Let Me Love You Hubby

Let Me Love You Hubby
Vana


__ADS_3

Hanya beberapa menit saat mereka berada di taman seorang pelayan memberitahu mereka bahwa seseorang ingin bertemu dengan Letta yang tak lain adalah saudara tiri Letta.


Sebenarnya pria itu sangat tidak menyukai saudara tiri Letta dia merasa bahwa saudara tiri Letta mempunyai niat jahat kepada Letta. Hanya saja dia tidak memberitahukan hal tersebut kepada Letta karena selama ini dia melihat bahwa Letta terlihat menyayangi saudari tirinya itu.


Dia tidak ingin Letta marah padanya dan merusak hubungan nya dengan Letta. Dia sangat menyukai Letta yang sekarang.


Mengetahui bahwa Vana menemuinya Letta terseyum dengan dingin setelah mendengar nya, sedangkan pria itu tidak melihatnya karna sibuk berfikir dengan pikiran nya.


"Ayo" kata Letta sambil mendorong kursi roda pria itu. Sesampainya di ruang tamu Letta melihat tatapan serakah dan cemburu dari Vana ketika melihat kemewahan ruang tamu mereka. Letta bergumam dalam hatinya "kenapa gue ga sadar kalo Vana selama ini sesampah ini".


Melihat ke arah Letta Vana segera mengubah mimik wajahnya lalu tersenyum manis ke arah Letta. "Letta....",kata Vana sembari berlari menuju arah Letta,ia menggandeng lengan Letta dengan manja "Let aku kangen banget tau sama kamu,kamu mau kan shopping bareng aku".


Pria itu memandang jijik ke arah Vana yang menggandeng lengan Letta nya, dia paling membenci orang yang menyentuh Letta nya dia tidak mentolerir laki-laki ataupun perempuan jika dia terlalu intim dengan Letta nya ia seakan ingin membunuh orang tersebut.


Menahan rasa jijiknya Letta menyembunyikan mimik wajahnya lalu tersenyum seperti biasa ke arah Vana "Sorry tapi aku ga bisa,aku dan Andre pengen habisin waktu bersama".


Balas Letta sambil melepaskan lengan nya dari genggaman Vana,Letta sadar bahwa Andre tidak suka Vana menyentuh lengan nya. Vana merasa bingung karna Letta ingin menghabiskan waktu dengan orang yang dia benci Vana sangat kesal kepada Letta tapi ia tetap memasang wajah manis kepada Letta.


Letta sadar bahwa Vana pasti sedang kesal sekarang,di masa lalu Letta selalu menuruti keinginan Vana saat mengajaknya untuk berbelanja. Bahkan ia selalu membayar semua tagihan pakaian yang dibeli oleh Letta.


Walaupun melihat papan harga yang terbilang sangat mahal Letta tak pernah mengeluh kepada Vana dan selalu membayar nya,bahkan kadang ia tidak membeli barang apapun dan hanya membayar barang-barang Vana.


Ayah Letta sering marah kepada Letta karna tagihan kartu kredit Letta yang membengkak.

__ADS_1


Saat itu Letta selalu menganggap ayahnya sangat pelit dan balas berdebat dengan ayahnya karena hal tersebut.


Ayah Letta marah karna Letta tidak bisa mengatur keuangan nya dengan baik dan sangat boros dalam menggunakan kartu yang dia berikan kepada Letta padahal Letta tidak kekurangan apapun selama ini.


Mengetahui bahwa Letta menolak ajakan nya Vana sangat kesal "dih apaan sih bukannya dia benci sama cowo cacat ini" kata Vana dalam hatinya. "Oh gitu ya....yah sayang banget padahal Leon juga ikutan Let".


Vana sengaja menggunakan nama Leon untuk menarik perhatian Letta sekaligus menimbulkan kesalahpahaman di hubungan Letta. Mendengar nama Leon,pria itu akhirnya tersadar jika Letta nya telah menyukai pria lain,ia mengepalkan tangan nya dia atas kursi rodanya.


Ia sangat ingin melenyapkannya tapi ia tidak ingin membuat Letta nya merasa sedih,ia hanya bisa menekan kecemburuan nya lagian dengan fisiknya yang cacat dia seharusnya sadar diri bahwa Letta nya tidak mungkin menyukai pria cacat sepertinya.


Menahan rasa jijiknya ketika mendengar nama Leon, Letta mencoba untuk tersenyum manis ke arah Vana "Leon akan ikutan?".


Mengetahui Letta terpancing akan perkataan nya Vana terkekeh dalam hatinya "Let...Let gampang banget sih manfaatin lo,lo kira Leon beneran cinta sama lo dia cuman pengen uang lo doang kali".


"Eh iya Let,kamu beneran ga mau ikut kita shopping?". Melirik Vana yang terseyum Letta terkekeh "em kalian berdua aja aku masih pengen ngabisin waktu bareng andre".


Setelah melihat kepergian Vana Letta mefokuskan perhatian nya pada seseorang yang menyandang status sebagai suaminya.


Merasakan bahwa pria itu terlihat marah Letta memegang salah satu tangan pria yang mengepal itu.


"Kamu kenapa?" tak kuat menahan kecemburuan nya pria itu tak membalas pertanyaan dari Letta. Ia hanya menggelengkan kepalanya lalu menjalankan kursi rodanya sendiri.


"Dia kenapa ya?" Letta mencoba itu berfikir alasan pria itu mengabaikan nya "Ohhh iya dia pasti cemburu,dia pasti mikir kalo aku masih suka sama Leon". Tak ingin berlarut-larut dalam pemikiran nya Letta segera bergegas menyusul pria itu.

__ADS_1


Melihat wajah dingin yang menunduk itu Letta ingin terkekeh "ihh lucu banget sih,godain ah". Letta bergegas berjalan ke arah pria itu menundukkan kepalanya Letta mentoel toel pipi pria itu "kok kamu cuekin aku sih?"


Tak mendengar balasan dari pria itu Letta tidak kesal melainkan dia tertawa kecil. Memberanikan diri Letta duduk diatas pangkuan pria tersebut. Letta merasakan bahwa badan pria itu menjadi kaku,Letta menangkup kedua pipi pria itu "duh suami aku cemburu ya,hahaha".


"Aku sama Leon itu ga ada hubungan apa apa,buktinya aku lebih milih habiskan waktu bareng kamu daripada ketemu sama dia".


Mendengar suara manis Letta yang membujuknya perasaan marah dalam diri pria itu seakan menghilang "a-aku ga cemburu,aku cuman ngerasa ga pantas bersama kamu,orang cac--" Cup..... merasakan benda kenyal di bibirnya pria itu terkejut.


Tak ingin mendengar kata cacat dari mulut pria itu Letta segera memotong perkataan pria itu lalu mencium nya,tidak mendapatkan respon dari pria itu Letta memberanikan diri untuk menggerakkan bibirnya.


Mengetahui Letta yang ingin memperdalam ciumannya pria itu akhirnya kehilangan kendalinya lalu menekan Letta untuk lebih dekat padanya. Lalu membalas ciuman Letta,dia menggigit kecil bibir Letta sehingga Letta mendesis di sela ciuman mereka.


Tak ingin melewatkan kesempatan ini pria itu segera menelusupkan lidahnya lalu mengabsen satu persatu gigi Letta. "Eunghh...."


Pria itu semakin kehilangan kendali ketika mendengar erangan dari Letta nya dia pun semakin memperdalam ciuman mereka.


Merasa bahwa dia tidak dapat menahan nafasnya lagi Letta akhirnya memukul dada pria itu.


Mengetahui bahwa Letta kehabisan nafas pria itu melepas ciuman nya dengan tidak ikhlas. Rasa bibir dari Letta nya sangat manis dia ingin merasakan nya lagi dan lagi seakan tidak puas jika hanya mencicipinya sekali.


Dengan terengah-engah Letta tidak berani menatap ke arah pria itu dia merasa malu ketika mengingat apa yang mereka lakukan.


Dia benar benar malu mengingat bahwa dia lah yang memulai tindakan memalukan tersebut.

__ADS_1


Dengan terkekeh pria itu mengangkat dagu Letta lalu menatap Letta dengan tatapan menggoda,dia mendekatkatkan wajahnya ke arah telinga Letta tak hanya mendekatkan wajah nya pria itu bahkan menggigit kecil ke arah telinga Letta yang membuat Letta mendesis kecil "manis" suara serak pria itu terdengar seksi ditelinga Letta.


****


__ADS_2