.
Bukannya seingat nya Tuan nya mengatakan tidak ingin membahas mengenai pekerjaan sebelum makan malam.
Wah sepertinya Tuan nya juga mulai melupakan perkataan nya.
Belum sempat ia menenangkan ekspresinya perkataan dari Tuan nya lagi membuatnya seakan ingin pingsan di tempat.
"Tapi Tuan besok ada rapat penting deng..an....".
Andre mengangkat tangannya lagi sebagai tanda jika ia tidak menerima bantahan apapun. Baginya selama itu bukan Tata nya pendapat orang lain tidak penting.
"APA PERIKSA KAKI?,BUKANKAH ITU HAL TABU YANG TIDAK BOLEH DIUCAPKAN DI DEPAN BOSNYA?"
Kecelakaan 4 tahun lalu benar-benar membekas di hati Tuan nya,ia bahkan telah berusaha menyembuhkan kakinya selama setahun. Namun melihat tidak ada tanda-tanda akan kesembuhan kakinya Tuan nya menolak percaya bahwa kakinya dapat berjalan lagi. Sejak saat ada yang menyebutkan tentang kaki ataupun wajahnya Tuan nya akan segera mengamuk lalu mengurung dirinya sendiri.
Ia merasa takjub dengan pengaruh dari Nyonya nya,ternyata cinta Tuan nya kepada Nyonya nya melebihi ekspektasi nya.
Bahkan hal tabu Tuan nya seperti nya tidak ada pengaruh apapun dihadapan Nyonya.
Sepertinya kali ini ia harus berada di dalam naungan Nyonya nya agar bisa selamat dari Tuannya.
Selesai memikirkan masalah pribadi Tuannya dia teringat lagi akan masalah pribadi nya.
"Seperti nya besok pekerjaan ku akan lebih menumpuk lagi" lirih Brian dalam hatinya.
Letta malah terkekeh melihat ekspresi tercengang dari Brian,dia tidak menyangkan jika Brian orang yang sangat serius di masa lalu ternyata juga memiliki sifat kekanak-kanakan seperti ini. Sepertinya hal di kehidupan lalunya dengan hal sekarang sangat berbeda kontras.
Ia jadi semakin yakin bahwa dia sangat bodoh di masa lalu.
__ADS_1
"Saya percaya kaki suami saya akan sembuh,dan saya akan menyerahkan waktu-waktu saya untuk merawat Tuan mu jadi kamu tidak perlu khawatir" tegas Letta pada Brian.
"Ya..Nyonya adalah kasta tertinggi dalam pekerjaan nya walaupun boss aslinya adalah Tuannya namun ia yakin perkataannya Nyonya nya jauh lebih mutlak daripada perkataan Tuan nya".
Walaupun ia sedikit tidak yakin namun apapun itu ia harus bersikap percaya dengan ucapan Nyonya di hadapan Tuan nya.
"Saya percaya Nyonya".
"Baiklah kalau begitu,saya dan suami saya akan ke atas terlebih dahulu".
Letta segera mendorong kursi roda suaminya ke arah Lift.
***
Sesampainya di kamar Letta mencari obat untuk diterapkan di wajah suaminya. Awalnya pria itu kebingungan melihat Letta nya seperti sedang mencari sesuatu. Namun ketika melihat benda yang telah dicari-cari oleh Letta itu tertegun.
"Tata nya benar-benar memegang teguh perkataannya".
"Sini aku olesin ke wajah kamu".
Letta sangat telaten ketika mengoleskan krim itu ke wajahnya,wajah serius Letta bahkan terlihat berkali-kali lebih cantik saat ini.
"Ingat kamu tidak boleh lupa untuk mengoleskan krim ini,kita harus rutin mengaplikasikan nya" tegas Letta.
Selesai mengoles krim di wajah suaminya sebenarnya Letta ingin memijat kaki suaminya untuk merilekskan otot-otot kakinya tapi ia tidak berani melakukan nya tanpa anjuran dari dokter.
Nanti ketika mereka berada di Rumah Sakit Letta akan bertanya apakah ia bisa memijit kaki suaminya atau tidak.
"Baiklah mari kita tidur sekarang".
Letta langsung membaringkan tubuh suaminya lalu menarik selimutnya, setelah itu ia bergegas pergi ke sisi dekapan hangat suaminya.
"Hubby kamu itu benar-benar anugerah terindah yang dikirim oleh Tuhan kepada ku,jadi kamu tidak boleh rendah diri lagi...ingat" bisik Letta dalam dekapan suaminya.
Suara Letta memang pelan ketika mengucapkan nya namun pria itu mendengarkannya dengan sangat jelas.
"Hadiah terindah?"
Bahkan orangtuanya tidak pernah mengatakan hal tersebut,dari sejak ia kecil ia selalu merasa jika ia adalah anak yang dibuang dari orangtuanya.
Hal itu terbukti dengan sikap acuh dari orangtuanya kepadanya. Namun kali ini mendengar ada seseorang yang mengatakan nya anugerah terindah bahkan orang itu adalah orang yang sangat dicintainya orang yang tidak sanggup ia bayangkan membalas cintanya.
Kali ini ia benar-benar bersyukur masih bertahan hidup di dunia ini. Ya demi Letta hanya demi Letta nya ia akan berjuang menyembuhkan dirinya. Ia akan membuat Letta tidak akan dicemooh karna menikah dengan pria cacat sepertinya. Ia akan membuat dirinya pantas berada di samping sosok Letta yang sempurna.
"Kamu juga adalah hadiah terindah yang pernah Tuhan berikan kepada ku selama aku hidup di dunia ini Tata" kata Andre sambil mencium lama kening Letta.
Sadar jika Letta telah tidur ia semakin mengeratkan pelukannya pada Letta.
"Selamat malam,hadiah terindah ku Arletta Rallyanti"
__ADS_1
***