
Dan tepat ketika Letta mengucapkan hal tersebut pria itu mengepalkan kedua tangannya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar bagian bawah dari tubuhnya bisa bertahan akan godaan dari Letta.
Berbeda halnya dengan Letta yang cekikikan dalam hatinya,ia merasa akan mempunyai hobby baru lagi yaitu menggoda suami manis nya ini.
"Jadi gimana hm?" tanya Letta semakin gencar pada suaminya. Dan tanpa tidak sengaja Letta melihat ke arah bawah celana pria itu yang sudah terlihat menggembung.
"A-apa dia bereaksi?" tanya Letta dalam hati. Rasanya ia sangat malu melihat beda bawah milik suaminya tersebut, setelah ia pikir ia belum memberikan salah satu kewajibannya itu.
"Sayang kamu kok diam?"
Bukannya berhenti Letta tetap kekeuh bertanya kepada pria itu. Berbeda dengan Letta yang kegirangan menggoda suaminya pria itu malah tergagap ketika akan membalas perkataan dari Letta.
Bagiamana ia tidak tergagap jika tangan Letta masih berputar nakal di dadanya. "K-kamu bisa mandi terlebih dahulu".
"Yah jadi ga mau ya?" pancing Letta semakin menggoda suaminya. Bahkan ia sampai memasang wajar sedihnya seakan akan permintaan nya tidak dituruti. Melihat wajar Letta yang sedih pria itu kebablasan ia tak sanggup jika harus melihat wajah sedih dari Letta.
Namun di satu sisi ia juga bingung harus melakukan hal apa,apa ia harus menjawab bahwa dia ingin mandi bersama Letta. Memikirkan hal tersebut wajah pria itu semakin memerah bahkan tubuhnya sampai menegang hingga mengeluarkan keringat dingin.
Melihat wajah suaminya yang seperti sedang berfikir keras rasanya Letta ingin tertawa keras tetapi ia tetap mempertahankan wajah memelasnya ini.
"Apa aku jawab iya saja?" ia benar-benar tidak tahan melihat wajah sedih dari Letta. Namun ketika akan memberanikan diri menjawab pertanyaan dari Letta pria itu teringat dengan kondisi kakinya. Bahkan ia sendiri merasa benci melihat kaki nya yang ia anggap sangat jelek. Lalu bagaimana dengan Tata nya apa ia juga akan merasa benci melihat kakinya.
Membayangkan kaki jeleknya wajah pria itu berbalik menjadi menyedihkan tetapi matanya memancarkan kebencian yang kuat. Andai saja dia tidak lumpuh andai saja wajahnya tidak buruk,andai...andai... semua hanya bisa menjadi kata andai.
Merasakan aura suram dari tubuh suaminya Letta berhenti menggoda suaminya itu. Sekarang ia malah memasang wajah panik takut jika ia menyinggung perasaan dari pria itu.
__ADS_1
"Hubby kamu kenapa,hm?" tanya Letta sambil menangkup wajah dari suaminya. Bukannya balas melihat ke arah Letta pria itu malah mengalihkan matanya ke arah lain,rasanya ia tidak sanggup melihat wajah cantik dari Tata nya. Wajah cantik itu malah harus bersanding dengan wajah buruknya.
Mengingat hal tersebut semakin membuat kebencian yang dalam dari diri pria itu. Letta mengerutkan keningnya melihat pria itu yang malah mengalihkan pandangannya.
"Hubby liat aku" mendekatkan wajahnya di depan wajah pria itu?
"Kamu kenapa?" tanya Letta sembari mengelus lembut rambut dari suaminya. Bertatapan dengan Tata nya membuat hati pria itu sedikit membaik, apalagi ketika melihat tatapan terluka dari Tata nya membuat dia merasakan perasaan manis dalam hatinya.
"Apakah Tata nya benar benar mencintai nya?"
Ya pria itu memang masih belum mempunyai rasa percaya diri akan cinta nya Letta. Ia masih menanamkan dalam dirinya bahwa sudah cukup bersyukur bahwa jika Letta bisa berada di sisinya. Bahkan tanpa ia ketahui bahwa kali ini Letta benar-benar mencintainya.
Entah mengapa Letta merasa bahwa pria itu mempunya rasa percaya diri yang rendah kepadanya,apa karna ia menyinggung hal mengenai mandi bersama itu? Mengingat tatapan suaminya tadi yang mengarah ke arah kakinya,Letta sepertinya sadar jika pria itu tidak ingin menunjukkan kakinya yang cacat pada Letta.
Walaupun Letta merasa sedih karna pria itu tidak merasa yakin akan cinta nya ia tetap akan berusaha dengan keras sampai nanti pria ini akan sadar bahwa selain dia tidak akan ada yang mencintainya sebesar cinta nya.
Cup....
Menghadap serangan mendadak dari Letta membuat pria itu membeku,namun ketika merasakan kehangatan dari bibir Tata nya dengan naluriah sebagai laki laki pria itu meletakkan salah satu tangannya di kepala Letta lalu menariknya lebih dekat.
Merasakan antusias dari suaminya Letta tersenyum di sela sela ciuman mereka. Pria itu menerobos menjelajahi seluruh isi mulut Letta. Kali ini Letta benar-benar tidak kuat menanggung ciuman dalam dari suaminya. Badannya menjadi seperti tidak bertulang lalu duduk di pangkuan suaminya.
Berbeda dengan pria itu yang semakin ganas menghisap bibir Letta,ia benar-benar merasa kecanduan akan rasa manis yang diberikan oleh Letta. Ciuman kali ini berlangsung lebih dari 5 menit yang membuat Letta kehabisan nafas.
Merasakan Tata nya yang kehabisan nafas pria itu berhenti mencium Letta. Ia melihat bibir Letta yabg terbuka lalu suara Letta yang menarik nafasnya tergesa-gesa karena kehabisan nafas. Ia melihat bibir Letta yang basah,merah dan tampak bengkak.
__ADS_1
Melihat bahwa Letta sudah cukup untuk bernafas pria itu kembali mencium dalam bibir Letta. Ia seakan mengalirkan semua emosi nya ke dalam ciuman yang dalam ini. Di lain sisi Letta sangat terkejut ia tidak menyangkan jika suaminya yang pemalu ini akan mengambil langkah duluan untuk menciumnya.
Bahkan ciuman ini lebih ganas dari sebelumnya namun masih terasa lembut. Untung saja kamar utama dari milik mereka kedap suara sehingga bunyi kecapan kecapan dari ciuman mereka tidak akan terdengar.
"Ngh...." di sela sela ciuman mereka Letta mengerang seakan menikmati ciuman mereka. Dan erangan dari Letta seakan menyadar kan pria itu akan keganasannya. Ia pun berhenti mencium Letta.
Setelah berhenti pria itu sekarang jauh lebih malu ketimbang saat Letta meminta nya untuk mandi bersama. Ia tidak menyangka jika ia benar-benar buas melahap bibir Letta.
Sedangkan Letta tersenyum melihat tingkah malu-malu dari suaminya. Ia bahagia karena ciuman ini pria itu melupakan hal yang membuat dirinya sedih ya walaupun ia harus mengorbankan bibirnya menjadi bengkak.
Letta membaringkan tubuhnya di pelukan suaminya di atas kursi roda pria itu "Apapun keadaan kamu aku ga akan pernah merasa jijik ataupun benci,satu hal yang harus kamu ingat kalau aku C I N T A ke kamu, Aku mencintai mu hubby sangatttt mencintaimu" bisik Letta di dada suaminya.
Seperti tersambar petir pria itu benar-benar tidak percaya bahwa kata itu akan terucap dari mulut Letta. Kata yang menurutnya sangat sakral dan abadi. Dimana dia sendiri bahkan tidak berani mengucapkan hal tersebut kepada Tata nya.
Dan disini Tata nya orang yang paling dia cintai mengatakan cinta,bahkan ia menambahkan kata sangat di sebelah nya. Jika ini mimpi ia tidak ingin bangun ia juga ingin menghentikan waktu untuk menyesapi kehangatan yang diberikan oleh Letta.
Dada pria itu bagaikan tersiram oleh madu,manis rasanya benar-benar manis. Jadi gini rasanya dicintai,pria itu tak henti-hentinya mengucap syukur dibalas oleh orang yang dicintai nya adalah hal yang tidak berani dibayangkan nya.
Namun sekarang......sekarang malah terjadi hal-hal yang tidak akan pernah berani dia bayangkan.
Pria itu sampai melupakan semua kekurangan dan kondisinya rasanya ia juga ingin membalas perkataan dari Tata nya. Namun saat akan membalas perkataan dari Tata nya dia malah tidak dapat mengatakannnya.
Lidahnya terasa kelu,tapi ia ingin...ia ingin membalas perkataan dari Letta. Dia ingin bilang kalau di juga sangat mencintai Letta bahkan hal itu sudah berlangsung sangat lalu. Tapi mengapa,mengapa lidahnya terasa kelu untuk mengungkapkan nya. Ia merasa frustasi akan dirinya sendiri.
Mengapa?
__ADS_1
Tidak ia harus mengatakannya,Letta juga harus tau perasaan nya.
"Tata,aku...."