
Setelah mendengar sapaan dari Brian Letta kembali memfokuskan perhatiannya kepada pria itu. Melihat wajah dingin pria itu Letta terkekeh dia tidak tau kalau Andre secemburu ini.
Masih menatap tajam tangan kanan nya,pria itu merasakan tangan lembut seseorang di pipinya "aku hanya menyapa nya karena dia adalah orang mu".
Sadar akan kemarahan nya pria itu memegang lembut tangan di pipinya lalu mencium nya "kamu ga perlu menyapa nya anggap saja dia tidak ada" balas pria itu dengan kejam.
Merasakan kekejaman Tuan nya Brian berjanji dalam dirinya untuk tidak terlalu berkomunikasi dengan Nyonya baru nya,dia tidak ingin terkena amukan dari Tuan nya.
Mengetahui bahwa pria itu tidak cemburu lagi,Letta menyajikan nasi pria itu secara pribadi "mau lauk apa ndre?".
Merasakan manis di hatinya saat melihat Letta nya menyajikan makanan secara pribadi padanya pria itu melengkung kan bibirnya "sup ayam".
Walaupun suara pria itu terdengar kaku dan dingin Letta tak ayal mengambil sup ayam buatan nya ke piring pria itu. Letta juga memasukkan perkedel kentang yang disajikan pelayan ke dalam piring pria itu.
Selesai menyajikan piring pria itu Letta segera menyerahkan ke depan pria itu "silahkan dimakan suami" kekeh Letta pada pria itu. Berapa kali pun ia mendegar kata suami dari mulut Letta dia selalu merasakan perasaan manis dalam hatinya.
Hanya menyajikan makanan padanya Letta bahkan tidak berniat mengambil makanan nya ia hanya tersenyum menatapnya "k-kamu juga makan".
Tersadar akan lamunan nya Letta menganggukan kepalanya lalu mulai menyajikan makanan untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Melihat Letta yang mulai makan pria itu pun mulai makan makanannya.
Rasa sup ayam yang dimasak oleh Letta tidak berminyak sama sekali dan terasa sangat lezat di mulut pria itu. Ingin memberikan pujian pria itu menahan kegugupan nya lalu bergumam "enak".
Walaupun suara kaku pria itu terdengar kecil Letta tetap mendengar suara nya ia terkekeh lalu membalas perkataan pria itu "kalau begitu aku akan memasakkan mu makanan lagi lain kali".
Mengetahui bahwa Letta nya akan tetap memasakkan makan padanya pria itu berniat untuk tetap selalu sarapan.
Yang biasanya ia sangat jarang untuk sarapan kali ini bersama Letta nya dia akan selalh meluangkan waktu nya untuk sarapan berdua dengan Letta. Selesai makan Letta bertanya pada pria itu "apakah kamu akan ke kantor hari ini?", mengetahui bahwa jadwal pria itu sangat sibuk Letta pun bertanya padanya.
****
"Tidak aku mengambil cuti untuk hari pernikahan". Mendengar bahwa pria itu akan bersama nya Letta bergegas bertanya kembali "Kamu ambil cuti berapa hari?".
Mengangkat kepalanya Letta menggenggam kedua tangan pria itu "Ndre aku ga suka kamu ngucapin kata maaf untuk hal yang sepele kayak gini,aku sama sekali engga marah kok aku ngerti kok kondisi kamu".
Mendengar pria itu selalu mengucapkan kata maaf Letta teringat kilasan ingatan nya dimana pria itu berlumuran darah lalu meminta maaf padanya. Hatinya terasa sakit ketika pria itu selalu mengucapkan maaf padanya.
Mengetahui bahwa Letta nya tidak suka ia selalu mengucapkan kata maaf,pria itu hanya menganggukkan kepala nya "um".
__ADS_1
Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan Letta kembali tersenyum lalu menatap pria tersebut "terus kita ngapain dong hari ini?".
"Apa kamu ingin keluar?", sebenarnya Letta ingin meng iya kan perkataan dari pria itu tapi dia sadar bahwa pria itu tidak suka berada di tempat keramaian apalagi dengan kondisinya yang seperti ini, dia akan menjadi pusat perhatian banyak orang.
Dia tidak ingin pria itu merasa tidak nyaman dengan kondisinya. "Um aku lagi pengen di rumah aja".
Mengetahui bahwa Letta nya hanya ingin berada di rumah pria itu bingung harus melakukan apa di rumah. Selama ini dia hanya menghabiskan waktunya berada di ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya.
Melihat kebingungan dari pria itu Letta pun akhirnya menyarankan menghabiskan waktu mereka di taman belakang rumah ini.
Mendengar saran Letta pria itu hanya menganggukkan kepala nya lalu menyuruh pelayan untuk menyiapkan cemilan untuk mereka.
Sedangkan Brian telah pergi diam diam ke perusahaan setelah dia selesai makan,ia tidak ingin mengganggu waktu senggang Tuan nya. Mendorong kursi roda pria itu Letta sesekali bertanya hal hal kecil kepada pria itu selama di perjalanan.
Sesampainya di taman belakang Letta melihat taman yang luas serta terawat ini dengan senang. Bahkan di kehidupan dia yang pertama dia sangat suka untuk menghabiskan waktu nya sendiri di taman ini.
"Kamu suka?" Letta segera menganggukkan kepala nya "em teman ini sangat indah dan terasa menyenangkan" balas Letta dengan semangat.
Mendengar kebahagiaan dari Letta nya pria itu berfikir untum memberikan bonus kepada pelayan yang merawat taman ini karena taman ini dapat membuat Letta nya bahagia.
__ADS_1
Menurut nya apapun yang membuat Letta nya bahagia dia akan selalu memberikan apresiasi kepada siapapun selagi hal itu masih berdampak positif bagi dia dan Letta. Karena baginya Letta Nya lebih berharga dari apapun yang dia miliki.
****