Let Me Love You Hubby

Let Me Love You Hubby
Ayah


__ADS_3

Kali ini Letta kesiangan bangun sehingga tidak dapat memasak untuk suaminya. Tidur dengan suaminya memang sangat nyaman sampai Letta sendiri tidak bangun dari jam biologis nya. Saat ini Letta melihat suaminya yang baru keluar dari kamar mandi. "Kamu sudah bangun" tanya pria itu.


"Maaf ya hubby aku kesiangan,jadinya ga bisa masakin kamu".


Pria itu hanya terkekeh kecil "kamu tidak harus selalu menyiapkan makanan ku,aku tidak ingin kamu kelelahan" bujuk pria itu.


Letta segera berlari menuju pria itu lalu memeluknya "suamiku benar-benar suami yang terbaik aku sangat beruntung menjadi istrimu". Pria itu lagi-lagi merasakan perasaan manis dari kata-kata Letta nya, Letta nya benar-benar pembicara yang sangat manis.


"Hm,sebaiknya kamu mandi dulu lalu setelah itu kita akan turun ke bawah" kata pria sambil mengusap lembut punggung Letta. Sementara Letta hanya diam memeluk erat suaminya walaupun ia membungkuk ia tidak merasakan perasaan pegal pada pinggangnya. Apa mungkin ini adalah efek dari cinta?Letta terkekeh membayangkan nya.


"Baiklah aku mandi dulu"


25 menit setelah itu Letta dan suaminya turun ke bawah.


Seperti biasanya Letta menyiapkan makanan untuk suaminya terlebih dahulu.


Sarapan pagi mereka pagi ini dilalui dengan suasana hening namun terasa hangat. Selesai makan Letta dan suami nya bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit. Letta tidak sabar untuk mengetahui keadaan kaki suaminya.


***


Di dalam mobil Letta tiba-tiba teringat akan ayahnya, seperti nya ia lebih baik mengunjungi ayahnya ia juga ingin memeriksa keadaan ayahnya,apakah racun itu telah diberikan kepada ayahnya tau belum.


"Sayang,setelah kita check up bisakah kita mampir dulu ke rumah ayahku?"


"Apakah kamu merindukan ayahmu?"


"Hm,aku merindukan nya"


"Baiklah kita akan mampir setelah selesai check up"


"Makasih hubby" Letta memberikan senyum manisnya pada suaminya.


30 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit swasta terbesar di kota ini. Namun anehnya saat mereka masuk ke dalam para pasien maupun dokter disini memberikan salam kepada suaminya.


"Hubby kenapa mereka semua seperti memberi hormat padamu?" tanya Letta tak kuat menahan kekepoannya.


"Rumah sakit ini juga termasuk ke dalam properti ku"


"Hah...Rumah Sakit ini milikmu?" Letta tidak menyangka jika Rumah Sakit ini milik suaminya. Ternyata kekayaan suaminya diluar ekspektasi nya.


"Wah suami aku kaya banget ya,kayaknya aku harus bekerja lebih keras lagi untuk membelanjakan uang kamu" kekeh Letta pada suaminya.


Beda hal nya lagi dengan pria itu yang menganggap serius ucapan dari Letta,ia akan sangat senang jika Letta membelanjakan uangnya.


"Hm,apakah kamu suka Rumah Sakit ini?"

__ADS_1


"Tentu saja suka,ini kan Rumah Sakit terbaik di kota ini"


"Apakah kamu menginginkan nya,aku bisa mengubah nama kepemilikan Rumah Sakit ini atas namamu,jika kurang aku juga bisa mem...." Letta meletakkan tangannya didepan bibir suaminya.


"Makasih sayang tapi aku tidak membutuhkan nya". Memang Letta tidak membutuhkan nya buat apa toh uang jajan yang diberikan oleh suaminya di kehidupan lalu saja ia tidak mampu menghabsikanya. Ya walaupun sekarang ia belum diberi uang jajan dari suaminya ya wajar sih toh dia belum pernah keluar rumah.


Dulu kan suaminya memberikannya uang jajan karena ia sering keluar pergi bersama Vana bahkan kartu itu sering digunakan untuk membelanjakan barang nya Vana,huh kali ini ia tidak akan mengulangi hal yang sama,namun ia yakin seribu yakin jika rumah mereka diatas namakan namanya.


Sambil bercanda gurau dengan suaminya akhirnya tibalah mereka di ruangan dokter yang akan menangani suaminya.


"Tn.Raymond silahkan masuk".


Nama belakang suaminya adalah Raymond biasanya nama suaminya akan disingkat A Raymond. Dulu hanya orangtuanya sajalah yang bisa memanggil dengan sebutan Andre,karena nama Andre itu adalah nama panggilan nya saat kecil. Dan saat ini hanya Letta satu-satunya yang dia izinkan memanggilnya dengan sebutan Andre.


Dokter itu melihat wanita cantik yang berada di samping Tn.Raymond. Ia penasaran dengan wanita ini karna ini adalah kali pertama nya ia melihat Tn.Raymond memperbolehkan wanita dekat dengan nya.


"Dia istriku" tajam pria itu tak suka wajar Letta nya diamati seperti itu.


"Ah istri?selamat atas pernikahan nya Tn.Raymond dan..." dokter itu bingung melanjutkan perkataannya.


"Letta" singkat Andre.


"Ah iya dan Nyonya Letta" walaupun merasa terkejut karena tahu bahwa Tn.Raymond sudah menikah dokter itu memperlihatkan wajah profesional nya lalu memberikan selamat pada Tn.Raymond.


"Sama-sama nyonya".


"Baiklah pertama-tama Tn.Raymon kita akan meng-ct scan kaki anda".


30 menit kemudian hasil ct scan nya telah keluar. Letta melihat ct scan tersebut namun ia tidak dapat memahaminya. Dokter menjelaskan bahwa sebenarnya kaki suaminya dapat sembuh hanya saja kemungkinan itu sangat kecil dan membutuhkan terapi yang terbilang lama dan bahkan terapi kakinya akan sangat menyakitkan jika suaminya terlalu memaksa.


Sebenarnya dokter juga memberitahukan bahwa kaki suaminya bisa menggunakan teknik akupuntur untuk mencoba merilekskan otot kaki suaminya,namun dokter menjelaskan bahwa sangat sulit saat ini untum menemukan ahli akupuntur. Mendengar itu Letta merasa sedih namun ia tidak akan menyerah atas penyakit suami nya.


"Oh iya dok bisakah saya memberikan pijatan pada kaki suami saya?"


Andre yang mendengar pertanyaan Letta tidak menyangka bahwa semangat Letta untuk menyembuhkan kakinya sangat besar,ia berjanji dalam hatinya tidak akan patah semangat dalam menyembuhkan kakinya lagi.


"Bisa nyonya namun pijatan nyonya harus berada di titik-titik penting nya". Dokter itu menjelaskan dimana letak titik-titik itu lada Letta. Untungnya Letta punya ingatan yang baik sehingga ia dengan mudah menghapal arahan dari dokter itu.


"Lalu em wajah suami saya bisakah itu disembuhkan?"


"Sebenarnya saya tidak dapat memastikan nyonya karena luka di wajah Taun Raymond sangat fatal dan sangat beresiko jika melakukan operasi plastik di wajahnya. Saya hanya dapat memberikan krim penawar yang bisa membantu luka Tn.Raymond sedikit".


"Jika dokter merasa tidak mampu untuk menyembuhkan nya lalu mengapa dulu wajah suaminya bisa kembali ke wajah aslinya" batin Letta.


"Hm,baiklah dok terimakasih".

__ADS_1


"Sudah menjadi kewajiban saya nyoya"


Setelah itu Letta dan suaminya keluar dari ruangan itu.


"Kita akan mampir ke rumah ayahmu setelah ini"


***


Sekarang tibalah Letta di sebuah rumah besar bergaya klasik itu. Letta sangat merindukan rumah ini,karena rumah ini dulu jatuh ke dalam tangan Vana dengan ibunya. Dan kali ini tentu saja Letta tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Ia juga akan menjaga kesehatan ayahnya.


Ayahnya,air mata Letta jatuh tanpa diminta ketika ia mengingat ayahnya ia akan meminta maaf pada ayahnya setelah ini.


Kepala pelayan melihat nona Letta kembali ke rumah ini,ia segera pergi menyambut Letta.


"Nona Letta selamat datang" kata kepala pelayan itu.


"Ah,kakek apakah ayah ada di rumah?"


Letta memang memanggil kepala pelayan di rumah nya dengan sebutan kakek.


"Tuan berada di ruang kerjanya nona,saya akan mengabari pada tuan jika nona datang mampir kesini,untuk itu nona dan tuan silahkan menunggu di dalam".


Letta dan suaminya menunggu di dalam rumahnya tepatnya di ruang tamu. Para pelayan yang melihat nona mereka kembali bergegas menyiapkan cemilan. Mereka tidak berani mengangkat pandangan nya kepada suami nona mereka, apalagi mereka mengetahui jika nona mereka terpaksa menikah dengan pria cacat ini.


Para pelayan memasang tampang prihatin mereka pada Letta,dan Letta sadar akan hal itu. Ia memang tidak bisa marah akan hal itu karena saat itu memang Letta terpaksa menikah dengan Andre bahkan saat itu ia sangat menentang pernikahan ini namun ia tidak punya pilihan lain toh dia sendiri yang menyerahkan dirinya pada Andre kala itu.


"Ah iya perkenalkan ini suami saya dan hubungan saya dengan suami saya sangat baik jadi saya harap kalian akan menghormati nya seperti kalian menghormati saya" tegas Letta pada pelayanan nya.


Kali ini para pelayan disana tidak berani memasang tampang prihatin mereka.


Sedangkan ayah Letta sangat senang ketika mendengar kabar bahwa putrinya berkunjung ke rumah nya. Ia sebenarnya ingin mengunjungi putrinya hanya saja hubungannya dengan putrinya sedang tidak baik jadi ia membatalkan niatnya itu.


Dan dia benar-benar tidak menduga jika Letta akan berkunjung dengan sendirinya. Ketika tiba di ruang tamu dia benar-benar melihat wajah putrinya yang sangat mirip dengan mendiang istri tercinta nya.


Letta melihat ayahnya yang menatap nya dengan wajah berbinar walaupun sedikit dingin, kali ini Letta benar-benar tidak dapat membendung perasaan sedihnya ia segera berlari ke arah ayahnya.


"Ayah...." Letta bergegas memeluk ayahnya. Ayah Letta sangat tertegun putri nya memeluknya? bahkan ia tidak ingat kapan terakhir kali putrinya memeluk nya karena selama ini ia dan putrinya sering terlibat konflik.


"Letta ayah sangat merindukan mu"


Kata rindu yang diucapkan oleh ayahnya Letta semakin mengguncang emosi Letta.


"Ayah maafin Letta" tangis Letta pecah di dekapan ayahnya,kali ini bukan tubuh dingin ayahnya yang ia hadapi tetapi tubuh hangat yang menandakan bahwa ayahnya masih ada di dunia ini.


***

__ADS_1


__ADS_2